cover
Contact Name
Dessy Wardiah
Contact Email
jurnalwahanadidaktika@gmail.com
Phone
+6285380755167
Journal Mail Official
wahanadidaktika@univpgri-palembang.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend. A. Yani Lr. Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang Telp. (0711) 510043 Faks (0711) 514782
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Wahana Didaktika
ISSN : 18295614     EISSN : 26214075     DOI : http://dx.doi.org/10.31851/wahanadidaktika
Core Subject : Education,
Jurnal wahana didaktika terbit setiap Januari, mei dan september Artikel-artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Wahana didaktika termasuk hasil dari bidang penelitian kualitatif; konseptual; dan tinjauan literatur. Serangkaian penelitian yang meliputi Ilmu Pendidikan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2017): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan" : 12 Documents clear
MOTIVASI DAN SIKAP SISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENJASORKES DI SMP NEGERI 16 PALEMBANG Handayani, Widya
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 15, No 2 (2017): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v15i2.1242

Abstract

AbstrakMasalah dalam penelitian ini adalah motivasi dan sikap siswa dalam mengikuti pembelajaran Penjasorkes di SMP Negeri 16 Palembang Tahun 2017. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui motivasi dan sikap siswa dalam mengikuti pembelajaran Penjasorkes di SMP Negeri 16 Palembang Tahun 2017. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa motivasi dan sikap siswa dalam mengikuti pembelajaran Penjasorkes termasuk dalam kategori yang cukup tinggi, hal ini ditunjukkan dari persentase ketiga sub variabel di atas yang semuanya termasuk dalam kategori yang cukup tinggi dilihat dari hasil motivasi intrinsik dan sikap pada siswa dengan persentase mencapai 34%, motivasi ekstrinsik dan sikap pada siswa dengan persentase mencapai 42%, sedangkan hasil pembelajaran penjasorkes/sarana dan prasarana serta sikap dengan persentase mencapai 38%.  AbstractThe problem in this research is the motivation and attitude of the students in following the learning of Penjasorkes at SMP Negeri 16 Palembang Year 2017. The purpose of this research is to know the motivation and attitude of the students in following the learning of Penjasorkes at SMP Negeri 16 Palembang Year 2017. The research method in this research using quantitative descriptive. The results of this study can be concluded that the motivation and attitude of students in following the learning of Penjasorkes included in the category high enough, this is indicated from the percentage of the three sub-variables above which all included in the category high enough seen from the results of intrinsic motivation and attitudes in students with percentage reach 34%, extrinsic motivation and attitudes on students with percentage reach 42%, while learning result penjasorkes / facilities and infrastructure and attitude with percentage reach 38%.
PERAN STORYTELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS, MINAT MEMBACA DAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA Wardiah, Dessy
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 15, No 2 (2017): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v15i2.1236

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan sebagai survey awal untuk melihat seberapa berperannya storytelling dalam meningkatkan kemampuan menulis, minat membaca dan kecerdasan emosional siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes menulis, kuisioner, observasi dan wawancara.Teknik analisis data berpedoman pada teknik analisis data kualitatif Miles dan Hubermen yang terdiri dari tiga alur  yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data/ kesimpulan. Hasil yang diperoleh  dalam penelitian ini adalah bahwa storytelling sangat berperan  dalam meningkatkan kemampuan menulis, minat membaca dan kecerdasan emosional siswa.  AbstractThis research was conducted as a preliminary survey to see how the role of storytelling in improving writing ability, reading interest and emotional intelligence of students. The method used in this research is qualitative descriptive method with data collection technique using writing test technique, questionnaire, observation and interview. Data analysis technique is based on qualitative data analysis technique of Miles and Hubermen consisting of three paths namely data reduction, data presentation and verification data / conclusions. The results obtained in this study is that storytelling is instrumental in improving the ability to write, interest in reading and emotional intelligence of students.
HUBUNGAN KECEPATAN DAN KELINCAHAN TERHADAP KEMAMPUAN DRIBBLING PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLABASKET DI SMP KARTIKA 1-7 PADANG Rizhardi, Rury
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 15, No 2 (2017): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v15i2.1241

