cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir URANIA adalah wahana informasi tentang daur bagan bakar nuklir yang berisi hasil penelitian, pengembangan dan tulisan ilmiah terkait. terbitan pertama kali pada tahun 1995 dengan frekuensi terbit sebanyak empat kali dalam setahun yakni pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 229 Documents
ANALISIS POLA DIFRAKSI PADA INGOT PADUAN Zr-1%Sn-1%Nb-0,1%Fe DAN Zr- 1%Sn-1%Nb-0,1%Fe-0,5%Mo Setiawan, Jan; Futichah, .
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 18, No 3 (2012): Oktober 2012
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2012.18.3.302

Abstract

ANALISIS POLA DIFRAKSI PADA INGOT PADUAN Zr-1%Sn-1%Nb-0,1%Fe DAN Zr-1%Sn-1%Nb-0,1%Fe-0,5%Mo. Penambahan unsur pemadu serta perlakuan mekanik dan termal pada logam paduan berbasis zirconium, sangat berpengaruh terhadap struktur mikro yang terbentuk pada paduan tersebut. Oleh karena itu analisis pola difraksi yang terkait dengan struktur mikro paduan sangat penting untuk dilakukan. Analisis pola difraksi telah dilakukan untuk mempelajari karakteristik mikrostruktur ingot paduan zirlo (Zr-1%Sn-1%Nb-0,1%Fe) dan zirlo-Mo (Zr-1%Sn-1%Nb-0,1%Fe-0,5%Mo). Analisis dilakukan terhadap pola difraksi ingot awal dari kedua paduan dan yang telah mengalami proses  β-quenching serta perolan panas. Analisis pola difraksi ini adalah untuk mempelajari pengaruh proses perlakuan β-quenching, rol panas serta penambahan Mo pada paduan zirlo terhadap perubahan orientasi bidang, microstrain serta besaran rerata ukuran domain terboboti volume (ukuran kristalit). Ingot logam zirlo dan zirlo-Mo yang telah dipotong, serta cuplikan hasil perlakuan β-quenching dan perolan panas dilakukan preparasi untuk mendapatkan benda uji kristalografi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa proses β-quenching dan perolan panas memberikan pengaruh terhadap orientasi bidang, microstrain dan besaran rerata ukuran domain terboboti volume. PROFILE LINE DIFFRACTION ANALYSIS OF Zr-1%Sn-1%Nb-0,1%Fe AND Zr-1%Sn-1%Nb-0,1%Fe-0,5%Mo ALLOYS. The addition of alloying  elements  as well as mehanical and thermal treament to metal zirconium based alloys have significant effects on the microstructure of the alloys. Analysis of profile line diffraction associated with alloys microstructure is therefore important to be done.  In this research, profile line diffraction has been done to study the characteristic of zirlo (Zr-1%Sn-1%Nb-0,1%Fe) and zirlo-Mo (Zr-1%Sn-1%Nb-0,1%Fe- 0,5%Mo) ingot alloys.  Diffraction pattern analysis was done to both initial ingots and alloys which have undergone β-quenching and hot rolled process.  Diffraction pattern analysis is aimed to study the effect of β-quenching, hot rolled process and the addition of Mo on changes on plane orientation, microstrain and the average volume-weighted domain size (crystallite size).  Cuts of  zirlo and zirlo-Mo and  samples of β-quenching and hot rolled process alloys were used for the preparation of crystallography specimens.  The analysis results show that β-quenching and hot rolled process have influenced the plane orientation, microstrain and its average volume-weighted domain size.
PENGARUH DOPAN Pb DAN Sb TERHADAP ENERGI AKTIVASI SUPERKONDUKTOR BSCCO-2212 Purwamargapratala, Yustinus; Purwanto, Patrisius
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 17, No 1 (2011): Februari 2011
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2011.17.1.1109

