cover
Contact Name
Riki Effendi
Contact Email
riki.effendi@ftumj.ac.id
Phone
+628126911689
Journal Mail Official
sintek@ftumj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. Cempaka Putih Tengah 27, RT.11/RW.5, Kec. Cempaka. Putih, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10510
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
ISSN : 20889038     EISSN : 25499645     DOI : -
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin is an open access, peer-review journal which publishes original and review articles that advance the understanding of both the fundamentals of engineering science and its application to the solution of challenges and problems in mechanical engineering systems, machines and components. The editorial team aims to publish high quality and highly applied research and innovation that has the potential to be widely disseminated, taking into consideration the potential mechanical engineering that it could generate.
Articles 177 Documents
MODIFIKASI MESIN HONDA JAZZ VTEC GE8 UNTUK KOMPETISI BALAP ONE MAKE RACE (OMR) Hidayat, Gunawan; Winarno, Adi
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2015): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam modifikasi mesin 4 silinder 4 langkah dengan volume total 1947 cc sesuai dengan peraturan balap one make race, perhitungan dan perencanaan dipersiapkan secara tepat untuk meningkatkan daya dan torsi sehingga kendaraan dapat melintasi sirkuit dengan catatan waktu tercepat. Modifikasi meliputi oversize piston dan bore up lubang silinder sesuai standar buku manual 0,25 mm, resurface/pemapasan blok silinder sebesar 0,98 mm, penggantian komponen sistem pembuangan gas sisa dengan diameter lebih besar yaitu 1 7/8 inchi, serta penambahan chip tuning/piggyback sebagai manipulasi kontrol waktu pengapian dan penyemprotan bahan bakar. Pengaturan dan pengetesan kendaraan dilakukan  dengan chassis dynamometer dan diperoleh hasil akhir daya output meningkat menjadi 116,6 HP/6950 rpm dan torsi meningkat menjadi 104,8 FtLb/4950 rpm.
ANALISIS KUAT LENTUR DAN PENGELASAN PADA PEMEGANG KURSI MOBIL Syawaluddin, Syawaluddin; Ardiyansyah, Thifty
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 1, No 2 (2007): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan bahan baja karbon rendah yang mengandung kadar C = 0,25%. Bahan diberi perlakuan kuat lentur tekan dan pengelasan dengan kecepatan las 80 m/s dengan menggunakan las MIG (metal Inert Gas) dan elektroda jenis kawat kontinu MG-51T berdiameter 1,2 mm. Benda uji dilakukan pengujian kekerasan, foto mikro untuk mengetahui kuat lentur dan penetrasi welding. Nilai kuat lentur pada base metal kekuatan lenturnya memiliki nilai 16,66 N/mm sedangkan untuk momen tahan lentur sebesar 27 mm dan pada momen lentur sendiri mempunyai nilai 450 kN/mm2 dapat dilihat bahwa dari ketiga hal tersebut dapat kita mengetahui bahwa kekuatan lentur sebesar 16,66 dan momen lentur 450 kN/mm2 sehingga base metal tersebut tidak terlalu getas sehingga tidak dapat mudah patah dan kecepatan las 80 m/s terhadap benda akan berpengaruh pada daerah base metal 139,9 HV lebih rendah nilainnya dari logam yang sudah ada perlakuan diarea bending sebesar 165,6 HV, sedangkan nilai kekerasan yang didapat dengan kecepatan las 80 m/s pada daerah HAZ area sebesar 251,0 HV lebih rendah dari pada nilai tertinggi yang telah dilakukan kekerasan dengan kecepatan 80 m/s terdapat pada daerah lasan area sebesar 254,8 HV, hal ini terlihat pada struktur mikronya yang banyak terdapat martensit dan bainit yang cendrung keras karena mengandung karbon dan dapat dilihat dari hasil bendingannya yang terdapat perubahan dari base metal tersebut sehingga menjadi nilainya lebih keras tetapi dibandingkan dari daerah lasan nilainya lebih baik didaerah lasan di karenakan dari hasil pemanasan dan nilai carbon yang lebih tinggi didaerah lasan sehingga cendrung lebih keras. penetrasi weldingnnya pada kecepatan las  80 m/s tembusan lasnya dangkal sebesar 0,473 mm, dikarnakan gerakan elektroda terlalu cepat. Seusai hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pengaruh bending, pengelasan maka didaerah HAZ dan lasannya  terdapat suatu perbedaan nilai yang besar pengaruhnya terhadap material tersebut sehingga dari hasil foto struktur mikro tersebut dapat dilihat pengaruh antara base metal yang belum ada perlakuan dengan yang sudah ada perlakuan terhadap base metal tersebut menghasilkan perubahan struktur dari bahan tersebut sehingga berpengaruh terhadap kekuatan bahan tersebut.