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kecepatan dan kelincahan terhadap kemampuan dribbling pada peserta ekstrakurikuler Bolabasket di SMP Kartika 1-7 Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis korelasional. Sampel penelitian ini berjumlah 25 orang yang terdiri dari 16 orang laki-laki dan 9 orang perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa besar koefisien korelasi kecepatan terhadap kemampuan dribbling adalah sebesar 0,751 dengan nilai thitung = 5,454 > ttabel = 2,069. Koefisien korelasi kelincahan terhadap kemampuan dribbling adalah sebesar 0,739 dengan nilai thitung = 5,286 > ttabel = 2,069. Sedangkan besar koefisien korelasi  kecepatan dan kelincahan terhadap kemampuan dribbling adalah sebesar 0,786 dengan nilai fhitung = 18,17 ≥ ftabel = 3,44. Berdasarkan perhitungan tersebut maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima maka terdapat hubungan kecepatan dan kelincahan terhadap kemampuan dribbling pada peserta ekstrakurikuler Bolabasket di SMP Kartika 1-7 Padang. AbstractThe purpose of this study to determine whether there is a relationship of speed and agility of dribbling ability in participants extracurricular Bolabasket in Junior Kartika 1-7 Padang. The method used in this research is descriptive quantitative research method by using correlational analysis technique. The sample of this study amounted to 25 people consisting of 16 men and 9 women. The results of this study indicate that the coefficient of velocity correlation to dribbling ability is 0.751 with tcount = 5.454  ttable = 2.069. Correlation coefficient of agility to dribbling ability is equal to 0,739 with tcount = 5,286  ttabel = 2,069. While the coefficient of correlation speed and agility of dribbling ability is equal to 0.786 with the value fhitung = 18.17 ≥ ftabel = 3.44. Based on these calculations then it can be concluded Ho rejected and Ha accepted then there is a relation of speed and agility to the ability of dribbling in extracurricular participants Bolabasket in SMP Kartika 1-7 Padang
PENGARUH LATIHAN MENTAL IMAGERY TERHADAP KEMAMPUAN POOMSAE PADA ATLET POOMSAE CABANG OLAHRAGA BELADIRI TAEKWONDO Periyadi, Al
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 15, No 2 (2017): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v15i2.1235

Abstract

Abstrak          Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan atlet beladiri taekwondo memalui metode latihan mental imagery. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan, dengan intensitas pertemuan tiga kali dalam seminggu. Total ada 24 kali pertemuan. Pada bulan Oktober – November 2016. Data dikumpulkan melalui pretest dan postest. Data dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode mental imagery sangat cocok diterapkan pada atlet poomsae cabang olahraga beladiri taekwondo karena dengan metode latihan mental imagery kemampuan atlet cabang olahraga beladiri taekwondo dapat meningkat. Karena dengan program latihan mental imagery atlet dapat mengeluarkan kemampuan terbaik. Karena atlet merasa tidak terbeban, dapat bermain lepas dan yang seperti diintruksikan oleh pelatih. Kesimpulan bahwa metode latihan mental imagery dapat meningkatkan mental atlet  sehinggah atlet dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Pada metode Latihan mental imagery terbukti dapat mengalahkan rasa takut, gugup,  sehingga dapat meningkatkan performance atlet. AbstractThis study aims to improve the ability of taekwondo martial athletes through mental imagery training methods. This research is an experimental research conducted for approximately two months, with the intensity of meeting three times a week. In total there are 24 meetings. In October - November 2016. Data is collected through pretest and postest. Data were analyzed using SPSS. The results showed that the mental imagery method is very suitable to be applied to athletes poomsae martial arts taekwondo because with the mental exercise method of imagery the ability of sports athletes taekwondo martial arts can increase. Because with mental exercise program athlete imagery can issue the best ability. Because athletes feel unencumbered, can play freelance and that as instructed by the coach. The conclusion that the mental imagery method of training can improve the athlete's mentality so that the athlete can excel at his or her best. In the mental imagery Exercise method proved able to beat the fear, nervous, so as to improve the performance of athletes
EFEKTIVITAS LAYANAN INFORMASI DALAM MENINGKATKAN ASPIRASI KARIER SISWA Ramadhani, Erfan
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 15, No 2 (2017): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v15i2.1289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan informasi dalammeningkatkan aspirasi karier siswa. Penelitian ini menggunakan metodekuantitatif. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan rancangan NonRandomized Pretest-Posttest One Group Design. Subjek penelitian ini adalahsiswa siswa SMA Negeri 7 Padang. Instrumen penelitian yang digunakan adalahmodel Skala Likert, selanjutnya dianalisis menggunakan uji Wilcoxon SignedRanks Test dengan bantuan SPSS versi 17.00. Temuan penelitian ini secara umummenunjukkan bahwa layanan informasi efektif dalam meningkatkan aspirasikarier siswa. Selanjutnya, temuan penelitian secara khusus yaitu: 1) Tingkataspirasi karier siswa sebelum diberikan perlakuan layanan informasi beradapada kategori sedang dan 2) Terdapat perbedaan aspirasi karier siswa sebelumdan setelah mengikuti layanan informasi, hal ini terlihat dari peningkatan skorserta analisis statistik dengan peningkatan yang singnifikan. Berdasarkan hasilpenelitian menunjukkan bahwa layanan informasi dapat meningkatkan skoraspirasi karier siswa. Selanjutnya, berdasarkan hasil penelitian ini dapatdisarankan kepada pihak terkait agar dapat menjalin kerja sama dalammembantu siswa meningkatkan aspirasi karier.This study aims to test the effectiveness of information services in improving student career aspirations. This research uses quantitative method. This research type is Quasi Experiment with Non Randomized Pretest-Posttest One Group Design. The subject of this research is students of SMA Negeri 7 Padang. The research instrument used is Likert Scale model, then analyzed using Wilcoxon Signed Ranks Test with SPSS version 17.00. The findings of this study generally show that information services are effective in improving student career aspirations. Furthermore, the research findings are specifically: 1) The level of career aspiration of students before being given information service treatment is in the medium category and 2) There are differences in career aspirations of students before and after following information services, this is evident from the increase in score as well as statistical analysis with the improvement Significant. Based on the results of research indicate that information service can improve student career aspiration score. Furthermore, based on the results of this study can be suggested to the relevant parties in order to establish cooperation in helping students improve career aspirations
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN SIKAP MATEMATIS MENGGUNAKAN MODEL SCIENTIFIC DALAM PENDEKATAN TEMATIK INTEGRATIF DI KELAS IV SD (Studi Kuasi Eksperimen pada Siswa kelas IV di SD Labschool UPI Bandung) Yuliana, Pranita
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 15, No 2 (2017): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v15i2.1240

