cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kursor
ISSN : -     EISSN : 23016914     DOI : -
Core Subject : Education,
Contributions to KURSOR journal must be in the form of research or review paper relating directly to the development in Computer Science or Information TechnologyContributions to KURSOR journal must be in the form of research or review paper relating directly to the development in Computer Science or Information Technology.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2012)" : 16 Documents clear
IDENTIFIKASI SINYAL ELEKTRODE ENCHEPALO GRAPH UNTUK MENGGERAKKAN KURSOR MENGGUNAKAN TEKNIK SAMPLING DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN Hariadi, Moch.; Purnomo, Mauridhi Hery; -, Hindarto
Kursor Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/kursor.v6i1.101

Abstract

This paper describe the application of backpropagation neural networks as classification and sampling technique (ST) for the extraction of features from the signal wave Electro Encephalo Graph (EEG). This research aims to develop a system that can recognize the EEG signal that is used to move the cursor. The data used is the EEG data which is IIIA dataset of BCI competition III (BCI Competition III 2003). This data contains data from three subjects: K3b, K6b and L1b. In this study, EEG signal data separated by the imagination of movement to the left, right, leg movements and tongue movements. Decision making has been carried out in two stages. In the first stage, TS is used to extract features from EEG signal data. This feature is as basic inputs in back propagation neural networks as a process of learning. This research used Back Propagation (20-20-10-5-1) and 90 data files EEG signal for the training process. During the identification process into four classes of EEG signal data files data files plus 60 into 150 EEG signal so that the EEG signal data file. The results obtained for the classification of these signals is 80% of the 150 files examined data signal to the process of mapping.
Desain E-Goverment di Bangkalan Author1, Author1 Author1; Yana, Budi
Kursor Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Kursor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen Pemerintahan cukup kompleks sehingga berpeluang terjadinya misskomunikasi dan data yang hilang. Sistem Informasi yang terintegrasi antar SKPD akan mampu mengintegrasikan berbagai proses dan data yang ada di pemerintahan. Sistem E-Goverment yang terintegrasi merupakan salah satu solusi untuk memecahkan permasalahan utama. Desain E-Goverment ini spesifik sesuai dengan kebutuhan user dan stakeholder di Kabupaten Bangkalan.
Pemilihan Jurusan menggunakan AHP Aliman, Aliman
Kursor Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Kursor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa mengalami kendala kita harus menentukan jurusan mana yang harus di pilih untuk ke jenjang Perguruan Tinggi. AHP merupakan salah satu metode dalam Multicretia Decision Making. AHP cukup sederhana dengan melibatkan banyak kriteria. AHP dapat di masukkan dalam modul Enrollment System sehingga menjadi bagian sistem terintegrasi dalam pemilihan jurusan.
SUPERRESOLUTION USING PAPOULIS-GERCHBERG ALGORITHM BASED PHASE BASED IMAGE MATCHING Setiyono, Budi; Hariadi, Mochamad ,; Hery Purnomo, Mauridhi
Kursor Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/kursor.v6i3.1102