Abstract

PENGARUH DOPAN Pb DAN Sb TERHADAP ENERGI AKTIFASI SUPERKONDUKTOR BSCCO-2212. Telah dilakukan penelitian pengaruh dopan Pb dan Sb terhadap energy aktifasi superkonduktor BSCCO-2212. Garam-garam nitrat dari Bismuth, Stronsium, Calsium, dan Copper dicampur pada perbandingan stoikiometri Bi:Sr:Ca:Cu = 2:2:1:2. Campuran dilarutkan dalam garam cair urea dengan pemanasan dan pengadukan pada temperatur 120oC selama 16 jam, kemudian dipirolisis . Hasil pirolisis digerus, dikalsinasi dan disinter dengan temperatur 845 oC selama 10 jam, sintesa diulang dengan penambahan dopan Pb, Sb, dan Pb+Sb dengan fraksi dopan 0,1 terhadap Bi. Hasil sintering diuji efek meissner, mikroskop optik, difraksi sinar-X, dan LCR meter. Pengujian menyimpulkan bahwa terbentuk superkonduktor BSCCO-2212. Penambahan dopan Pb menjadikan konduktifitas tertinggi 9,37x10-3 S/cm dan energi aktifasi terendah sebesar 3197,68 eV pada rentang temperatur 80-240 K. Kata kunci : dopan, energi aktivasi, superkonduktor BSCCO-2212 INFLUENCE OF Pb AND Sb OF BSCC0-2212 SUPERCONDUCTOR CONDUCTIVITY AND ENERGY ACTIVATION. The influence of Pb and Sb dopan of BSCCO-2212 superconductor conductivity and activation energy have been done. Nitrate salts of bismuth, strontium, calcium, and copper stochiometry were mixed in the ratio Bi:Sr:Ca:Cu=2:2:1:2. Mixture were dissolved in a molten salt of urea with heating and stirring at a temperature of 120oC for 16 hours. The pyrolysis were pulverized, calcined, and sintered at themperature of 845 oC for 10 hours, the syntesed was repeated with the addition of Pb, Sb, and Pb+Sb. Dopan with 0.1 dopan fraction of Bi. Sintering result was tested with meissner effect, optical microscopy, X-ray diffraction, and LCR-meters. It is concluded that the formed superconductor BSCCO-2212. Addition of Pb dopan result in a highest conductivity of 9,37x10-3 S/cm and the lowest activation energy of 3197.68 eV in the temperature range 80-240 K. Key words : dopan, activation energy, BSCCO-2212 superconductor
KETAHANAN KOROSI PADUAN Al-Mg 5052 DI DALAM AIR PENDINGIN NETRAL MENGANDUNG KLORIDA Jatmiko, Dicky Tri; Nurdin, Isdiriayani; Devianto, Hary
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 21, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2015.21.2.2263

Abstract

KETAHANAN KOROSI PADUAN Al-Mg 5052 DI DALAM AIR PENDINGIN NETRAL MENGANDUNG KLORIDA. Paduan Al-Mg 5052 adalah material yang biasa digunakan untuk kelongsong elemen bakar nuklir karena serapan fluks netronnya rendah dan tahan korosi di dalam air demineralisasi pada kondisi operasi reaktor. Makalah ini difokuskan untuk mengetahui ketahanan korosi paduan Al-Mg 5052 di dalam air dengan pH netral dan mengandung klorida sebagai pengganti air demineralisasi pendingin primer Reaktor Serba Guna GA Siwabessy (RSG-GAS). Penelitian mencakup pengukuran laju korosi menggunakan metode Tafel, prediksi mekanisme korosi menggunakan metode voltametri siklik dan analisa produk korosi dengan metode difraksi sinar X. Percobaan dilakukan dengan variasi temperatur 30°C, 35°C, 40°C, dan 45°C, serta variasi konsentrasi larutan natrium  klorida 0,05 M, 0,25 M, dan 0,5 M. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa paduan Al-Mg 5052 terkorosi dengan kategori “dapat diabaikan” hingga “sedang” dalam larutan natrium klorida menjadi produk yang larut dalam air pada satu tahap reaksi oksidasi irreversible.  CORROSION RESISTANCE OF Al-Mg ALLOY 5052 IN CHLORIDE CONTAINING NEUTRAL COOLING WATER. Al-Mg alloy 5052 is a material used as nuclear fuel element cladding due to its low neutron flux absorption and high corrosion resistance in demineralized water. This research is focused to know of the corrosion resistance of Al-Mg alloy 5052 in chloride containing neutral water used as demineralized primary cooling water substitute in GA Siwabessy Multi Purpose Reactor (RSG-GAS). This research covers the corrosion rate measurement using the Tafel method, corrosion process prediction using cyclic voltammetry method and corrosion product analysis using X-Ray Diffraction method. The experiments are carried out at temperature variation of 30°C, 35°C, 40°C and 45°C, as well as sodium chloride concentration of 0.05 M, 0.25 M and 0.5 M. The research results show that Al-Mg alloy 5052 is insignificantly to moderate corroded in chloride containing water by single step irreversible oxidation reaction.
PENGARUH WAKTU PEMANASAN TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR FASA PADUAN ALUMINIUM FERO NIKEL Al Hasa, M Husna; Muchsin, Anwar
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 17, No 2 (2011): Juni 2011
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2011.17.2.738