PENGARUH TEMPERING PADA BAJA St 37 YANG MENGALAMI KARBURASI DENGAN BAHAN PADAT TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO Kirono, Sasi; Amri, Azhari
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 5, No 1 (2011): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses perlakuan panas yang diberikan pada St 37 pada penelitian ini ialah karburasi dengan bahan padat dengan temperatur 900ºC selama 2 jam, dilanjutkan proses quenching dengan media oli setelah itu ditemper pada temperatur 150ºC, 250ºC, 300ºC masing-masing selama 1jam. Kemudian dilakukan proses pengujian mekanis dan struktur mikro untuk mengetahui pengaruh perlakuan panas yang diberikan.Dari hasil pengujian didapatkan bahwa material yang ditemper pada suhu 150ºC memiliki nilai kekuatan tarik tertinggi (su) sebesar 598.53 N/mm² dan nilai kekerasan sebesar 294 HB, sedangkan temperatur tempering 250ºC menghasilkan nilai kekuatan tarik terendah (su) yaitu 542.8 N/mm² serta nilai kekerasan sebesar 254.66 HB.Peningkatan mekanis juga dipengaruhi oleh kadar karbon dalam baja, baja yang mengandung unsur karbon lebih banyak menghasilkan sifat mekanis lebih tinggi.Dari hasil pengamatan metalografi masing-masing benda uji terlihat struktur-struktur ferit, pearlit dan martensit.
PERANCANGAN REFRIGERATED SEA WATER (RSW) SISTEM KERING PADA KAPAL IKAN KAYU LAPIS FIBER 58 GT DENGAN KAPASITAS PALKA 45 M3 Effendi, Riki; Setiawan, Indra
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 2 (2016): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan adalah komoditi yang tidak tahan lama dan mudah rusak jika ditempatkan di ruang terbuka. Oleh karena itu, para nelayan menggunakan es untuk mendinginkan ikan agar tetap segar. Akan tetapi, cara ini tidak efektif dan efisien karena es cepat mencair, sehingga diperlukan teknologi refrigerasi. Perancangan refrigerated sea water (RSW) ini bertujuan agar dapat digunakan untuk mendinginkan ikan sebagai pengganti es dan mendapatkan sistem pendinginan ikan pada kapal penangkap ikan yang sesuai dengan ukuran palka kapal. Metode yang digunakan dengan observasi lapangan, wawancara dan studi literatur, kemudian dilakukan pengolahan dan analisis data. Dalam perancangan RSW pada kapal ikan kayu lapis fiber 58 GT didapatkan sistem refigerasi yang dipakai adalah sistem refrigerasi kompresi uap, data ruang pendinginan dengan total volume palka 45 m3, menggunakan refrigeran R-22. Jenis kompresor yang digunakan adalah kompresor torak dengan daya kompresor 40 HP, jenis kondensor shell dan tube, beban pendinginan 3,7 x 105 kcal/hours. Untuk evaporator menggunakan jenis evaporator kering, susunan zig-zag, bahan pipa pipa galvanis dengan diameter luar pipa 0,0095 m, diameter dalam 0,0035 m, tebal pipa 0,003 m, jumlah pipa 30 batang, panjang pipa 6 m. Untuk katup ekspansi yang digunakan adalah jenis pipa kapiler. Adapun unjuk kerja atau COP (Coeffisient Of Performance) dari perancangan yang didapat adalah sekitar 4,5078.
ANALISIS TERJADINYA SLIP PADA KOPLING DI UNIT SCANIA P 124 CB 8x4 NZ 420 Rasma, Rasma; Purwono, Hendro; Effendi, Riki
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 13, No 1 (2019): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/sintek.13.1.32-37

Abstract

In the operation of the unit whose successor does not use a hydraulic system, the role of the clutch is very important in transmitting power from the engine to the transmission. However, the clutch can only slip so that it can no longer function to forward power from the engine to the transmission. This can be caused by several things, including: wear on the clutch material, the presence of oil in the field of clutch surface, and spring damage to the clutch. On Scania P 124 CB 8x4 NZ 420 units this slip on clutch problem also occurs so research needs to be done to find the main cause. The method used in this study is to carry out checks and measurements and then the results are compared with the standard values that have been determined. The result shows that the cause of the slip on the clutch on the Scania P 124 CB 8x4 NZ 420 unit is 1) the presence of oil that wet the coupling surface is caused by a damaged seal shaft; 2) wear on clutch components namely clutch disc and pressure plate. To keep the seal shaft in good condition, regular and regular oil changes must be made and when the replacement of the seal shaft must be in accordance with the part number so that the possibility of the same problem can be reduced.
