cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Intuisi
ISSN : 25412965     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah is the scientific publication media to accommodate ideas and innovation research results of psychology academicians and other experts who are interested in the field of Psychology. Vision intuition is to encourage the development of science-based psychology, indigenous psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 253 Documents
Representasi Diri Gelandangan di Kota Semarang Luthfiana, Nusaiba; Oktafiana, Sofi Dwi; Rakhma, Nurhida
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i2.22570

Abstract

Keberadaan lingkungan di jalanan yang bebas dan kurang normatif turut memengaruhi sudut pandang kaum gelandangan mengenai kehidupan mereka. Dengan hadirnya lingkungan yang berbeda tersebut membuat kaum gelandangan mengalami perubahan mengenai perspektif hidupnya, termasuk cara mereka dalam merepresentasikan diri dengan lingkungan barunya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana gambaran gelandangan merepresentasikan diri di Kota Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Sumber data dalam penelitian ini adalah gelandangan yang telah hidup menggelandang di jalanan lebih dari 2 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengecekan keabsahan menggunakan triangulasi sumber, teknik pengumpul data, serta triangulasi waktu. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data melalui pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini adalahgelandangan merepresentasikan diri di jalanan dengan cara terlibat pergaulan bebas dengan anak jalanan, menjalin hubungan relasi pertemanan, merasa malu hidup di jalanan, dan mengalami gangguan kesehatan. Ditemukan tema terkait hubungan dengan anak yaitu gelandangan merefleksikan hidupnya dijalanan dengan rasa frustrasi karena sikap anak yang sulit dikontrol dan adanya perasaan bersalah terhadap anak. The existence of a free and less normative environment on the streets also influences the vantage point of view of their lives. With the presence of a different environment makes homeless people experience changes regarding their life perspective, including the way they represent themselves with their new environment.The purpose of this study is to find out how the vagrant image represents itself in the city of Semarang. The type of research used is qualitative research using the phenomenology approach. The data sources in this study were homeless people who had been living on the streets for more than 2 years. Data collection techniques used were interviews, observation, and documentation. Validity checking techniques use source triangulation, data collection techniques, and time triangulation. The data analysis technique used is data analysis techniques through the phenomenology approach. The results of this study were that homeless people represented themselves on the streets by engaging in promiscuity with street children, establishing friendship relations, feeling ashamed to live on the streets, and experiencing health problems. Found a theme related to the relationship with children, namely homeless, reflecting his life on the streets with frustration because of the child's attitude that is difficult to control and the feeling of guilt towards children.
Analisis Perilaku Menyontek dan Rancangan Perubahan Perilaku pada Siswa SMP Andiwatir, Alexius; Khakim, Aliyil
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i2.17808

Abstract

Perilaku menyontek merupakan permasalahan klasik yang terjadi di dalam system pendidikan Indonesia. Sayangnya masalah ini kurang ditanggapi secara serius oleh guru, sekolah maupun pihak-pihak yang terkait sehingga perilaku menyontek masih terus terjadi sampai saat ini.  Perilaku menyontek bukan merupakan cara yang benar untuk memperoleh nilai tinggi. Dampaknya, masyarakat akan menjadi permisif terhadap perilaku menyontek. Hal ini akan berdampak pada kaburnya nilai-nilai moral dalam setiap aspek kehidupan dan pranata sosial dan bahkan bisa melemahkan kekuatan masyarakat karena nilai-nilai kejujuran dan kerja keras sering diabaikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian yang digunakan adalah bentuk penelitian yang memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan mendetail, subjek yang diselidiki terdiri dari satu kesatuan unit yang dipandang sebagai kasus dan subjek kasus dalam penelitian ini adalah peserta didik yang menyontek saat ulangan. Dari hasil penelitian ini disimpulkan beberpa poin yang diperoleh dari subjek yaitu karakteristik perilaku mencontek, factor internal dan eksternal dari perilaku mencontek, serta rancangan perubahan perilakuCheating behavior is a classic problem that occurs in the Indonesian education system. Unfortunately, this problem is not taken seriously by teachers, schools and related parties so that cheating behavior continues to this day. Cheating behavior is not the right way to get high scores. As a result, the community will become permissive to cheating behavior. This will have an impact on the blurring of moral values in every aspect of life and social institutions and can even weaken people's strength because the values of honesty and hard work are often ignored. The research method used is descriptive method with the form of research used is a form of research that focuses attention on a case intensively and in detail, the subject under investigation consists of one unit unit which is seen as a case and the case subject in this study is students who cheat when repeat. From the results of this study it was concluded that some points obtained from the subject were the characteristics of cheating behavior, internal and external factors of cheating behavior, and the design of behavior changes
Openness To Expericene, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, Neuroticism: Manakah yang Terkait dengan Mindful Parenting? Amalia, Putri Mesda; Kumalasari, Dewi
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i2.22569