Abstract

Paduan aluminium sebagai  kelongsong bahan bakar akan mengalami proses perlakuan panas diatas suhu rekristalisasi. Suhu dan waktu perlakuan panas akan berdampak terhadap sifat logam. Waktu pemanasan memungkinkan akan  mempengaruhi perubahan sifat mekanik, termal dan struktur fasa logam.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu perlakuan panas terhadap sifat mekanik dan fasa paduan logam. Pengujian sifat mekanik terutama kekerasan bahan dilakukan dengan  metode Vicker. Pengamatan  perubahan mikrostruktur dilakukan dengan metalografik-optikal dan struktur fasa dianalisis berdasakan  pola difraksi sinar x. Analisis unsur  senyawa fasa paduan dilakukan dengan EDS-SEM. Hasil pengujian sifat kekerasan menunjukan paduan AlFeNiMg dengan pemanasan pada 500 oC dengan waktu pemanasan 1 jam, 2 jam dan 3 jam  menurun masing-masing berkisar   94,4 HV, 87,6 HV dan 85,1 HV. Sifat kekerasan paduan AlFeNi menunjukkan penurunan seiring dengan semakin lama waktu pemanasan. Hasil pengamatan metalografik-optikal memperlihatkan mikrostruktur mengalami perubahan seiring dengan meningkatnya waktu pemanasan. Mikrostruktur memperlihatkan semakin lama waktu pemanasan crenderung berbentuk struktur butir equiaksial yang semakin membesar dan hasil analis pola difraksi menunjukkan kecenderungan pembentukan fasa a dan fasa q (FeAl3) dalam paduan. Kata kunci: waktu pemanasan, sifat mekanik, struktur fasa, paduan AlFeNiMg   Ferrous aluminum alloys as fuel cladding will experience the process of heat treatment above the recrystallization temperature. Temperature and time of heat treatment will affect the nature of the metal. Heating time allows will affect change in mechanical properties, thermal and structure of the metal phase. This study aims to determine the effect of time of heat treatment on mechanical properties and phase metal alloys. Testing the mechanical properties of materials, especially violence done by the method of Vicker. Observation of microstructural changes made ​​by metalografik-optical and phase structure were analyzed Based on the x-ray diffraction patterns Elemental analysis phase alloy compounds made ​​by EDS-SEM. Test results show the nature of violence AlFeNiMg alloy by heating at 500 ° C with a warm-up time 1 hour, 2 hours and 3 hours respectively decreased range HV 94.4, 87.6 and 85.1 HV HV. The nature of violence AlFeNi alloy showed a decrease in line with the longer heating time. Metalografik-optical observations show the microstructural changes with increasing heating time. Microstructure shows the longer the heating time crenderung equiaksial shaped grain structure of growing and the results showed a trend analyst diffraction pattern formation and phase q a phase (FeAl3) in the alloy.Key words: warm-up time, mechanical properties, phase structure, alloy AlFeNiMg
DISTRIBUSI PERUBAHAN SERBUK URANIUM OKSIDA DALAM DRUM PENYIMPANAN Nampira, Yusuf; Jamaludin, Agus; ., Samiyoto
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 20, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2014.20.3.2089

