cover
Contact Name
M Oky Fardian Gafari
Contact Email
oky@unimed.ac.id
Phone
+6285225812829
Journal Mail Official
edukasikultura@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/kultura/about/editorialTeam
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Edukasi Kultura
ISSN : 24078409     EISSN : 25499726     DOI : 10.24114
Edukasi Kultura merupakan jurnal elektronik dan cetak nasional yang merupakan wadah penerbitan artikel penelitian original yang terkait dengan penelitian pendidikan bahasa, sastra, dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia PPs Universitas Negeri Medan. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun dibulan April dan Oktober.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2018): JURNAL EDUKASI KULTURA" : 10 Documents clear
PENGGUNAAN METODE INKUIRI PADA PEMBELAJARAN MENULIS SURAT RESMI Syahfitri, Dina
Jurnal Edukasi Kultura: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya Vol 5, No 2 (2018): JURNAL EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kultura.v1i2.11778

Abstract

ABSTRAK           Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan siswa menulis surat resmi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Padangsidimpuan tahun pembelajaran 2013/2014. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 360 orang. Sampel diambil menggunakan teknik sampel random yaitu sebanyak 58 orang terdiri dari kelas VIII-1 dan VIII-2 masing-masing 29 orang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan instrumen tes kemampuan menulis surat resmi. Tes ini diujikan sebanyak satu kali dengan menggunakan metode pembelajaran inkuiri. Karena penelitian ini bersifat koomparatif, maka harga skor variabel XA dan variabel XB diperbandingkan satu sama lain dengan menggunakan statistik “t”. Berdasarkan hasil penelitian kemampuan menulis surat resmi dengan menggunakan metode pembelajaran inkuiri diperoleh nilai rata-rata 84,66 sedangkan pembelajaran konvensional diperoleh nilai rata-rata 67,76. Dari perolehan nilai rata-rata tersebut, maka hasil belajar menulis surat resmi dengan menggunakan metode inkuiri lebih baik daripada metode pembelajaran konvensional. Berdasarkan perhitungan dengan uji t diperoleh nilai to = 8,35 kemudian dikonsultasikan dengan tabel t pada taraf signifikansi 5% maupun 1% dengan dk = (N1 – N2) ternyata to yang diperoleh lebih besar dari tt yaitu 2,00 < 8,35 > 2,66 sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Hal ini berarti metode pembelajaran inkuiri lebih baik digunakan dalam pembelajaran menulis surat resmi dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Kata Kunci : metode inkuiri, keterampilan menulis, surat resmi
PERILAKU MEMBACA SISWA KELAS VIII-B SMP NASRANI 1 MEDAN Napitupulu, Putri Dewita
Jurnal Edukasi Kultura: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya Vol 5, No 2 (2018): JURNAL EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kultura.v1i2.11772

Abstract

AbstrakGerakan literasi adalah  adalah sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik mulai dari semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan, dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan (peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah) juga melibatkan Komite Sekolah, orang tua/wali murid peserta didik), akademisi, penerbit, media massa, masyarakat (tokoh masyarakat yang dapat merepresentasikan keteladanan, dunia usaha, dll).  Riset ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi siswa di SMP Nasrani 1 Medan dan mengetahui strategi yang tepat untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa. Pengumpulan data secara eksklusif dilakukan pada  siswa kelas VIII-B SMP Nasrani 1 Medan dengan jumlah siswa 5 orang. Riset ini dilakukan pada bulan September 2018. Perilaku kegiatan membaca siswa kelas VIII-B SMP Nasrani 1 Medan masih tergolong rendah, terlihat dari respon siswa membaca serius, memnfaatkan waktu, membaca dan mencatat, serta menanya.Kata kunci: Literasi, Buku, Siswa, Sekolah.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH HAM DALAM MATA PELAJARAN PKn DENGAN METODE DISKUSI DAN RESISTASI PADA SISWA KELAS X-1 SMK NEGERI 4 TANJUNG BALAI TAHUN AJARAN 2014/2015 Rambe, Darwin
Jurnal Edukasi Kultura: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya Vol 5, No 2 (2018): JURNAL EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kultura.v1i2.11777