Abstract

Fenomena perlakuan kekerasan dan penelantaran terhadap anak oleh orangtua dikenal sebagai child abuse. Rendahnya keterampilan pengasuhan menjadi faktor resiko kunci dalam maltreatment anak dan child abuse. Oleh karena itu dibutuhkan keterampilan dalam pengasuhan. Salah satu keterampilan mendasar dalam pengasuhan adalah mindful parenting. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi mindful parenting adalah kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk melihat jenis trait kepribadian yang berhubungan denganmindful parenting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan instrumen Big Five Inventory (BFI) untuk mengukur keperibadian dan Mindfulness in Parenting Questionnaire (MIPQ) digunakan untuk mengukur Mindful Parenting. Data yang terkumpul berasal dari 100 orang responden yang dipilih melalui teknik sampling insidental. Berdasarkan uji korelasi, ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara mindful parenting dengan trait kepribadian extraversion (rs=0.209, p<0.01), agreeableness (rs=0.315, p<0.01) dan openness to experience (rs=0.301, p<0.01).The phenomenon of abuse and neglect of children by parents is known as child abuse. Low parenting skills are a key risk factor in child maltreatment and child abuse. Therefore, skills in parenting are needed. One of the basic skills in parenting is mindful parenting. Personality can affect mindful parenting. This study aimed to examine the types of personality traits associated with mindful parenting. This research is a quantitative research using Big Five Inventory (BFI) to measure personality and Mindfulness in Parenting Questionnaire (MIPQ) to measure Mindful Parenting. The collected data from 100 respondents selected through incidental sampling showed that a significant relationship between mindful parenting with extraversion (rs=0.209, p<0.01), agreeableness (rs=0.315, p<0.01) and openness to experience (rs=0.301, p<0.01).
Hubungan Antara Kesesuaian Pekerjaan-Individu Terhadap Intensi Mengundurkan Diri pada Hotel X: Intervensi Job Crafting Nurfadilla, Arynda Isnayni; Salendu, Alice
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i2.19536