Abstract

ABSTRAK DISTRIBUSI PERUBAHAN SERBUK URANIUM DIOKSIDA DALAM DERUM PENYIMPANAN. Serbuk uranium dioksida telah disimpan dalam drum selama beberapa kurun waktu. Serbuk ini mengalami pertambahan berat, pertambahan berat ini kemungkinan disebabkan terjadinya kontak antara serbuk dengan udara sekitar. Bilamana spesifikasi serbuk tersebut berubah maka parameter yang digunakan untuk pembuatan pelet akan berbeda. Guna memastikan kondisi tersebut maka dilakukan penelitian tentang pola kandungan uap air dan angka banding O/U dalam UO2 dari beberapa posisi kedalaman. Sampling serbuk uranium dilakukan secara radom pada kedalaman 10cm, 20cm, 30cm, 40cm dan 50cm. Kandungan uap air dalam serbuk dianalisis dengan metode grafimetri, sedangkan penentuan angka banding dilakukan dengan cara grafimetri dan fluoresensi sinar-X dengan memantau intensitas sinar-X    U-Ma. Makin sering serbuk dalam drum penyimpanan kontak dengan udara terjadi, maka kandungan molekul air dan angka banding O/U dalam serbuk yang bersangkutan akan meningkat. Dalam waktu penyimpanan sekitar 20 tahun perubahan spesifikasi tersebut terjadi sampai pada serbuk dengan kedalaman 30 cm dari permukaan serbuk dalam drum. Kata kunci: Serbuk UO2, atmosfer udara, molekul air, angka banding O/U   ABSTRACT DISTRIBUTION OF CHANGES IN URANIUM DIOXIDE POWDER IN CONTAINER STORAGE Distribution of changes In uranium dioxide powder in container storage has been done. Uranium dioxide powder was stored in drums for some period of time. The powder is put on more weight, weight gain is probably due to the contact between the powder with the air atmosphere. When the powder specification changes, the parameters used for the manufacture of pellets will be different. To ensure these conditions, conducted research on the pattern of moisture content and O/U ratio of the UO2 powder of some depth positions in the drum. Sampling were done by radom from uranium powder at a depth of 10cm, 20cm, 30cm, 40cm and 50 cm. Moisture content in the powder was analyzed by the grafimetry method, while the comparative figure determination is done by grafimetry and X-ray fluorescence to monitor the intensity of the X-ray U-Ma. The more often the powder in contact with air storage drum occurs, the content of water molecules and the O/U ratio in the corresponding powder will increase. Within about 20 years storage specification changes occurred until the powder to a depth of 30 cm from the surface of the powder in the drum. Keywords: UO2 powder, air atmosphere, water molecules, O / U ratio.
PENELITIAN KEKERASAN PERMUKAAN PADA BAHAN STAINLESS STEEL 316L YANG DIKERASKAN DENGAN ALAT RF-PLASMA NITROCARBURIZING Sudjadi, Usman; Sujitno, Tjipto; Suprapto, .
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 18, No 2 (2012): Juni 2012
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2012.18.2.638

