cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Widya Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
POTENSI SENYAWA FENOLIK BAHAN ALAM SEBAGAI ANTIOKSIDAN ALAMI MINYAK GORENG NABATI Aditya Yudha, Aning Ayucitra
Widya Teknik Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Widya Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.626 KB) | DOI: 10.33508/wt.v10i1.155

Abstract

Antioksidan adalah substansi yang dapat menghambat atau mencegah proses oksidasi pada substrat yang mudah teroksidasi (bahan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak) jika ditambahkan pada konsentrasi rendah. Berdasarkan sumbernya, antioksidan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu antioksidan sintetis dan antioksidan alami. Antioksidan sintetis yang dikenal sebagai antioksidan paling efektif untuk minyak nabati adalah tert-butyl hydroquinon (TBHQ), sedangkan antioksidan alami umumnya diperoleh dari senyawa fenolik atau polifenol tumbuhan yang dapat berupa golongan flavonoid, turunan asam sinamat, tokoferol, dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari potensi senyawa fenolik bahan alam sebagai antioksidan alami minyak goreng kelapa sawit. Senyawa fenolik diperoleh dengan cara mengekstrak tongkol jagung dan kulit petai dengan menggunakan pelarut etanol. Ekstrak fenolik yang diperoleh selanjutnya diaplikasikan dalam simulasi proses penggorengan dengan minyak goreng kelapa sawit dan dibandingkan dengan simulasi penggorengan di mana ditambahkan antioksidan sintetis TBHQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antioksidan alami ekstrak tongkol jagung dan kulit petai dapat menghambat oksidasi pada minyak goreng kelapa sawit selama proses penggorengan berlangsung. Antioksidan alami dari kulit petai mampu mengurangi nilai PV lebih besar dibandingkan dengan antioksidan sintetis TBHQ, demikian pula halnya dengan nilai p-AnV. Penambahan ekstrak fenolik pada minyak dapat meningkatkan kadar FFA, namun peningkatan ini masih memenuhi syarat SNI untuk minyak goreng.
PEMBUATAN PULP DARI ALANG-ALANG Aylianawati, Ivan Wibisono
Widya Teknik Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Widya Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.076 KB) | DOI: 10.33508/wt.v10i1.156

Abstract

Alang-alang merupakan tanaman gulma yang jumlahnya cukup besar di Indonesia. Hingga saat ini pemanfaatan dalam jumlah yang besar terhadap alang-alang di Indonesia belum ada. Alang-alang mempunyai kandungan selulosa yang cukup tinggi. Pada penelitian pendahuluan terhadap bahan baku alang-alang mengandung kadar alfa selulosa sekitar 41,7% dan mempunyai bilangan Kappa sebesar 37,1886. Maka alang-alang bisa dijadikan sebagai bahan dari pulp untuk pembuatan kertas. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh waktu hidrolisis, pengaruh suhu pemasakan dan pengaruh penambahan larutan pemasakan dengan beda konsentrasi dalam pembuatan pulp kertas dengan menggunakan proses asetosolv terhadap kadar alfa selulosa dan bilangan Kappa berdasarkan acuan terhadap pulp yang digunakan sebagai bahan kertas. Mula-mula, pada penelitian ini dibuat pulp dari alang-alang dengan proses asetosolv. Pulp alang-alang yang telah dibuat tersebut kemudian diuji nilai KAS untuk menentukan kadar alfa selulosa dan uji bilangan Kappa untuk menentukan jumlah ligninnya, dan juga dihitung nilai yield. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan kondisi terbaik untuk pemasakan pulp alang-alang dengan proses asetosolv, yaitu dengan kadar asam asetat 90% dan pada suhu proses 100ºC, dengan waktu proses 1 jam, menghasilkan pulp dengan kadar alfa selulosa 84,6%, yield 62,8%, dan bilangan Kappa sebesar 23,6628.
EKSTRAKSI SENYAWA PHENOLIC PANDANUS AMARYLLIFOLIUS ROXB. SEBAGAI ANTIOKSIDAN ALAMI Herman Hindarso, Sheila Margaretta, Swita Dewi Handayani, Nani Indraswati,
Widya Teknik Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Widya Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB) | DOI: 10.33508/wt.v10i1.157

