cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Semantik
ISSN : 22524657     EISSN : 25496506     DOI : -
Core Subject : Education,
Focus Semantik journal is a medium for disseminating the result of research about language, literature, and language and literature education in Indonesia. Scope Semantik journal publishes the research article in language, literature, language and literature education in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
KECERDASAN MENULIS CERPEN MELALUI TEKNIK PSIKOTRANSMITTER Sahmini, Mimin; Sunendar, Dadang; Sumiyadi, Sumiyadi; Isah, Cahyani
Semantik Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9 NUMBER 2, SEPTEMBER 2020
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/semantik.v9i2.p125-136

Abstract

This research is motivated by the weak ability of students in writing activities. One of the internal factors is the laziness that mounts to start writing, the rigidity of words, and confusion in writing. The purpose of this research is to apply a psychotransmitter communication technique in learning writing to foster writing intelligence. The psychotransmitter technique is a communication technique built through subconscious communication. Psychotransmitters are another name for subjective terms of communication (one-way communication) or telepathy where we can convey a message to someone we want to address so that what we want to convey enters the human subconscious mind. According to research, the subconscious mind affects 80% of the human mind. One of the benefits of this technique is that it can change a person's ego, self-esteem, emotions so that he will be cheated by his ego. Thus we can influence his thoughts with established communication. The method used in this research is a qualitative descriptive method, the writer will explain clearly the steps to develop the intelligence to write short stories. The steps are clearly described based on the theory of NLP, hypnosis, and communication techniques. The results of this study are expected that students can change bad habits into good habits, namely writing skills or writing intelligence. The results of this study will produce writing stages using psychotransmitters.
BUNYI SERTAAN PADA PELAFALAN PENYANYI YURA YUNITA: PEMANFAATAN KAJIAN FONETIK SEBAGAI BAHAN AJAR MATA KULIAH FONOLOGI Regina, Frilia Shantika
Semantik Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9 NUMBER 2, SEPTEMBER 2020
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/semantik.v9i2.p77-84

Abstract

One type of phonetic study is the accompanying sound. The sound of inclusion indaily life is often not recognized. This is becouse the accompanying sound is produced accidentally by the speaker. Assessment of speech sound can improve the ability of students to listen and identify one type of phonetic study, teh sound of inclusion. The research method used is a qualitative research method with descriptive analysis research type. The data in this study were divided into primary data in the from of songs sung by singer Yura Yunita and secondary data in the from of books, journals, and articles. Data analysis is done by collecting all the notes in the fiels, then reducing the data in the form of sound, after that present it into a pattern that is formed, to produce conclusions. Based on the results of an analysis of two songs entitled “Malam Sunyi” and “ Harus Bahagia” found thirtteen accompanying sounds. The thirteen accompanying sounds are included in teh types of sounds including labisation, palatalization, retroflexion, glottalization, aspiration, and nasalization. Thus, teh song spoken by Yura Yunita can be used as an alternative teaching materials for phonology courses, especially in the accompanying soun materials.
PENGGUNAAN TEKNIK MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN BERBICARA (Studi Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas VIII SMPN 2 Leuwigoong Kabupaten Garut Tahun Pelajaran 2006-2007) Jamiat, M. Dudung
Semantik Vol 1, No 1 (2012): Edisi Februari 2012
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.426 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v1i1.p%p

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan kegiatan yang paling sering dilakukan manusia dalam berkomunikasi. Upaya meningkatkan keterampilan berbicara siswa di sekolah, merupakan satu tantangan yang harus dihadapi oleh guru. Dalam realitas pembelajaran, keterampilan berbicara ini sering kali terabaikan. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab hasil pembelajaran keterampilan berbicara hingga kini masih jauh dari harapan. Berkaitan dengan hal itu penulis tertarik untuk mengujicobakan suatu teknik berbicara khususnya dalam kaitan dengan menceritakan kembali isi sebuah cerita yaitu dengan teknik peta pikiran.
TEKNIK CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS (CDA) PADA PEMBELAJARAN CERPEN Sahidin, Didin
Semantik Vol 1, No 1 (2012): Edisi Februari 2012
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.26 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v1i1.p%p

Abstract

Lontaran-lontaran tentang kekecewaan terhadap hasil pembelajaran sastra meneguhkan kenyataan tentang buruknya kondisi pembelajaran sastra di Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan masih lemahnya pemahaman siswa mengenai hasil karya sastra yang dibacanya. Untuk menanggulangi fenomena tersebut, perlu dicari teknik dan metode pembelajaran sastra yang cocok untuk mencapai tujuan tersebut. Di antara sekian banyak teknik pengajaran sastra, kita mengenal adanya suatu teknik yang berupaya untuk memahami isi wacana atau karya sastra, yaitu teknik analisis wacana kritis atau teknik Critical Discourse Analysis (CDA). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan membaca cerpen sebelum dan sesudah pembelajaran dengan menggunakan teknik analisis wacana kritis atau serta untuk mengetahui perbedaan kemampuan membaca antara sebelum dan sesudah pembelajaran. Penelitian dilakukan di kelas VIII SMPN 2 Leuwigoong Garut Tahun Pelajaran 2005-2006 dengan menggunakan metode penelitian yaitu metode eksperimen. Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data berbentuk tes kemampuan memahami cerpen.
KEANEKARAGAMAN PANTUN DI INDONESIA Maulina, Dinni Eka
Semantik Vol 1, No 1 (2012): Edisi Februari 2012
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.708 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v1i1.p%p