Abstract

ABSTRAKPENELITIAN KEKERASAN PERMUKAAN PADA BAHAN STAINLESS STELL 316L YANG DIKERASKAN DENGAN ALAT RF-PLASMA NITROCARBURIZING. Kekerasan permukaan pada bahan Stainless Steel 316L yang dikeraskan dengan alat RF-plasma nitrocarburizing buatan BATAN telah diteliti. Beberapa sampel telah di-nitrocarburizing pada suhu 4000C selama (2-6) jam.  Hasil pengujian menunjukkan bahwa, pada sampel awal kekerasan bahan SS 316L adalah 230,7 Kgf/mm2, setelah di-nitrocarburizing pada suhu 400 0C selama 6 jam, kekerasan menjadi 299,4 Kgf/mm2.  Selain itu kedalaman maximum atom-atom nitrogen dan carbon yang terdifusi kedalam bahan SS 316L adalah 73,1 mikrometer. Pengamatan strukturmikro menunjukkan bahwa pada sampel yang telah di-nitrocarburizing pada temperatur 400 0C selama 6 jam terlihat jelas adanya lapisan atom-atom N dan C di dalam bahan SS 316L. Sampel awal dan yang di-nitrocarburizing 400 0C (t= 6 jam) terdapat matrix yang sama yaitu δ-ferrite, pearlite.Kata kunci: nitrocarburizing, RF- plasma, SS 316L, kekerasan, struktur mikro. ABSTRACTSurface hardening OF stainless steel 316L with RF-plasma nitrocarburizing DEVICE. Surface hardening on stainless steel 316L with RF-plasma nitrocarburizing device made by BATAN have been investigated.  Some samples was nitrocarburized at 4000C for 2-6 hours.  The results show that the hardness of the untreated sample of SS 316L was 230,7 Kgf/mm2. The hardness increased up to 299,4 Kgf/mm2 for nitrocarburizing at 4000C for 6 hours. Furthermore, the maximum depth of carbon and nitrogen atoms diffused in SS 316L was 73,1 micrometer.  Microstructure observation shows that the sample that was nitrocarburized at 4000C for 6 hours produced a very clear image indicating N and C atoms layers in SS316L.  The un-treated sample and the sample that was nitrocarburized at 4000C (t = 6 hours) have the same matrixes, i.e. δ-ferrite and pearlite.Keywords: nitrocarburizing, RF- plasma, SS316L, hardness, microstructure
PENUMBUHAN LAPIS LINDUNG NITRIDA PADA PERMUKAAN BAHAN STRUKTUR REAKTOR PADUAN FeCrNi Handayani, Ari; GS, Sulistioso; Effendi, Nurdin; Sumarmo, Sumarmo; Suprapto, Suprapto
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 19, No 2 (2013): JUNI 2013
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2013.19.2.1769

Abstract

ABSTRAKPENUMBUHAN LAPIS LINDUNG NITRIDA PADA PERMUKAAN BAHAN STRUKTURREAKTOR PADUAN FeCrNi. Percobaan penumbuhan lapis lindung nitrida pada paduan FeCrNitelah dilakukan dengan metode plasma nitridasi untuk meningkatkan nilai kekerasannya,ketahanan korosi dalam lingkungan air pendingin. Percobaan dilakukan pada temperatur 400 °Cdengan variasi nitridasi waktu pada 2 jam, 3 jam dan 4 jam. Karakterisasi meliputi pola difraksimenggunakan X-Ray Diffractometer (XRD), struktumikro menggunakan Scanning ElectronMicroscope - Energy Dispersive Spectrometer (SEM-EDS), kekerasan menggunakan Vicker’sHardness Tester dan uji korosi menggunakan Potensiostat Galvanostat Hasil nitridasi daripengamatan strukturmikro menunjukkan terbentuknya lapisan tipis pada permukaan paduanFeCrNi. Pola difraksi sinar X menunjukkan bahwa terbentuk senyawa Fe2N dan Fe4N padapermukaan paduan FeCrNi. Hasil uji kekerasan menunjukkan adanya peningkatan nilaikekerasannya setelah proses nitridasi dari 235,97 VHN menjadi 271,76 VHN dan hasil uji korosidalam larutan air pendingin pH 6,3 juga ada peningkatan yaitu dari 0,0357 mpy menjadi0,0032 mpy.Kata kunci: plasma nitridasi, paduan FeCrNi, bahan struktur reaktor.ABSTRACTPROTECTING SURFACE LAYER OF NITRIDE ON STRUCTURE REACTOR MATERIAL OFFeCrNi ALLOY. Experiment on the growth of protecting nitride layer on non standard FeCrNialloy has been done with plasma nitriding method. The research aims to increase the value of itshardness and corrosión resistance in cooling wáter environment. The plasma nitriding wascarried out at a temperature of 400 °C with a variation of nitriding time, i.e. 2, 3 and 4 hours.Included in the characterization are X-ray diffraction pattern using X-Ray Diffractometer (XRD),microstructure - elemental composition examination using SEM-EDS, hardness (Vicker’shardness), and corrosion test (Potensiostat Galvanostat). The results show that the thin layer ofFe-N coating was formed on the surface of FeCrNi alloy. The X-ray diffraction pattern shows thatthe compounds of the thin layer are Fe2N and Fe4N. Characterization of hardness indicates thatthe hardness increases after the nitriding process from 235.97 VHN to 271.76 VHN, while the corrosion test in cooling wáter with a solution pH of 6.3 shows enhanced corrosión resistance ofFeCrNi when compared to the condition before the formation of the thin layer, i.e. from0.0357 mpy to 0.0032 mpy.Keywords: plasma nitridation, FeCrNi, material structure.
PENGARUH WAKTU PEMANASAN TERHADAP REGANGAN KISI DAN KONDUKTIVITAS PADUAN ZIRKONIUM Purwanto, P.
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 17, No 1 (2011): Februari 2011
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2011.17.1.1105

