cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Physical Education Health and Sport
ISSN : 23547901     EISSN : 23548231     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
The Journal has a particular focus on physical education and sport research-based articles (approximately 7000 words) that make reference to other critical work in the field and/or discuss particular issues of practice-focused research within the specific professional fields of health, sport and physical education.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2016): Journal of Physical Education Health and Sport" : 16 Documents clear
KONTRIBUSI KEKUATAN OTOT LENGAN TEHADAP KEMAMPUAN SERVIS ATAS ATLET BOLAVOLI Gazali, Novri
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 3, No 1 (2016): Journal of Physical Education Health and Sport
Publisher : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.618 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kekuatan otot lengan terhadap kemampuan servis atas atlet bolavoli putra Mufakat Volly Club (MVC) Pekanbaru. Populasi dalam Mufakat Volly Club (MVC) adalah seluruh atlet Mufakat Volly Club (MVC) Pekanbaru yang berjumlah 24 atlet putra. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 24 atlet putra setelah menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kekuatan otot lengan dengan menggunakan alat expanding dynamometer dan tes servis atas bolavoli. Data dianalisa berdasarkan teknik korelasi, teknik korelasi yang dipergunakan adalah korelasi product moment. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa: terdapatnya hubungan antara kekuatan otot lengan terhadap kemampuan servis atas atlet putra bolavoli Mufakat Volly Club (MVC) Pekanbaru.This study aims to determine the contribution of the arm muscle strength against top athletes servicing capabilities volleyball Mufakat Volly Club (MVC) Pekanbaru. Population Mufakat Volly Club (MVC) Pekanbaru are all athletes Mufakat Volly Club (MVC) Pekanbaru amounting to 24 athletes sons. While the sample is 24 athletes sons after using total sampling technique. The research instrument used was a bicep strength test using an expanding tool dynamometer and test services on volleyball. Data were analyzed by correlation , the correlation technique used is the product moment correlation. Results of the analysis showed that: the strength of relationship between the arm muscles to the ability of a service on male athlete Mufakat Volly Club (MVC) Pekanbaru.
Ekstrakurikuler Sebagai Dasar Pembinaan Olahraga Pelajar Rasyono, Rasyono
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 3, No 1 (2016): Journal of Physical Education Health and Sport
Publisher : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.822 KB)

Abstract

Ekstrakurikuler merupakan wadah bagi siswa dalam menyalurkan minat dan bakatnya diluar pelajaran akademik disekolah. Berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler anatara lain bidang seni, kerohanian, kepemimpinan, jurnalistik dan tidak kalah populer dan hampir setiap sekolah ada adalah ekstrakurikuler bidang olahraga. Antuasias dan peminat ekstrakuler olahraga disekolah sangatlah luar biasa. Kondisi ini didukung dengan banyaknya kompetisi dan kejuaraan antar sekolah dibidang olahraga bahkan sampai pada level multi even yakni POPDA, O2SN, POPNAS, bahkan Kejurnas PPLP yang basis atletnya merupakan pelajar disekolah. Potensi yang timbul dari iklim kompetisi ini membuat keberadaan ekstrakurikuler disekolah sebagai lumbung atlet pelajar menjadi sangat sentral dan harus dikelola dengan baik, terarah serta berkesinambungan sebagai dasar pembinaan olahraga pelajar.Extracurricular is a place for students to channel their interests and talents beyond academic subjects in school. A wide variety of extracurricular activities among other fields of art, spirituality, leadership, journalism and no less popular and almost every school there are extracurricular sport. Enthusiastic and sports enthusiasts ekstrakuler school is remarkable. This condition is supported by the many competitions and championships between schools in the field of sports and even to the level of the multi event POPDA, O2SN, Popnas, even the base PPLP Championship athletes are students at school. Potential arising from this competitive climate makes the existence of extracurricular school as the granary of student athletes being very central and must be properly managed, focused and sustainable as basic sports coaching students.
PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN BASKETBALL AND FOOTBALL COMBINATION UNTUK PEMBELAJARAN PENJASORKES SISWA SEKOLAH DASAR Sudarmono, Martin
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 3, No 1 (2016): Journal of Physical Education Health and Sport
Publisher : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.263 KB)

Abstract

Permainan olahraga merupakan salah satu materi permainan dan olahraga yang bertujuan untuk mengembangkan koordinasi gerak peserta didik melalui aktivitas permainan beregu. Tidak semua sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran Penjasorkes mengajarkan semua materi dalam permainan bola besar. Berdasarkan hal di atas, perlu dilakukan pengembangan permainan bola besar yang dapat mengembangkan keterampilan koordinasi gerak peserta didik. Prosedur pengembangan yang digunakan; 1) menganalisis produk yang akan dikembangkan, 2) mengembangkan produk awal, 3) validasi ahli, 4) uji coba lapangan, 5) revisi produk, dan hasil produk pengembangan. Instrumen yang digunakan 1) data pengambilan denyut nadi, (2) kuesioner respon psikomotorik, kognitif, afektif peserta didik dengan angket, (3) pengamatan keefektifan teknik dasar yang digunakan dalam produk. Hasil penelitian ini telah ditemukan (1) produk permainan basketball and football combination, (2) keefektifan produk permainan dapat meningkatkan aktivitas fisik peserta didik, (3) permainan basketball and football combination ini dapat mengatasi keterbatasan alokasi waktu pembelajaran yang tersedia, (4) kompleksitas keterampilan koordinasi gerak. Simpulan penggunaan produk permainan basketball and football combination dalam pembelajaran memberikan pengaruh terhadap intensitas fisik, dapat mengatasi masalah keterbatasan sarana dan prasarana, dapat mengatasi keterbatasan alokasi waktu pembelajaran serta memberikan pengalaman koordinasi gerak kompleks. Saran bagi guru Penjasorkes di SD dapat menggunakan permainan ini di sekolah, dalam pembelajaran permainan bola besar.Sports game is one game and sport material that aims to develop motor coordination learners through team play activity. Not all schools in the implementation of learning Penjasorkes teach all the material in a big ball game. Based on the above, is necessary to develop a great ball game that can develop motor coordination skills of learners. Development procedures used; 1) analyzing the products that will be developed, 2) develop initial product, 3) expert validation, 4) field trial, 5) revision of the product, and the results of product development. Instruments used 1) the data capture pulse, (2) the questionnaire responses psychomotor, cognitive, affective learners with a questionnaire, (3) observation of the effectiveness of the basic techniques used in the product. The results of this study have been found (1) products games of basketball and football combination, (2) the effectiveness of the products games can increase physical activity of students, (3) the game of basketball and football combination can overcome the limitations of the allocation of instructional time available, (4) the complexity motor coordination skills. Conclusion The use of the products games of basketball and football combination in learning to give effect to the physical intensity, can cope with limited facilities and infrastructure, can overcome the limitations of the allocation of time learning and experience, coordination of complex motion. Suggestions for teachers in primary Penjasorkes can use this game at school, learning a great ball game.
