cover
Contact Name
Muhammad Umar Riandi
Contact Email
jurnalaspirator@gmail.com
Phone
+6281222505830
Journal Mail Official
jurnalaspirator@gmail.com
Editorial Address
Loka Litbang Kesehatan Pangandaran Jl. Pangandaran KM. 3 Kp. Kamurang, Ds. Babakan, Kec. Pangandaran, Pangandaran, Jawa Barat, Indonesia Telp/Fax : (0265) 639375 Email : jurnalaspirator@gmail.com
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Aspirator
ISSN : 20854102     EISSN : 23387343     DOI : https://doi.org/10.22435/asp
focus and scope ASPIRATOR-Journal of Vector Borne Diseases Studies is an open access, peer-reviewed, online journal fully dedicated to publishing quality manuscripts on all aspects of tropical vector-borne diseases, especially on arthropod-borne diseases, i.e malaria, dengue, lymphatic filariasis, chikungunya.
Articles 156 Documents
Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Masyarakat tentang Malaria di Kabupaten Purworejo Tahun 2015 Trapsilowati, Wiwik; Pujiyanti, Aryani; Wigati, Wigati; Setyaningrum, Riyani
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Aspirator Volume 10 Nomor 1 2018
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.894 KB) | DOI: 10.22435/asp.v10i1.13

Abstract

Peningkatan kasus malaria telah terjadi di wilayah Kabupaten Purworejo dalam tiga tahun terakhir (2013 – 2015), termasuk di Desa Sendangsari, Kecamatan Bener. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam penularan malaria adalah perilaku manusia yang meliputi pengetahuan, sikap, dan praktik (PSP). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat tentang malaria. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Desa Sendangsari, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo pada bulan Mei 2015. Pengambilan data melalui wawancara terstruktur pada 90 responden sebagai sampel yang terpilih dari populasi seluruh penduduk di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,4% responden memiliki pengetahuan yang baik tentang malaria, sebesar 93,2% memiliki sikap mendukung terhadap upaya pencegahan malaria, serta hanya 16,7% yang praktiknya kurang dalam pencegahan malaria. Variabel pendidikan dengan pengetahuan tentang malaria, serta pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan malaria menunjukkan hubungan yang signifikan. Hubungan antara pengetahuan tentang malaria dengan praktik dalam mencegah malaria, serta sikap dengan praktik menunjukkan hubungan yang tidak signifikan.
Penerapan Peraturan Desa Tentang Penemuan dan Pengawasan Pengobatan Kasus Malaria Berbasis Masyarakat Kesuma, Agung puja; Pramestuti, Nova; Prastawa, Asnan; Trisnawati, Ulfah Farida
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Aspirator Volume 10 Nomor 1 2018
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.006 KB) | DOI: 10.22435/asp.v10i1.14

Abstract

Kabupaten Purbalingga melakukan pengembangan model pengendalian malaria berupa Peraturan Desa (Perdes) tentang Penemuan dan Pengawasan Pengobatan Kasus Malaria Berbasis Masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi sejauh mana pengaruh Perdes tersebut terhadap kejadian malaria di Desa Tetel. Penelitian ini merupakan studi evaluasi kebijakan dengan metode kualitatif dilakukan di Desa Tetel, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga pada Maret-Oktober 2015. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam pada tokoh masyarakat, perangkat desa, dan petugas kesehatan, focus group discussion (FGD) pada kelompok laki-laki dan perempuan, serta telaah dokumen. Analisis data dilakukan dengan analisis isi (content analysis). Perdes disosialisasikan melalui pertemuan forum kesehatan desa, pengajian, pertemuan RT, dan posyandu. Penemuan penderita malaria dilakukan dengan laporan aktif masyarakat ke Juru Malaria Desa (JMD) untuk segera diambil sediaan darahnya. Pengawasan pengobatan malaria dilakukan oleh JMD dengan tindak lanjut pengobatan. Kasus malaria di Desa Tetel cenderung menurun bahkan sampai nol setelah penerapan Perdes tersebut. Penerapan Perdes di Desa Tetel ini dapat digunakan sebagai contoh untuk desa lain yang masih mempunyai masalah dengan penyakit malaria.
Penemuan Kasus Malaria Berdasarkan Pemeriksaan Mikroskopis di RSUD Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas Supranelfy, Yanelza; Warni, Sulfa Esi; Inzana, Nur; Suryaningtyas, Nungki Hapsari
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Aspirator Volume 10 Nomor 1 2018
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.129 KB) | DOI: 10.22435/asp.v10i1.15