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi karena kurang maksimalnya kemampuan pemahaman konsep dan sikap matematis siswa terhadap pelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman konsep dan sikap matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran scientific dalam pendekatan tematik integratif dan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional serta mendeskripsikan apakah terdapat korelasi antara kemampuan pemahaman konsep dengan peningkatan sikap matematis siswa. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas IV SD Labschool UPI, sekaligus sebagai sampel dalam penelitian. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemahaman konsep dan skala sikap matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan siswa yang mendapatkan model pembelajaran scientific dalam pembelajaran tematik integratif mengalami peningkatan yang lebih baik pada kemampuan pemahaman konsep dan sikap matematis dibanding siswa yang mendapat pembelajaran konvensional, serta terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep dengan sikap matematis siswa.                AbstractThis research is motivated by less than the maximum of conceptual understanding ability and mathematical attitudes of student toward of math. The aims of this research is to identify and describe the average difference of increase in the conceptual understanding ability and mathematical attitude that students had been touch under scientific model in integrated thematic approach and  the conceptual understanding mathematics ability of students who had been touch under conventional approach and describe correlation between  conceptual understanding mathematics ability and mathematical attitude of student had been touch scientific aproach in integrated thematic learning. The method of the research was using quasi ekperiment design. The population was all of in foxrth grade students in Elementary  School at Labschool UPI Bandung, and the sample is two group student learning in fourth grade. The instrument used by the  test of the conceptual understanding mathematics ability and mathematical attitude scale. Based on the analysis of data obtained it can be concluded that, The conceptual understanding ability and mathematical attitude of students who had been touch using scientific aproach in thematic integrative learning  higher than those of student and There was relationship between the anhaunsment of conceptual understanding and mathematical attitude.
PENGARUH LATIHAN BARRIER HOP TERHADAP HASIL SMASH PADA PERMAINAN BOLA VOLI EKSTRAKULIKULER DI SMA NEGERI 11 PALEMBANG TAHUN 2015 Mahendra, Agung
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 15, No 2 (2017): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v15i2.1234