Abstract

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : Mengetahui bagaimana penerapan metode diskusi dan resitasi dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Mengetahui apakah dengan adanya penerapan metode diskusi dan resitasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dimana dalam penelitian ini dilakukan dengan mengikuti alur : refleksi awal, perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi, dan perancangan ulang. Penelitian tindakan kelas ini difokuskan pada siswa kelas X-1 SMK Negeri 4 Tanjung Balai dengan jumlah 34 siswa. Penelitian ini menggunakan beberapa cara untuk mengumpulkan data selama proes penelitian berlangsung diantaranya sebagai berikut : Metode Observasi, Pendekatan Partisipatif dan Skala Penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa : Penggunaan metode dikusi dan resitasi dalam pelajaran PKn materi memecahkan masalah HAM dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengamatan dan tes yang sudah dilakukan memperlihatkan terjadinya peningkatan hasil belajar siswa yaitu pada tes awal rata-rata kelas adalah 55, pada siklus 1 rata-rata kelas adalah 63, dan pada siklus 2 rata-rata kelas adalah 81. Pembelajaran metode dikusi dan resitasi dalam pelajaran PKn materi memecahkan masalah HAM dapat meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar siswa. Pembelajaran metode dikusi dan resitasi dalam pelajaran PKn materi memecahkan masalah HAM melatih siswa mengungkapkan pendapatnya atau pun tanggapan pada orang lain. “Dengan adanya metode diskusi dan resitasi dapat meningkatkan prestasi Masalah HAM dalam Mata Pelajaran PKn belajar siswa Siswa Kelas X-1 SMK Negeri 4 Tanjung Balai Tahun Pembelajaran 2014/2015”Kata Kunci : Diskusi, Resitasi,  PKn,  dan HAM
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA BERGAMBAR PADA MATERI “TEKS PERCAKAPAN” PADA SISWA KELAS V SD ST. YOSEPH MEDAN Simaremare, Nurcahaya
Jurnal Edukasi Kultura: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya Vol 5, No 2 (2018): JURNAL EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kultura.v1i2.11771

Abstract

Abstrak Pendidikan Bahasa Indonesia merupakan salah satu aspek penting yang perlu diajarkan kepada peserta didik di sekolah. Pendidikan Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata pelajaran yang diberikan di sekolah diharapkan agar peserta didik mampu menguasai, memahami dan dapat mengimplementasikan keterampilan berbahasa. Selain itu belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pembelajar dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis.            Hasil pengembangan bahan ajar bahasa Indonesia bergambar pada materi teks   percakapan diperoleh hasil validasi dengan kualitas yang sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari validasi ahli materi 1 dengan persentase 85% dengan kategori sangat baik, validasi ahli materi 2 dengan hasil persentase 86,4% dengan kategori sangat baik dan validasi oleh ahli bahan ajar dengan persentase 90 % dengan kategori sangat baik. Maka dapat disimpulkan bahwa bahan ajar layak untuk dikembangkan dalam proses pembelajaran sebagai pendukung pencapaian keberhasilan pembelajaran dan ketercapaian tujuan pembelajaran. Hal utama yang mendukung keberhasilan kegiatan pembelajaran adalah strategi pembelajaran, metode atau model pembelajaran, dan media pembelajaran serta bahan ajar. Dalam hal ini pembelajaran Bahasa Indonesia difokuskan kepada penggunaan bahan ajar sebagai salah satu faktor pendukung guna membantu siswa dalam proses pembelajaran. Bahan ajar yang disampaikan guru hendaknya mengacu pada tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, guru mempunyai keleluasaan untuk mengembangkan bahan ajar yang akan disampaikan sejauh tidak menyimpang dari tujuan pembelajaran. Kata kunci : Bahasa Indonesia,bahan ajar, teks bergambar, teks percakapan.
MODEL PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA YANG IDEAL Zunaedy, Yogi Andrian
Jurnal Edukasi Kultura: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya Vol 5, No 2 (2018): JURNAL EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kultura.v1i2.11775