Abstract

Strategi utama WHO dalam pencegahan dan penanggulangan malaria yaitu melalui manajemen kasus yang meliputi deteksi, diagnosis, penanganan, dan pengobatan kasus. Penemuan kasus atau penderita malaria dengan konfirmasi mikroskopis oleh unit pelayanan kesehatan termasuk rumah sakit baik pemerintah maupun swasta merupakan salah satu pokok kegiatan yang dilakukan dalam upaya eliminasi malaria. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kasus malaria di sarana kesehatan yaitu RSUD Siti Aisyah dan RSUD dr. Sobirin tahun 2016. Pengumpulan data dengan pengambilan darah tepi (perifer) dan wawancara menggunakan kuesioner dengan desain penelitian cross-sectional. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya 13 penderita malaria akibat P. falciparum dan P. vivax yang berasal dari dua RSUD yaitu sebanyak dua penderita malaria akibat P. falciparum dan enam penderita malaria akibat P. vivax di RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau dan lima orang penderita malaria akibat P. falciparum di RSUD dr. Sobirin Musi Rawas. Populasi paling tinggi adalah umur 45-54 tahun (19%), mayoritas responden tidak bekerja/IRT yaitu sebesar 54,2% serta dominansi pendidikan adalah tamatan SD (37,9%). Jenis pengobatan malaria yang pernah diterima oleh responden adalah klorokuin, primakuin dan sulfadoksin-pirimetamin, serta sulfadoksin-pirimetamin, masing-masing sebanyak enam persen.
Pengetahuan, Sikap dan Riwayat Pengendalian Vektor di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue Kota Bandung Prasetyowati, Heni; Fuadzy, Hubullah; Astuti, Endang Puji
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Aspirator Volume 10 Nomor 1 2018
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.3 KB) | DOI: 10.22435/asp.v10i1.16

Abstract

Studi ini bertujuan untuk melihat perbedaan pengetahuan, sikap, dan riwayat pengendalian vektor DBD pada rumah tangga kelompok kasus dan kontrol, serta pengaruhnya terhadap kejadian DBD di Kota Bandung. Studi ini merupakan analisa lanjut hasil penelitian Hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah Tinggal terhadap Kasus DBD di Kota Bandung Tahun 2016, dengan mengambil enam komponen pengetahuan tentang pengendalian vektor, empat komponen sikap terhadap pengendalian vektor, serta lima komponen riwayat pengendalian vektor. Data dianalisa menggunakan Chi-square untuk melihat perbedaan antara variabel pengetahuan, sikap, dan riwayat tentang DBD antara rumah tangga kelompok kasus dan kontrol dan uji binary logistic regression untuk melihat komponen yang berperan dalam kejadian DBD di Kota Bandung. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok kasus pada komponen pengetahuan tidak menggantung pakaian (p-value 0,033), sikap menggantung pakaian (p-value 0,009), serta riwayat PSN (p-value 0,005). Responden yang tidak mengetahui bahwa menggantung pakaian dapat berpengaruh terhadap kejadian DBD berisiko 1,594 kali menderita penyakit DBD. Responden yang memiliki sikap tidak menyetujui bahwa menggantung pakaian dapat menjadi tempat hinggap nyamuk berisiko 2,898 kali menderita DBD. Responden yang tidak melakukan PSN akan berisiko 0,578 kali menderita DBD. Perlu peningkatan kegiatan PSN ditambah dengan menghindari kebiasaan menggantung pakaian untuk mengendalikan populasi nyamuk vektor, sehingga penularan penyakit DBD dapat dikurangi.
Potensi Kemunculan Kembali Malaria Di Kabupaten Pangandaran Hakim, Lukman; Wahono, Tri; Ruliansyah, Andri; Kusnandar, Asep Jajang
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Aspirator Volume 10 Nomor 1 2018
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.221 KB) | DOI: 10.22435/asp.v10i1.154

Abstract

Kabupaten Pangandaran harus tetap waspada terhadap faktor-faktor yang berkontribusi terjadinya re-emerging disease. Untuk mengetahui potensi kemunculan kembali malaria, telah dilakukan penelitian dengan identifikasi pola penyakit malaria, keberadaan parasit malaria, pengetahuan, sikap, dan perilaku berkaitan dengan malaria, mobilitas penduduk, faktor lingkungan, dan vektor penular malaria. Semua data terkumpul, dianalisis untuk mengetahui potensi kemunculan kembali malaria menggunakan analisis dynamic system. Identifikasi parasitologi pada anak berumur <10 tahun menunjukkan bahwa semua sampel darah tersebut hasilnya semua negatif Plasmodium spp. (0%). Hasil wawancara menunjukkan bahwa status pengetahuan malaria sebagian besar dalam kategori tidak baik (64,58%), 28,23% responden mempunyai anggota rumah tangga yang biasa merantau, 11,53% di antaranya pernah pulang dalam keadaan sakit malaria. Status lingkungan pemukiman responden kaitannya dengan penularan malaria sebagian besar (67,99%) tidak baik. Survei entomologi menemukan 1.037 ekor nyamuk yang terdiri dari 8 spesies Anopheles spp. dengan kepadatan berbeda. Paling banyak adalah An. vagus (67,89%) sedangkan yang paling sedikit adalah An. indefinitus (0,48%). Berdasarkan metode penangkapan, paling banyak pada penangkapan istirahat di kandang (98,46%) dan paling sedikit adalah hasil penangkapan umpan orang dalam (0,10%). Analisis dynamic system menunjukkan variabel yang mempunyai daya ungkit paling tinggi yang berpengaruh terhadap kemunculan kembali malaria adalah mobilitas penduduk.
Evaluasi Toksisitas Ekstrak Metanol Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Kematian Larva Nyamuk Aedes aegypti Ardianto, Hebert; Hamidah, Hamidah
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Aspirator Volume 10 Nomor 1 2018
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.278 KB) | DOI: 10.22435/asp.v10i1.155