Abstract

SUPERRESOLUTION USING PAPOULIS-GERCHBERG ALGORITHM BASED PHASE BASED IMAGE MATCHING aBudi Setiyono, bMochamad Hariadi, cMauridhi Hery Purnomo aMathematical Dept., Faculty of Mathematics and Natural Science Sepuluh Nopember Institute of Technology, Surabaya 60111 b,cElectrical Engineering Dept., Faculty of Industrial Technology Sepuluh Nopember Institute of Technology, Surabaya 60111 E-Mail: amasbudisetiyono@gmail.com Abstrak Citra resolusi tinggi (High Resolution Image) akan memberikan informasi yang lebih detail, sehingga analisis terhadap citra tersebut menjadi lebih akurat. Banyak bidang memerlukan citra resolusi tinggi antara lain adalah medical, penginderaan satelite, citra dari teleskop serta pengenalan pola.Pada penelitian ini dilakukan proses untuk mendapatkan citra resolusi tinggi, yang dikenal dengan superresolution. Sebagai citra referensi, digunakan lebih dari satu citra, namun demikian, citra-citra tersebut berada pada scene yang sama. Dua tahap utama dalam superresolution adalah registrasi dan rekonstruksi. Registrasi yang akurat diperlukan untuk mendapatkan hasil rekonstruksi yang baik. Phase-Based Image Matching (PBIM) digunakan untuk estimasi translasi pada tahap registrasi. Hanya translasi sampai ketelitian sub pixel yang berkontribusi dalam rekonstruksi. Untuk mendapatkan translasi sampai level sub pixel, dilakukan fitting disekitar puncak. Sedangkan untuk rekonstruksi ke dalam Grid Resolusi tinggi digunakan algoritma Papoulis-Gerchberg. Penulis melakukan kolaborasi antara registrasi dengan PBIM dan rekonstruksi menggunakan algoritma PapoulisGerchberg. Uji coba dilakukan penulis dengan obyek serangkaian citra dengan banyak tekstur dan sedikit tekstur. Dari hasil uji coba, citra dengan banyak tekstur akan menghasilkan Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) rata-rata 21,62. Sedangkan untuk citra yang kurang mengandung tekstur 19,54. Kata kunci: Superresolution, Registrasi, Rekonstruksi, Phased Based Image Matching. Abstract High Resolution Image provide more detail information, so that it obtain more accurate image analysis. Many areas require high resolution image, such as medical, sensing satellite, image of the telescope and pattern recognition. This research make a process to obtain high resolution images, known as superresolution. This superresolution using a series of images in the same scene as the reference image. Two main stages in the super resolution are the registration and reconstruction. An accurate registration is required to obtain a great reconstruction results. Phase-Based Image Matching (PBIM) will be used to estimate pixels translation at the registration stage. Only sub-pixels translation which contribute to the reconstruction phase. We used the function fitting around the peak point, to obtain sub pixel accurate shift. While reconstruct a high-resolution image use Papoulis-Gerchberg algorithm. The author collaborate registration and reconstruction. Registration using PBIM and reconstruction using Papoulis-Gerchberg algorithm. Experiments have been done with a series of images that contain much texture and less texture. The experimental results with images contain much texture produces an average Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) 21.62. While image contain less texture produces PSNR 19.54. Keyword: Superresolution, Registration, Reconstruction, Phased Based Image Matching
FACIAL EXPRESSIONS RECOGNITION USING BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK FOR MUSIC PLAYLIST ELECTIONS ., Setiawardhana; Ramadijanti, Nana; Rahayu, Peni
Kursor Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/kursor.v6i3.1103

Abstract

FACIAL EXPRESSIONS RECOGNITION USING BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK FOR MUSIC PLAYLIST ELECTIONS aSetiawardhana, bNana Ramadijanti, cPeni Rahayu a,b,cPoliteknik Elektronika Negeri Surabaya Jl. Raya ITS, Kampus PENS, Surabaya 60111 E-Mail: a setia@eepis-its.edu Abstrak Penelitian ini dibuat untuk mengenali ekspresi wajah sebagai indikator untuk menjalankan playlist musik. Sistem pengenalan ekspresi wajah berasal dari data masukan seseorang yang diambil secara offline, dengan posisi terdekat dengan kamera, dimana posisi wajah tidak boleh miring. Prosesnya dengan pengambilan citra wajah secara offline yang dikenali dengan kombinasi warna, dan mengekstrak fitur penting dari wajah berdasarkan lokasi alis, mata, dan bentuk mulut kemudian mengenali ekspresi wajah menggunakan Jaringan Saraf Tiruan Propagasi Balik (Backpropagation Neural Network). Ekspresi yang akan dikenali Data keluaran dari pengenalan ekspresi wajah berupa indek yang secara otomatis akan digunakan sebagai indikator untuk menjalankan musik, sehingga musik akan berubah mengikuti perubahan ekspresi wajah seseorang. Sistem yang telah dibuat dapat mengenali tiga jenis ekspresi yaitu: normal, marah, dan bahagia. Pengujian dengan pengambilan gambar wajah secara offline sebagai data masukan untuk Jaringan Saraf Tiruan Propagasi Balik, dimana pada saat pembelajaran diperoleh hasil yang konvergen dengan error terendah dengan jumlah neuron pada lapisan hidden sebanyak 10 unit, nilai laju pembelajaran sebesar 0.0625325 dan nilai mean square error sebesar 0.0135. Kata Kunci: Ekspresi Wajah, Backpropagation, Music Playlist. Abstract The objective of the research is to detect facial expression as indicator to cast a music playlist. Facial expression detection system input is performed offline by taking photograph of a subject with nearest position from the camera and facial position should not be tilted. The image is identified as a combination of color and feature extraction is performed based on location of eyebrow, eye, and mouth. Facial expression is detected with Artificial Neural Network Backpropagation method. The output data is an index, which automatically select and play the music. In this way, the music is modified according to the changes of facial expression. The system is designed to detect three facial expressions: normal, angry, and happy expression. The similarity between features values from each expression influence the ability to differentiate each expression. Offline system evaluation is performed with backpropagation neural network method,for learning process, it reaches convergent value with lowest error value when using 10 unit neuron on hidden layer, learning rate value is 0.0625325 and mean square error value is 0.0135. Keywords: Facial Expression, Backpropagation, Music Playlist.
ADAPTIVE DATA CLUSTERING METHOD BASED ON ARTIFICIAL BEE COLONY AND K-HARMONIC MEANS Widiartha, I Made; Arifin, Agus Zainal; Yuniarti, Anny
Kursor Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/kursor.v6i3.1099