Abstract

PENGARUH  WAKTU  PEMANASAN TERHADAP REGANGAN KISI DAN KONDUKTIVITAS PADUAN ZIRKONIUM. Paduan zirkonium atau zirkaloy-4 diperoleh dari Pusat Elemen Bahan Nuklir. Zirkaloy-4 dilakukan perlakuan panas pada temperatur 300 oC dan  500 oC dengan lamanya pemanasan mulai   0 sampai 8 jam, kemudian di dinginkan secara cepat pada air bebas mineral. Selanjutnya  dilakukan pengujian  struktur kristal paduan zirkonium dengan difraksi sinar-x dan konduktivitas listrik dengan  teknik LCR. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa lama waktu perlakuan panas terhadap zirkaloy-4  dapat mempengaruhi  konduktivitas listrik dan kapasitansinya. Konduktivitas listrik zirkaloy-4  naik dan kapasitansi berkurang  seiring dengan lama waktu perlakuan panas. Struktur kristal zirkaloy-4 mempunyai struktur heksagonal tumpukan padat (HCP).   Ukuran butiran zirkaloy-4 naik seiring dengan lamanya perlakuan panas. Regangan kisi zirkaloy-4 menurun seiring  dengan lamanya waktu pemanasan. Kata kunci:Zirkaloy, termal, difraksi sinar-x, konduktivitas. INFLUENCE OF HEATING TIME ON THE ZIRCALLOY AGAINTS LATTICE STRAIN AND CONDUCTIVITY OF ZIRCALLOY. Zirconium alloy or zircalloy-4 was gotten from Nuclear Material Element Centre.  The  zircalloy-4 had been done heat threatment at the temperature 300 oC and 500 oC with it long heating at begin 0 to 8 hours, then  quenching in the demineral water.  The observation of zircalloy-4 had  been done with  x-ray diffraction and conductivity of electric test by XRD and LCR. The result of experiment to showed that time of heat treathment on zircalloy-4 can be influence electric conductivity  and it capacitance. Electirc conductivity of zircalloy-4 was increasing  with increasing in time heating. Capasitance of zircalloy-4 was decreased with increasing in time heating  The profile by diffraction of zircalloy-4 show the crystall structure was hexagonal closed packet (HCP). The size grain of zircalloy-4 was increased with increasing  of time heat threatment. The  strain of zircalloy-4 was decreased with increasing of time heat threatment. Key words: Zircalloy, themal,x-ray diffraction, conductivity.
PROSES PENGOMPAKAN DAN PENYINTERAN PELET CERMET UO2-Zr Yulianto, Tri; Rachmawati, Meniek; Mutiara, Etty
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 19, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2013.19.1.2280