Abstract

Penyakit tular vektor yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti merupakan masalah kesehatan yang serius. Penggunaan insektisida kimia untuk mengontrol nyamuk Ae. aegypti dapat menyebabkan resistensi pada populasi nyamuk, masalah kesehatan, dan masalah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi toksisitas ekstrak metanol (CH3OH) daun jeruk nipis (C. aurantifolia) terhadap larva Ae. aegypti setelah paparan ekstrak 24 jam. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan enam konsentrasi dan lima kali ulangan. Kematian larva diobservasi setelah 24 jam perlakuan. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisa dengan analisis deskriptif dan probit. Visualisasi kerusakan tubuh larva dilihat melalui mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian larva meningkat dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak. Nilai LC50 dan LC99 ekstrak adalah 2.197 ppm dan 4.266 ppm. Ekstrak dapat menyebabkan kerusakan morfologi tubuh larva Ae. aegypti seperti kepala lepas, leher panjang, kulit ekso-skeleton lepas, abdomen transparan, saluran pencernaan penuh dengan ekstrak, dan bulu lateral abdomen lepas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak metanol daun C. aurantifolia menyebabkan mortalitas dan kerusakan tubuh larva.
Teknik Serangga Mandul Nyamuk Culex quinquefasciatus sebagai Upaya Pengendalian Vektor Filariasis di Kota Pekalongan Sunaryo, Sunaryo; Lestari, Eva; Ramadhani, Tri
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Aspirator Volume 10 Nomor 1 2018
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.519 KB) | DOI: 10.22435/asp.v10i1.156

Abstract

Filariasis merupakan penyakit yang disebabkan infeksi cacing filarial dan ditularkan melalui gigitan nyamuk betina. Upaya pengendalian filariasis masih terbatas pada pengobatan penderita dan mencegah infeksi sekunder, sedangkan pengendalian terhadap nyamuknya belum optimal. Teknik Serangga Mandul (TSM) merupakan cara pengendalian vektor yang ramah lingkungan, efektif, dan potensial. Desain penelitian adalah quasi eksperimental dengan rancangan pre postest control group design. Lokasi penelitian di Kelurahan Padukuhan Kraton, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Teknik Serangga Mandul dilakukan dengan melakukan iradiasi terhadap nyamuk jantan di laboratorium (BATAN) dengan dosis 0 Gy, 60 Gy, 65 Gy, 70 Gy, 75 Gy, dan 80 Gy. Nyamuk jantan yang terpapar iradiasi dilakukan pengujian kemandulan, daya tahan hidup, daya saing kawin, dan jarak terbang. Nyamuk jantan Culex quinquefasciatus berasal dari laboratorium Balai Litbang P2B2 Banjarnegara. Pasca iradiasi diperoleh angka sterilitas tinggi yaitu antara 95,35%-98,53%. Umur nyamuk pasca iradiasi tanpa dikawinkan rata-rata mencapai 35 hari, daya saing kawin skala laboratorium hampir mendekati normal (0,7-0,8), daya saing kawin skala semi lapangan lebih rendah dibanding nyamuk normal (0,04-0,2), jarak terbang nyamuk hanya tertangkap pada radius 100 m. Pemanfaatan radiasi sinar gamma untuk memandulkan Culex quinquefasciatus efektif pada dosis 70 Gy dan bisa dilakukan untuk intervensi pengendalian Culex quinquefasciatus pada lingkup yang terbatas.
Ragam Spesies dan Karakteristik Habitat Nyamuk di Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan Supriyono, Supriyono; Tan, Suriyani; Hadi, Upik Kesumawati
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Aspirator Volume 11 Nomor 1 2019
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1445.822 KB) | DOI: 10.22435/asp.v11i1.186

