cover
Contact Name
Andi Octamaya Tenri Awaru
Contact Email
sosialisasi99@gmail.com
Phone
+6285343665103
Journal Mail Official
a.octamaya@unm.ac.id
Editorial Address
Sosiology Education Study Program, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Makassar, Jalan AP Pettarani, Gunungsari Makassar, Indonesia, Telp/ Fax. (0411) 885105
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan
ISSN : 23560886     EISSN : 27223086     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Published by the peer review process and open access with p-ISSN: 2356-0886 and e-ISSN: 2722-3086. Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Intended as a media of information and arena of philosophical, theoretical, methodological debates related to sociological issues and their teaching. Journal of Socialization: a journal of the results of thought, research and development in the science of educational sociology. invited scientists, activists and public officials to write issues related to sociology and teaching. Articles can be research or conceptual. Published by Sociology and Education study programs. published three times a year namely March, July and November.
Articles 313 Documents
NIGERIAN TELEVISION DRAMA SERIES AND AUDIENCE REACTIONS: A SEISMOLOGY EVALUATION Iyorza, Stanislaus; Abu, Patience
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Vol 7, Nomor 2, Juli 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i1.14491

Abstract

The objective of this study is to find answers to evaluate reactions of the audience to the Nigerian television drama series in Nigeria, giving attention to how the programmes are making waves and the extent to which the audience has invested their knowledge, time and interest in them. Seismology is the study of effects or waves created by a dramatic piece, the entire theatrical event or radio or television programme.  This discourse assumes that the Nigerian television drama series may not be evoking the desired reactions from their audience. The problem of this study is the uncertainty surrounding the impact or waves made by the Nigerian television drama series on their audience. To achieve the objectives of this study adopted quantitative and qualitative research methods to elicit audience reaction. The study employed the survey method using questionnaire and online interview designs to elicit responses on audience responses to Nigerian television drama series. Findings revealed that more than 80% of Nigerians watch at least one or more Nigerian television drama series out of interest. Audience reactions to the programmes are in form their expressions of knowledge about the drama series in terms of best actors, producers and television drama series in Nigeria. The audience also reacted that the Nigerian television drama series is more entertaining than educational and informational, even though some combine all those qualities. The audience also agreed that the Nigerian television drama series reflect life in Nigeria by promoting good morals and criticizing anti-social behaviours like raping, drug abuse and kidnaping. The paper recommends multinational companies' continuous sponsorship of television drama series that is targeted at making the Nigerian society a better place.
PERILAKU KONSUMTIF PADA PELAJAR SMAN 24 KABUPATEN BONE Firman, Firman; Awaru, A. Octamaya Tenri
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 2, Juli 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.418 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.13220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Mengapa perilaku konsumtif terjadi pada pelajar SMAN 24 Kabupaten Bone, 2) Bagaimana bentuk perilaku konsumtif pada pelajar SMAN 24 Kabupaten Bone. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 15 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu 1) Siswa memiliki koleksi baju lebih dari 12 pasang, 2) Siswa memiliki handphone lebih dari satu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif melalui tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan member check. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Perilaku konsumtif yang terjadi pada pelajar SMAN 24 Kabupaten Bone adalah (a) Tertarik pada kemasan barang. (b) Berbelanja untuk keperluan penampilan. (c) Satus sosial. (d) Konformitas. (e) Penasaran dengan produk yang ditawarkan oleh iklan. (e) Pusat-pusat perbelanjaan. (2) Bentuk perilaku konsumtif pada pelajar SMAN 24 Kabupaten Bone yaitu (a) Pembelian tidak terencana (b) Pembelian berlebihan. (c) Mencari kesenangan.