HASIL BELAJAR LARI ESTAFET MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI SALAMAN 4 Marwoto, Widodo Giri; Pujiyanto, Agus; Pamot, Hermawan
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 3, No 1 (2016): Journal of Physical Education Health and Sport
Publisher : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.375 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar lari estafet melalui pendekatan saintifik pada siswa kelas VI SDN Salaman 4 kecamatan Salaman Kabupaten Magelang tahun 2016. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri Salaman IV kecamatan Salaman Kabupaten Magelang yang berjumlah 24 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes unjuk kerja, pengolahan datanya menggunakan deskritif persentase. Berdasarkan Hasil penelitian Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan ketuntasan hasil belajar secara klasikal sebesar 29,5 %, dari siklus 1, 58% meningkat menjadi 87,5 % pada siklus 2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil pembelajaran lari estafet pada siswa kelas VI SDN Salaman 4 Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang tahun pelajaran 2015/2016 The purpose of this study is to improve learning outcomes relay through a scientific approach in Class VI SDN Salaman Salaman 4 districts of Magelang regency in 2016. This study is a Class Action Research. Subjects were students in sixth grade elementary school districts Salaman Salaman IV Magelang regency amounting to 24 students. Data collection methods used were observation and tests of performance, processing data using descriptive percentage. Based on the research results that an increase in the classical mastery learning outcomes by 29.5%, from cycle 1, 58% increased to 87.5% in cycle 2. Thus we can conclude that the scientific approach can improve learning outcomes relay in class VI SDN Salaman Salaman 4 subdistrict of Magelang regency in the academic year 2015/2016
PHYSICAL EDUCATION IN THE UNITED STATES (A CRITICAL REFLECTION ON CURRENT STATUS AND FUTURE RESEARCH AGENDA) Setiawan, Caly
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 3, No 1 (2016): Journal of Physical Education Health and Sport
Publisher : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.242 KB)

Abstract

This paper explores the experiences of the author about living the discourse of physical education (PE) and physical education teacher education (PETE). More specifically, it focuses on the future of physical education in the United States will look like on its current path and how the author‟s views differ and/or match published perspective. The author position statement is also supported by research to look for path physical education and PETE in the US should take and ultimately what it will look like at the end of that path. There also exist some research areas the US PE need to focus more or less on physical education and PETE. The author proposes some essential research questions about physical education and PETE that deserve investigation. The last part of the paper offers specific aspects of physical education and PETE practices that warrant special attention; barriers that have impeded research in the areas, and change to overcome such barriers. Artikel ini mengeksplorasi pengalaman penulis dalam menyelami wacara pendidikan jasmani dan pendidikan keguruan pendidikan jasmani. Secara lebih khusus, makalah ini memfokuskan pada masa depan pendidikan jasmani di Amerika Serikat sebagaimana saat ini sedang berada di jalannya dan bagaimana pandangan penulis berbeda dan/atau sesuai dengan perspektif literature. Posisi pernyataan penulis juga didukung oleh penelitian untuk melihat jalan yang harus ditempuh oleh pendidikan jasmani dan pendidikan keguruannya dan pada akhirnya bagaimana bagaimana bentuknya di akhir perjalanan. Beberapa area penelitian juga diidentifikasi di mana peneliti seyogyanya memfokuskan perhatiannya. Penulis mengusulkan beberapa pertanyaan penelitian yang esensial tentang pendidikan jasmani yang harus diteliti. Bagian akhir dari makalah ini menawarkan aspek praktis pendidikan jasmani dan pendidikan keguruan yang harus diperhatikan, berikut hambatan dan perubahan-perubahan untuk mengatasi hambatan tersebut.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BOTTLE SHOOT PADA PERMAINAN BOLA BESAR UNTUK SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 1 SAMPANG KECAMATAN SAMPANG KABUPATEN CILACAP TAHUN 2016 Febriani, Saniatun; Hartono, Mugiyo; A.P, Ranu Baskora