Abstract

ABSTRAKPROSES PENGOMPAKAN DAN PENYINTERAN PELET CERMET UO2-Zr. Bahan bakarinovatif berupa pelet cermet UO2-Zr dikembangkan. Kegiatan ini bertujuan untuk menaikkanderajat bakar bahan bakar PWR melalui perbaikkan konduktivitas panas pelet UO2 denganpenambahan sejumlah kecil logam Zr yang lebih kecil 10 % berat pada matrik UO2. Logam Zrakan membentuk jembatan/struktur jaringan selama proses pengompakan dan mengurangikontak antar partikel UO2. Berdasarkan teori kesetimbangan fasa logam-logam oksida-keramik,teknik fabrikasi ini akan menghasilkan pelet UO2 dengan jaringan/saluran logam kontinyu padabatas butir UO2. Fabrikasi cermet dilakukan dengan variasi parameter pencampuran fraksipenyusun cermet dan pengompakan untuk menghasilkan jaringan/saluran logam kontinyu padamatrik UO2. Selanjutnya dilakukan karakterisasi pelet cermet UO2 yang meliputi pengujian visual,pengukuran dimensi, pengukuran densitas dan uji ceramografi untuk mendapatkan informasistruktur jaringan/saluran logam dalam pelet UO2 dan komposisi pelet cermet yang optimal dalamproses fabrikasi. Metode fabrikasi cermet ini diharapkan mempunyai efektivitas yang lebih tinggidibandingkan jalur fabrikasi pelet UO2.Kata kunci: fabrikasi, cermet, pelet UO2 - Zr, PWR.ABSTRACTTHE COMPACTION AND SINTERING OF UO2-Zr CERMET PELLETS. An innovative fuel pelletof UO2–Zr cermet has been developed to improve thermal conductivity of UO2 pellet by addingsmall amount Zr metal in to UO2 matrix below 10 % weight. Zirconium powder will serve for thecreation of bridges or web structure during compaction and will effectively reduce contactbetween of UO2 particels. Based on the theory of phase equillibrium of metals–metal oxides–ceramic, this fabrication technique may produce UO2 pellets containing continuous metal channelon the grain boundary of UO2 through sintering in a reduction atmosphere. The fabrication wasdone by varying process parameters of mixing and compaction. Characterisation of UO2-Zrcermet pellet involved visual test, dimensional and density measurement, and ceramography test.This advanced cermet fabrication technology may address common issue with cermet fuels suchas microstructure with continuous metal channel structure in the UO2 matrix, which is moreeffectively than the commonly accepted microstructure involving fraction of UO2 pellet by standardfabrication route.Keywords: fabrication, cermet, UO2-Zr pellet, PWR.
KOMPARASI HASIL ANALISIS KOMPOSISI KIMIA DI DALAM PADUAN U-Zr-Nb DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK XRF DAN AAS Masrukan, Masrukan; Yulianto, Tri; Muchsin, Anwar
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 17, No 3 (2011): Oktober 2011
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2011.17.3.687