Abstract

Abstrak          Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan barrier hop terhadap hasil Smash permainan bola voli pada siswa ekstrakurikuler SMA Negeri 11 Palembang tahun 2015. Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu. Sampel penelitian ini adalah siswa putra SMA Negeri 11 Palembang yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler berjumlah 20 siswa, sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan statistik uji-t. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa rata-rata tes awal Smash sebelum diberikan latihan barrier hop sebesar 8,79, sedangkan rata-rata tes akhir Smash setelah diberikan latihan barrier hop sebesar 12,75. Diperoleh hasil perhitungan uji normalitas data yaitu pre-test dengan nilai km=0,091 dan post-test dengan nilai km=0,069 kedua harga tersebut berdistribusi normal. Kemudian dari perhitungan analisis data, diperoleh harga thitung sebesar 8,72 dan ttabel sebesar 2,09. Berdasarkan hasil penelitian, berarti harga thitung > ttabel yang artinya terdapat pengaruh yang siqnifikan antara latihan barrier hop terhadap hasil Smash permainan bola voli pada siswa ekstrakurikuler di SMA Negeri 11 Palembang. AbstractThe purpose of this study to find out how much the influence of training barrier hop on the results of Smash volleyball game on students extracurricular SMA Negeri 11 Palembang in 2015. The method in this study is a quasi-experimental method. The sample of this research is students of SMA Negeri 11 Palembang who follow extracurricular activity amounted to 20 students, while data analysis technique using t-test statistic. Based on the result of data analysis, it is found that the average of the initial Smash test before the barrier hop exercise is 8.79, while the average of Smash final test after barrier hop exercise is 12,75. Obtained results of calculation test data normality that is pre-test with value of km = 0,091 and post-test with value km = 0,069 both price is normal distribution. Then from the calculation of data analysis, obtained tcount of 8.72 and ttable of 2.09. Based on the results of research, means price tcount > ttable which means there is a significant influence between training barrier hop on the results of Smash volleyball game on extracurricular students in SMA Negeri 11 Palembang.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERAMPILAN MENYIMAK BAHASA JEPANG DAN PENGAJARANNYA Juangsih, Juju
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 15, No 2 (2017): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v15i2.1244

Abstract

Abstrak                  Menyimak sebagai faktor reseptif memiliki peran penting dalam membangun kemampuan berbicara dan menulis. Pemahaman yang didengar dalam bahasa Jepang selalu dituduh sebagai keterampilan bahasa yang paling sulit dilakukan oleh siswa, terutama saat mereka akan mengikuti Japanese Proficiency Test (JPLT). Sehingga guru harus menemukan cara yang efektif dalam mengajarkan pemahaman mendengar agar bisa mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi proses pendengaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses mendengarkan yang harus diperhatikan oleh guru adalah sebagai berikut: (1) faktor fisik, (2) faktor psikologis, (3) faktor pengalaman, (4) faktor sikap, (5) faktor motivasi, dan (6) lingkungan faktor. Selanjutnya, juga perlu bagi para guru untuk memperhatikan fase-fase yang harus dilakukan dalam proses mendengarkan pembelajaran, seperti fase pra-activity, fase aktivitas utama, dan fase pasca-aktivitas. Ada beberapa masalah dalam mendengarkan, sebagai berikut: (1) pembicara yang salah bicara, (2) Berpura-pura tertarik, (3) bingung, (4) keputusan dini, (5) menulis catatan dengan salah, (6) hanya mendengarkan (7) Musing, dan (8) Bereaksi secara emosional.  AbstractListening as a receptive factor has a significant role in establishing speaking and writing abilities. Listening comprehension in Japanese is always accused as the most difficult language skill by students, especially when they are going to take Japanese Language Proficiency Test (JPLT). So that teachers must find an effective way in teaching listening comprehension in order to be able to identify factors which affected process of listening comprehension. Factors which affected listening process that should be noted by teachers are as follows: (1) physical factor, (2) psychological factor, (3) experience factor, (4) attitude factor, (5) motivation factor, and (6) environment factor. Subsequently, it’s also necessary for teachers to pay attention to phases that have to be done in the process of listening learning, as wit: pre-activity phase, main activity phase, and post-activity phase. There are some problems in listening, as follows: (1) Misdoubting speaker, (2) Pretending to take an interest, (3) Flustered, (4) Premature decision, (5) Writing down a note wrongly, (6) Only listen to the fact, (7) Musing, and (8) React emotionally
DIGITALISASI PEMBELAJARAN DAN PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA BERBASIS KEARIFAN LOKAL Houtman, Houtman
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 15, No 2 (2017): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v15i2.1239

