cover
Contact Name
Nur Hasanah
Contact Email
nur.hasanah@batan.go.id
Phone
+6221-5204243
Journal Mail Official
jpen@batan.go.id
Editorial Address
Kawasan Kantor Pusat Badan Tenaga Nuklir Nasional Jl. Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta 12710 Kotak Pos 4390 Jakarta 12043
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
ISSN : 14109816     EISSN : 25029479     DOI : https://doi.org/10.17146/jpen
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir publishes scientific papers on the results of studies and research on nuclear energy development with the scope of energy and electricity planning, nuclear energy technology, energy economics, management of nuclear power plants, national industries that support nuclear power plants, aspects of the nuclear power plant site and environment, and topics others that support the development of nuclear energy.
Articles 335 Documents
Pemodelan Perhitungan Indeks Lost of Load Probability untuk N Unit Pembangkit pada Sistem Kelistrikan Opsi Nuklir Setya Budi, Rizki Firmansyah; Birmano, Moch. Djoko; -, Imam Bastori
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2017.19.2.4035

Abstract

Perhitungan LOLP dapat dilakukan secara manual ataupun dengan bantuan program. Perhitungan secara manual membutuhkan waktu yang lebih lama dan ketelitian dibandingkan dengan menggunakan bantuan program. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sebuah model perhitungan indeks LOLP yang lebih sederhana, fleksibel (dapat digunakan untuk N jumlah pembangkit), dan waktu perhitungan yang lebih cepat. Program perhitungan LOLP menggunakan bantuan program Matlab. Penelitian dilakukan dengan langkah sebagai berikut: pembuatan source code pada Matlab, perhitungan indeks LOLP dengan data masukkan yang digunakan, dan validasi hasil perhitungan. Validasi dilakukan dengan cara bencmarking terhadap hasil perhitungan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model perhitungan indeks LOLP untuk N unit pembangkit pada sistem kelistrikan opsi nuklir telah berhasil dibuat dengan mempertimbangkan aspek kesederhanaan data masukkan, fleksibilitas, dan waktu yang lebih cepat. Hasil perhitungan dapat dinyatakan valid dengan selisih yang kurang dari 1% jika dibandingkan dengan hasil pada penelitian sebelumnya yang telah menghitung indeks LOLP dengan cara manual.
PERHITUNGAN KEEKONOMIAN AKSELERATOR ELEKTRON Nasrullah, Mochamad; Soetrisnanto, Arnold Y.
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 2, No 1 (2000): Maret 2000
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2000.2.1.2011

Abstract

ABSTRAK PERHITUNGAN KEEKONOMIAN AKSELERATOR ELEKTRON. Perhitungan keekonomian sangat dibutuhkan pada setiap perusahaan agar dapat mengetahui proyek yang akan atau sedang dilaksanakan apakah layak secara ekonomis atau tidak. Demikian juga halnya dengan proyek akselerator elektron, dimana jasa perhitungan keekonomian terhadap akselerator elektron tersebut sangat diperlukan untuk mengetahui kelayakan ekonominya. Perbandingan biaya iradiasi pada kasus referensi dengan kasus indonesia serta anatisis sensitivitasnya dapat dipakai untuk mencari pemecahan yang optimal dalam pengambilan keputusan. Diasumsikan nilai tukar sebesar Rp.6500 tiap 1 US dollars, umur ekonomis 20 tahun dan data referensi yang sudah disesuaikan dengan keadaan sekarang. Perhitungan dilakukan untuk mendapatkan nilai NPV, IRR dan B/C untuk masing-masing kasus. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa kasus referensi sebaiknya tidak diambil sebab tidak layak secara ekonomi, karena NPV negatif, B/C kurang dari 1. Demikian halnya dengan kasus Indonesia walaupun biaya iradiasi lebih tinggi dari kasus referensi, tetapi untuk NPV, B/C, maupun IRR sama dengan kasus referensi oleh karena itu tidak layak juga secara ekonomi. Untuk layak secara ekonomi sebaiknya menggunakan kasus referensi dengan biaya iradiasi minimal sebesarRp1432 / kg, karena NPV menjadi positif, B/C lebih dari 1. Demikian juga untuk kasus Indonesia sebaiknya menggunakan biaya iradiasi minimal sebesar Rp. 2600 / kg, agar layak secara ekonomi.   ABSTRACT ECONOMIC CALCULATION OF ELECTRON ACCELERATOR. In general, economic calculation is needed in all of industrial development, in order to know that a project will be economically feasible or not. The same process has to be applied in the electron accelerator project, where this process will be considered in the feasibility study of the project. Comparison study of irradiation cost between reference case, Indonesian case and the sensitivity analysis could be used to find out the optimal solution for decision making. It is consider as assumption that exchange rate is 1 US$ for Rp. 6.500,- and all of economic data are adjusted to the present value. The Calculation is performed to find out the values of NPV, IRR and B/C for each case. The result obtained show that the reference case is not economically feasible to be applied, because the NPV value is negative and B/C less than one. The same result is obtained for the Indonesian case. Nevertheless, the reference case will become economically feasible if the irradiation cost has to be increased to Rp. 1.432,-/kg. For this value, the NPV value becomes positive and B/C more than one. The Indonesian case will become economically feasible if the irradiation cost is increased to Rp. 2.600,-/kg.
STUDI BANDING SISTEM DEMINERALISASI AIR PADA PLTN OPR 1000 DAN AP 1000 Priambodo, Dedy; Alimah, Siti; Dewita, Erlan
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 11, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2009.11.2.1437

