cover
Contact Name
Dessy Wardiah
Contact Email
jurnalwahanadidaktika@gmail.com
Phone
+6285380755167
Journal Mail Official
wahanadidaktika@univpgri-palembang.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend. A. Yani Lr. Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang Telp. (0711) 510043 Faks (0711) 514782
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Wahana Didaktika
ISSN : 18295614     EISSN : 26214075     DOI : http://dx.doi.org/10.31851/wahanadidaktika
Core Subject : Education,
Jurnal wahana didaktika terbit setiap Januari, mei dan september Artikel-artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Wahana didaktika termasuk hasil dari bidang penelitian kualitatif; konseptual; dan tinjauan literatur. Serangkaian penelitian yang meliputi Ilmu Pendidikan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 3 (2013): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan" : 10 Documents clear
PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK MELALUI KEGIATAN BERMAIN PERAN Andriani, Dessi
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 11, No 3 (2013): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v11i3.140

Abstract

Abstrak Faktor genetic (nature) dan faktor lingkungan (murture) mempunyai pengaruh cukup besar terhadap pembentukkan dan kemampuan otak. Stimulasi lingkungan dengan menyediakan lingkungan yang sehat dan sesuai dengan tahap perkembangan anak pada awal-awal masa pertumbuhan anak sangat berpengaruh terhadap perkembangan selanjutnya. Hal ini memberikan alasan kuat, yaitu berdasarkan hasil penelitian bahwa 50 % pengembangan kecerdasan anak terjadi pada usia 0-4 tahun atau disebut Masa emas (golden age) untuk perkembangan kecerdasan anak, 30 % perkembangan selanjutnya terjadi pada anak usia 4-8 tahun. Perkembangan anak harus mendapat stimulasi agar dapat berkembang optimal. PAUD yang efektif sangat bermanfaat untuk membangun struktur perkembangan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Pendidikan Anak Usia Dini dengan perkembangan social emosional anak usia prasekolah di Kelurahan Kenten Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin. Metode Penelitian ini adalah observasi bermain peran.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Pendidikan anak Usia Dini (PAUD) dengan perkembangan social emosional anak usia prasekolah. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menentukan perkembangan social emosional anak usia prasekolah. Penting bagi orang tua mengetahui pentingnya peranan PAUD bagi perkembangan anak.Kata kunci: Faktor genetik, faktor lingkungan, stimulasi
PEMBELAJARAN MENULIS DRAMA MENGGUNAKAN MEDIA BERITA SOSIAL DALAM SURAT KABAR Murniviyanti, Liza
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 11, No 3 (2013): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v11i3.135

Abstract

AbstrakPembelajaran menulis drama merupakan salah satu materi yang perlu dipelajari oleh siswa. Karena dengan menulis drama, siswa akan mendapatkan pengalaman langsung terlibat dalam suatu karya sastra. Pembelajaran menulis drama di sekolah/ kampus saat ini cenderung monoton. Siswa tidak dilibatkan secara langsung dan hanya diberi teori-teori tanpa praktik. Pemilihan model pembelajaran yang tepat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Media pembelajaran yang dapat dijadikan salah satu alternatif solusi dalam pembelajaran menulis drama adalah  pemanfaatan media berita dalam surat kabar. Kata kunci: pembelajaran menulis drama, media berita social, surat kabar, berita terbaru
PERKEMBANGAN MUSIK DOL DI KOTA BENGKULU Haque, Zely Marissa
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 11, No 3 (2013): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v11i3.139