Abstract

AbstrakDi era web 2.0 saat ini, teknologi digital sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian masyarakat kita, khususnya di bidang pendidikan. Secara umum keberadaan seperti tablet, smartphone, netbook, apalagi PC bukanlah hal baru lagi bagi siswa kita yang masih duduk di bangku sekolah. Tidak hanya untuk berkomunikasi dan bermain game, mereka bisa menemukan apa pun dalam gadget cukup dengan sekali sentuh atau klik, termasuk konten-konten yang dilarang di usia mereka. Para siswa ini pun bisa mengekplorasi berbagai pengetahuan di luar yang tertera pada buku teks pelajaran. Peran guru bukan lagi sebagai pendikte ilmu pengetahuan. Peran guru lebih kepada fasilitator sekaligus teman tempat murid bertanya dan bercerita. Menghadapi ragam keadaan tersebut, perlu dipersiapkan formula pembelajaran, khususnya Bahasa Indonesia yang mampu mengakomodir laju perkembangan era globalisasi ini dengan memperhatikan muatan kearifan lokal, kecakapan soft skill, dan perkembangan teknologi digital. AbstractIn the current web 2.0 era, digital technology has become a necessity for some of our society, especially in the field of education. In general, the existence of such tablets, smartphones, netbooks, especially PC is not new anymore for our students who are still sitting in school. Not only to communicate and play games, they can find anything in the gadget with just one touch or click, including content that is prohibited in their age. These students can also explore the outside knowledge contained in the text book lessons. The teacher's role is no longer as a science dictator. The role of the teacher is more to the facilitator as well as the friend where the student asks and tells the story. Facing the various circumstances, it is necessary to prepare a formula of learning, especially Indonesian language that is able to accommodate the pace of development of this globalization era by paying attention to the local wisdom, soft skill, and the development of digital technology.
PERAN PENDEKATAN PSIKOLINGUISTIK DALAM MEMBANGUN POLA INTERAKSI PEMBELAJARAN BAHASA DI KELAS Kadir, Herson
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 15, No 2 (2017): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v15i2.1232

Abstract

 AbstrakDalam mengajar, guru harus menghadapi sekelompok siswa dengan karakteristik dan psikologi yang berbeda. Sehingga, guru harus mampu menciptakan interaksi yang efektif di kelas dan menggunakannya dalam proses pengajaran sejak awal hingga akhir proses pembelajaran. Dalam pengajaran bahasa, aspek psikologis adalah hal terpenting yang harus diperhatikan oleh guru. Jadi, psikolinguistik bisa dijadikan pendekatan dalam proses belajar mengajar. Keberhasilan proses belajar mengajar juga ditentukan oleh sistem interaksi di kelas. Sistem yang berpusat pada guru dapat membuat siswa merasa nyaman. Para siswa merasa terkekang, sehingga kesediaan dan motivasi belajar mereka terbatas. Hal ini disebabkan oleh dominasi guru di kelas dan tidak memberi siswa untuk menyampaikan gagasan mereka dan melibatkan siswa untuk mengetahui tujuan pembelajaran. Sehingga, penting untuk menciptakan sistem interaksi yang efektif yaitu sama, terbuka dan tidak mengekang para siswa. Penting untuk meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam belajar, dan juga siswa dapat mengurangi kecemasan siswa dalam belajar bahasa.AbstractIn teaching, the teacher has to face a group of students with their different characteristics and psyhology. So that, the teacher has to be able to create an effective interaction system in class and use it in teaching process from the beginning to the end of learning process. In teaching language, psychological aspect is the most important thing that should be considered by the teacher. So, psycholinguistics can be used as an approach in teaching and learning process. The succesful of teaching and learning process is also determined bythe interaction systems in classroom. A teacher-centered system can make the students uncomfortable in leaning. The students feel oppressed, so their willingness and motivation in learning are limited. It is caused by the domination of the teacher in class and do not give opportunities to students to convey their ideas and involve the students to determine the learning goals. So that, it is important to create an effective interaction system which equal, open and do not oppressed the students. It is important to increase the students’ motivation and entusiasm in learning, and also the students it can diminish the students’ anxiety in learning language

Page 1 of 2 | Total Record : 12