Abstract

Dari perbandingan sejumlah pantun Melayu, Sunda, Banjar, dan Betawi, jelaslah bahwa pantun di satu daerah dengan daerah selalu memperlihatkan adanya persamaan dan sekaligus juga perbedaan. Kesamaan umum terletak pada fungsi pantun yang secara sadar digunakan untuk kepentingan menyampaikan pesan-pesan moral dan etika tentang tata kehidupan. Kesamaan lain terletak pada ciri-ciri pantun yang ditandai dengan adanya sampiran dan isi. Hanya, jika sampiran pada pantun Melayu lebih ditujukan untuk mengantarkan isi, tanpa ada kaitan logis antara sampiran dan isi, dalam beberapa kasus, justru berfungsi untuk menegaskan isi. Oleh karena itu, sampiran kadangkala juga bermakna simbolik. Jadi, dengan demikian, kehadiran sampiran tidak sekadar sebagai pengantar memasuki kesamaan bunyi isi, tetapi sekaligus pengantar pada tema atau persoalan yang hendak disampaikan. Dari sejumlah perbandingan itu, makin jelas bagi kita, bahwa pantun selain sebagai sarana menyampaikan pesan moral dan pesan etika, juga di dalamnya merepresentasikan kultur tempatnya. Oleh karena itu, mempelajari pantun sesungguhnya dapat juga dijadikan sebagai pintu masuk untuk memahami kehidupan sosial budaya masyarakatnya. Begitulah, masyarakat di wilayah Nusantara ini mengenal pantun tanpa meninggalkan ciri budaya tempatannya. Perkara lokalitas, terutama yang menyangkut nama tempat, istilah, dan ungkapan tempatan itulah yang sesungguhnya membedakan pantun dari satu daerah dengan pantun dari daerah yang lain. Meskipun di dalamnya tetap terungkapkan bahwa pantun yang dihasilkan masyarakat di berbagai daerah itu sebagai produk khas budaya mereka, mereka juga umumnya memahami konsepsi pantun dengan tetap mempertahankan adanya sampiran dan isi dengan pola persajakan a-b-a-b.
MODEL PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN BERBASIS LINGKUNGAN (Studi Kasus Unsur Pengalaman dan unsur waktu individu pada siswa SMP Negeri 3 Cisurupan) Kasupardi, Endang
Semantik Vol 1, No 1 (2012): Edisi Februari 2012
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.558 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v1i1.p%p

Abstract

Pembelajaran menulis cerpen bagi siswa SMP cenderung kurang mampu memaksimalkan fungsi pengalaman individu dan lingkungan sebagai sumber ide dalam menulis. Akibatnya, keterampilan menulis cerpen sampai saat ini masih sulit dikuasai dan dipraktikkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Padahal siswa melalui pengalaman dan lingkungan memiliki peranan ganda yakni, sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Peranan ini menunjukkan bahwa siswa memiliki kebebasan dalam menyikapi perbedaan dan pengaruh yang diterima sebagai sebuah pengalaman yang menarik bagi siswa itu sendiri dan atau bagi lingkungan sosial. Pengalaman dan lingkungan yang dimiliki siswa pada proses pembelajaran menulis cerpen, merupakan modal dasar dalam mengembangkan ide cerita menjadi sebuah tulisan yang menarik dan enak dibaca. Bagi Penulis, ide yang dipahami tersebut memiliki makna yang mendalam sehingga Ia menyadari kapan memulai dan bagaimana cerita diakhiri. Pada penelitian pengembangan ini, lingkungan dan pengalaman yang dimiliki siswa menjadi sebuah model pembelajaran menulis cerpen, sehingga hambatan dan kesuliatan siswa dalam menguasai keterampilan menulis dapat diatasi dan menjadi kemampuan yang dimiliki siswa.
PENGACUAN DALAM WACANA TULIS DI FACEBOOK Budiarti, Eulis Anggia
Semantik Vol 1, No 1 (2012): Edisi Februari 2012
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.062 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v1i1.p%p

Abstract

This research includes qualitative research on the types of written discourse on facebook regarding the use of marker variation reference cohesion. The method used is the method intended by agih Sudaryanto (1993: 15), to analyze and interpret text using the theory of discourse analysis as Teun van Dijk microstruktur basis at the level of reference. Techniques of data analysis techniques used in the form disappeared, engineering change, read markup techniques. From the results of discourse analysis in the type and form reference bookmarks. Reference marker types based on where it comes endofora reference, while according to the type includes (1) reference first persona, a persona the second, and third person, (2) reference demonstrative public bookmarks, bookmark the pronouns, pronouns bookmark affairs, and the clock, and ( 3) reference comparative ekuatif level, the level of comparative, and superlative level. Being reference marker contained in the written discourse found in the facebook include saya, aku, -ku, gue, kita,  kamu, anda, kau-, -mu, sampean, ente, you, antum, dia, -nya, mereka, ini, itu, sini, situ, begini, begitu, saat ini, hari ini, kaya, macam, seperti, lebih…, kurang…., paling, dan semakin.
PENERAPAN TEKNIK SIKLUS BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN MENULIS LAPORAN ILMIAH BERBASIS VOKASIONAL DI SMK Sobari, Teti
Jurnal Semantik Vol 1, No 1 (2012): Edisi Februari 2012
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.669 KB)