Abstract

ADAPTIVE DATA CLUSTERING METHOD BASED ON ARTIFICIAL BEE COLONY AND K-HARMONIC MEANS a I Made Widiartha, b Agus Zainal Arifin, c Anny Yuniarti a Jurusan Ilmu Komputer, FMIPA, Universitas Udayana Kampus Bukit, Gedung BJ Lt.I, Jimbaran Bali, b,c Informatics Department, Faculty of Information Technology Institute of Technology Sepuluh Nopember E-Mail: a imdewidiartha@cs.unud.ac.id Abstrak Berbagai metode telah dibuat untuk dapat melakukan klasterisasi data. Salah satu metode tersebut adalah K-Harmonic Means Clustering (KHM). KHM merupakan metode klasterisasi data yang menyempurnakan K-Means Clustering (KM). Metode KHM telah mampu mengurangi permasalahan KM dalam hal sensitifitas pada inisialisasi titik pusat awal, meskipun demikian dalam KHM masih terdapat kemungkinan solusi yang dihasilkan merupakan suatu lokal optimal. Permasalahan lokal optimal ini dapat diatasi dengan memanfaatkan suatu metode yang memiliki karakteristik pencarian solusi global ke dalam metode KHM. Artificial Bee Colony (ABC) merupakan suatu metode swarm yang berbasis pada perilaku mencari makan dari koloni lebah madu yang memiliki karakteristik untuk menghindari kemungkinan konvergensi terhadap lokal optimal. Dalam penelitian ini diusulkan sebuah metode baru untuk klasterisasi data yang berbasis pada metode ABC dan KHM (ABC-KHM). Kinerja metode ABC-KHM ini telah dibandingkan dengan metode KHM dan ABC dengan memanfaatkan lima dataset. Dari hasil penelitian didapatkan hasil dimana metode ABC-KHM ini telah berhasil mengoptimalkan posisi titik pusat klaster KHM yang mengarahkan hasil klaster menuju suatu solusi global. Kata kunci: K-Means Clustering, K-Harmonic Means Clustering, Artificial Bee Colony, ABC-KHM. Abstract Various methods have been made to cluster the data. One such method is K-Harmonic Means Clustering (KHM). KHM is a clustering method that improves K-Means Clustering (KM). KHM method was able to reduce the problem of KM in terms of sensitivity to the initialization of the initial center point nevertheless there is still a possibility that the result of KHM is a local optimum. The local optimal problem can be solved by utilizing a method that has characteristic of a global search into KHM method. Artificial Bee Colony (ABC) is a swarm method based on foraging behavior of honey bee colony that has characteristics to avoid the possibility of local optimum convergence. In this research, a new method for data clustering based on ABC and KHM (ABC-KHM) is proposed. The performance ABC-KHM method has been compared with ABC and KHM by using five datasets. The results show that ABCKHM method is able to optimize the position of the cluster center and directs the center to a global solution. Key words: K-Means Clustering, K-Harmonic Means Clustering, Artificial Bee Colony, ABC-KHM.
TRANSFORMING RHETORICAL DOCUMENT PROFILE INTO TAILORED SUMMARY OF SCIENTIFIC PAPER Khodra, Masayu Leylia; Dimas, Mohammad; Hendratmo Widyantoro, Dwi; Aminudin Aziz, E.; Riyanto Trilaksono, Bambang
Kursor Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/kursor.v6i3.1104