Abstract

AbstrakPendidikan merupakan bagian yang sangat penting dan tidak terpisahkan dari perjalanan hidup manusia. Melalui pendidikan, kualitas sumber daya manusia dapat semakin meningkat seiring dengan meningkatnya pendidikan yang diperolehnya. Kualitas  tersebut  akan  sangat  dibutuhkan  dalam  persaingan  untuk  memperoleh sebuah peran dalam memasuki kehidupan global, untuk meraih kesejahteraan hidup. Di Indonesia sendiri, pendidikan mengalami berbagai macam perubahan yang dapat dilihat dari kurikulum yang argumentasinya lebih kepada kurikulum tersebut perlu diganti karena tidak sesuai dengan zaman atau era yang sedang terjadi sehingga diperlukan suatu pembaharuan. Secara umum tujuan penulisan ini adalah mendeskripsikan model pembelajaran bahasa dan satra Indonesia yang ideal. Materi pembelajaran yang dipilih untuk diajarkan oleh guru dan harus dipelajari siswa hendaknya berisikan pembelajaran yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Hasil penelitian yang diperoleh adalah menciptakan pembelajaran yang ideal pendidik harus mengetahui tentang hal-hal yang dapat menunjang keberhasilan dalam proses belajar salah satunya yaitu mengetahui pembelajaran dan sumber belajar.
ANALISIS PEMBIASAAN PERILAKU BERLITERASI DALAM UPAYA PENINGKATAN KARAKTER OLEH SISWA KELAS VIII-2 SMP ST. IGNASIUS MEDAN Nababan, Maria Kartika
Jurnal Edukasi Kultura: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya Vol 5, No 2 (2018): JURNAL EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kultura.v1i2.11770

Abstract

AbstrakLiterasi memiliki makna dan implikasi dari keterampilan membaca dan menulis dasar ke pemerolehan dan manipulasi pengetahuan melalui teks tertulis, dari analisis metalinguistik unit gramatikal ke struktur teks lisan dan tertulis. Dari beberapa lembaga survey tersebut Indonesia menempati urutan bawah dan itu menunjukkan bahwa kemampuan literasi di Indonesia masih rendah. Riset ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi siswa di SMP St. Ignasius dan mengetahui strategi yang tepat untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa. Pengumpulan data secara eksklusif dilakukan pada  kelas VIII-2 dengan jumlah siswa 30 orang. Riset ini dimulai dari bulan Agustus sampai Oktober 2018. Hasil mini riset ini bahwa perpustakaan mini kelas efisien untuk pembiasaan membaca siswa. Kemudian, dapat dilihat bahwa siswa pada dasarnya memiliki keinginan untuk membaca meskipun ada yang membaca hanya sekilas dan melihat judul terlebih dahulu. Hal tersebut dapat diatasi apabila guru tetap rutin memperhatikan kegiatan membaca siswa sampai akhirnya ia terbiasa dengan kegiatan membaca. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa SMP St.Ignasius Medan masih berada pada tahap pembiasaan membaca.Kata kunci: buku, literasi, siswa, perpustakaan mini, sekolah
UPAYA MENANGGULANGI KESULITAN SISWA MEMPELAJARI POKOK BAHASAN DIMENSI TIGA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENEMUAN TERBIMBING YANG DISERTAI ALAT PERAGA DI KELAS X SMA NEGERI 1 TANJUNG BALAI TAHUN AJARAN 2014/2015 Rosminah, Rosminah
Jurnal Edukasi Kultura: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya Vol 5, No 2 (2018): JURNAL EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kultura.v1i2.11780