EKSISTENSI BUDAYA PESTA SEKOLAH DI DESA KEMBANG MEKAR KECAMATAN SAMBI RAMPAS KABUPATEN MANGGARAI TIMUR NUSA TENGGARA TIMUR Mahesti, Ivoni; Awaru, M. Ridwan Said
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 3 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.454 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) alasan budaya pesta sekolah tetap dipertahankan sampai sekarang di desa Kembang Mekar kecamatan Sambi Rampas, kabupaten Manggarai Timur. 2) Untuk mengatahui bagaimana budaya pesta sekolah bisa menjadi modal sosial bagi masyarakat Desa Kembang Mekar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif.Adapun pemilihan informan penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling.Dengan demikian, pihak yang dijadikan informan penelitian adalah tokoh masyarakat dan orang tua yang pernah mengadakan acara pesta sekolah.Oleh karena itu, informan dalam penelitian berjumlah sembilan orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu  observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Alasan pesta sekolah tetap dipertahankan sampai saat ini karena memiliki beberapa alasan yaitu: a) Pesta sekolah sangat bermanfaat bagi perkembangan pendidikan anak, b) Pesta sekolah merupakan ajang memberikan wejangan bagi anak yang sudah maupun akan melanjutkan pendidikan, c) Pesta sekolah sebagai pemupuk rasa persaudaraan/persatuan diantara warga masyarakat. 2) Budaya pesta sekolah bisa menjadi modal sosial bagi masyarakat karena, a) adanya semangat komunalisme yang berkembang dalam masyarakat, b) kegiatan pesta sekolah yang sangat mengutamakan lonto leok (duduk bersama).
PERANAN KOMPETENSI GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SMA NEGERI DI KABUPATEN WAJO ., Mulianti
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 1, Edisi 1, Juli 2014
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.2531

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan informan dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik purposive sampling atau penarikan informan dengan kriteria-kriteria tertentu yaitu : guru yang mengajar sosiologi di atas 3 tahun, guru sosiologi yang dari sosiologi murni, namun mengambil Akta IV, guru sosiologi yang bukan dari sosiologi namun alumni LPTK. Informan dalam penelitian ini sebanyak 17 orang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu : observasi dan wawancara, yang digunakan untuk memperoleh data secara konkrit yang berkaitan dengan permasalahan penelitian ini. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka diperoleh hasil bahwa Guru-guru sosiologi SMA Negeri di Kabupaten Wajo telah mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, hal ini ditunjukkan dengan terlaksananya komponen-komponen dari kompetensi pedagogik dalam kegiatan pendidikan dan adanya bentuk-bentuk motivasi yang diterapkan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Sedangkan penerapan kompetensi profesional belum sepenuhnya karena sebagian dari jumlah guru sosiologi belum memenuhi persyaratan sebagai guru yang professional antara lain: belum menguasai subtansi materi/bahan ajar bidang studi, belum menguasai materi/bahan pendalaman/aplikasi bidang studi, dan kurang mampu dalam merancang dan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar. Hal ini disebabkan oleh adanya guru yang mengajar sosiologi namun bukan bidang keahliannya. Namun, hal ini tidak membatasi guru untuk memotivasi siswa dalam belajar. Guru selalu berusaha meningkatkan motivasi belajar siswa dalam proses belajar mengajar.             Kata Kunci : Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Profesional, Motivasi Belajar
KONTROL SOSIAL ORANGTUA TERHADAP PENGGUNAAN SMARTPHONE PADA REMAJA (STUDI DI DESA GIRING-GIRING KECAMATAN BONTONMPO KABUPATEN GOWA Zainuddin, Muh.; Agustang, Andi
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 2, Juli 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.558 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.13239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Penggunaan Smartphone pada remaja di Desa Giring-giring Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa. 2) Dampak penggunaan smartphone pada remaja di Desa Giring-giring Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa. 3) Kontrol sosial orangtua terhadap penggunaan smartphone pada remaja di Desa Giring-giringKecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. jumlah informan berjumlah 12 orang yaitu terdiri lagi 6 remaja dan 6 orangtua remaja. Teknik dalam menentukan informan menggunakan Purposive Sampling, dengan kriteria yaitu: 1) Remaja di desa Giring-giring Kab.Gowa yang menggunakan smartphone 17 Jam keatas, dimana rentang umur untuk remaja laki-laki adalah umur 13 sampai 22 tahun. sedankan untuk remaja perempuan adalah berlansung antara umur 12 tahun sampai 21 tahun. 