Abstract

Pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) merupakan salah satu tumbuhan yang banyak tumbuh di Asia Tenggara, salah satunya di Indonesia. Pandan wangi adalah jenis tumbuhan monokotil dari famili Pandanaceae yang memiliki aroma wangi yang khas dan mempunyai kandungan kimia alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, serta polifenol yang berfungsi sebagai zat antioksidan. Zat antioksidan dalam pandan ini yang akan diambil menggunakan metode ekstraksi pelarut dengan pelarut etanol 96%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh suhu dan waktu ekstraksi senyawa phenolic dari daun pandan terhadap yield ekstrak dan kadar senyawa phenolic (Total Phenolic Content: TPC), menentukan suhu dan waktu ekstraksi yang menghasilkan yield senyawa phenolic terbesar, menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun pandan yang diperoleh pada kondisi yield phenolic terbesar. Mula-mula daun pandan dikecilkan ukurannya menjadi sekitar 0,5 x 0,5 cm, ditimbang sebanyak 10 gram, kemudian diekstrak dengan 100 mL etanol 96% dengan suhu dan waktu ekstraksi yang divariasi. Setelah itu hasil ekstrak yang didapat dipisahkan menggunakan oven vakum. Ekstrak pandan yang telah dipisahkan dari pelarutnya diuji kadar senyawa phenolic dengan metode Folin-Ciocalteu, dan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH.
TELEROBOT DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA TRANSMISI TCP/IP Antonius Wibowo, Tommy Tantra
Widya Teknik Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Widya Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.928 KB) | DOI: 10.33508/wt.v10i1.158

Abstract

Aplikasi pengendalian dari jarak jauh yang dikenal dengan nama teleoperasi mengacu pada sebuah sistem pengoperasian peralatan dari jarak jauh. Ini merupakan teknologi yang berhubungan dengan interaksi manusia dengan sistem dari jarak yang jauh. Dalam sebuah sistem teleoperasi, terdapat dua buah komponen utama yang harus dipersiapkan. Yakni bagian pengendali lokal (local site) dan bagian pengendali sisi jauh (remote site). Pengendali lokal dengan operator yang diwujudkan dalam bentuk sebuah komputer yang terhubung dengan peralatan yang dikendalikan dengan media transmisi tertentu. Pada penelitian ini digunakan media transmisi gelombang radio berbasis TCP/IP. Telerobot adalah suatu robot yang dikendalikan dari jarak jauh. Telerobot Menggunakan Media Transmisi Berbasis TCP/IP adalah suatu robot yang dikendalikan dengan menggunakan media transmisi berbasis TCP/IP untuk pengiriman datanya. Robot yang dikendalikan adalah tipe berpenggerak mandiri roda rantai (track wheel self propelled) yang digerakkan oleh sepasang motor DC dan mengusung sejumlah perangkat. Perangkat yang diusung adalah IP camera. IP camera tersebut diusung di atas chassis robot dan memiliki sumbu horizontal maupun vertikal sirkular untuk mengatur sudut pandang. Semua sistem gerak pada robot dikendalikan oleh suatu mikrokontroler yaitu seri AVR. Pada bagian pengendali lokal, digunakan kontroler playstation sebagai human interface-nya. Data visual dikirimkan oleh IP camera dan ditampilkan di layar monitor komputer pengendali.
SUMBER ENERGI LISTRIK DENGAN SISTEM HYBRID (SOLAR PANEL DAN JARINGAN LISTRIK PLN) Andrew Joewono, Angelina Evelyn Tjundawan,
Widya Teknik Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Widya Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.371 KB) | DOI: 10.33508/wt.v10i1.159

Abstract

Solar panel merupakan suatu terobosan baru dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang hingga kini masih terus dikembangkan untuk kebutuhan manusia. Selain memiliki ketersediaan sumber energi yang melimpah, penggunaan teknologi solar panel ini juga ramah terhadap lingkungan. Pada penelitian ini digunakan dua sumber energi listrik, yaitu solar panel dan PLN. Solar panel merupakan sumber energi listrik cadangan yang akan disimpan pada sebuah baterai (akumulator) dan dapat digunakan pada saat sumber energi listrik utama (PLN) mengalami penurunan tegangan. Proses pergantian sumber tegangan yang digunakan ini dilakukan secara otomatis oleh mikrokontroler ATMega8 dan akan ditampilkan pada LCD sehingga dapat diketahui sumber energi mana yang sedang digunakan. Dari hasil percobaan, alat ini dirancang dapat menggantikan 2 sumber energi (solar panel dan jaringan listrik PLN) secara otomatis berdasarkan perubahan tegangan PLN yang terjadi. Percobaan pemakaian baterai dengan beban 25 watt dapat digunakan selama 5 jam. Alat secara keseluruhan telah dapat digunakan dengan 2 sumber energi (solar panel dan jaringan listrik PLN) secara bergantian
IN SYSTEM PROGRAMMING AVR MENGGUNAKAN KONEKSI BLUETOOTH Diana Lestariningsih, Rezky Ardiansyah, Andrew Joewono,
Widya Teknik Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Widya Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.779 KB) | DOI: 10.33508/wt.v10i1.160