Abstract

TRANSFORMING RHETORICAL DOCUMENT PROFILE INTO TAILORED SUMMARY OF SCIENTIFIC PAPER aMasayu Leylia Khodra, bMohammad Dimas, cDwi Hendratmo Widyantoro, dE. Aminudin Aziz, eBambang Riyanto Trilaksono a,b,c,eSekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung dFakultas Seni dan Bahasa, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudi 229 Bandung E-Mail: amasayu@stei.itb.ac.id Abstrak Bagian abstrak makalah ilmiah yang bersifat author-biased sering membuat pembaca tidak dapat menemukan informasi yang dibutuhkannya. Konsep tailored summary dapat membantu pembaca mendapatkan ringkasan sesuai kebutuhan informasinya. Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang mengimplementasikan sistem yang menghasilkan tailored summary dari makalah ilmiah. Tailored summary menstrukturkan suatu makalah ilmiah dalam representasi Rhetorical Document Profile berdasarkan skema retorik lima belas slot. Penelitian ini mengadaptasi building plan yang masih menggunakan skema retorik tujuh slot. Penelitian ini juga mengimplementasikan sistem yang membangkitkan tailored summary. Setelah mendapatkan ringkasan awal, proses surface repair dilakukan untuk meningkatkan keterbacaan ringkasan. Setiap kalimat pada ringkasan awal dikombinasikan dengan frase template berdasarkan metode kombinasi pohon sintaksis. Terdapat lima grup frase template yang digunakan dalam surface repair. Dengan mengkonstruksi standar evaluasi yang merupakan hasil penilaian oleh lima responden manusia dan menggunakannya sebagai data pengujian, subsistem pemilihan kalimat terbaik Maximal Marginal Importance – Multi Sentence dengan pembobotan TF.IDF memiliki kinerja dengan nilai precision/recall 0.61, dan subsistem surface repair memiliki kinerja dengan acceptance 0.91. Kata kunci: Tailored Summary, Rhetorical Document Profile, Building Plan, Maximal Marginal Importance – Multi Sentence, Surface Repair. Abstract Since abstract of scientific paper is author biased, readers’ required information may not be included in the abstract. Tailored summary may help them to get a summary based on their information needs. This research is the first one that implements tailored summary system for scientific paper. Tailored summary applies information extraction that transforms a scientific paper into Rhetorical Document Profile, a structured representation of paper content based on rhetorical scheme of fifteen slots. This research adapted building plan that used rhetorical scheme of seven slots. We also implement tailored summary system. After generating initial summary, surface repair is conducted to improve summary readability. Each sentence in initial summary is combined with template phrase based on syntax-tree combination method. There are five groups of template phrases provided in surface repair. We construct evaluation standards by asking five human raters. The best method for sentence selection subsystem that uses Maximal Marginal Importance-Multi Sentence is employing TF.IDF weighting system with precision/recall of 0.61. The surface repair subsystem has acceptance of 0.91. Key words: Tailored Summary, Rhetorical Document Profile, Building Plan, Maximal Marginal Importance – Multi Sentence, Surface Repair.
SPECTRAL DENSITY BASED ON PHASE SHIFTING FOR MUSIC NOTATION K. Suprapto, Yoyon
Kursor Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/kursor.v6i3.1100

