cover
Contact Name
Haris Murwadi
Contact Email
editor.j@ubl.ac.id
Phone
+6281977948802
Journal Mail Official
editor.j@ubl.ac.id
Editorial Address
Universitas Bandar Lampung Jl. Zainal Abidin Pagar Alam No.26 Labuhanratu Bandar Lampung 35142 Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JURNAL ARSITEKTUR
Core Subject : Social, Engineering,
arsitektur dan lingkungan binaan, serta bidang ilmu lain yang sangat erat kaitannya seperti perencanaan kota dan daerah, desain interior, perancangan lansekap, dan sebagainya.
Articles 77 Documents
OBSERVATION STUDY OF PEOPLE CROSSING BRIDGE (JPO) IN BANDAR LAMPUNG Sayoga, Valian Putra; Nuzir, Fritz Akhmad
JURNAL ARSITEKTUR Vol 8, No 1 (2017): Desember
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jaubl.v8i1.988

Abstract

-
Konsep Penataan Jalur Pejalan Kaki di Kawasan Taman Gajah, Kota Bandar Lampung Saraswati, Zenia F
JURNAL ARSITEKTUR Vol 10, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2497.674 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v10i2.1420

Abstract

Kawasan Taman Gajah merupakan guna lahan dikembangkan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan ruang publik yang mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat. Untuk mendukung aksesibilitas pengguna ruang terbuka ini, prasarana transportasi perkotaan menjadi penting untuk diperhatikan terutama prasarana pejalan kaki. Perencanaan prasarana jalur pejalan kaki harus dilakukan berdasarkan kebutuhan pengguna ruang. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kinerja jalur pejalan kaki dengan mempertimbangkan preferensi dan karakteristik pengguna. Pada sebagian besar ruas jalur pejalan kaki di Kawasan Taman Gajah terdapat hambatan samping yang terdapat pada jalur pejalan kaki diantaranya adalah kerusakan jalur pejalan kaki, parkir kendaraan pada jalur, serta keberadaan pedagang kaki lima (PKL). Hal ini menyebabkan masih banyak pejalan kaki yang melakukan perjalanannya di badan jalan. Juga diketahui dari perspektif pengguna, bahwa sebagian besar pengguna jalur pejalan kaki melakukan perjalanan dengan tujuan rekreasi. Pengguna jalur pejalan kaki di kawasan Taman Gajah juga ternyata merupakan pejalan kaki dengan perjalanan turunan yang sebelumnya menggunakan sepeda motor. Penataan jalur pejalan kaki di Kawasan Taman Gajah harus memperhatikan pedagang kaki lima (PKL) sebagai daya tarik kegiatan yang tidak mengganggu lalu lintas pejalan kaki juga lebih mendorong penggunaan kendaraan umum.
Negotiating Space and Space of Negotiation: Consuming Spaces in the Urban Kampong Wuryanto, Gregorius Sri
JURNAL ARSITEKTUR Vol 1, No 1 (2010): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.992 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v1i1.285

Abstract

The understanding of place cannot be undertaken without major theoretical endeavor. To know something as apparently simple as the social relations of place and its consumption is to have to engage with a sophisticated array of social theorizing. Built environment (space) will be naturally transformed into a place by desirable quality of human intervention: people permeate it with life and spirit of place. Space is a material product, in relation with other material elements – among others, men, who themselves enter into particular social relations, which give to space a form, a function, a social signification. (Castells,1979: p.115). It is emphasized by Lefebvre proposition about (social) space is a (social) product (Lefebvre, 2007, p.26). Therefore, it is relevant to analyze urban space and its architecture as the spatial products of the socio-cultural representation. Meanwhile, Habraken mentioned that intimate and unceasing interaction between people and the forms they inhabit uniquely defines built environment (Habraken, 2000). In addition, Habraken argued that built environment is universally organized by the Orders of Form, Place, and Understanding. These three fundamental, interwoven principles correspond roughly to physical, biological, and social domain. For those grounds, this paper is an attempt to develop theoretical understanding about production and consumption of social space on the basis of everyday life spatial practices in the domestic setting of Urban Kampong settlement.
Perancangan Kawasan Terpadu Wisata Alam Dan Budaya Primadona, Gusti Indah
JURNAL ARSITEKTUR Vol 1, No 2 (2011): Juni
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.063 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v1i2.294