Abstract

Filariasis merupakan penyakit tular vektor yang disebabkan oleh infeksi cacing filaria. Infeksi cacing ini selain mengakibatkan tingginya morbiditas dan kerugian sosial ekonomi, juga dapat menurunkan tingkat produktivitas masyarakat. Upaya pengendalian sudah dilakukan melalui program pengendalian vektor, namun belum maksimal. Hal ini disebabkan kurangnya informasi tentang bioekologi nyamuk vektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah jenis nyamuk, kepadatan, perilaku, karakteristik habitat, dan peranannya dalam penularan filariasis. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan April 2015 di Desa Hamarung dan Desa Hukai, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan. Penangkapan nyamuk dilakukan dengan metode Bare Leg Collection mulai dari pukul 18.00–06.00 WITA. Seluruh nyamuk hasil penangkapan diidentifikasi dan dibedah. Pengumpulan larva dilakukan pada habitat perkambangbiakan potensial. Hasil penelitian menemukan 15 spesies nyamuk yang terdiri dari lima genus yaitu Culex, Mansonia, Anopheles, Armigeres, dan Aedes. Lima jenis nyamuk yang banyak tertangkap adalah Cx. tritaeniorhynchus (36,80%), Cx. quinquefasciatus (29,60%), Ma. dives (11,73%), Ma. annulata (10,04%), dan Ma. uniformis (4,62%). Puncak aktivitas Cx. quinquefasciatus dan Cx. tritaeniorhynchus mengisap darah orang di kedua desa terjadi pada pukul 21.00–00.45. Berdasarkan jenis habitat, nyamuk genus Culex, Mansonia, dan Anopheles cenderung terdapat dalam satu habitat yaitu rawa. Hasil pembedahan nyamuk tidak ditemukan larva cacing filaria (L1, L2, L3).
Efikasi Insektisida Gokilath-S50EC (d,d-transsifenotrin 50 g/l) terhadap Nyamuk Aedes aegypti dengan Metode Pengabutan (Thermal Fogging) Yanuar, Firda; Sugiharto, Willem
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Aspirator Volume 10 Nomor 2 2018
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.195 KB) | DOI: 10.22435/asp.v10i2.187

Abstract

Dengue vector control is still relying on fogging using insecticides with solar solvents. This causes pollution due to the odors generated and residues left in the environment. It is necessary to look for alternative insecticides that no longer use solar as a solvent but use water such as Gokilath-S50EC. In this experiment, we tested the effectiveness of Gokilath-S50EC (d,d-trans-syphenotrin 50 g/l) with the aim to see the insecticidal efficacy of Aedes aegypti known as DHF vector. The sample test mosquito used is Ae. aegypti which comes from Pangandaran Lokalitbangkes as many as 25 females. Test mosquitoes were exposed to insecticides for 3-5 seconds with a method of fogging. The experimental results showed that mosquitoes tested fainting in the first 30 seconds after exposure to insecticides. The same results were shown when the solvent was added polyethylene-glycol (PEG). This time trial also measured droplet diameters at 1.0 mm and 1.2 mm nozzle with or without PEG. The test results showed that PEG increased the percentage of droplets of ≥ 50 µm in air and made the insecticide reach even further. Gokilath-S50EC insecticides are effective in killing Ae. aegypti by using water solvents, the addition of PEG will increase the reach of insecticides but not affect the effectiveness of insecticides.
Efikasi Kain Bahan Furnitur Berinsektisida Malation terhadap Kematian Aedes aegypti Fuadzy, Hubullah; Soviana, Susi; Tiuria, Risa
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Aspirator Volume 10 Nomor 2 2018
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.273 KB) | DOI: 10.22435/asp.v10i2.191

Abstract

Implementation of fogging using malathion impacted to insecticides deposited to household furniture in resident. The other hand, Ae. aegypti preference resting on that furniture. The objective was determine lethal concentration of malathion in an emulsifiable concentrate (EC) formulation which have been deposited on furniture fabrics against mortality of Ae. aegypti. The study was true experimental and completed randomize design. Treatment as much as six of concentration levels (0.00; 0.27; 0.29; 0.31; 0.32; 0.34%) and ten replications. The sample were female Ae. aegypti on ovary condition of unfed and bloodfed. Material of fabrics used were cotton, chenille, and blackout. Procedure efficacy test based on WHO (2013). The result showed that between concentration levels gave a significantly different impact of mortality, but between concentration of 0.27% with 0.29% was not significantly. Mortality of Ae. aegypti reached 100% on 0.34% concentration for cotton and blackout, whereas chenille on 0.31% concentration. Lower lethal concentration to kill 50% and 95% Ae. aegypti population were 0.260% and 0.301% on chenille, whereas the higher were 0.296% and 0.337% on cotton, respectively. Conclusion was malation (EC) which were deposited to cotton, chenille, and blackout fabrics as a upholstery for furniture influence on increasing insecticide efficacy to Ae. aegypti.

Page 1 of 16 | Total Record : 156