Abstract

Analisis komposisi kimia paduan U-Zr-Nb dengan menggunakan teknik Fluorosesi Sinar X (XRF)  dan Sepektroskopi Serapan Atom  (AAS)   telah dilakukan. Analisis komposisi perlu dilakukan   untuk menentukan  karakteristik bahan bakar  selama proses fabrikasi maupun di dalam  reaktor.  Penggunaan dua macam teknik analisis  agar diperoleh hasil analisis yang akurat.   Percobaan  ini dilakukan  untuk menentukan komposisi unsur utama dan pengotor di dalam paduan U-Zr-Nb.  Mula-mula paduan U-Zr-Nb yang bervariasi komposisi Nb berturut-turut 1%, 4%, 7% ( U-10%Zr-1%Nb, U-10%Zr-4%Nb dan U-10%-7%Nb) dipotong-potong untuk dilakukan analisis komposisinya.   Dari hasil analisis dengan menggunakan teknik  XRF diperoleh komposisi kimia paduan U-10%Zr-1%Nb, U-10%Zr-4%Nb dan U-10%Zr-7%Nb)   masing-masing mempunyai kandungan  unsur  sebagai berikut: U(87,8858%), Zr(2,6097%) dan Nb (0,2206%) ;  U (87,8556%), Zr (2,6302%), dan Nb (0,6573%); U (84,6334%), Zr (2,5773%) , dan Nb (1,0940 %) berat.  Hasil analisis dengan menggunakan teknik AAS  pada  ketiga sampel  diperoleh   kadar Zr berturut turut  : 9,25 %; 8,90% dan  9,80 % sedangkan kadar Nb tidak terdeteksi. Sementara itu, hasil analisis  unsur pengotor pada ketiga sampel diperoleh  hampir semua unsur yang ada masih memenuhi persyaratan bahan bakar kecuali unsur Zn. Unsur Zn yang ada pada  ketiga sampel  paduan U-10%-Zr1%Nb, U-10%Zr-4%Nb dan U-10%-7%Nb adalah 1,3266%; 3,2756 %, dan 1,0927 % berat.  Dapat disimpulkan bahwa hasil analisis  kandungan unsur dan pengotor di dalam paduan U-Zr-Nb  dengan menggunakan kedua teknik XRF dan AAS  terlihat bahwa hasil analisis yang lebih mendekati dengan  komposisi paduan UZrNb yang direncanakan adalah dengan menggunakan teknik AAS. Kata kunci : Analisis komposisi, U-Zr-Nb, XRF, dan AAS.   U-Zr-Nb alloy chemical composition analysis using X Ray Flourecency (XRF)  and Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) techniques hade been conducted, where U-Zr- Nb alloy was chosen as candidates for new high-density fuel for future research reactors . Composition analysis is necessary because the composition of elements in the fuel will determine the characteristics of fuel during the fabrication process and in the reactor. The use of two kinds of analysis techniques were designed to obtain accurate analysis results. The experiment was conducted to determine the major element composition and impurities in the alloy U-Zr-Nb. First U-Zr-Nb varying alloy composition Nb were  respectively 1%, 4%, 7% (U10% Zr1% Nb, U10% Zr4% Nb and U10% 7% Nb)  as results of the melting process of measuring the diameter of 120 mm crushed on the surface bottom. Once on the bottom surface is smooth, then analyzed using XRF techniques. To analyze the elements using AAS techniques, alloy U-Zr-Nb cut into 10 mm x 5 mm then dissolved using HF and nitric acid. Solution that occurred were analyzed using AAS technique. From the analysis using the XRF technique is obtained the alloy U-10% Zr-1% Nb, U-10% Zr-4% Nb and Zr-10% U-7% Nb) had a content of each element as follows: U (87.8858%), Zr (2.6097%) and Nb (0.2206%), U (87.8556%), Zr (2.6302%), and Nb (0.6573%);  U (84.6334%), Zr (2.5773%), and Nb (1.0940) weight. Results of analysis using AAS techniques on samples obtained third consecutive Zr content of 9.25%, 8.90% and 9.80% while the content of  Nb was not detected. Meanwhile, the results of elemental analysis of impurities in all three samples showed that almost all the elements are still qualify as  fuel except Zn element. Element Zn   at the three samples of each alloys  U-10% Zr-1% Nb, U-10% Zr-4% Nb and U-10% Zr-7%Nb is 1.3266%, 3.2756% and 1.0927% weight. It could be concluded that the results of analysis of elemental content and impurities in the alloy U-Nb-Zr using both  XRF and AAS visible that  results of the analysis technique which is was approach   composition of U-Zr-Nb alloy  that planned  by using AAS technique. Keyword : Composition analysis, U-Zr-Nb, XRF, and AAS.

Page 1 of 23 | Total Record : 229