Abstract

ABSTRAKSTUDI BANDING SISTEM DEMINERALISASI AIR PADA PLTN OPR 1000 DAN AP 1000. Sistem demineralisasi air pada OPR 1000 mengadopsi metode berbasis resin penukar ion sedangkan AP 1000 berbasis membran Reverse Osmosis (RO) -Elektrodeionisasi (EDI). Penukar ion adalah proses kimia reversible (dapat balik) antara cairan dan padatan. Penukar ion menggunakan resin sebagai penangkap ion-ion pengotor yang kemudian diregenerasi setelah resin menjadi jenuh. RO adalah metode yang menggunakan tekanan untuk melewatkan larutan melalui membran, dan menangkap solute dari satu sisi dan mendapatkan solvent murni di sisi lain. Sedangkan EDI merupakan perpaduan antara elektrodialisis dengan penukar ion. Ion ditangkap oleh resin kemudian dibuang dengan memanfaatkan beda potensial listrik. Karena adanya fenomena water splitting pada EDI membuat resin yang ada tidak pernah jenuh, sehingga RO-EDI menjadi sistem demineralisasi yang sedikit menggunakan bahan kimiawi, instalasi lebih sederhana, mampu menjaga kualitas pasokan produk air demin dan ramah lingkungan. Dengan demikian di banding dengan penukar ion, RO-EDI lebih unggul sebagai sistem air demineralisasi.Kata kunci: demineralisasi air, OPR 1000, AP 1000, penukar ion, reverse osmosis, elektrodeionisasi ABSTRACTCOMPARISON STUDY OF WATER DEMINERALIZATION SYSTEM FOR THE OPR 1000 AND AP 1000 NUCLEAR POWER PLANT. OPR 1000 adopts demineralization method based on ion exchanger resin and AP 1000 adopt the method that based on Reverse Osmosis (RO)-Electrodeionization (EDI). The Ion exchange process is a reversible chemical reaction of a solution and an insoluble solid. Ion exchanger use resin as polluter ions capture and will be regenerated after its saturated. RO is method using pressure to force a solution through a membrane, retaining the solute on one side and allowing the pure solvent to pass to the other side. Whereas, EDI is a combination of ion exchange and electrodialysis. The ions is taken by ion exchange resin, and then it is discharged utilizing electric potensial difference. Due to water splitting phenomena in EDI, make resin will never be saturated, so the RO-EDI process is water demineralization system that use little chemical, more simple installation, capable to maintain demin water product quality and environmental friendly. Thereby, The RO-EDI water demineralization system is more advance then ion exchange technology.Keywords: water demineralization, OPR 1000, AP 1000, ion exchanger, reverse osmosis, electrodeionization
TINGKAT RADIOAKTIVITAS RADIONUKLIDA ALAM PADA BAHAN MAKANAN SEKITAR CALON TAPAK PLTN SEMENANJUNG MURIA Susiati, Heni
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 8, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2006.8.1.1967