PENGARUH WAKTU PERENDAMAN DAN PENAMBAHAN KONSENTRASI NaCl (PPM) TERHADAP LAJU KOROSI BAJA LATERIT Febriyanti, Eka; Suhadi, Amin; Wahyuady, Johny
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 11, No 2 (2017): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Most of carbon steel are produced from hematite iron ore. The decreasing of hematite iron ore in Indonesia, encouraged iron and steel company to produced carbon steel from laterite mineral, which has high deposit in Indonesia with high grade iron (50% Fe). One of the application of laterite steel as material rooftop bridge. The objective of this research to observe the influence of NaCl increasing to corrosion rate of carbon steel from laterite iron ore on lake water environment. Chemical composition of laterite steel is adding of element such as Cr and Ni, which classified laterite steel into low alloy steel and may effected corrosion behaviour of these steel. Corrosion rate measurement are conducted by weight loss method, which laterite steel immersed in lake water with time period 48, 72, 120, and 168 hour at NaCl adding 200, 300, and 400 ppm. From weight loss testing shows that  corrosion rate of laterite steel increase about from 2.9 mpy until 3.2 mpy.
ANALISA PERANCANGAN RODA GIGI LURUS MENGGUNAKAN MESIN KONVENSIONAL P.Marsis, Wisjnu; Agung, Didi
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2014): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perancangan pembuatannya menggunakan mesin frais (milling) dengan roda gigi yang direncanakan sesuai tabel roda gigi pengganti adalah jumlah giginya Z1 27 dan Z1 50 dengan bahan St 42, modul pisau 1,5 serta perhitungan roda gigi menggunakan sistem modul dan pembuatan roda gigi menggunakan kepala pembagi (dividing head) pada mesin frais menggunakan sistem pembagian tidak langsung. Piring pembagi yang digunakan adalah piring pembagi seri B-2 yaitu dengan jumlah lubang 21-23-27-29-31-33. Hasil rancangan tersebut adalah roda gigi Z 27 kecepatan linearnya (v) = 2,1195 m/s, gaya tangensial, beban lentur yang diijinkan, faktor dinamis, beban permukaan dan kekuatan tarik, tegangan lentur yang diizinkan. Roda gigi Z 50 kecepatan linearnya (v) = 3,925 m/s, gaya tangensial, beban lentur yang diijinkan, faktor dinamis, beban permukaan, kekuatan tarik , tegangan lentur yang diizinkan. Kesimpulannya adalah roda gigi yang akan digunakan adalah roda gigi reduksi u< 1 dan i>1.
PENGARUH PROSES TEMPERING PADA BAJA KARBON MEDIUM SETELAH QUENCHING DENGAN MEDIA OLI DAN AIR GARAM (NACL) TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO Kirono, Sasi; Saputra, Pistoni Azis
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 5, No 2 (2011): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini temperatur pemanasan yang diberikan adalah 850oC pada baja type SC45 dengan waktu tahan 45 menit kemudian di dinginkan dengan media pendingin oli dan air garam, dilanjutkan dengan proses temper pada temperatur 600oC.  Pengujian  yang dilakukan meliputi : pengujian komposisi kimia, pengujian tarik, pengujian kekerasan dan pengujian metallografi.Hasil pengujian Pada spesimen tanpa perlakuan panas memiliki kuat tarik 736,12 N/mm dengan fasa yang terbentuk adalah pearlite dan ferrit. pada spesimen dengan perlakuan panas temperatur 850 oC quenching oli memiliki  nilai kekerasan 48,4 HRc dengan struktur mikro bainite dan martensite. Pada specimen dengan perlakuan panas temperatur 850 oC quenching air garam memiliki kekerasan 56,4HRc dengan struktur mikro martensite yang lebih dominan  dibandingkan dengan  bainite sehingga menghasilkan nilai kekerasan yang tinggi dibandingkan dengan spesimen lain.  pada spesimen dengan perlakuan panas temperatur 850 ºC quenching oli, dilanjutkan dengan proses temper pada temperatur 600 ºC, memiliki kuat tarik 837,73 N/mm² regangan sebesar 28 %, kekuatan luluh 757,18 N/mm² dan kekerasan 29,5HRc dengan struktur mikro ferrit dan sementite. pada spesimen dengan perlakuan panas temperatur 850 ºC quenching air garam, dilanjutkan dengan proses temper pada temperatur 600 ºC, memiliki kuat tarik 855,05 N/mm² dan regangan 28%, kekuatan luluh 758,26 N/mm². serta tingkat kekerasan 30,9 HRc dengan struktur yang terbentuk adalah Kristal ferrit dan fasa sementite tampak lebih halus di bandingkan dengan oli temper.