Abstract

SPECTRAL DENSITY BASED ON PHASE SHIFTING FOR MUSIC NOTATION Yoyon K. Suprapto Electrical Engineering Dept., Faculty of Industrial Technology Sepuluh Nopember Institute of Technology, Surabaya 60111 E-Mail: yoyonsuprapto@ee.its.ac.id Abstrak Explorasi jenis musik tradisional diperlukan untuk mengetahui karakter music tersebut. Sementara perkembangan musik barat sudah sangat maju, musik timur, gamelan pada khususnya, masih mendapatkan stigma sebagai seni musik klasik dan terjebak dalam hal pelestarian seni tradisional, yang menghambat kreativitas untuk mengembangkan musik timur. Pengembangan mendalam musik timur diperlukan untuk membawa kembali kebesaran musik ini seperti yang ada di jamannya. Kami menerapkan pembuatan notasi musik guna memperluas pembelajaran bermain musik gamelan. Kami menggunakan Adaptive Cross Correlation (ACC). Percobaan menunjukkan metode yang diusulkan diberikan 2 - 7% untuk peningkatan kinerja gamelan nyata dibandingkan dengan metode konvensional. Dengan dimulainya riset dibidang musik gamelan, diharapkan pengembangan jenis musik ini dapat dilanjutkan seperti hubungan musik gamelan dengan musik barat, pembuatan musik gamelan elektronik, sehingga musik ini dapat mudah dibawa kemana saja sehingga menudahkan generasi muda untuk mempelajarinya. Kata kunci: Ekstraksi peralatan musik, model suara Saron, pergeseran frekuensi dasar, Cross Correlation. Abstract Exploration traditional music is necessary to know the characters of this music. While the development of western music is very fast, eastern music, such as gamelan, in particular, still have the stigma as the art of classical music and get caught up in terms of preservation of traditional arts, which inhibit creativity to develop the eastern music. Therefore, the development of in-depth research of eastern music is needed to bring back the greatness of this music like the one in its era.We apply the Adaptive Cross Correlation (ACC) method. Experiments show that the proposed method is given 2-7% for a real gamelan performance improvement compared to conventional methods. With the beginning of research in the field of gamelan music, the development is expected to continue this kind of music like gamelan music ties with western music, the manufacture of electronic gamelan, which can be easily taken and making it easier for young people to learn it. Key words: Extraction of Musical Instrument, Saron Spectral Density Model, The Pitch Shifting, Cross Correlation.
EYE-BASED HUMAN-COMPUTER INTERACTION (HCI): A NEW KEYBOARD FOR IMPROVING ACCURACY AND MINIMIZING FATIGUE EFFECT Mardiyanto, Ronny; Arai, Kohei
Kursor Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/kursor.v6i3.1101

Abstract

EYE-BASED HUMAN-COMPUTER INTERACTION (HCI): A NEW KEYBOARD FOR IMPROVING ACCURACY AND MINIMIZING FATIGUE EFFECT aRonny Mardiyanto, bKohei Arai a Electrical Engineering Dept. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia b Saga University, Japan E-Mail: a ronny_mardiyanto@yahoo Abstrak Permasalahan penggunaan keyboard dengan kendali mata adalah tingkat akurasi, kecepatan yang rendah, dan kesulitan dalam menggunakan tombol kombinasi. Penggunaan sistem Interaksi Komputer Manusia (IKM) berbasis mata dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kelelahan. Pada penelitian ini diusulkan keyboard baru dengan sifat bergerak. Keyboard yang diusulkan terdiri dari dua bagian yaitu bagian utama (bersifat bergerak, dapat digerakkan oleh pengguna menggunakan mata dalam proses pemilihan hurufnya) dan bagian pengendali gerak (terdiri dari lima tombol besar yang transparan, digunakan untuk mengendalikan gerak keyboard bagian utama). Metode pendeteksi keberadaan pengguna digunakan untuk mengurangi kelelahan. Penambahan tombol shortcut pada layout utama memungkinkan pengguna melakukan fungsi khusus. Keyboard baru ini memiliki kelebihan diantaranya memiliki tingkat akurasi yang tinggi, lebih cepat dalam melakukan pengetikan, memiliki ukuran yang lebih kecil, memungkinkan pengguna menggunakan fungsi tombol kombinasi, dan dapat meminimalkan efek kelelahan saat pengguna menggunakan sistem IKM berbasis mata dalam jangka waktu yang lama. Hasil pengujian yang dilakukan membuktikan bahwa keyboard ini memilki tingkat akurasi yang lebih baik (92.26%) dibandingkan keyboard jenis tetap (78.57%). Juga, dalam melakukan pengetikan 14 huruf keyboard ini lebih cepat (134.69 detik) dibandingkan keyboard jenis tetap (210.28 detik). Pada pengukuran efek kelelahan menggunakan alat Electro Enchephalo Graf (EEG), keyboard ini lebih dapat meminimalkan efek kelelahan dibandingkan keyboard jenis tetap. Kata kunci: Keyboard Bergerak, Sistem IKM Berbasis Mata, Akurasi, Kecepatan, Kelelahan. Abstract The current problems of keyboard on eye-based Human Computer Interaction (HCI) are accuracy, typing speed, fatigue, and the use of combination keys. We propose a new keyboard consist of two parts: the moveable layout and the navigator keys (fixed and transparent). The user appearance detection method is used for reducing the fatigue effect. The adding shortcut keys to the main layout allowing user executes a special functions through combination keys. The new keyboard has advantages on high accuracy, fast, allowing combination keys, and could minimize fatigue effect. The experiment results show that the new keyboard could achieve better accuracy (92.26%) compared to the fixed keyboard (78.57%). Also, the new keyboard improved accuracy 134.69% than the fixed keyboard(210.28%) when used for typing fourteen character over eye-based HCI. Moreover, we measured the fatigue effect by using Electro Encephalo Graph (EEG) over both methods and the result shows that the new keyboard could minimize fatigue better than the fixed keyboard. By implementing the new keyboard on real eye-based HCI, user could type characters easily, fastly, and no burdened with fatigue effect. Keywords: Keyboard, Eye-based HCI, Accuracy, Typing Speed, Fatigue.
SPECTRAL DENSITY BASED ON PHASE SHIFTING FOR MUSIC NOTATION Suprapto, Yoyon K
Kursor Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/kursor.v6i3.1059