Abstract

ABSTRAK TINGKAT RADIOAKTIVITAS RADIONUKLIDA ALAM PADA BAHAN MAKANAN SEKITAR CALON TAPAK PLTN UJUNG LEMAHABANG. Data rona awal konsentrasi radionuklida alam (238Th, 226Ra, 228Ra and 40K) dalam sampel bahan makanan, tanah pertanian, dan sumur di sekitar calon tapak PLTN Ujung Lemahabang telah ditentukan dengan spektrometer gamma dengan detektor HPGe. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa konsentrasi radionuklida air sumur penduduk untuk 40K berkisar antara Batas Deteksi Terendah (BDT) - 2,11 Bq/L, untuk 226Ra berkisar antara 0,06 - 0,12 Bq/L, sedang untuk 228Th dan ­228­Ra tidak terdeteksi. Tanah pertanian di desa Balong dan Tubanan mengandung radionuklida alam dalam konsentrasi yang cukup tinggi, demikian pula untuk beberapa jenis makanan seperti umbi singkong dan daunnya. Konsentrasi K cukup tinggi disemua jenis bahan pangan yang diteliti. Kata kunci: Rona awal, radionuklida, batas deteksi terendah.   ABSTRACT THE RADIOACTIVITY LEVELS OF NATURAL RADIONUCLIDE ON FOODSTUFF AT CANDIDATE SITE. The baseline values of the natural radionuclides concentration (238Th, 226Ra, 228Ra and 40K) have been determined in the foodstuffs, soil, and wells water samples around nuclear power plant site candidate by gamma spectrometry with HPGe detector. The results which obtained indicate that concentration of resident well water radionuclide for 40K ranging from Low Detection Limit - 2,11 Bq/L, ^Ra range from 0,06-0,12 Bq/L, and for 228Th and ­228­Ra is not detected. Farmland in Balong and Tubanan district contain natural radionuclide in concentration of which enough high, and so do for a few food type like the corm and cassava leaf. Concentration of 40K enough high all the checked foodstuffs types. Keywords: Initial condition, radionuclide, low detection limit.
STUDI POTENSI INDUSTRI JASA KONSTRUKSI UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR PERTAMA DI INDONESIA Dewi, Dharu; Sriyana, Sriyana
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 10, No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2008.10.1.1414

Abstract

ABSTRAKSTUDI POTENSI INDUSTRI JASA KONSTRUKSI UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR PERTAMA DI INDONESIA. Studi dilakukan untuk mengidentifikasi potensi industri jasa konstruksi yang mampu berpartisipasi dalam pembangunan PLTN di Indonesia. Potensi Industri jasa konstruksi, diidentifikasi melalui evaluasi potensi beberapa industri jasa konstruksi multinasional. Metode penelitian dilakukan dengan cara survei yakni kuesioner, kunjungan teknis dan penelusuran studi literatur. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara “purpossive sampling”. Data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Hasil studi menunjukkan bahwa potensi industri jasa konstruksi untuk mendukung program PLTN masih harus ditingkatkan kinerjanya melalui pemilihan SDM yang kompeten, peralatan yang handal, sistem manajemen proyek yang efektif dan efisien, sehingga diharapkan mampu berpartisipasi aktif dalam proyek konstruksi PLTN di Indonesia. Manfaat dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan berharga bagi industri jasa konstruksi untuk dapat berperan aktif dalam proyek konstruksi PLTN di Indonesia.Kata kunci: industri konstruksi, PLTNABSTRACTA STUDY OF THE POTENCY OF CONSTRUCTION SERVICE INDUSTRIES TO SUPPORT THE FIRST NUCLEAR POWER PLANT CONSTRUCTION IN INDONESIA. The study was conducted to identify the potency of construction service industries to participate in nuclear power plant program in Indonesia. The potency is identified by evaluation results of national industries potency in some multinational construction service industries. The research methodology chosen was the survey method by sending questionaires, visits to National industries, interview, and literature study. The data collection technique was sampling purpossive. Data can be obtained from both primary and secondary data. The study results showed that the performance of construction service industries to support the NPP program must be increased through the selection of competent human resources, reliable equipments and an effective and efficient project management system, so that they can be expected to play necessary role in the nuclear power plant construction in Indonesia.Keywords: construction industries, nuclear power plants
EVALUASI PREVALENSI PENYAKIT DI SEKITAR CALON TAPAK PLTN, SEMENANJUNG MURIA, JEPARA Susiati, Heni
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 6, No 1 (2004): Juni 2004
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2004.6.1.1927