Abstract

Pengembangan pariwisata sama dengan pengembangan sektor lain juga selalu memiliki dampak bagi perkembangan masyarakat maupun kawasan sekitarnya, baik dampak positif maupun negatif. Karena pertimbangan tersebut, maka diperlukan adanya perencanaan yang matang dalam pengembangan kepariwisataan, agar dampak positif dapat dioptimalkan kemanfaatannya dan dampak negatif dapatdiminimalkan atau bahkan dihilangkan. Provinsi Lampung memiliki posisi geografis yang strategis dan sangat menguntungkan karena letaknya yang berada di ujung Pulau Sumatera bagian Selatan sehingga dapat dikatakan bahwa Lampung adalah pintu gerbang utama Pulau Sumatera. Karena letaknya yang sangat strategis itu, Lampung memiliki potensi perkembangan yang sangat besar. Potensi ini bisa dikembangkan secara terkoordinasi, terpadu dan efektif serta didukung dengan pembangunan semua sektor yang ada, antara lain: sektor ekonomi, industri, perdagangan, pertanian dan juga sektor pariwisata. Dengan mendasarkan gambaran potensi dan permasalahan itu, dapatlah dipahami pentingnyaupaya penataan dan pengembangan Kawasan Bakauheni secara cermat, terarah dan terpadu. Upaya-upaya tersebut diperlukan untuk menjaga keberadaan dan kualitas atraksi atau daya tarik wisata alam dan budaya yang ada agar dapat terjaga kelestariannya sehingga dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan jangka panjang. Dan juga untuk mengoptimalkan potensi baik ekonomis, budaya-ritual-spiritual, atraksi dan keindahan serta kekayaan alam yang ada dengan pengembangan dan pembangunan Kawasan Bakauheni yang terarah, terpadu, dan berorientasi lingkungan.Maksud penyusunan Laporan Penelitian Kawasan Wisata Bakauheni ini adalah sebagai penyajian usulan ide dan gagasan awal dalam menciptakan pedoman dan acuan dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengembangan kawasan di Kecamatan Penengahan, Desa Bakauheni, Provinsi Lampung menjadi sebuah kawasan wisata yang meliputi resort, agrowisata, wisata alam atau petualangan dan wisata budayayang terpadu, terkonsep dan terencana dengan baik, berdaya tarik tinggi dan dikelola secara profesional serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar pada khususnya dan Provinsi Lampung pada umumnya.
Analisis Penerapan Art Deco Pada Rumah Di Bandung Periode Perang Dunia I-II Studi Kasus: Tiga Villa dan Perumahan Dosen UPI Fadilasari, Dewi
JURNAL ARSITEKTUR Vol 9, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1342.966 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v9i2.1256

Abstract

Gaya Art Deco merupakan gaya yang berkembang pertama kali di Perancis, pada periode Perang Dunia I hingga Perang Dunia II, yang dikenal juga dengan periode interwar. Perkembangan gaya Art Deco pada bangunan di Indonesia dibawa oleh para arsitek Belanda yang bekerja sekaligus menetap di Indonesia dan salah satu kota di Indonesia yang paling kaya akan bangunan bergaya Art Deco adalah kota Bandung. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisa bagaimana gaya Art Deco diterapkan pada bangunan yang memiliki fungsi awal sebagai rumah tinggal di Bandung, periode Perang Dunia I hingga Perang Dunia II, berikut faktorfaktor yang mempengaruhi penerapannya, sehingga didapatkan gambaran yang pasti mengenai Art Deco pada bangunan-bangunan rumah tinggal tersebut, yang dalam penelitian ini mengambil studi kasus bangunan Tiga Villa dan Perumahan Dosen UPI. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif untuk mendapatkan kejelasan mengenai penerapan Art Deco pada bangunan-bangunan rumah tinggal di Bandung, periode Perang Dunia I hingga Perang Dunia II. Dimana hal tersebut mencakup sejarah masuknya Art Deco ke Bandung, dan pengkajian teori-teori mengenai Art Deco, berikut perubahan-perubahan yang terjadi, beserta faktor penyebab perubahan tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa bangunan Tiga Villa dan Perumahan Dosen UPI ini secara keseluruhan berbentuk utilitarian house, dimana bentuk ini merupakan bentuk bangunan yang masif, yang dipadukan dengan bentuk-bentuk streamline dengan balkon dan lantai atap bangunan yang berbentuk melengkung plastis mengalir (streamline) dan masif. Sedangkan penerapan Art Deco pada bentuk fasad bangunan terlihat dari permainan perbedaan ketinggian fasad, dan kanopi-kanopi yang membentuk elemen garis horisontal, hingga penerapan bentuk-bentuk porthole dan garis-garis fasad yang tegas. Berdasarkan analisa yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa secara garis besar, penerapan gaya Art Deco pada bangunanbangunan rumah tinggal di Bandung periode Perang Dunia I hingga Perang Dunia II yang berlangsung antara tahun 1914 – 1943, berupa penggunaan bentuk-bentuk streamline plastis maupun masif, atau geometris dan linear, ataupun penggabungan kedua bentuk tersebut pada bentuk badan bangunan. Sementara itu, dekorasi yang banyak dipakai adalah berupa garis-garis lurus vertikal dan horisontal, kurva melengkung, serta bentuk geometris.
Tipologi Ventilasi Bangunan Vernakular Indonesia Faisal, Gun; Suwarno, Nindyo; Wihardyanto, Dimas
JURNAL ARSITEKTUR Vol 3, No 1 (2012): Desember
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1885.741 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v3i1.312