Abstract

Pembelajaran menulis adalah salah satu aktivitas yang dilakukan guru dan siswa di dalam mencapai tahap belajar. Aktivitas menulis sangat membutuhkan variasi dan cara pembelajaran yang dapat menumbuhkan minat dalam memproduksi tulisan yang berkualitas. Kemampuan menulis yang harus dimiliki oleh siswa SMK atau kejuruan adalah menulis laporan ilmiah. Menulis laporan ilmiah ini dibutuhkan oleh siswa SMK karena 70% aktivitas siswa dalam kelas adalah melakukan praktik baik di kelas maupun di lapangan dalam menghadapi dunia kerja. Agar pembelajaran menulis lebih bervariasi, penulis mencoba menggunakan model siklus belajar. Siklus belajar (Learning Cycle) adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered). Siklus belajar merupakan rangkaian tahap-tahap kegiatan (fase) yang diorganisasi sedemikian rupa sehingga siswa dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran dengan jalan berperan aktif. Menurut Karli (2003: 82), siklus belajar adalah suatu teknik pembelajaran dengan mengikuti pola tertentu. Pada tulisan ini dipaparkan suatu upaya dalam pembelajaran menulis laporan ilmiah yang berbasis vokasional pada siswa SMK.
SCAFFOLDING INTERACTION CYCLE IN READING TO LEARN PROGRAM Widianingsih, Silvia
Semantik Vol 1, No 1 (2012): Edisi Februari 2012
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.758 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v1i1.p%p

Abstract

This study aims to investigate three steps (Prepare, Task and Elaborate) of scaffolding interaction cycle (Rose, 2008) in Reading to Learn program (Rose & Acevedo, 2006; Rose, 2008) with one teacher and fifteen students as the participants at a vocational high school. This study used a case study research design which employed two data collection techniques, i.e. observation and document analysis of students’ writing in Independent Writing stage. The study reveals three findings related to the research questions. First, the teacher used scaffolding interaction cycle almost in all stages in Reading to Learn program except for Preparing for Writing stage due to teacher’s misunderstanding toward the strategies used in this stage. Second, Prepare moves were mostly employed by the teacher in scaffolding interaction cycle because the students were still reluctant to actively engage in this program. Finally, the problems that the teacher found in the use of scaffolding interaction cycle in Reading to Learn program were related to teacher’s understanding, students’ questions, students’ passivity and big class. It is thus recommended to the teachers to more carefully plan the use of scaffolding interaction cycle in Reading to Learn program. Besides that, further research is expected to deal with more texts, more intensive support, bigger number of participants and longer time in conducting the program.
MENULIS POSTER DAN SLOGAN MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING): Suatu Alternatif Peningkatan Keterampilan Menulis Azis, Abdul
Semantik Vol 1, No 1 (2012): Edisi Februari 2012
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.821 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v1i1.p%p

Abstract

Kegiatan menulis poster dan slogan adalah kegiatan yang  bersifat produktif-kreatif. Slogan dan poster dipergunakan oleh produsen, pemerintah, atau sebuah organisasi untuk memperkenalkan produknya, atau untuk menyampaikan suatu gagasan, pengumuman, dan imbauan kepada masyarakat umum. Poster dan Slogan adalah salah satu pesan visual. Dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, pengembangan kemampuan berpikir kreatif (kreativitas) akan lebih tepat bila diintergrasikan dengan pembelajaran menulis. Kegiatan menulis akan mempertajam kreativitas siswa.

Page 1 of 12 | Total Record : 115


Filter by Year

2012 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9 NUMBER 2, SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9 NUMBER 1, FEBRUARY 2020 Vol 8, No 2 (2019): VOLUME 8, NUMBER 2, SEPTEMBER 2019 Vol 8, No 2 (2019): VOLUME 8, NUMBER 2 SEPTEMBER 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Number 1, February 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Number 1, Februari 2019 Vol 7, No 2 (2018): Volume 7 Number 2, September 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7 Number 1, February 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7 Number 1, February 2018 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Number 2, September 2017 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Number 1, February 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Number 2, September 2017 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Number 1, February 2017 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2, September 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Number 1, February 2016 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2, September 2016 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2, September 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Number 1, February 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2, September 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Number 1, February 2015 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Number 2, September 2014 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Number 1, February 2014 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Number 1, February 2014 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Number 2, September 2013 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Number 1, February 2013 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Number 1, February 2013 Vol 1, No 1 (2012): Edisi Februari 2012 Vol 1, No 1 (2012): Edisi Februari 2012 More Issue