Abstract

Beberapa penelitian menemukan bahwa kesesuaian pekerjaan-individu (person-job fit) memiliki hubungan dengan intensi mengundurkan diri (turnover intention). Akan tetapi, belum banyak penelitian yang menguji keefektifan intervensi job craftingpada hubungan kedua variabel tersebut. Padahal, beberapa penelitian mengindikasikan bahwa job crafting merupakan intervensi yang tepat untuk meningkatkan kesesuaian pekerjaan-individu. Pengumpulan data dilakukan pada karyawan hotel (N = 40) untuk menguji hubungan kesesuaian pekerjaan-individu dan intensi mengundurkan diri. Sedangkan, responden intervensi job crafting dipilih berdasarkan skor kesesuaian pekerjaan-individu yang rendah dan intensi mengundurkan diri yang tinggi (N = 6). Hasil menunjukkan bahwa karyawan yang memiliki tingkat kesesuaian pekerjaan-individu yang tinggi akan memiliki intensi mengundurkan diri yang rendah. Selanjutnya, hasil mengindikasikan bahwa job craftingdinilai sebagai intervensi yang tepat untuk meningkatkan kesesuaian pekerjaan-individukaryawan sehingga dapat menurunkan intensi untuk mengundurkan diri. Penemuan ini menyarankan bahwa dengan melakukan job crafting, karyawan dapat mengoptimalkan kesesuaian mereka dengan pekerjaannya.Some scholars found that the person-job fit has a relationship with turnover intention. But, not many studies examined the effectiveness of job crafting intervention towards the relationship between these variables. Several studies indicate that job crafting is the best intervention to improve person-job fit. Data collection was conducted on hotel employees (N=40) to examine the relationship between person-job fit and turnover intention. Meanwhile, respondents on job crafting intervention were selected based on scores. Results indicate that employees who have a high level of person-job fit will have a low intention to quit. Furthermore, results indicate that job crafting is considered as the right intervention to optimize their person-job fit so that it can reduce their turnover intention. These findings suggest that by crafting their work, an individual can maximize their suitability with their work.
Persepsi Remaja Terhadap Peran Orang Tua dalam Pengambilan Keputusan Memilih Jurusan di Perguruan Tinggi Muzdalifah, Risnida; Fatmah, Nor
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i2.17792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peranan persepsi remaja terhadap peran orangtua dalam pengambilan keputusan memilih jurusan di perguruan tinggi. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah terdapat peranan persepsi remaja terhadap peran orangtua dalam pengambilan keputusan memilih jurusan di perguruan tinggi.  Subjek penelitian ini berjumlah 2 orang. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara semi terstruktur dan wawancara serta analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif yaitu mendeskripsikan hasil yang diperoleh di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peranan persepsi remaja terhadap peran orangtua dalam pengambilan keputusan memilih jurusan di perguruan tinggi yang ditunjukkan dari adanya persepsi positif yang dimiliki kedua subjek terhadap peran orangtua
Siapkah Anda Bekerja? Self-Efficacy dan Job Search Readiness pada Mahasiswa Are You Ready to Work? Self-Efficacy and Job Search Readiness in College Students Muhammad, Amri Hana; Amawidyati, Sukma Adi Galuh; Rizki, Binta Mu’tiya
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i2.22559

Abstract

Meningkatnya angka pengangguran dari tahun ke tahun selain karena terbatasnya jumlah lowongan kerja, juga karena tidak atau belum siapnya individu memasuki dunia kerja. Gambaran kesiapan individu untuk mencari kerja dikenal dengan istilah teknisdalam frase “job search readiness” (kesiapan mencari kerja). Salah satu faktor yangmempengaruhi kesiapan dalam mencari kerja adalah perencanaan karir, dimana didalamnya terdapat self-efficacy. Sudut pandang psikologis meninjau bahwaketidakyakinan para mahasiswa tingkat akhir akan “bekal” yang telah dimiliki untukmemasuki dunia kerja ini dalam bahasan self efficacy, yang dipahami sebagai keyakinan akan kemampuan diri untuk mengatur dan melaksanakan tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu (Bandura, 2007). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Sampel penelitian ini adalah 165 mahasiswa tingkat akhir. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skalaJob serach readiness (α=0.901) dan skala self-efficacy (α=0.898). Analisis hipotesisdalam penelitian ini menggunakan korelasi Product moment. Data penelitian diolah dengan soft ware pengolah data statistik. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat hubungan posistif antara self-efficacy dan job search readiness(r=0.683;p<0.05).The increase in unemployment from year to year other than because of the limited number of job vacancies, also because not or not ready for individuals to enter the workforce. The description of an individual's readiness to find work is known by the technical term in the phrase "job search readiness" (readiness to find work). One factor that influences readiness to look for work is career planning, in which there is self- efficacy. Psychological point of view reviewing that the final level of student's lack of confidence in the "stock" that has been owned to enter the world of work in the discussion of self efficacy, which is understood as confidence in the ability of self to organize and carry out the actions needed to complete certain tasks (Bandura, 2007) . This research is a quantitative correlational study. The research sample was 165 final year students. The instruments used in this research are the Job Search Readiness scale(α = 0.901) and the self-efficacy scale (α = 0.898). Hypothesis analysis in this studyuses the Product moment correlation. The research data is processed with statistical data processing software. Hypothesis test results indicate that there is a positive relationship between self-efficacy and job search readiness (r = 0.683; p <0.05).
The Relation of Adversity Quotient with Managerial Skill on Young Entrepreneurs of Cafés in Malang syarafina, Sabila Okta
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i2.17924