Abstract

ABSTRAK EVALUASI PREVALENSI PENYAKIT DI SEKITAR CALON TAPAK PLTN, SEMENANJUNG MURIA, JEPARA. Upaya pemantauan telah dilakukan terhadap prevalensi penyakit di lingkungan Ujung Lemahabang, Jepara. Kegiatan ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data status kesehatan masyarakat yang berada di Puskesmas mencakup 4 (empat) kecamatan mulai tahun 1999 sampai 2003. Data yang didapat dikelompokkan berdasarkan jenis penyakit yang ditemukan pada pasien yang berobat di Puskesmas. Evaluasi dari data kesehatan yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat sepuluh (10) jenis penyakit yang ada, penyakit yang paling dominan adalah jenis penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).   ABSTRACT EVALUATION OF DISEASES PREVALENCY AT NPP’s CANDIDATE SITE, UJUNG LEMAHABANG, JEPARA. Monitoring of diseases at Ujung Lemahabang, Jepara has been done. The data collected of publics health are being done during the periode of 1999 to 2003. The data was grouped according to type of diseases found in the community which was reported as prosentage of diseases at the Public Health Center. Evaluation from the health data collected indicate that the Upper Respiratorytract Infection (URI) is a higher prevalence often (10) diseases.
Buckling Analysis of Circular Shells for RDE Reactor Pressure Vessel by Finite Element Study and Analytical Model Sudadiyo, Sri; Subekti, Muhammad
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 21, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2019.21.2.5623

Abstract

One of the basic design considerations for circular shells of Reactor Pressure Vessel (RPV) components of Reaktor Daya Eksperimental (RDE) is buckling mode shape of geometric structure imperfections. Geometric structure is prone to a large number of imperfections due to the manufacturing difficulties. Moreover, determination of critical loads of circular shell structure can be properly approximated only through randomness in the geometry. As at the basic design phase this is possible and expensive to measure the geometric structure imperfections in situ or in laboratory, a simulation of computer code should be provided. In this paper, a contribution is made to numerical simulation by finite element study and analytical model by Monte Carlo technique approach of such circular shells for RPV components. For this reason, computer code SolidWorks is used in the implementation finite element analysis and Fortran code is developed for analytical model analysis. The main objective of this investigation is to provide a comprehensive analysis of unstable structure due to the buckled geometric imperfection in the design calculations involved. A method of solution attempts to use the linearized equilibrium equations to interpret geometric imperfections as structure of circular shells associated with the RPV components of RDE. A number of calculation results carried out on a computer code are presented to illustrate the design of RPV components that are safe from the buckled shape failure. It is found that both of the computer code results are very similar with greatest difference value of vibrational amplitude of 0.00699 % and smallest value for buckling load factor of 12.51 on upper circular shell under 750 C conditions.
PERHITUNGAN EKONOMI GTHTR 300 DENGAN MINI G4 ECONS SEBAGAI DASAR MENGHITUNG BIAYA PEMBANGKIT GTHTR 10 MWe Nasrullah, Mochamad; Nurlaila, Nurlaila
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 16, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2014.16.1.2550