Abstract

Buildings are the world's largest energy absorbers. They absorb 48 percents of energy, transportation absorbs 21 percent of it, while the rest of the energy is used by other sectors. The use of Air Conditioner that takes up a lot of energy is replaced by natural ventilation to reduce energy consumption. This paper discusses how the ventilation system and the model on the vernacular buildings in Indonesia, and aims to determine and identify the type of ventilation system. Ventilation is one way of vernacular buildings to cope with climate conditions. This study is applies qualitative method. It study is conducted to observe the subject and compare it to related literature and analyze the result based on related theories. This paper explore  the type of ventilation system in some vernacular buildings in Indonesia. In the end, the author found out that there are four types of ventilaton sytem of vernacular building in Sumatera, Java, Bali, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, and Papua.
Kajian Estetika Yang Beda Relief Candi Jawa Timur Soebroto, R. Bambang Gatot
JURNAL ARSITEKTUR Vol 2, No 2 (2012): Juni
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.266 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v2i2.303

Abstract

Penelitian ini disusun untuk mendalami bidang estetika Arsitektur pada relief candi. Untuk mengkaji danmenguji estetika relief candi dipakai teori Komposisi Polykleitos dan Prasejarah (Dick Hartoko).Diambil sepuluh sampel dari masing-masing daerah (Jawa Tengah-Jawa Timur), lalu dibuatkan matrik, untuk mudah pembacaan. Menjelaskan kedua kasus dipakai metode kritik Deskriptif dari Wayne Attoe. Hasil penelitian menunjukkan, relief candi Jawa Tengah masuk kategori indah menurut teori barat Polykleitos, tidak indah menurut teori Prasejarah - Dick Hartoko dan sebaliknya.The research was designed to explore the field of aesthetic architecture in temple reliefs. To examine and test the theory of aesthetic composition of the reliefs used Polykleitos and Prehistory (Dick Hartoko). Ten samples taken from each region (Central Java, East Java), then made ?the matrix, for easy reading. Explain both cases the methods used descriptive criticism of Wayne Attoe. The results showed that the relief of the temple in Central Java is categorized according to the theory of western Polykleitos beautiful, not beautiful according to the theory of Prehistory - Dick Hartoko and vice versa.
Pengaruh Perubahan Fungsi Ruang Terbuka Publik Terhadap Kualitas Kawasan Pemukiman Di Sekitarnya Rahmiati, Desti; Setioko, Bambang; Hardiman, Gagoek
JURNAL ARSITEKTUR Vol 3, No 2 (2013): Juni
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1757.193 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v3i2.29