2) Orangtua remaja pengguna smartphone 17 jam keatas di desa Giring-giring Kabupaten Gowa. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis secara analisis deskriptif kualitatif yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Pengabsahan data menggunakan member chek. Hasil penelitian menjelaskan bahwa 1) Penggunaan Smartphone pada remaja di Desa Giring-giring Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa adalahRemaja di Desa Girng-giring lebih sering menggunakan Smartphone sebagai media hiburan dibanding sebagai media komunikasi dan informasi. Media hiburan dalam smartphone yang digunakan remaja adalah berupa bermain game, melihat video dan foto pada media sosial dan mendengarkan musik, 2) Dampak Penggunaan Smartphone di kalangan Remaja Desa Giring-Giring Kecamatan Bontonompo berupa Perubahan perilaku remaja yaitu remaja menjadi malas-malasan dan bahkan jadi boros selalu meminta uang kepada orang tua mereka untuk membeli kartu kuota untuk keperluan smartphonenya. Remaja bermain game online di smartphone yang sudah sampai pada tahap ketagihan, mempengaruhi prestasi belajar, menunda-nunda aktivitasnya dan Hubungan Keluarga menjadi memburuk itu dilihat pelajar berani membentak orang tuanya. 3). Kontrol sosial yang dilakukan orangtua di Desa Giring-giring terhadap penggunaan smartphone pada remaja lebih kepada upaya preventif yaitu dengan membatasi penggunaan pulsa, mengecek smartphone, menasihati remaja, dan memberikan aturan penggunaan smartphone di jam-jam tertentu. Upaya tersebut dilakukan untuk menghindarkan dari bahaya dan efek negatif dari smartphone meskipun cara-cara tersebut masih belum maksimal yang membuat remaja masih ketergantungan dan ketagihan.
KEKERASAN SIMBOLIK DI SMA NEGERI 1 BUA PONRANG KABUPATEN LUWU Taufik, Parham; Ishak, Chamsiah
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 3 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.14 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12112

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bentuk kekerasan simbolik di SMA Negeri 1 Bua Ponrang Kabupaten Luwu. 2) Mengetahui Mengapa kekerasan simbolik dapat terjadi di SMA Negeri 1 Bua Ponrang Kabupaten Luwu. Dalam penelitian ini menggunakan Jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan 15 orang informan. Adapun pemilihan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria siswa korban kekerasan simbolik di SMA Negeri 1 Bua Ponrang Kabupaten Luwu. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan teknik Member chek Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Bentuk kekerasan simbolik yang terjadi di SMA Negeri 1 Bua Ponrang Kabupaten Luwu yaitu a). kekerasan Simbolik verbal dalam bentuk eufeminisme/eufeminisasi bentuk pemberian hadiah, eufeminisme dalam bentuk perintah, eufeminisme dalam bentuk pemeberian kepercayaan b). bentuk mekanisme sensorisme/sensorisasi yaitu bentuk kekerasan yang jelas yang dianggap sebagai pelestarian nilai-nilai moral kehormatan, serta bentuk kekerasan psikologi/psikis di kalangan siswa yang dalam pelaksanaannya menggunakan bahasa tubuh seperti gestur wajah dengan mata melotot, pengucilan serta pendiaman. 2) kekerasan simbolik terjadi di SMA Negeri 1 Bua Ponrang Kabupaten Luwu karena, a). guru yang memiliki gangguan terhadap psikologisnya yang dibuktikan dengan guru yang sangat mudah terpancing emosinya, suka marah-marah dalam kelas, kekerasan simbolik juga mampu dipengaruhi oleh guru yang terlalu beracuan terhadap kurikulum yang lebih menitik beratkan terhadap kemampuan kognitif dan mengabaikan kemampuan afektif seperti yang dilakukan oleh guru yang menggunakan pola authoritarian yang memusatkan proses belajar mengajar satu arah. b). siswa yang memiliki kepribadian dan sikap yang menganggap dirinya kurang pandai, lemah, tidak berharga, sikap itu sendiri yang mampu memancing terjadinya kekerasan simbolik terhadap dirinya karena dari kepribadian dan sikap tersebut terkadang siswa melakukan tindakan yang mengundang perhatian walaupun tindakan itu mampu membuat siswa itu sendiri mendapatkan hukuman dari guru, serta c).  lingkungan, yang dimana lingkungan mampu melegitimasi terjadinya kekerasan simbolik disekolah dengan adanya aturan yang  memberatkan bagi siswa seperti tidak boleh datang terlambat dan sulit menerima alasan. Meskipun memberatkan namun tetap harus dipatuhi karena berada dalam lingkungan sekolah.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA MATERI MASYARAKAT MULTIKULTURAL MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 1 MAKASSAR Irdayanti, Irdayanti