Abstract

ABSTRAK PERHITUNGAN EKONOMI GTHTR 300 DENGAN MINI G4 ECONS SEBAGAI DASAR MENGHITUNG BIAYA PEMBANGKIT GTHTR 10 MWe. Rencana pemerintah membangun Reaktor Daya Eksperimen (RDE) membutuhkan kajian keekonomian yang terukur. Tujuan penelitian adalah menghitung kembali biaya pembangkit Gas Turbine High Temperature Reactor 300 MWe (GTHTR 300) dan membandingkan hasilnya dengan data referensi. Selanjutnya menghitung biaya pembangkit GTHTR 3, 5, dan 10 MWe yang menggunakan perhitungan factor skala. Metodologi yang digunakan meliputi perhitungan biaya pembangkitan dengan menggunakan model spread sheet Mini G4Econs yang dibuat oleh IAEA. Hasil verifikasi model menunjukkan hasil yang relatif sama, artinya hasil perhitungan model dapat digunakan untuk menghitung kasus lain yang sama. Selanjutnya dengan perhitungan faktor skala dapat dihitung biaya pembangkitan listrik PLTN daya kecil dan menengah (Small Medium Reactor, SMR). Disimpulkan bahwa biaya pembangkitan listrik PLTN SMR tipe HTR menggunakan load factor 90%, dan discount rate 10% untuk daya 3 MWe adalah sebesar 29,5 cets$/kWh, daya 5 MWe sebesar 22,68 cent$/kWh dan daya 10 MWe sebesar 16,17 cent$/kWh. Namun dengan pertimbangan PLTN yang dibangun non komersial daya 10 MWe, maka discount rate yang dapat dipilih adalah sebesar 5% atau 3%, yang masing-masing menghasilkan biaya pembangkit listrik sebesar 10,37 cent$/kWh dan 8,56 cent$/kWh. Hasil perhitungan keekonomian reaktor GTHTR dengan daya 10 MWe akan bermanfaat sebagai bahan untuk pengambilan keputusan dalam rencana pembangunan PLTN SMR tipe HTR dengan kapasitas daya maksimal 10 MWe. Kata kunci: GTHTR,  Biaya Pembangkit, Reaktor Daya Eksperimen ABSTRACT GTHTR 300 ECONOMIC CALCULATION WITH MINI G4ECONS AS A BASIS FOR GENERATION COST OF GTHTR 10 MWe CALCULATION. The government plan to build Experimental Power Reactor (EPR) requires measurable economic assessment. The purpose of the study was to recalculate Gas Turbine High Temperature Reactor of 300 MWe (GTHTR 300) and compare the results with reference data. Then calculate generation cost of GTHTR 3, 5 and 10 MWe using the scale factor calculation. The methodology used is covered the generation cost calculation using the Mini G4Econs spread sheet models published by IAEA. Result of the verification calculation showed that a relatively similar, which means that the calculation model could be used to calculate for same other cases. Afterward, using scale factor, smaller scale reactor could be calculated.  The calculation result show that electricity generation cost of SMR-HTR type with load factor 90% and discount rate 10% for power capacity 3, 5 and 10 MWe are 29.5, 22.68 and 16.17 cents$/kWh respectively. However, because the EPR is planning to be built as a non-commercial power reactors, then 5 % and 3 % of discount rate could be chosen, each of those discount rate will result electricity generation cost of 10.37 cents$/kWh and 8.56 cents$/kWh respectively. These result could be considered by the government for developing SMR type of HTR. Keywords: GTHTR, Generation Cost, Experimental Power Reactor 
IDENTIFIKASI GEOLOGI LINGKUNGAN PADA EVALUASI TAPAK FASILITAS NUKLIR BNI-STP, PENAJAM PASER UTARA Susiati, Heni; Kusuma, Herning Dyah; Hartono, Hil Gendoet; Sriyana, Sriyana
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2017.19.2.4047

Abstract

Dalam kaitannya rencana pengembangan industri kenukliran di Buluminung yaitu BNI-STP (Buluminung Nuclear Industry-Science Technology Park), maka survei tapak kawasan fasilitas nuklir yang akan dikembangkan sangat penting dilakukan. Survei tapak, khususnya identifikasi karakteristik geologi lingkungan di BNI-STP telah dilakukan.  Tujuan penelitian adalah memperoleh data baseline karakteristik geologi lingkungan yang meliputi indentifikasi data stratigrafi (litologi, susunan perlapisan tanah/ batuan), struktur geologi, vulkanologi, roman permukaan, kegempaan, dan hidrogeologi. Metodologi evaluasi tapak dilakukan dengan studi literatur dan geologi lapangan. Hasil pelaksanaan studi literatur dan geologi lingkungan lapangan menunjukkan bahwa data karakteristik geologi lingkungan di kawasan fasilitas nuklir BNI-STP berupa kekar berarah relatif utara selatan dan struktur sayap lipatan yang berarah timur laut-barat daya yang terbentuk pada masa Mio-Pliosen. Litologi penyusun pada Area BNISTP berupa batupasir, serpih dan batubara yang termasuk dalam Formasi Balikpapan. Sebagian area ditutupi oleh endapan sungai lempung dan endapan rawa. Di samping itu tidak dijumpai indikasi adanya struktur tektonik aktif maupun vulkanisme aktif di area BNISTP.
ENERGI NUKLIR SEBAGAI SUMBER ENERGI PANAS ALTERNATIF PADA KILANG MINYAK Sunardi, Sunardi; Salimy, Djati Hoesen; Liun, Edwaren; Lumbanraja, Sahala Maruli
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 14, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2012.14.2.1480