Abstract

Abstrak            Kota Bengkulu merupakan salah satu kota di Pulau Sumatera berpenduduk terdiri atas berbagai latar belakang budaya. Salah satu diantaranya adalah penduduk berlatar belakang budaya Melayu Bengkulu. Masyarakat Bengkulu yang berlatar belakang budaya Melayu tersebut saling berinteraksi menurut adat-istiadat yang telah disepakati oleh kesatuan masyarakat Bengkulu. Bahkan, interaksi adat-istiadat mereka itu senantiasa dipelihara sebagaimana kesetian mereka antara lain memelihara tradisi upacara tabot. Adapun aspek-aspek pendukung dalam upacara tabot adalah ensambel dol. Maka muncul permasalahan yang menarik untuk diteliti, yakni apa fungsi dan bentuk penyajian musik dol dalam upacara tabot serta bagaimana perkembangan musik dol di kota Bengkulu. Maka dapat diketahui bahwa perkembangan yang terjadi pada dol yang sebelumnya sebagai media pendukung dalam suatu upacara, beralih fungsi menjadi sebuah pertunjukan komposisi musik yang disajikan untuk mengisi acara-acara umum di kota Bengkulu. Adapun bentuknya penyajian musiknya dapat dillihat sebagai instrumen pelengkap dalam komposisi garapan baru. Selain itu, juga dijadikan sebagai bahan ajar di Sekolah dan Sanggar, hal ini berfungsi sebagai upaya pewarisan terhadap generasi baru dan juga merupakan upaya mendapatkan identitas kesenian tradisi kota Bengkulu serta menjadi aset bagi pariwisata kota Bengkulu.Kata Kunci  :Tabot, Dol, Perkembangan di Kota Bengkulu.
UPAYA PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MENULIS BERBASIS INTERNET MELALUI MEDIA BLOG Wardiah, Dessy
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 11, No 3 (2013): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v11i3.134

Abstract

Abstrak  Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat memungkinkan terjadinya pergeseran orientasi belajar dari outside-guided menjadi selfguided dan dari knowledge-as-possesion menjadi knowledge-as-construction. Lebih  dari itu, teknologi ini ternyata turut juga memainkan peran penting dalam memperbaharui konsepsi pembelajaran. Yang semula fokus pada pembelajaran semata-mata sebagai suatu penyajian berbagai pengetahuan, kemudian menjadi pembelajaran sebagai suatu bimbingan  agar siswa mampu melakukan eksplorasi sosial budaya yang kaya akan pengetahuan. Sehubungan dengan peningkatan kemampuan menulis, pemanfaatan media blog sangatlah sesuai dengan karakteristik pembelajaran menulis. Dengan blog, siswa bisa menulis apapun pada bagian blog yang telah ada, termasuk memberi tambahan penekanan atau informasi dengan media lain yang juga telah tersedia, seperti audio, video, atau link ke alamat laman (situs) relevan lainnya. Kata kunci : pembelajaran menulis, internet, blog.
PERAN ORANG TUA DAN GURU DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Wahidy, Achmad
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 11, No 3 (2013): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v11i3.138

Abstract

AbstrakBerbicara mengenai problematika pendidikan khususnya di Indonesia tentu tidak dapat dilepaskan dari berbagai persoalan yang rumit. Kerumitan ini tidak saja menyangkut persoalan konsep, berbagai peraturan, anggaran, tetapi juga persoalan pelaksanaan dari berbagai sistem dan aturan yang menyangkut dengan dunia pendidikan itu sendiri. Hal inilah yang membuat keprihatinan bagi sebagian kalangan yang sempat mencurahkan perhatiannya dalam dunia pendidikan, mereka melihat bahwa telah ada yang salah dalam pendidikan di Indonesia.Perbaikan secara menyeluruh terhadap masalah pendidikan adalah sangat penting. Dari sekian banyak persoalan pendidikan tersebut, salah satunya adalah peran orang tua dan guru dalam menumbuhan motivasi belajar siswa. Keberadaan orang tua yang sepenuhnya menyerahkan proses pendidikan kepada lembaga formal seperti sekolah-sekolah dan guru menjadikan proses pendidikan seperti jalan ditempat. Disisi lain peranan guru yang menjadi tokoh sentral dalam dunia pendidikan terkadang tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Disinilah pentingnya letak pengawasan orang tua dan guru dalam dunia pendidikan. Konsep dasar ini terkadang tidak diperdulikan oleh orang tua dan guru dalam menjalankan proses pendidikan, sehingga tujuan pendidikan yang akan bermuara pada peningkatan mutu dan hasil pendidikan tidak dapat terwujud. Kata kunci: Peran orang tua dan guru
MENGINTEGRASIKAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KURIKULUM Asmara, Yeni
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 11, No 3 (2013): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v11i3.133