Abstract

Salah satu produk ISP yang berada di pasaran antara lain: DT-HIQ AVR USB ISP, dan USB ASP masih menggunakan kabel sebagai transmisi datanya. Sehingga jika ingin men-download suatu program ke chip mikrokontroler harus berdekatan antara kompuer dan mikrokontroler target. Kondisi ini akan menjadi masalah jika mikrokontroler target bergerak, seperti halnya mikrokontroler target yang berada pada badan robot. Jika program pada robot itu masih bermasalah, maka robot tersebut harus didekatkan kembali ke komputer untuk diprogram ulang. Oleh karena itu dibutuhkan alat untuk men-download program tanpa melalui media kabel. Dengan demikian akan memudahkan programmer dalam memprogram suatu device dan dapat menghemat tenaga, karena jika ingin memprogram ulang suatu device tidak perlu lagi mendekatkan device ke komputer programmer. Pada protokol STK500, data yang dikirimkan berupa paket. Sehingga alat ini mempunyai fungsi untuk memeriksa paket data yang diterima. Setelah paket data benar, alat ini akan mengklasifikasikan perintah yang diterima. Alat ini berfungsi untuk men-download program ke mikrokontroler target. Jalur yang digunakan ialah pin MOSI, MISO, dan SCK. Alat ini dapat menghemat tenaga programmer karena koneksi yang digunakan ialah menggunakan koneksi bluetooth (tanpa kabel). Area coverage alat ini mencapai sekitar 16 meter dari jarak komputer pengguna.
PERANCANGAN SISTEM PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN PRODUK MULTI PEMASOK DI UD. SAHABAT Dini Endah Setyo Rahaju, Dyna Setia Budi, Dian Retno Sari Dewi,
Widya Teknik Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Widya Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.608 KB) | DOI: 10.33508/wt.v10i1.161

Abstract

UD. Sahabat adalah sebuah toko yang memiliki beberapa pemasok dalam memenuhi kebutuhan stoknya. Selama ini perusahaan melakukan pemilihan pemasok dengan pertimbangan harga saja, tanpa mempertimbangkan kebijakan pemasok yang lain seperti: waktu pengiriman dan juga jumlah minimum pemesanan, padahal setiap kebijakan yang diberikan oleh pemasok sangat berdampak pada total biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Permasalahan yang sering terjadi adalah kesalahan alokasi jumlah pemesanan dan pemilihan pemasok, sehingga menimbulkan biaya yang besar. Selain itu, kesalahan pemilihan pemasok menyebabkan terjadinya out of stock, sehingga berdampak pada pengurangan keuntungan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pemasok untuk setiap produk dengan mempertimbangkan: harga, waktu pengiriman, dan jumlah minimum pemesanan serta merancang sistem perencanaan dan pengendalian persediaan yang optimal. Metode yang digunakan adalah optimasi untuk mentukan pemasok untuk masing-masing produk yang terintegrasi dengan metode jointly order, sehingga dapat diperoleh total biaya minimal. Biaya simpan yang dihasilkan dengan penggunaan metode ini cenderung lebih besar daripada penggunaan metode awal akan tetapi metode ini dapat memberikan penghematan biaya pesan yang cukup banyak sehingga pada akhirnya total biaya yang dihasilkan masih relatif lebih kecil. Penggunaan metode ini dapat menghasilkan penghematan yang cukup besar bila dibandingkan dengan metode awal yang digunakan oleh perusahaan, yaitu sebesar 17,37%.
PENENTUAN KOMBINASI KOMPOSISI PAVING DENGAN MENGGUNAKAN METODE FULL FAKTORIAL DESIGN Anastasia Lidya Maukar, Lydea Trinovinty Dewi, Ig. Joko Mulyono,
Widya Teknik Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Widya Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.873 KB) | DOI: 10.33508/wt.v10i1.162