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 3, No 1 (2016): Journal of Physical Education Health and Sport
Publisher : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.974 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghasilkan produk permainan Bottle Shoot sebagai pembelajaran permainan bola besar futsal bagi siswa SMP/MTS yang dissuaikan dengan kemampuan serta karakteristiknya Data yang diperoleh dari uji coba produk permainan Bottle Shoot berupa evaluasi kuesioner ahli dan lembar kuesioner siswa berupa aspek kognitif serta bentuk pengamatan untuk aspek penilaian aspek afektif dan psikomotorik. Perolehan hasil akhir yang diperoleh pada uji coba satu oleh ahli penjas dan ahli pembelajaran adalah 81% dan 92%. Diperkuat dengan hasil kuesioner dari siswa yaitu psikomotor 83%, afektif 91,7%, dan kognitif 89,5%. Hasil uji coba dua dari ketiga sekolah mendapatkan rata-rata prosentase yaitu pada aspek kognitif 91,7%, afektif 87,4%, dan psikomotorik 77,5%. Rata-rata keseluruhan dari ketiga sekolah mendapatkan 85,5%. Berdasarkan perolehan prosentase penelitian yang sudah dilaksanakan sebahai hasil uji coba produk dapat ditarik kesimpulan bahwa permainan Bottle Shoot dapat digunakan sebagai pembelajaran permainan bola besar pada futsal bagi siswa SMP diKecamatan Sampang Kabupaten Cilacap.The purpose of this study is to produce Bottle Shoot game product as learning of futsal big ball game for junior high students that is adapted by capabilities and characteristics. The method of this R&D research is product development research. The obtained datas of Bottle Shoot game product trials are experts’ questionnaire evaluation and students’ questionnaire forms that contain cognitive aspect and the observations as affective and psychomotor aspect. The final results from physical education and learning experts of the first trial are 81% and 92%. Reinforced by students’ questionnaires results are 83% of psychomotor, 91.7% of affective, and 89.5% of cognitive. The second trial of three schools an average percentage that is on the cognitive aspects of 91.7%, 87.4% affective, and psychomotor 77.5%. The average of three schools get 85.5%. Based on the percentage of the trial result can be concluded that Bottle Shoot game can be used as big ball game learning in futsal for junior high school students in Sampang distric, Cilacap. 
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SENAM RITMIK SI BUYUNG MENGGUNAKAN LAGU POTONG BEBEK ANGSA KELAS 1 SD NEGERI 1 NOTOG KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATEN BANYUMAS TAHUN AJARAN 2016 Kustati, Kustati; Hartiwan, Uen; Supriyono2, Supriyono
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 3, No 1 (2016): Journal of Physical Education Health and Sport
Publisher : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.373 KB)

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa aktivitas ritmik si buyung menggunakan lagu potong bebek angsa bagi peserta didik Kelas 1 SD Negeri 1 Notog Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah peneliti tindakan kelas. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 1 SD Negeri 1 Notog sejumlah 23 siswa yang terdiri dari 14 siswa putra dan 9 siswa putri. Bahwa hasil penelitian aktivitas ritmik senam si buyung menggunakan lagu Potong Bebek Angsa Kelas 1 SD Negeri 1 Notog menunjukan adanya peningkatan belajar siswa dari siklus I (61%) ke siklus II (87%), hal ini juga berarti mengalami kenaikan 26%. Simpulan dalam penelitan ini adalah metode Penjasorkes materi senam ritmik si buyung menggunakan lagu Potong Bebek Angsa dapat meningkatkan hasil belajar Penjasorkes pada siswa Kelas 1 SD Negeri 1 Notog. The aim of this research was to determine the increase in the learning process and student learning outcomes in rhythmic activity of the pitcher using pieces of duck swan song for learners Class 1 SD Negeri 1 Notog Patikraja District of Banyumas. This type of research is a classroom action research. The subjects of this study is the first grade students of SD Negeri 1 Notog number of 23 students consisting of 14 boys and 9 female student. That the results of research activity in rhythmic gymnastics pitcher uses the song Cut Duck Goose Class 1 SD Negeri 1 Notog shows the increase of student learning from the first cycle (61%) to the second cycle (87%), it also means an increase of 26%. The conclusions in this research is the method of rhythmic gymnastics material Penjasorkes pitcher uses the song Cut Duck Goose can improve learning outcomes on student Penjasorkes Class 1 SD Negeri 1 Notog.