Abstract

AbstrakHal esesnsial dalam pendidikan karakter adalah bagaimana menanamkan dan mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam kurikulum di sekolah. Diantara nilai-nilai karakter yang dapat diintegrasikan dalam kurikulum sekolah seperti; (1) Nilai-nilai spiritual yaitu nilai keberagamaan yang berorientasi kepada etika dan akhlak serta penyeimbang antara ke saleha individu dan sosial seperti taat beragama, maju berbudaya, (2) Nilai-nilai solidaritas kebangsaan yang harmonis dan dinamis yang perlu ditanamkan seperti kebiasaan hidup berdampingan secara damai, saling memahami, menghormati, tolong menolong untuk kemajuan bangsa dan negara; (3) Nilai-nilai kedisiplinan yaitu membiasakan agar selalu tepat pada waktu, dan menyadari norma-norma hukum yang berlaku; (4) Nilai-nilai kemandirian, seperti melatih untuk melakukan sesuatu dengan usaha sendiri tidak selalu bergantung kepada orang lain dan  (5) Nilai-nilai kemajuan dan keunggulan. Integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum sekolah dapat dilaksanakan melalui kurikulum di setiap mata pelajaran yang bersifat holistik berlandaskan pada pendekatan inquiry yaitu anak dilibatkan dalam merencanakan, bereksplorasi, dan berbagi gagasan. Kata Kunci : Integrasi, Pendidikan Karakter, Kurikulum
PEMBINAAN PRESTASI OLAHRAGA SUMATERA SELATAN SEJAK DINI (STUDI PERSPEKTIF TERHADAP EKSISTENSI PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN PELAJAR/PPLP SUMATERA SELATAN) Jakfar, Jakfar
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 11, No 3 (2013): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v11i3.137

Abstract

AbstrakPembinaan dan pengembangan olahraga merupakan bagian upaya peningkatan kualitas manusia Indonesia.Maka orientasi pembangunandi bidang olahraga harus ditujukan kepada peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Jika ingin mencapai prestasi tinggi, maka perlu diterapkan konsep pembinaan olahraga sedini mungkin. Mengingat proses pembinaan atlet untuk mencapai prestasi puncak membutuhkan waktu kurang lebih 8 – 10 tahun. Maka orientasi pembinaan olahraga harus dimulai pada anak-anak yang berusia sekitar 4 – 14 tahun. Implementasi Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) merupakan pengembangan dari program nasional dalam bingkai pembinaan prestasi usia dini.  Kajian yang dilakukan melalui pendekatan perspektif melalui analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (K2PA) atau yang lebih dikenal dengan SWOT ANALYSIS. Terapan ini mengkaji lebih dalam terkait variabel utama yakni mutu dan orientasi PPLP, kualitas sumber daya manusianya serta mekanisme perekrutan atlet pelatih PPLP Sumatera Selatan. Melalui pendekatan depth perspective untuk menjangkau komponen terkait, diperoleh pembobotan melalui analisa K2PA yakni PPLP Sumatera Selatan memiliki 6 kekuatan, 2 kelemahan, 3 peluang dan 3 ancaman. Membangun, menginventarisir, memanfaatkan dan meningkatkan infrastruktur sesuai cabang olahraga adalah langkah strategis bagi PPLP Sumatera Selatan untuk mencapai hasil optimal. Berikutnya adalah mengadakan PPLM sebagai media pembinaan lanjutan dari PPLP itu sendiri. Dengan demikian, harapan bahwa PPLP Sumatera Selatan sebagai pemasok atlet berprestasi tingkat daerah, nasional bahkan internasional dapat terwujud. Kata kunci: Usia dini, PPLP, program usia pembinaan prestasi, pembibitan, atlet   Karatkeristik, atet dan pelatih.
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PERMASALAHANNYA Vinta, Vinta
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 11, No 3 (2013): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v11i3.132