ANALISIS PENGARUH COMPRESSOR WASHING TERHADAP EFISIENSI KOMPRESOR DAN EFISIENSI THERMAL TURBIN GAS BLOK 1.1 PLTG UP MUARA TAWAR Setiawan, Bambang; Hidayat, Gunawan
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 11, No 1 (2017): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muara Tawar Gas Turbine Power Plant is one of the generating units in Indonesia. Combined Cycle Power Plant is a plant that has a fast response to load changes. Therefore changes in the load on the combined cycle often occurs. To keep performance at combined cycle power plant, existing equipment must be maintained in a condition PLTGU order to work optimally. At this final project will be analysis the effect compessor washing to compressor efficiency and gas turbine eficiency of gas turbine combine cycle power plant block 1.1 UP Muara by analyzing the resulting efficiency compressor and gas turbine. From the results of this study found that the highest compressor efficiency of gas before compressor washing is 0.31% and after compressor washing is 0.53 %. Highest Thermal efficiency before compressor washing is 0.039% and after compressor washing is 1.461%.
ANALISIS KARAKTERISTIK GEAR SPROCKET STANDARD DAN RACING PADA SEPEDA MOTOR Soeleman, Soeleman; Isahudin, Muhamad
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 2, No 2 (2008): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Roda gigi adalah bagian dari mesin yang berputar dan berguna untuk mentransmisikan daya. Sprocket gear sepeda motor merupakan salah satu komponen penggerak roda. Komponen ini merupakan salah satu komponen yg sangat penting. Jenis material yang digunakan dalam komponen ini termasuk dalam jenis baja karbon rendah. Roda gigi sprocket racing  berfungsi sebagai pemindah daya ( daya putar dari mesin ke roda belakang ), sehingga motor  dapat bekerja secara optimal. Terlebih lagi bila dipakai untuk keperluan racing dibutuhkan part gear khusus untuk menunjang settingan mesin yang sudah didesain sedemikian rupa sehingga menghasilkan performa yang lebih baik. Berdasarkan pada hasil komposisi kimia pada benda uji gear sprocket standart dan gear sprocket racing, pada material gear sprocket tersebut diklarifikasikan termasuk baja karbon rendah jika dilihat pada nilai karbonnya (0,025% - 0,35% C). Pada gear sprocket standart mengandung unsur C: 0,159%  Fe: 98,20%  Si: 0,007%  Ni: 0,006%  Cr: 0,020%  Mn: 0,979%  Zn: 0,541% dan gear sprocket racing mengandung unsur C: 0,333%  Fe: 98,33%  Si: 0,209%  Cr: 0,029%  Ni: 0,313%  Mn: 0,700%. Pada pengujian kekerasan data hasil nilai kekerasan dengan metode vickers yang sudah dirata – ratakan pada tiap – tiap benda uji. Untuk material gear sprocket standart nilai kekerasan rata – rata 448 HVN, sedangkan gear sprocket racing nilai kekerasan rata – rata 544,8 HVN. Pada foto struktur mikro gear sproket standart struktur yang terbentuk adalah struktur ferrit (berwarna agak terang atau putih) dengan butiran-butiran yang besar dan paling dominan. Struktur perlite (berwarna agak gelap) juga terlihat dalam struktur ini, dengan butiran-butiran yang agak besar dan sedikit. Kemudian struktur sementit (berwarna abu-abu agak terang) juga terbentuk dalam fasa ini, dengan butiran-butiran yang kecil dan banyak, tetapi tidak bagitu dominan. Pada foto struktur mikro gear sproket racing struktur yang terbentuk adalah struktur ferrit (berwarna agak terang atau putih) dengan butiran-butiran yang besar dan paling dominan. Struktur perlite (berwarna agak gelap) juga terlihat dalam sturktur ini, dengan butiran-butiran agak besar dan sedikit. Kemudian struktur sementit (berwarna abu-abu agak terang) juga terbentuk dalam fasa ini, dengan butiran-butiran agak besar dan banyak, tetapi tidak begitu dominan.

Page 1 of 18 | Total Record : 177