Abstract

Appearance and development of various new cafes in Malang led to increase competition in the culinary business. This competition was one of the challenges that must be faced by young entrepreneurs. To face the challenges that arise, Entrepreneurs were expected to have adversity quotient, that was the extent to a person can face challenges and solve the problems they have. Planning and making these strategies were related to managerial skill of each entrepreneur, so if an entrepreneur has a high level of adversity quotient and good managerial skill, the possibility to survive in the culinary business competition will increase, and vice versa. This study aims to determine the ability of entrepreneurs to deal with business problems, so that their ability can continue to be improved to maintain their business. This study uses a quantitative approach with descriptive correlational methods and uses a purposive sampling technique. The data were collected using adversity quotient instruments and managerial skill performance assessment. The collected data was analyzed using product moment analysis. The subject of this study was young entrepreneurs in Malang. The results of this study indicate that young café entrepreneurs in Malang who have high adversity quotient also have high managerial skill. So that it can be concluded that young entrepreneurs was able to face challenges and solve existing business problems. Suggestions from this study were addressed to young entrepreneurs to understand their ability to deal with business problems, so their abilities can be continuously improved. One of the ways to improve this capability was to take part in training provided by various related agencies.
Dinamika Psikologis Perubahan Citra Tubuh Pada Wanita Pada Saat Kehamilan Juliadilla, Risa
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kehamilan merupakan fase penting bagi para wanita karena sebagai periode perubahan bagi penampilan dan berat badan. Sebagian wanita mampu menerima perubahan bentuk tubuhnya  dan merasa senang dengan perubahan saat kehamilan, namun juga terdapat beberapa wanita tidak merasa puas dengan bentuk badannya. Penelitian ini bertujuan untuk  memahami dinamika psikologis pada wanita hamil yang mengalami perubahan pada bentuk tubuhnya. Subjek pada penelitian ini adalah dua wanita yang sedang hamil trisemester 2 dan 3 serta  mengalami perubahan berat badan diluar rekomendasi ahli kesehatan (bidan atau dokter). Data diperoleh dari melalui wawancara pada subjek dan informan yang sering berinteraksi dengan subjek. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, obeservasi dan asesmen diri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data  model Miles &amp; Huberman yaitu reduksi data,  penyajian data,  penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pengujian validitas menggunakan triangulasi data dan teori, diskusi bersama dengan rekan sejawat dan mengadakan member check hasil wawancara untuk mengetahui kesesuaian data dengan subjek. Pengujian reliabilitas menggunakan uji depenability yaitu memastikan koherensi  dengan diskusi mengenai temuan dan analisis pada orang lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita saat hamil juga sering  merasa tidak puas dengan citra tubuh selama masa kehamilan. Berdasarkan hasil dinamika psikologis pada kedua subjek, proses skema merupakan penentuan penafsiran individu mengenai dirinya termasuk perubahan citra tubuh yang dialaminya. Penafsiran negatif pada diri subjek akan mempengaruhi emosi individu dan terwujudkan dalam bentuk sikap. Disamping itu juga terdapat kontribusi penilaian dan perbandingan dari pihak eksternal sehingga menimbulkan penilaian serta penafsiran pada masing-masing subjek.  