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 2, Edisi 2, Juli 2015
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.519 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v2i2.2543

Abstract

Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Makassar, adapun tujuan penelitian secara khusus yaitu (1) Untuk mengetahui bagaimana hasil belajar peserta didik pada materi masyarakat multikultural di kelas XI IPS 2. (2) Untuk mengetahui bagaimana respon peserta didik di kelas XI IPS 2 tentang model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Pelaksanaan tindakan dilakukan sebanyak 2 siklus, masing-masing siklus melalui 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi  dengan subjek penelitian adalah siswa kelas  XI IPS 2  sebanyak 38 siswa yang terdiri dari 19 laki-laki dan 19 perempuan, pada tahun pelajaran 2013/2014 semester genap pada materi masyarakat multikultural mata pelajaran Sosiologi. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, tes hasil belajar dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : pada siklus I belum berhasil karena belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal secara klasikalyaitu 76 secara individu dan 85% dari jumlah keseluruhan siswa, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya aspek guru yaitu dalam aspek pengelolaan kelas guru masih kurang membimbing siswa dalam melakukan diskusi sehingga suasana kelas menjadi gaduh dan sulit untuk dikontrol, yang mengakibatkan berkurangnya  konsentrasi siswa dalam belajar sedangkan pada siswa masih banyak siswa yang melakukan aktifitas lain yang tidak berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar seperti mengobrol bersama teman-temannya sehingga perhatian mereka berkurang terhadap penjelasan. Kemudian dilanjutkan pada siklus II sudah berhasil karena telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal secara klasikal yaitu 76 secara individu dan 85% dari jumlah keseluruhan siswa. Oleh karena itu penerapan model pembelajaran Kooperetif tipe Jigsaw pada mata pelajaran sosiologi pada materi masyarakat multikultural, dapat menigkatkan  hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Makassar Kata Kunci : Model Jigsaw, Hasil Belajar Sosiologi
PERSEPSI TENTANG PERGURUAN TINGGI DI MAKASSAR PADA KALANGAN REMAJA DI DESA BALLE KECAMATAN KAHU KABUPATEN BONE A. Novianti, A. Novianti; Arifin, Zainal
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 1, Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.488 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Persepsi tentang perguruan tinggi di Makassar pada kalangan remaja yang tidak lanjut ke perguruan tinggi di Desa Balle Kecamatan Kahu Kabupaten Bone. 2) Persepsi tentang perguruan tinggi di Makassar pada kalangan remaja yang lanjut ke perguruan tinggi di Desa Balle Kecamatan Kahu Kabupaten Bone. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik dalam menentukan informan menggunakan purposive sampling, dengan kriteria yaitu anak yang tamat SMA paling lama 2 tahun, anak yang lanjut dan tidak lanjut ke perguruan tinggi, anak yang menetap tinggal bersama keluarga, anak yang berusia 17-21 tahun. Jumlah informan sebanyak 14 remaja yang tidak lanjut ke perguruan tinggi dan remaja yang lanjut ke perguruan tinggi sebanyak 8 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan deskriptif kualitatif yaitu mereduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan member chek.  Hasil penelitian menjelaskan bahwa: 1) Persepsi tentang perguruan tinggi di Makassar pada kalangan remaja di Desa Balle Kecamatan Kahu Kabupaten Bone yang tidak lanjut ke perguruan tinggi adalah: a) Kurangnya pemahaman tentang perguruan tinggi di Makassar, b) perguruan tinggi sering melakukan demo, aksi, dan bentrok, c) Perguruan Tinggi dapat merugikan, membuang banyak waktu dan biaya, d) Perguruan Tinggi tidak menjamin masa depan dan cita-cita. 2) Persepsi tentang perguruan tinggi di Makassar pada kalangan remaja di Desa Balle Kecamatan Kahu Kabupaten Bone yang lanjut ke perguruan tinggi adalah: a) Perguruan tinggi tempat menambah ilmu dan wawasan yang luas, serta menambah pengalaman, b) Mengembangkan ilmu, bakat, serta karakter, c) Perguruan tinggi sangat penting dan banyak manfaatnya, dan d) Menentukan masa depan dan cita-cita.