Abstract

ABSTRAKENERGI NUKLIR SEBAGAI SUMBER ENERGI PANAS ALTERNATIF PADA KILANG MINYAK. Telah dilakukan studi aplikasi energi panas nuklir temperatur tinggi pada kilang minyak. Tujuan studi ini adalah untuk memahami karakteristik dan kemungkinan pemanfaatan energi panas reaktor nuklir temperatur tinggi untuk operasi kilang minyak. Dalam studi ini, kilang minyak dengan kapasitas pengolahan minyak mentah sebesar 126 MBSD digunakan sebagai acuan perhitungan. Diasumsikan energi panas nuklir temperatur tinggi akan memasok kebutuhan kukus dan listrik pada kilang tersebut, sedang operasi proses temperatur tinggi dianggap tetap menggunakan bahan bakar fosil. Reaktor nuklir yang digunakan adalah reaktor nuklir temperatur tinggi daya kecil HTR-PM 250. Dari neraca energi diperoleh bahwa pemanfaatan energi termal reaktor nuklir temperatur tinggi dengan daya sebesar 250 MWt terdistribusi sebagai berikut: 41,23 MWt untuk memproduksi uap kukus 1 (385oC, 40 kg/cm2, 55,6 ton/jam), 101,47MWt untuk memproduksi uap kukus 2 (360oC, 15 kg/cm2, 131,1 ton/jam), dan 60 MWt untuk memproduksi listrik sebesar 24 MWe. Energi panas yang tersisa sebesar 22,3 MWt dikonversi menjadi listrik sebesar 8,93 MWe untuk disambungkan ke jaringan. Penggunaan energi nuklir menggantikan sebagian bahan bakar fosil pada kilang minyak dengan kapasitas 126 MBSD memberi penghematan bahan bakar fosil sebesar 64,8 ribu ton/tahun, yang setara dengan pengurangan laju emisi gas CO2 sebesar 182,4 ribu ton/tahun.Kata kunci: minyak mentah, kilang, energi nuklir ABSTRACTNUCLEAR ENERGY AS AN ALTERNATIVE HEAT ENERGY SOURCE FOR OIL REFINERY. The study of high temperature nuclear heat application for oil refinery has been carried out. The goal of the study is to understand the characteristic and possibility of high temperature nuclear heat application for operation of oil refinery. In this study, the oil refinery plant with the capacity crude oil processing of 126 MBSD is used as a reference. It is assumed that high temperature of nuclear energy will supply steam and electricity to the plant, while the high temperatur processes sill fosil fuel firing utilizing. Nuclear reactor that used in this study is small high temperatur nuclear reactor HTR-PM250. Energy balance calculations indicate that thermal energi from nuclear reactor with thermal power of 250MWt can be distributed as follow: 41,23 MWt to produce steam 1 (385oC, 40 kg/cm2, 55,6 ton/hr), 101,47MWt to produce steam 2 (360oC, 15 kg/cm2, 131,1 ton/jam), and 60 MWt to produce 24 MWe electricity. The rest, about 22,3 MWt is converted to electricity about 8,93 MWe, send to the public grid. Utilization nuclear energy to substitute steam and electricity production for oil refinery with capacity of 126 MBSD crude oil, give reduction of fossil fuel burning about 64,8 thousand ton/yr, equivalent to reduce CO2 emmision about 182,4 thousand ton/yr.Keywords: crude oil, refinery, nuclear energy

Page 1 of 34 | Total Record : 335


Filter by Year

1999 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 22, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 21, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 21, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 20, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 20, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 19, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 18, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 18, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 17, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 17, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 16, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 16, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 15, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 15, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 14, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 14, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 13, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 13, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 12, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 12, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 11, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 11, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 10, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 10, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 9, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 9, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 8, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 7, No 2 (2005): Desember 2005 Vol 7, No 1 (2005): Juni 2005 Vol 6, No 2 (2004): Desember 2004 Vol 6, No 1 (2004): Juni 2004 Vol 5, No 2 (2003): Desember 2003 Vol 5, No 1 (2003): Juni 2003 Vol 4, No 2 (2002): Desember 2002 Vol 4, No 1 (2002): Juni 2002 Vol 3, No 2 (2001): Desember 2001 Vol 2, No 4 (2000): Desember 2000 Vol 2, No 3 (2000): September 2000 Vol 2, No 2 (2000): Juni 2000 Vol 2, No 1 (2000): Maret 2000 Vol 1, No 4 (1999): Desember 1999 Vol 1, No 3 (1999): September 1999 Vol 1, No 1 (1999): Maret 1999 More Issue