Penafsiran  tersebut mempengaruhi komponen persepsi, sikap dan perilaku subjek mengenai citra tubuhnya selama masa kehamilan. Abstract. Pregnancy is an important phase for women because as a period of change for appearance and weight. Some women are able to accept changes in body form and was pleased with the changes during pregnancy, but there are also some women do not feel satisfied with her body shape.This research is aimed to understand the psychological dynamic happening to pregnant women into experience the changing of their bodies. The subjects of this research are two women who are second and third tri semester of their pregnancies and they face the changing of their weights beyond the health expert recomendation (midwife or doctor). Data were obtained from interviews on the subject and informants who often interact with the subject. Data collection techniques used were interviews, observation and self assessment.This research uses qualitative method with phenomenalogical approach. This study uses data analysis techniques model of Miles &amp; Huberman of data reduction, data presentation, conclusion and verification. Testing the validity of using triangulation of data and theory, discussions with colleagues and holding member check on the interview to determine the suitability of the data subject. Reliability testing using depenability test is to ensure coherence with the discussions on the findings and analysis on others. The result of this research shows that pregnant women often feel not satistfied with their body’s image during their pregnancy periods. Based on the psychological dynamic results on those two subjects, schema process is the well as the experience of the changing of their body’s image. Negative intepretation of the subjects themselves will influences their individual emotions and will be shown through their attitude. Beside that, there also the assesment contribution and the comparison from external side that cause assesment interpretation to each subject.The interpretation influences components of perception, attitude and behavior of body’s image changing through pregnancy period. 
EFIKASI GURU DALAM MENGAJAR PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL ANAK Mahanani, Fatma Kusuma; Paramastri, Ira
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 8, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Semua anak berisiko mengalami Kekerasan Seksual Anak (KSA).Pencegahan berbasis sekolah yang melibatkan guru sekolah dasar merupakan salah satu upaya strategis dalam mencegah KSA.Namun, guru sekolah dasar negeri di Kota Yogyakarta mengalami kesulitan untuk menjadi agen pencegahan KSA karena keterbatasan pengetahuan dan merasa kurang yakin akan kemampuannya mengajarkan pencegahan KSA. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efikasi mengajar pencegahan KSA pada guru sekolah dasar negeri melalui Program “Jari Peri” (Guru Ajari Perlindungan Diri).Metode yang digunakan adalah Metode Kuantitatif dengan The Untreated Control Group Design with Pretest and Posttest.Subjek penelitian adalah 18 guru sekolah dasar negeri, 9 guru sebagai kelompok eksperimen dan 9 lainnya sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes pengetahuan program “Jari Peri” dan skala efikasi mengajarkan pencegahan KSA. Analisis data menggunakan disain Anava Mix.Hipotesis penelitian ini adalah program “Jari Peri” dapat meningkatkan efikasimengajar pencegahan KSA pada guru sekolah dasar negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program “Jari Peri” efektif meningkatkan efikasi mengajar pencegahan KSA pada guru sekolah dasar negeri dengan p&lt;0,05. Efikasi mengajar pencegahan KSA kelompok eksperimen p&lt;0,05 lebih tinggi daripada kelompok kontrol p&gt;0,05.Abstract. Every child is prone to Child Sexual Abuse (CSA). The school-based prevention involving elementary school teachers is one of the strategic efforts to prevent CSA. However, teachers of public elementary school in the City of Yogyakarta found it difficult to be the agents of CSA prevention due to their insufficiency in terms of knowledge and confidence to teach CSA prevention. This study was aimed at improving efficacy in teaching child sexual abuse prevention for teachers of public elementary school through “Jari Peri” (Guru Ajari Perlindungan Diri – Self Protection Instructed by Teachers) program. The method used was a Quantitative Method using Untreated Control Group Design with Pretest and Posttest. The subjects were 18 teachers of public elementary school; 9 of them in experiment group and 9 others in the control group. The instrument used in this study was the test on the knowledge about “Jari Peri” and efficacy scales in CSA teaching. The researcher used Anava Mix design to analyse the data. The hypothesis of this study was that the “Jari Peri” program can improve the efficacy in teaching the prevention of CSA for teachers of public elementary school. The results showed that “Jari Peri” program was effective in improving the teaching efficacy on the prevention of CSA for teachers of public elementary school p&lt;0,05. The efficacy in teaching of CSA in the experiment group p&lt;0,05 was higher than the one in the control group p&gt;0,05.