Abstract

CV. Sumber Jaya adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pembuatan paving yang memperhatikan kualitas dan mutu sebuah produk yang dihasilkan. CV. Sumber Jaya yang berlokasi di Mojokerto digunakan sebagai objek penelitian. Objek penelitian ini adalah menentukan kombinasi komposisi terbaik untuk menghasilkan kekuatan paving yang sesuai dengan harga produksi dibawah harga standard CV. Sumber Jaya. Pada penentuan komposisi paving menggunakan metode full faktorial design, terdapat 3 tahap dalam penentuan komposisi paving. Tahap pertama adalah penentuan variabel-variabel yang digunakan. Tahap kedua yaitu penentuan level. Dan tahap ketiga yaitu pengujian objek penelitian. Setelah dilakukan penelitian maka diperoleh komposisi baru terdiri dari komposisi semen, abu batu dan pasir sebesar 5,5 % : 76,8% : 8,3% dengan umur paving 28 hari. Pengujian uji tekan objek penelitian dilakukan di PT. Borland. Pengujian dilakukan untuk mengetahui tingkat kekuatan dari objek tersebut. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini mencapi mutu kekuatan 357,8 Kg/cm2. Dengan harga pokok produksi sebesar Rp.475,00. Dari penelitian ini maka diperoleh harga pokok produksi yang lebih murah yaitu 2 % dari harga pokok produksi dari CV.Sumber Jaya
PENERAPAN ALGORITMA GENETIK UNTUK PENYELESAIAN MASALAH VEHICLE ROUTING DI PT.MIF Dini Endah, William Tanujaya, Dian Retno Sari Dewi,
Widya Teknik Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Widya Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.325 KB) | DOI: 10.33508/wt.v10i1.163

Abstract

Transportasi merupakan komponen yang vital dalam manajemen logistik suatu perusahaan. Pengurangan biaya transportasi dapat dilakukan dengan menentukan rute pengiriman yang efisien.Penulisan penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu rute pengiriman yang memiliki total jarak tempuh terpendek Vehicle Routing Problem with Time Windows (VRPTW) merupakan permasalahan membentuk sekumpulan rute yang optimal dengan menggunakan model matematis berdasarkan pertimbangan jarak dan waktu.untuk dapat memperoleh solusi dari permasalahan ini digunakan algoritma genetik (GA), Genetic Algorithm dipilih karena Genetic Algorithm tidak mempunyai kriteria khusus yang dijumpai pada algoritma heuristik lainnya, maka waktu komputasi juga relatif lebih singkat, serta dapat menghasilkan beberapa alternatif solusi yang mempunyai nilai obyektif yang sama. Karena GA bersifat iteratif dan jadwal pengiriman di PT MIF berubah-ubah, maka perlu dibuat suatu program khusus untuk menyelesaikan tiap iterasi dan tiap perubahan customer dan jadwal di PT MIF. Dari hasil penelitian diperoleh rute untuk kendaraan 1 adalah dari depo menuju customer 6, customer 1, customer 18, customer 7 kemudian kembali ke depo, dengan total jarak tempuh 140km,sedangkan rute kendaraan 2 dari depo menuju customer 8 kemudian kembali lagi ke depo dengan total jarak 17,9 km. Persentase penghematan yang dapat diperoleh apabila rute hasil perhitungan metode optimasi ini diterapkan pada perusahaan adalah sebesar 7,88 %.
PENJADWALAN PERAWATAN DI PT. STEEL PIPE INDUSTRY OF INDONESIA Anastasia Lidya Maukar, Antonius Lukmandani, Hadi Santosa,
Widya Teknik Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Widya Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB) | DOI: 10.33508/wt.v10i1.164

Abstract

PT. SPINDO (Steel Pipe Industry of Indonesia) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri penghasil produk pipa besi, tiang besi, dan pipa stainless steel. PT. SPINDO mengalami kesulitan dikarenakan seringnya terjadi kerusakan pada mesin ERW/Mill. Untuk mengatasi hal ini, PT. SPINDO telah membuat dan melakukan penjadwalan perawatan mesin pada ERW/Mill. Kerusakan pada mesin memang tidak dapat diketahui secara pasti kapan terjadinya sehingga perawatan mesin yang telah dibuat tidak selalu berjalan tiap 3 dan 4 bulan sekali, sehingga perlu dilakukan perbaikan penjadwalan perawatan mesin. Data waktu kerusakan yang diolah menjadi waktu antar kerusakan dicari ditribusinya dengan menggunakan software statfit. Dari software tersebut, fungsi keandalan dan MTTF dapat diketahui. Interval jadwal pergantian dicari berdasarkan tingkat downtime yang minimum. Dengan diketahuinya interval pergantian yang optimal, maka jadwal perawatan untuk mesin ERW 3, jadwal pergantian untuk submesin uncoiler adalah sebagai berikut: komponen air cylinder diganti setiap 129 hari, komponen bearing dan as diganti setiap 18 hari, komponen solenoid valve diganti 201 hari, komponen rem diganti 170 hari. Dengan adanya preventive maintenance, terjadi penghematan biaya pada submesin uncoiler adalah sebagai berikut: air cylinder penghematan biayanya 41,48%, bearing dan as penghematan biayanya 94,62%, solenoid valve penghematan biayanya 7,45%, rem penghematan biayanya tidak ada.

Page 1 of 19 | Total Record : 186