Abstract

 ABSTRAKTujuan  dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui letak kesulitan siswa dalam mempelajari pokok bahasan Dimensi Tiga di kelas X SMA  Negeri 1 Tanjung Balai Tahun Pembelajaran 2014/20015. Untuk mengetahui upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi kesulitan siswa dalam mempelajari pokok bahasan Dimensi Tiga melalui penggunaan metode penemuan terbimbing yang disertai alat peraga di X SMA  Negeri 1 Tanjung Balai Tahun Pembelajaran 2014/20015. Penelitian dilaksanakan di kelas Kelas X  SMA Ngeri 1 Tanjung Balai. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X4 yang berjumlah 38 siswa dan siswa kelas X5 yang berjumlah 40 siswa Kelas X  SMA Ngeri 1 Tanjung Balai  Tahun Ajaran 2014/2015. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif karena penelitian ini dilakukan untuk mengungkapkan kesulitan yang dialami siswa dan cara mengatasinya sebagai upaya untuk menanggulangi kesulitan yang dialami siswa. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah tes, wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian yang disajikan dapat diambil kesimpulan bahwa: Kesulitan siswa dalam mempelajari Dimensi Tiga adalah (1) tidak mampu mengaplikasikan dalil kedudukan titik, garis dan bidang ke dalam ruang dimensi tiga, (2) tidak mampu menentukan langkah-langkah dalam menemukan titik tembus dalam ruang dimensi tiga, (3) tidak mampu mengadakan generalisasi (menarik kesimpulan). Sebelum pemberian tindakan diperoleh nilai rata-rata  siswa 66,9 dengan tingkat ketuntasan belajar secara klasikal 52,5 %. Setelah pemberian tindakan pengajaran melalui penggunaan metode penemuan terbimbing yang disertai alat peraga, nilai rata-rata tes hasil belajar 76,26 dengan tingkat ketuntasan belajar klasikal 89,47 %,ini berarti melalui penggunaan metode penemuan terbimbing yang disertai alat peraga dapat mengatasi kesulitan belajar siswa sekaligus dapat meningkatkan hasil belajar siswa. menggunakan metode penemuan terbimbing yang disertai alat peraga  dapat  menanggulangi kesulitan siswa  mempelajari pokok bahasan dimensi tiga di Kelas X  SMA Ngeri 1 Tanjung Balai  Tahun Ajaran 2014/2015.Kata Kunci : Terbimbing, Alat Peraga, Dimensi Tiga.
MODEL PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL Wulandari, Wina
Jurnal Edukasi Kultura: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya Vol 5, No 2 (2018): JURNAL EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kultura.v1i2.11774

Abstract

AbstrakPembelajaran bahasa dan sastra Indonesia merupakan kegiatan yang penting dalam kehidupan manusia yang mengaitkan antara lingkungan atau budaya sekitar. Pada dasarnya pendidikan merupakan bagian yang sangat penting dan tidak terpisahkan dari perjalanan manusia. Melalui pendidikan, kualitas sumber daya manusia dapat semakin meningkat seiring dengan meningkatnya pendidikan yang diperolehnya. Kualitas  tersebut  akan  sangat  dibutuhkan  dalam  persaingan  untuk  memperoleh sebuah peran dalam memasuki kehidupan global, untuk meraih kesejahteraan hidup. Di Indonesia sendiri, pendidikan mengalami berbagai macam perubahan yang dapat dilihat dari kurikulum yang argumentasinya lebih kepada kurikulum tersebut perlu diganti karena tidak sesuai dengan zaman atau era yang sedang terjadi sehingga diperlukan suatu pembaharuan. Secara umum tujuan penulisan ini adalah mendeskripsikan model pembelajaran bahasa dan satra Indonesia berbasis kearifan lokal. Materi pembelajaran yang dipilih untuk diajarkan oleh guru dan harus dipelajari siswa hendaknya berisikan pembelajaran yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Hasil penelitian yang diperoleh adalah menciptakan pembelajaran yang berbasis kearifan lokal pendidik harus mengetahui tentang hal-hal yang dapat menunjang keberhasilan dalam proses belajar salah satunya yaitu mengetahui pembelajaran dan sumber belajar.
PENERAPAN METODE QUANTUM TEACHING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPS MATERI KERJA SAMA INTERNASIONAL PADA SISWA KELAS IX-A SMP NEGERI 12 TANJUNG BALAI TAHUN AJARAN 2014/2015 Silaen, Robinhod
Jurnal Edukasi Kultura: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya Vol 5, No 2 (2018): JURNAL EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kultura.v1i2.11779