PERBEDAAN KEMANDIRIAN REMAJA YANG TINGGAL DI PONDOK PESANTREN DENGAN YANG TINGGAL DI RUMAH BERSAMA ORANG TUA (Studi Komparatif pada siswa kelas 9 MTs Al Asror Semarang) Sari, Merdiah Dwi Permata; Deliana, Sri Maryati
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Latar belakang penelitian ini adalah kemandirin yang merupakan aspek penting dalam perkembangan pada diri remaja dimana mereka bisa bertindak sesuai dengan keinginannya tetapi tetap bertanggung jawab terhadap tindakannya tersebut. Kemandirian tentu diharapkan oleh orang tua terdapat pada diri anaknya. Pendidikan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kemandirian remaja. Lingkungan pendidikan dapat meliputi pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu adakah perbedaan kemandirian pada remaja yang tinggal di pondok pesantren dan remaja yang tinggal di rumah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparatif bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemandirian remaja yang tinggal di pondok pesantren dan remaja yang tinggal di rumah. Subjek pada penelitian ini berjumlah 80 subjek. 40 subjek yang tinggal di pondok pesantren dan 40 subjek yang tinggal di rumah. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Data penelitian diambil menggunakan skala kemandirian berdasarkan aspek kemandirian Steinberg. Metode analisis data yang digunakan adalah teknik statistik independent sample t-test. Skala kemandirian terdiri dari 45 item dengan koefisien alpha cronbach reliabilitasnya 0,663. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan tidak ada perbedaan kemandirian antara remaja yang tinggal di pondok pesantren dan remaja yang tinggal di rumah. Kedua kelompok remaja tersebut sama-sama pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka baik orang tua ataupun pengasuh pondok ditingatkan lagi lingkungan yang baik untuk remaja mengembangkan kemandiriannya agar kemandirian yang dimiliki lebih baik lagi. Hasil penelitian ini memiliki keterbatasan antara lain adalah peneliti tidak memasukkan variabel-variabel utama yang dapat mempengaruhi kemandirian pada remaja.  Abstract. Background of this research was that autonomy is an important aspect in the development in adolescents where they can act in accordance with his wishes but still be held responsible for his actions. Autonomy certainly expected by parents there on his son. Education is one of the factors that could affect the autonomy of adolescents. Environmental education can include family education, school, and community. Therefore is there any difference in autonomy on teens who live in boarding schools and adolescents who live in the House. This research is a comparative quantitative research aims to find out the difference autonomy an adolescents living in boarding schools and adolescents who live in the house. The subject of this research totalled 80 subject. 40 subjects living in boarding schools and 40 subject who lives at home. Sampling in this study using simple random sampling. Research data taken using scale autonomy based on aspect autonomy of Steinberg. Methods of data analysis statistical techniques used are independent sample t-test with the help of program data processing. Scale autonomy consists of 33 items with alpha cronbach coefficient of reliability 0,869. Based on the results of the study showed no difference between the autonomy of adolescents living in boarding schools and adolescents who live in the house. Two groups of adolescents that are equally on the high category. Based on the results of this research, then either the parents or caretakers cottage increases the longer a good environment for teens to develop his autonomy so that autonomy owned better again. The results of these studies have limitations, among others, are the researchers did not include major variables that can affect in adolescents autonomy.

Page 1 of 26 | Total Record : 253