cover
Contact Name
subehan khalik
Contact Email
subehan.khalik@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6282293315131
Journal Mail Official
subehan.khalik@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Fakuiltas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Jl. H.M. Yasin Limpo No. 36 Samata Gowa
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum
ISSN : 22528334     EISSN : 25500309     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
The journal Al-Risalah contains works whose material focuses on the results of research and thoughts related to the development of scientific disciplines, both sharia and legal disciplines in general. Also works covering thoughts that integrate religious disciplines (sharia) and legal disciplines in general. The scope of this journal includes: Jurisprudence Ushul al-Fiqh Tafseer and Ulumul Quran Hadith and Ulumul Hadith Islamic Politics and Thought International Relations in Islam Civil law Criminal law International law
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 40 Documents
KONSEP QUNUT DALAM AL-QURAN DAN RELASINYA DENGAN DOA QUNUT DALAM SHALAT (SUATU TINJAUAN TAFSIR DAN FIQH) Mujahid, Ahmad; Haeriyyah, Haeriyyah
Al-Risalah Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Al-Risalah Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.312 KB)

Abstract

Salah satu karakter kepribadian muslim yang paling unggul, mulia dan patut diteladani dan diaktualisasikan dalam kehidupan pribadi muslim adalah kepribadian qunut. Dalam pandangan al-Quran, qunut sebagai kepribadian berkonotasi makna ketaatan, ketundukan dan penghambaan secara total dan holistik kepada Allah, pada saat yang sama, menjauhi segala perbuatan yang menunjukkan pembangkangan dan kedurhakaan kepada Allah. Kerkarakter qunut ini, lahir dari kesadaran penuh akan keagungan dan kebesaran Allah, sebagai Rabb dan Ilahi. Di sisi lain, kesadaran akan kelemahan, kehinaan dan kerendahan dirinya di hadapan Allah. Pembentukan karakter kepribadian qunut bersifat universal dan merupakan suatu keniscayaan dan kemestian bagi setiap individu muslim dalam rangka membentuk sebuah masyarakat muslim. Qunut sebagai karakter kepribadian yang demikian, tergambar dengan jelas dalam doa qunut dalam shalat.
PERILAKU SEKSUAL TRANSGENDER (Studi Komparatif Hak Asasi Manusia Antara Perspektif The Universal Declaration of Human Right dan The Cairo Declaration of Human Right) Mustafa, Adriana
Al-Risalah Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : Al-Risalah Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1724.883 KB)

Abstract

The emergence of the term Transgender in Indonesia first appeared in 1860 and underwent development in the 1990s. In 1986 the term Wadam (Female Adam) emerged, but changed into a transsexual (Male Female). The amendment was based on the objection of several parties because of the use of the name of Adam's Woman. It was considered impolite because the name of the Prophet Adam as.In the Universal Declaration of Human Right, there is indeed no mention of sexual orientation, it must be of the opposite sex, what is concerned about human rights to marry and build families, namely article 16 which is then used as a basis by transgender people to justify deviant sexual behavior they are through same-sex marriage. On the other hand, in the Universal Declaration of Human Right there is also article 18 which guarantees the right of everyone to believe in the teachings of his religion and practice his religious teachings well. While we all know there is no religious teaching in this world that allows sexual behavior to deviate, even the most tolerant religion.
HIKMAT AT-TASYRI DALAM DARURIYYAH AL-HAMZAH Musyahid, Achmad
Al-Risalah Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Al-Risalah Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.02 KB)

Abstract

HIKMAT AT-TASYRI DALAM DARURIYYAH AL-HAMZAH
IMPEACHMENT PERSPEKTIF KETATANEGARAAN INDONESIA DAN KETATANEGARAAN ISLAM A. Zamakhsyari Baharuddin, Abdul Rahman,
Al-Risalah Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Al-Risalah Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.146 KB)

Abstract

Impeachment seringkali diartikan sama dengan pemakzulan, padahal keduanya secara akademik berbeda. Impeachment ialah menuntut pertanggungjawaban presiden/kepala negara dalam rangka pengawasan parlemen kepada presiden apabila presiden melakukan pelanggaran hukum. Sedangkan pemakzulan berarti penggantian kepada negara/pemerintahan dari jabatannya setelah melalui proses impeachment. Terdapat perbedaan dan persamaan antara konsep pemakzulan dalam konstitusi Indonesia dengan konsep ketatanegaraan Islam (fiqih siyasah), hanya saja konsep yang ditawarkan ketatanegaraan Islam lebih bersifat universal. Pemikiran al-Mawardi dapat dijadikan tawaran baru untuk menyempurnakan konsep pemakzulan dalam konstitusi Indonesia, yakni: (1) mengenai alasan dapat diberhentikannya presiden ketika presiden dijadikan sebagai boneka politik oleh keluarga atau orang-orang terdekatnya, dan (2) implementasi atau efektivitas hukum ketika terjadi pemberhentian kepala negara dari kedua konsep tersebut memberikan kestabilan politik yang berbeda. Dari keduanya konsep konstitusi Indonesia memberikan stabilitas politik yang cukup baik dengan adanya pengaturan tempo dalam proses peradilannya.
PARTISIPASI POLITIK DALAM KONSEPSI TEORI PILIHAN RASIONAL JAMES S COLEMAN Sastrawati, Nila
Al-Risalah Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : Al-Risalah Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2400.569 KB)