PENERAPAN METODE PELATIHAN PLIOMETRIK DALAM MENINGKATKAN POWER OTOT TUNGKAI ATLET PPLM BALI Suratmin, Suratmin; Adi, I Putu Panca
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 3, No 1 (2016): Journal of Physical Education Health and Sport
Publisher : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.263 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan membuktikan penerapan metode pelatihan pliometrik dalam meningkatkan power otot tungkai atlet PPLM Bali. Penelitian ini terdiri dari variabel bebas adalah metode pelatihan pliometrik sedangkan sebagai variabel terikat adalah power otot tungkai. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen semu. Sampel dalam penelitian ini adalah atlet PPLM Bali. Data diperoleh dengan tes awal dan akhir yaitu power otot tungkai. Data dianalisis menggunakan statistik infrensial melalui uji t-tes pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat peningkatan yang signifikan antara tes awal dan tes akhir terhadap power otot tungkai dengan tes loncat tegak, (p < 0.008), (2) terdapat peningkatan yang signifikan antara tes awal dan tes akhir terhadap power otot tungkai dengan tes loncat tegak, tes laboratorium (p < 0.003), (3) terdapat peningkatan yang signifikan antara tes awal dan tes akhir terhadap power otot tungkai dengan tes loncat tegak, tes lapangan sebesar 8.64 %, (4) terdapat peningkatan yang signifikan antara tes awal dan tes akhir terhadap power otot tungkai dengan tes loncat tegak, tes laboratorium sebesar 5.04 %, (5) terdapat peningkatan yang signifikan antara tes awal dan tes akhir terhadap power tungkai dengan tes loncat tanpa awalan/standing broad jump (p < 0.000), dan (6) terdapat peningkatan yang signifikan antara tes awal dan tes akhir terhadap power tungkai dengan tes loncat tanpa awalan/standing broad jump sebesar 23 % The purpose of this study was to assess and prove the application of plyometrics training methods to improve limb muscle power athletes PPLM Bali. This study consisted of independent variables is plyometrics training methods, while the dependent variable is the leg muscle power. The research method using a quasi-experimental methods. The sample in this study is the athletes PPLM Bali. Data obtained with the test beginning and the end namely leg muscle power. Data were analyzed using a statistical test infrensial through t-test at a significance level of 5%. The results showed that: (1) there is a significant improvement between the initial tests and final test against power leg muscle with a test jump upright, (p <0.008), (2) there is a significant improvement between the initial tests and final test against power leg muscle with a test jump upright, laboratory tests (p <0.003), (3) there is a significant improvement between the initial tests and final test against power leg muscle with a test jump upright, field tests of 8.64%, (4) there is a significant increase between tests initial and final test against power leg muscle with a test jump upright, laboratory tests for 5:04%, (5) there is a significant improvement between the initial tests and final test against power leg with a test jump without prefix / standing broad jump (p <0.000), and (6) there is a significant improvement between the initial test and final test against power leg with a diving tests without prefix / standing broad jump of 23%
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SENAM RITMIK SI BUYUNG MENGGUNAKAN LAGU POTONG BEBEK ANGSA KELAS 1 SD NEGERI 1 NOTOG KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATEN BANYUMAS TAHUN AJARAN 2016 Kustati, Kustati; Hartiwan, Uen; Supriyono2, Supriyono
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 3, No 1 (2016): Journal of Physical Education Health and Sport
Publisher : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.373 KB) | DOI: 10.15294/jpehs.v3i1.6499

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa aktivitas ritmik si buyung menggunakan lagu potong bebek angsa bagi peserta didik Kelas 1 SD Negeri 1 Notog Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah peneliti tindakan kelas. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 1 SD Negeri 1 Notog sejumlah 23 siswa yang terdiri dari 14 siswa putra dan 9 siswa putri. Bahwa hasil penelitian aktivitas ritmik senam si buyung menggunakan lagu Potong Bebek Angsa Kelas 1 SD Negeri 1 Notog menunjukan adanya peningkatan belajar siswa dari siklus I (61%) ke siklus II (87%), hal ini juga berarti mengalami kenaikan 26%. Simpulan dalam penelitan ini adalah metode Penjasorkes materi senam ritmik si buyung menggunakan lagu Potong Bebek Angsa dapat meningkatkan hasil belajar Penjasorkes pada siswa Kelas 1 SD Negeri 1 Notog.The aim of this research was to determine the increase in the learning process and student learning outcomes in rhythmic activity of the pitcher using pieces of duck swan song for learners Class 1 SD Negeri 1 Notog Patikraja District of Banyumas. This type of research is a classroom action research. The subjects of this study is the first grade students of SD Negeri 1 Notog number of 23 students consisting of 14 boys and 9 female student. That the results of research activity in rhythmic gymnastics pitcher uses the song Cut Duck Goose Class 1 SD Negeri 1 Notog shows the increase of student learning from the first cycle (61%) to the second cycle (87%), it also means an increase of 26%. The conclusions in this research is the method of rhythmic gymnastics material Penjasorkes pitcher uses the song Cut Duck Goose can improve learning outcomes on student Penjasorkes Class 1 SD Negeri 1 Notog.