Abstract

The public open space is a vital element in a city space, indirectly gives influence towards in surrounding area. It is similar, the presence passive public open space in an area indirectly effects to the area it, so if a change happens the fuction of passive public open hall becomes active public open space there will be also a change in the effect towards the surrounding area. This research focuses on Parang Kusumo Park, one of public open space which its function has changed considerably. It is located in Tlogosari Kusumo village. The increase of people activities in Parang Kusumo Park has evoked many issues in society such as traffic jam and other problem so much disturbs the communities living around the park. This research aims to know how of the changing function of passive public open space into active public open space in Parang Kusumo Park Semarang toward the quality of residential area around it. In this analysis process, the variables that are constructed from the literature review, that will be analyzed by rationalistic quantitative method.This research will show changes the qualities of residential area around Parang Kusumo Park, after the function of Parang Kusumo Park gives most significant influence based on the process, then the conclusion will be drawn. -----Ruang terbuka publik merupakan elemen vital dalam sebuah ruang kota, keberadaannya tidak langsung berpengaruh pada kawasan di sekitarnya. Begitu pula dengan keberadaan ruang terbuka publik pasif dalam suatu kawasan yang secara tidak langsung berpengaruh pada kawasan tersebut, sehingga apabila terjadi perubahan fungsi ruang terbuka publik pasif menjadi ruang terbuka publik aktif maka akan terjadi pula perubahan pada pengaruh yang ditimbulkan pada kawasan di sekitarnya.Penelitian ini berfokus pada taman Parang Kusumo, salah satu ruang terbuka publik yang mengalami perubahan fungsi, berlokasi di Kelurahan Tlogosari Kulon Semarang. Meningkatnya aktivitas masyarakat di taman Parang Kusumo menimbulkan banyak isu yang berkembang di masyarkat yaitu timbulnya kepadatan lalu lintas, masalah kebisingan dan masalah lainnya yang mengganggu kenyamanan masyarakat yang bermukim di sekitar taman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh yang ditimbulkan oleh adanya perubahan fungsi ruang terbuka publik pasif menjadi ruang terbuka publik aktif pada taman Parang Kusumo Semarang terhadap kualitas kawasan pemukiman di sekitarnya. Dalam proses analisis, terdapat variabel penelitian yang dibangun dari kajian teori, yang dianalisis menggunakan metode kuantitatif rasionalistik.Temuan studi menunjukkan perubahan kualitas kawasan pemukiman di sekitar taman Parang Kusumo pasca perubahan fungsi dan variabel fungsi taman Parang Kusumo yang berpengaruh paling signifikan terhadap perubahan tersebut, yang kemudian akan ditarik menjadi kesimpulan.
Analisis Ekspektasi Mahasiswa terhadap Kota Artemisia, B. Chrysvania; Munawaroh, Ai Siti; Murwadi, Haris
JURNAL ARSITEKTUR Vol 10, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.597 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v10i1.1338

Abstract

Pembangunan kota Bandarlampung merupakan rangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan yaitumasa depan yang lebih baik. Dalam rangka menetapkan tujuan pembangunan kota Bandarlampung, diperlukanvisi yang mengarahkan pandangan ke depan mengenai cita-cita kota yang disepakati bersama dan sebagaipedoman seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan kota, baik pemerintah kota, swasta, dan masyarakat(seluruh stakeholders) dalam memantapkan peran masing-masing dalam membangun kota Bandarlampung.Infrastruktur, sarana, dan prasarana yang dibangun harus memenuhi standar dan sesuai dengan kebutuhanmasyarakat serta tidak mengganggu sekitarnya. Pembangunan kota membuat masyarakat yang tinggal didalamnya merasa aman, damai, tentram, dan sejahtera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kota sepertiapa yang diimpikan oleh masyarakat Bandarlampung dan mengetahui apakah masih banyak infrastruktur, sarana,dan prasarana yang kurang dan perlu disediakan oleh pemerintah di kota Bandarlampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui kuisioner terbukayang diberikan kepada responden. Data yang didapat dari pertanyaan terbuka dijadikan satu dan kemudian diolah.Karena data-data yang didapat memiliki cara penyampaian yang berbeda namun dengan makna sama, makadata-data tersebut dicarikan kata kunci. Kata kunci membuat data dapat dikelompokkan secara umum.Pengelompokkan dilakukan sebanyak dua kali dan hasil dari pengelompokkan disajikan dalam bentuk tabel dangrafik. Hasilnya adalah kriteria seperti apa kota impian yang diinginkan oleh mahasiswa arsitektur UniversitasBandar Lampung (UBL). Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1). Masyarakat kota Bandarlampung sebagianbesar memilih situasi dan kondisi kota sebagai faktor kota impiannya. Elemen-elemen yang mendukung faktorsituasi dan kondisi kota menurut masyarakat yaitu kebersihan, kerapihan, kenyamanan dan ketertiban. 2).Infrastruktur sarana dan prasarana yang kurang menurut masyarakat Bandarlampung yaitu transportasi umum,ketersediaan jalur sepeda, penggunaan teknologi terbarukan, bangunan ramah lingkungan, fasilitas kelengkapankota, fasilitas koneksi jaringan internet dan arsitektur kotanya.
Pengembangan Kawasan Kampung Ikan Ramah Lingkungan Untuk Mendukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan Yudana, Galing; Pujiasmanto, Bambang
JURNAL ARSITEKTUR Vol 4, No 2 (2014): Juni
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.107 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v4i2.530