Abstract

Social action is an important aspect in analyzing behavior, including in analyzing the political participation of individuals and society. Diverse forms of political participation indicate that individuals make choices of political participation based on subjective considerations with reference to costs and rewards. In the conception of Rational Choice Theory from James S. Coleman, there are 2 main essences, namely actors and resources. Actors as actors of participation, have the power to use resources, including external resources or political modalities so that the actors' political objectives are achieved.
IKHTILAF DI KALANGAN ULAMA AL-MUJTAHIDIN Sadat, Anwar
Al-Risalah Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Al-Risalah Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.418 KB)

Abstract

IKHTILAF DI KALANGAN ULAMA AL-MUJTAHIDIN
ANALISIS GENDER TERHADAP HARTA BENDA PERKAWINAN DALAM UUP NOMOR 1 TAHUN 1974 Mustafa, Adriana
Al-Risalah Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Al-Risalah Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.373 KB)

Abstract

Salah satu diskursus penting dalam hukum perkawinan adalah harta benda perkawinan. Hal ini karena dalam hukum perkawinan terdapat beberapa jenis harta benda, juga seringkali terjadi ketidakadilan di dalamnya. Apalagi jika dilihat dari sudut pandang analisis gender, maka persoalan terkait dengan harta benda dalam erkawinan menjadi penting untuk terus dipercakapkan. Dengan keberadaan UUP Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang di antaranya mengatur juga hal ihwal harta benda dalam perkawinan, maka kedudukan harta benda menjadi begitu penting. Dalam analisis gender pola kepemilikan harta benda dalam UUP adalah sesuatu yang sudah sejalan dengan spirit keadilan dan kesetaraan gender.
WAWASAN BARU KRITIK DAN FIGH AL-HADIS MENGENAI KARAKTER PENCIPTAAN PEREMPUAN Puyuh, Darsul S.
Al-Risalah Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Al-Risalah Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.379 KB)

Abstract

WAWASAN BARU KRITIK DAN FIGH AL-HADIS MENGENAI KARAKTER PENCIPTAAN PEREMPUAN
ADAT AMPIKALE: Asuransi Ala Masyarakat Bugis di Kecamatan Pammana Kabupaten Wajo Daeng Mapuna, Hadi
Al-Risalah Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : Al-Risalah Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1550.385 KB)

Abstract

The Ampikale custom is a custom adopted by the Bugis community in Pammana District, Wajo Regency. The custom concept of Ampikale is that a person sets aside part of his inheritance to be used as a preparation for the cost of living in old age, the cost of care in case of illness and services for those caring for him until he dies. The basic concept of Ampikale has some similarities with the basic concept of insurance, which is the purpose, setting aside some of the assets or money and having people who will receive services. Therefore it can be said that the custom of Ampikale is insurance in the style of the Bugis community, Pammana District, Wajo Regency. How is the relationship between the custom concept of Ampikale and the basic concept of insurance, will be discussed in this paper.
KONSEP KETIDAKADILAN GENDER PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Chotban, Sippah; Kasim, Azis
Al-Risalah Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Al-Risalah Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.201 KB)

Abstract

Tujuan kajian penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi konsep ketidakadilan perspektif hukum Islam. Pasalnya, belakangan ini jagat Indonesia secaman menjadi “laboratorium terbuka” bagi gerakan femenis (baik perorangan maupun terstruktur dalam bentuk lembaga yang lebih terorganisir dan masif) untuk melakukan apa yang dinama-istilahkan dengan “pengarusutamaan gender” dalam segenap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, bahkan kehidupan beragama sekalipun. Dalam kaitannya dengan Islam, gender dengan ragam teori dan alirannya secara kritis-dekontruktif mulai menyoroti konstruksi hukum Islam karena “mengandaikan” bahwa konstruksi hukum Islam bias gender, subordinatif dan partiarkis terhadap perempuan. Dengan demikian, kajian penelitian ini merupakan jenis library research (kajian penelitian kepustakaan) dengan menggunakan model analisis datanya bersifat eksploratif filosofis-kritis, yakni sebuah model analisis yang melakukan pembacaan secara mendalam dan kritis terhadap fokus kajian penelitian. 

Page 1 of 4 | Total Record : 40