PENERAPAN METODE PELATIHAN PLIOMETRIK DALAM MENINGKATKAN POWER OTOT TUNGKAI ATLET PPLM BALI Suratmin, Suratmin; Adi, I Putu Panca
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 3, No 1 (2016): Journal of Physical Education Health and Sport
Publisher : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.263 KB) | DOI: 10.15294/jpehs.v3i1.6500

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan membuktikan penerapan metode pelatihan pliometrik dalam meningkatkan power otot tungkai atlet PPLM Bali. Penelitian ini terdiri dari variabel bebas adalah metode pelatihan pliometrik sedangkan sebagai variabel terikat adalah power otot tungkai. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen semu. Sampel dalam penelitian ini adalah atlet PPLM Bali. Data diperoleh dengan tes awal dan akhir yaitu power otot tungkai. Data dianalisis menggunakan statistik infrensial melalui uji t-tes pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat peningkatan yang signifikan antara tes awal dan tes akhir terhadap power otot tungkai dengan tes loncat tegak, (p < 0.008), (2) terdapat peningkatan yang signifikan antara tes awal dan tes akhir terhadap power otot tungkai dengan tes loncat tegak, tes laboratorium (p < 0.003), (3) terdapat peningkatan yang signifikan antara tes awal dan tes akhir terhadap power otot tungkai dengan tes loncat tegak, tes lapangan sebesar 8.64 %, (4) terdapat peningkatan yang signifikan antara tes awal dan tes akhir terhadap power otot tungkai dengan tes loncat tegak, tes laboratorium sebesar 5.04 %, (5) terdapat peningkatan yang signifikan antara tes awal dan tes akhir terhadap power tungkai dengan tes loncat tanpa awalan/standing broad jump (p < 0.000), dan (6) terdapat peningkatan yang signifikan antara tes awal dan tes akhir terhadap power tungkai dengan tes loncat tanpa awalan/standing broad jump sebesar 23 %The purpose of this study was to assess and prove the application of plyometrics training methods to improve limb muscle power athletes PPLM Bali. This study consisted of independent variables is plyometrics training methods, while the dependent variable is the leg muscle power. The research method using a quasi-experimental methods. The sample in this study is the athletes PPLM Bali. Data obtained with the test beginning and the end namely leg muscle power. Data were analyzed using a statistical test infrensial through t-test at a significance level of 5%. The results showed that: (1) there is a significant improvement between the initial tests and final test against power leg muscle with a test jump upright, (p <0.008), (2) there is a significant improvement between the initial tests and final test against power leg muscle with a test jump upright, laboratory tests (p <0.003), (3) there is a significant improvement between the initial tests and final test against power leg muscle with a test jump upright, field tests of 8.64%, (4) there is a significant increase between tests initial and final test against power leg muscle with a test jump upright, laboratory tests for 5:04%, (5) there is a significant improvement between the initial tests and final test against power leg with a test jump without prefix / standing broad jump (p <0.000), and (6) there is a significant improvement between the initial test and final test against power leg with a diving tests without prefix / standing broad jump of 23%

Page 1 of 2 | Total Record : 16