Abstract

AbstrakPeran orang tua dituntut untuk bisa mendidik dan mengoptimalkan kecerdasan anak baik secara intelektual, emosional dan spiritual. Usia tersebut merupakan waktu yang ideal bagi anak untuk mempelajari berbagai macam keterampilan, membentuk kebiasaan-kebiasaan yang akan berpengaruh pada masa-masa kehidupan selanjutnya, dan memperoleh konsep-konsep dasar untuk memahami diri dan lingkungan sekitar. Agar masa keemasan ini termanfaatkan secara optimal, maka orang tua diharapkan dapat melakukan proses pengasuhan dan pendidikan dengan cara yang optimal pula. Salah satu satu wujud pendidikan yang dapat diberikan kepada anak-anak usia dini ialah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). PAUD dapat diberikan kepada anak-anak sebelum mereka terjun ke jenjang pendidikan dasar. PAUD turut membantu dalam merangsang pertumbuhan jasmani maupun rohani si anak, sehingga pribadi anak menjadi lebih siap untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.Kata kunci: Usia dini, intelektual, masa emas
PENGARUH LATIHAN FARTLEK TERHADAP KEMAMPUAN LARI 60 METER PADA SISWA SMP OLAHRAGA NEGERI SRIWIJAYA SUMATERA SELATAN TAHUN AJARAN 2011-2012 Metra, Yogi
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 11, No 3 (2013): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v11i3.136

Abstract

AbstrakOlahraga merupakan bagian proses pendidikan yang dapat memberikan sumbangan berharga bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.  Salah satu materi yang ada dalam mata pelajaran pendidikan jasmani adalah cabang olahraga atletik, lari jarak pendek. Rumusan masalah dalam penelitian ini adakah Pengaruh Latihan Fartlek Terhadap Kemampuan Lari 60 Meter Siswa SMP Olahraga Negeri Sriwijaya Sumatera Selatan?.  Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VII SMP Olahraga Negeri Sriwijaya Sumatera Selatan tahun 2011-2012 untuk nomor lari 60 meter dengan jumlah populasi 20 orang dan sampel penelitian yaitu total dari populasi yang berjumlah 20 orang. Sampel yang diperoleh selanjutnya dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 10 orang sebagai kelompok Eksperimen yang diberi perlakuan latihan fartlek dan 10 orang sebagai kelas kontrol yang tidak di beri perlakuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan tes. Setelah diberi latihan fartlek yang bervariatif selama 4 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu. Berdasarkan hasil analisis data mengunakanuji hipotesis diperoleh t hitung sebesar 2,43 sedangkan t tabel pada tabel distribusi t dengan dk = 18 dan taraf kepercayaan 95 % ( x = 0.05 ) yaitu sebesar 1,73, sehingga t hitung = 2,43 > t tabel  = 1.67 dengan demikian terdapat pengaruh Latihan Fartlek Terhadap Kemampuan Lari 60 Meter Pada Siswa SMP Olahraga Negeri Sriwijaya Sumatera Selatan Tahun Ajaran 2011-2012. Memperjelas bahwa Ha diterima dan Ho ditolak secara signifikan.Kata kunci : Latihan fartlek, pendidikan jasmani.
MENINGKATKAN POSISI INDONESIA PADA AJANG “PISA” (Programme For International Student Assessment) REPRESENTASI MUTU DAN KUALITAS PENDIDIKAN INDONESIA Riyono, Ahdi
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 11, No 3 (2013): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v11i3.131

Abstract

AbstrakSecara umum kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah sehingga patut memperoleh perhatian serius dari berbagai kalangan: pemerintah, praktisi pendidikan, dan masyarakat. Mutu sumber daya manusia Indonesia tidak jauh berbeda dengan kualitas pendidikan di negeri ini. Karena, kualitas pendidikan terkait erat dengan kualitas sumber daya manusia. Jika proses pendidikan ditata kelola secara professional maka akan melahirkan manusia yang bermutu, Hal tersebut mengisyaratkan adanya paradoks antara pentingnya Sumber Daya Manusia Handal (Human Capital) untuk kemajuan suatu Negara di satu sisi dengan kondisi riil kualitas hasil  pendidikan di Indonesia baik pada jenjang Sekolah Menengah maupun Pendidikan Tinggi di sisi lain. Oleh karena itu perlu mencari solusi agar bangsa yang potensial ini bisa sejajar dengan bangsa lain pada era globalisasi secara umum, dan dapat meningkatkan prestasi pada survey assesmen internasional  PISA secara khusus.Kata kunci: kualitas pendidikan, mutu sumber daya manusia handal, kapital

Page 1 of 1 | Total Record : 10