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian multi tahun (Tahun 2012 dan 2013) dan dilaksanakan selama 8 (delapan) bulan yakni bulan April sampai November. Pada tahun pertama (tahun 2012) penelitian ditujukan untuk: 1) Mengindentifikasi potensi sumber daya perikanan di Kabupaten Klaten yang dapat dikembangkan untuk pembangkit perekonomian masyarakat. 2) Mengidentifikasi potensi pembudidaya ikan yang terdapat di Kabupaten Klaten. 3) Mengkaji kebijakan dan program Pemerintah Kabupaten Klaten dalam mengembangkan potensi sumber daya wilayah, khususnya potensi perikanan budidaya.4) Menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat Pengembangan Kawasan Kampung Ikan Ramah Lingkungan Untuk Mendukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan. 5) Merumuskan draf model Pengembangan Kawasan Kampung Ikan Ramah Lingkungan Untuk Mendukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa metode termasuk pengamatan lapangan ( ), site observation wawancara mendalam (indepth interview), diskusi kelompok terarah (focus group discussion), metode simak (documment study) dan metode super impose. Teknik pengambilan sampel akan dilakukan dengan metode purposive sampling dan snowball. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis, yakni: 1) Analisis Sumber Daya Alam untuk menganalisis potensi SDA minapolitan; 2) Analisis Kebijakan menganalisis kebijakan dan program pemerintah dalam pengembangan kawasan minapolitan berbasis UMKM; 3) Analisis Interaktif digunakan pada proses pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Lokasi penelitian adalah Kabupaten Klaten yang memiliki potensi SDA dan UMKM yang mendukung untuk pengembangan kawasan minapoli penelitian adalah Kawasan Kampung Ikan di Kabupaten Klaten memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan Budidaya ikan yang meliputi 8 Desa yaitu Desa Daleman, Desa Janji, Desa Jumus, Desa Jeblog, Desa Nganjat, Desa Ponggok, Desa Sidowayah dan Desa Wunut. Dalam pengelolaan kawasan kampung ikan melibatkan masyarakat, pemerintah dan swasta. Upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah terkait dengan kebijakan dan program yang ada di Kabupaten Klaten selama 5 tahun terakhir telah diarahkan pada pengembangan budidaya ikan berbasis masyarakat dan ramah lingkungan. Beberapa faktor yang menjadi pendukung dalam pengembangan kawasan kampung ikan diantaranya upaya pemerintah, kesadaran masyarakat dan adanya peluang kerjasama. Meski demikian masih ada beberapa kendala sebagai faktor penghambat adalah kualitas benih dan hasil budidaya ikan yang belum memenuhi standart pasar internasional dan belum adanya pengendalian harga pakan. Sebagai langkah awal draft Model Pengembangan Kawasan Kampung Ikan Ramah Lingkungan Mendukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan yang dirumuskan ENVIRONMENTALLY FRIENDLY INTENSE FISHERIES (EFIF) MODEL atau model perikanan baik dan tepat yang ramah lingkungan.This study is a multi-year (2012 and 2013) and held for 8 (eight) months, i.e. from April to November. In the first year (in 2012), the study aimed to: 1) Identify the potential fishery resources in Klaten that can be developed as a generator of economic activities; 2) Identify the potential fish farmers who are in Klaten; 3) Review the policies and programs of Klaten regency government in developing the potential of the resources area, in particular the potential of cultivation fishery; 4) Analyze the factors supporting and inhibiting factors of the development of sustainable fishing village for supporting the strengthening of people's economy; 5) Formulate a draft model of the development of sustainable fishing village for supporting the strengthening of economic democracy. It is a descriptive study using a qualitative approach. Data collected through several methods includes observation sites, in-depth interviews, focus group discussions, document study, and super impose methods. The sampling technique will be done by the method of purposive sampling and snowball. Data were analyzed by using the analysis method, namely: 1)Natural resources analysis on the potential natural resources; 2) Policy analysis on the government policies and programs in the development of SMEs; 3) Interactive analysis on the process of data collection, data reduction, data display, and conclusion (verification). The location of research is Klaten that have the potential of natural resources and support for the development of SMEs. The results of the study are of fishing villages in Klaten district having the potential to be developed as fish cultivation area covering 8 Jurnal Arsitektur Universitas Bandar Lampung, Juni 2014 10 villages, namely Desa Daleman, Desa Janji, Desa Jumus, Desa Jeblog, Desa Nganjat, Desa Ponggok, Desa Sidowayah and Desa Wunut. The fishing village area management involves the public, government and private sectors. Efforts by the relevant government policies and programs that exist in Klaten district during the last 5 years have been directed towards the development of the community and sustainability-based fish farming. Some of the factors supporting the development of the fishing village area are the government's efforts, public awareness and collaboration opportunities. Yet there are still some obstacles as an inhibiting factor, i.e. the seed quality and the fish cultivation do not meet the international market standards and there is lack of control of feed prices. As a first step the draft of Model Village Area Development Sustainable Fish to Support Strengthening Economic Democracy is ENVIRONMENTALLY FRIENDLY INTENSE FISHERIES (EFIF) MODEL.