Abstract

SPECTRAL DENSITY BASED ON PHASE SHIFTING FOR MUSIC NOTATIONYoyon K. SupraptoElectrical Engineering Dept., Faculty of Industrial TechnologySepuluh Nopember Institute of Technology, Surabaya 60111E-Mail: yoyonsuprapto@ee.its.ac.idAbstrakExplorasi jenis musik tradisional diperlukan untuk mengetahui karakter musictersebut. Sementara perkembangan musik barat sudah sangat maju, musik timur,gamelan pada khususnya, masih mendapatkan stigma sebagai seni musik klasik danterjebak dalam hal pelestarian seni tradisional, yang menghambat kreativitas untukmengembangkan musik timur. Pengembangan mendalam musik timur diperlukanuntuk membawa kembali kebesaran musik ini seperti yang ada di jamannya. Kamimenerapkan pembuatan notasi musik guna memperluas pembelajaran bermain musikgamelan. Kami menggunakan Adaptive Cross Correlation (ACC). Percobaanmenunjukkan metode yang diusulkan diberikan 2 - 7% untuk peningkatan kinerjagamelan nyata dibandingkan dengan metode konvensional. Dengan dimulainya risetdibidang musik gamelan, diharapkan pengembangan jenis musik ini dapat dilanjutkanseperti hubungan musik gamelan dengan musik barat, pembuatan musik gamelanelektronik, sehingga musik ini dapat mudah dibawa kemana saja sehinggamenudahkan generasi muda untuk mempelajarinya.Kata kunci: Ekstraksi peralatan musik, model suara Saron, pergeseran frekuensidasar, Cross Correlation.AbstractExploration traditional music is necessary to know the characters of this music. Whilethe development of western music is very fast, eastern music, such as gamelan, inparticular, still have the stigma as the art of classical music and get caught up interms of preservation of traditional arts, which inhibit creativity to develop the easternmusic. Therefore, the development of in-depth research of eastern music is needed tobring back the greatness of this music like the one in its era.We apply the AdaptiveCross Correlation (ACC) method. Experiments show that the proposed method isgiven 2-7% for a real gamelan performance improvement compared to conventionalmethods. With the beginning of research in the field of gamelan music, thedevelopment is expected to continue this kind of music like gamelan music ties withwestern music, the manufacture of electronic gamelan, which can be easily taken andmaking it easier for young people to learn it.Key words: Extraction of Musical Instrument, Saron Spectral Density Model, ThePitch Shifting, Cross Correlation

Page 1 of 2 | Total Record : 16