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menggunakan metode Quantum teaching pada pokok bahasan Materi Kerja Sama Internasional Kelas IX-A  SMP Negeri 12 Tanjung Balai Tahun Ajaran 2014/2015. Dengan menggunakan metode Quantum Teaching dalam pembelajaran IPS maka proses pembelajaran akan dapat berjalan dengan aktif dan menyenangkan serta dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Dimana penelitian memaparkan pengaruh metode Quantum teaching terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada pelajaran IPS pokok bahasan Kerja Sama Internasional. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Kelas IX-A  SMP Negeri 12 Tanjung Balai yang berjumlah 30 orang. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah lembaran observasi, wawancara dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan hal sebagai berikut: dapat diketahui motivasi belajar siswa pada siklus I menunjukkan bahwa sebesar 55% siswa yang memiliki indikator tekun menghadapi tugas, 50% siswa yang memiliki indikator ulet menghadapi kesulitan, 60% siswa yang memiliki indikator menunjukkan minat yang tinggi terhadap berbagai macam masalah, 40% siswa yang memiliki indikator bekerja mandiri, 39% siswa yang memiliki indikator dapat mempertahankan pendapatnya, 58% siswa yang memiliki indikator bekerja sama dalam mencari dan memecahkan masalah soal-soal. Dengan demikian, setelah diadakan tindakan pada saat proses pembelajaran dapat disimpulkan pada hasil tindalan siklus II yaitu sebesar 84% siswa yang memiliki indikator tekun menghadapi tugas, 77% siswa yang memiliki indikator ulet menghadapi kesulitan, 83% siswa yang memiliki indikator menunjukkan minat yang tinggi terhadap berbagai macam masalah, 78% siswa yang memiliki indikator bekerja mandiri, 69% siswa yang memiliki indikator dapat mempertahankan pendapatnya, 91% siswa yang memiliki indikator bekerja sama dalam mencari dan memecahkan masalah soal-soal. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa metode Quantum teaching adalah metode yang mampu menuntun siswa untuk meningkatkan motivasi belajar.
PEMBELAJARAN PARIKAN (PANTUN JAWA) DALAM KEARIFAN LOKAL BUDAYA JAWA SEBAGAI PEMBENTUK KAREAKTER SISWA Prasasti, Tri Indah
Jurnal Edukasi Kultura: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya Vol 5, No 2 (2018): JURNAL EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kultura.v1i2.11773

Abstract

AbstrakDefinisi parikan ialah tradisi lisan, budaya lisan dan adat lisan adalah pesan atau kesaksian yang disampaikan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pesan atau kesaksian itu disampaikan melalui ucapan, pidato, nyanyian, dan dapat berbentuk pantun, cerita rakyat, nasehat, balada, atau lagu. Dari segi makna dan fungsi parikan ada beragam parikan dalam masyarakat jawa yaitu sebagai ekspresi jiwa susah, sebagai control sosial, sebagai sindiran, sabagai ekspresi ilmu sejati, sebagai estetika gending dan lainnya. Parikan banyak digunakan sebagai pementasan atau sebagai hiburan berbeda dengan pantun yang digunakan sebagai pesan sosial dan untuk kebutuhan politik pada saat kampanye. Misalnya parikan digunakan untuk gara-gara wayang kulit, dagelan kethoprak, kentrung, dan jathilan. Pada tembang Jawa terdapat nilai-nilai moral sebagai pembentuk karakter siswa yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membentuk siswa yang berkarakter. Hal itu pun berkaitan dengan konsep kearifan lokal yang kini mulai sering kita dengar.

Page 1 of 1 | Total Record : 10