FAKTOR PENYEBAB KETIDAKAKTIFAN SISWA KELAS XI IPAS 4 DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SMA NEGERI 12 MAKASSAR Sasmita, Lita; Ahmad, M. Ridwan Said
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 edisi 2 Juli 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.251 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.11795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Faktor Penyebab ketidakaktifan siswa XI IPS 4 dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 12 Makassar, 2) Dampak Ketidakaktifan siswa XI IPS 4 dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 12 Makassar. Jenis penelitian ini kualitatif dengan penentuan informan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu siswa yang tidak aktif dalam proses belajar mengajar. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan deskriptif kualitatif dengan tahapan mereduksi data, penyajian data dan penarikekan kesimpulan. Teknik pengabsahan data  yaitu member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Faktor penyebab ketidakaktifan siswa XI IPS 4 dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 12 Makassar, ialah faktor internal yaitu; a) siswa malas dalam belajar b) tidak percaya diri. Sedangkan faktor eksternal diakibatkan oleh; a) sarana dan fasilitas yang belum lengkap b) metode mengajar guru yang membosankan c) lingkungan kelas yang tidak nyaman. 2) Dampak ketidakaktifan siswa  XI IPS 4 dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 12 Makassar yaitu; a) siswa tidak memahami materi pelajaran b) Tidak mampu menjawab pertanyaan guru c) menyontek saat ulangan. 
DAMPAK PEMBERIAN REMEDIAL TERHADAP HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA SMA DI KABUPATEN POLEWALIMANDAR Umrah, Siti
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 3, Edisi 1, Maret 2016
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.267 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v3i1.2353

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dampak pelaksanaan remedial terhadap hasil belajar sosisologi siswa SMA dikabupaten polewali mandar. Jenis penelitian ini tipe deskriptif kualitatif dengan penentuan informan Purposive Sampling yaitu sekolah yang melaksanakan program remedial minimal 3 kali dalam satu semester, guru yang memberikan remedial minimal tiga kali dalam satu semester, dan siswa(i) yang remedial pada mata pelajaran sosiologi dan minimal 2 pada mata pelajaran lain. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu Observasi, Wawancara, Dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan mereduksi data, mendisplaykan data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Bentuk-bentuk remedial yang dilaksanakan oleh guru adalah bentuk remedial dengan mengajarkan kembali, penugasan, bimbingan secara individu atau kelompok serta menyuruh siswa membaca referensi yang sama. 2). Faktor pendukung dalam melaksanakan remedial adalah sarana dan prasarana, dukungan dari guru serta kesiapan siswa yang ikut dalam pelaksanaan pembelajaran remedial. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu hambatan dalam memilih metode atau strategi yang tepat pada saat akan melaksanakan pengajaran remedial, kesulitan mengatur waktu karena dari siswa, siswa malas mengikuti remedial dilihat pada saat remedial akan dilaksanakan masih saja terdapat siswa yang tidak mengikuti pelaksanaan remedial sehingga guru harus mengatur jadwal kembali. 3). Dampak yang ditimbulkan dalam melaksanakan remedial terbagi atas dua yaitu dampak positif dan dampak negatif. dampak positifnya yaitu peningkatan dalam hasil belajar siswa, adanya kesadaran siswa untuk memperbaiki cara belajarnya, serta motivasi siswa untuk belajar lebih giat, dan dilihat dari pemahaman siswa tentang materi lebih mendalam. Sedangkan dampak negatifnya yaitu kurangnya motivasi siswa untuk belajar seperti rasa malas dan bosan dalam melaksanaan remedial, merasa waktu istirahatnya berkurang, tidak hanya itu remedial juga berdampak pada kondisi psikologi siswa seperti siswa merasa menjadi orang yang paling bodoh diantara teman- temannya, timbulnya rasa kecemburuan sosial serta perasaan malu yang dirasakan oleh peserta didik karena harus mengikuti remedial.Kata Kunci: Remedial dan Hasil Belajar

Page 1 of 32 | Total Record : 313