cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Erudio: Journal of Educational Innovation
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2302884X     EISSN : 25498673     DOI : -
Core Subject : Education,
Erudio merupakan Journal of Educational Innovation yang memiliki misi untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian, kajian-kajian dan atau inovasi yang berkualitas dalam bidang pendidikan dan pembelajaran dari segala aspek. guna mempercepat transfromasi dan implementasi ilmu dan teknologi pendidikan dan pembelajaran kepada masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 112 Documents
PENTINGNYA MENGETAHUI GAYA BELAJAR SISWA DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN DI KELAS Widayanti, Febi Dwi
ERUDIO (Journal of Educational Innovation) Vol 2, No 1 (2013): ERUDIO (JOURNAL OF EDUCATIONAL INNOVATION) DESEMBER 2013
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.524 KB)

Abstract

Abstrak   Gaya belajar siswa atau modalitas belajar, penting dipahami oleh guru. Setiap  siswa mempunyai kelebihan dan kekurangan, serta preferensi bagaimana sebuah informasi diproses berbeda pada setiap siswa. Mengetahui gaya belajar siswa, akan mempermudah guru untuk menyediakan lingkungan yang mendukung dan mempermudah siswa menyerap informasi secara maksimal. Ada baiknya, selain mengetahui gaya belajar siswa, guru pun harus tahu gaya belajar dirinya sendiri agar tidak salah paham menanggapi cara belajar siswa. Ide dasar untuk menemukan gaya belajar, untuk membantu mempermudah siswa ketika belajar. Setiap siswa mempunyai cara yang paling mudah untuk belajar dan untuk  menyerap informasi. Tugas guru adalah memaksimalkan gaya belajar siswa yang paling menonjol dan memperkenalkan gaya belajar lainnya agar siswa belajar secara maksimal. Ada tiga jenis gaya belajar (De Porter, 2000), yaitu: (1) gaya belajar visual; (2) gaya belajar auditorial; dan (3) gaya belajar kinestetik. Siswa dengan gaya belajar visual belajar melalui apa yang mereka lihat, siswa auditorial belajar melalui apa yang mereka dengar dan siswa kinestetik belajar lewat gerak dan sentuhan.   Kata Kunci: Gaya Belajar, Visual, Auditorial dan Kinestetik
Bahasa energi dalam fisika dan implikasinya pada peratarataan suatu besaran fisis Abdurrouf, Abdurrouf
Erudio Journal of Educational Innovation Vol 2, No 1 (2013): ERUDIO (JOURNAL OF EDUCATIONAL INNOVATION)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam fisika, dikenal empat jenis nilai rata-rata dari suatu besaran fisis, yaitu rata-rata langsung,  akar kudarat rata-rata, kebalikan dari rata-rata resiprok, serta nilai termungkin. Tulisan ini membahas nilai rata-rata yang bersifat operasional untuk suatu besaran fisis tertentu. Juga ditunjukkan alasan pemiilihan  besaran operasional tersebut, termasuk kaitannya dengan besaran energi. Kata kunci: rata-rata langsung, akar kuadrat rata-rata, kebalikan dari rata-rata resiprok, nilai termungkin 
SCOT (Structured Clinical Operative Test) : Penilaian Kompetensi Mahasiswa Kedokteran Gigi Dalam Melakukan Prosedur Tindakan Invasif Arief Suryadinata, Citra Insany Irgananda ,
Erudio Journal of Educational Innovation Vol 2, No 1 (2013): ERUDIO (JOURNAL OF EDUCATIONAL INNOVATION)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penilaian merupakan komponen penting atas pengalaman belajar yang diberikan kepada mahasiswa. Hasil penilaian dapat digunakan mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan mahasiswa, untuk mengevaluasi sebuah kurikulum, untuk memantau perkembangan mahasiswa, dan mengetahui pencapaian akhir dari kompetensi yang meliputi kapasitas mereka pada level praktis. SCOT adalah sebuah metode penilaian yang digunakan dalam penilaian terhadap prosedur klinis yang invasif. Sebuah metode yang dapat digunakan untuk melengkapi OSCE dalam penilaian secara keseluruhan terhadap penilaian kompetensi klinis dan bersifat sebagai penilaian formatif. SCOT menilai kemampuan praktik tindakan operasi dalam kurikulum program profesi dokter gigi. Kata Kunci: SCOT, Penilaian Formatif, Kompetensi Klinis
THE RELATIONS OF FORMAL THINKING ABILITY AND INQUIRY APPROACH IN SCIENCE LEARNING Arifah Fitriyah, Lina
ERUDIO (Journal of Educational Innovation) Vol 2, No 1 (2013): ERUDIO (JOURNAL OF EDUCATIONAL INNOVATION) DESEMBER 2013
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.524 KB)

Abstract

Abstract The science learning includes on learning process and product. Improving the quality of science learning that emphasizes the learning process can be done by giving the scientific work experience to students.Thinking skills of learners to be one of life skills that are needed to address the increasingly complex problems of life in the information age. Teachers are expected to plan and implement accommodate learning thinking skills.Formal thinking skills is the ability of learners to receive intellectual stimulations in the process of science learning concepts microscopic properties. Formal thinking skills give a small role in the ability inkuri someone. The suitable approach to improve the ability of intellectual inquiry is inquiry approach. Using a inquiry approach in laboratory-based, students have many opportunities to obtain data directly, interpret data, create hypotheses, test these hypotheses and discuss them to draw a conclusion. In guided inquiry learning approach,students are also more stimulated to find their own concepts in science.The students who have already begun to enter the formal level of thinking has been able to develop their own skills to find something that can be used to solve the problems faced.   Keywords: formal thinking skills, inquiry approach
Pembelajaran Inovatif Bahasa Indonesia melalui Alih Media Buku Pelajaran Kurikulum 2013 Widyartono, Didin
Erudio Journal of Educational Innovation Vol 2, No 1 (2013): ERUDIO (JOURNAL OF EDUCATIONAL INNOVATION)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, dapat dilakukan inovasi pembelajaran. Inovasi pembelajaran dapat dilakukan pada tataran kurikulum, strategi pembelajaran, evaluasi, hingga pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan memanfaatkannya, kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia dapat dilakukan secara inovatif. Fokus penelitian ini adalah kegiatan pengembangan dengan alih media buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa dalam kurikulum 2013. Kegiatan pengembangan dilakukan secara terbatas. Metode pengembangan yang digunakan adalah tahap rancang dan desain. Tahap rancang terdiri atas  terdiri atas pengobservasian awal dan penetapan kebutuhan siswa, sedangkan tahap desain terdiri atas penetapan perangkat lunak alih media dan pelaksanaan alih media buku pelajaran cetak ke elektronik. Hasil pengembangan berupa produk buku elektronik yang belum dilakukan uji coba dan uji ahli. Produk ini berbentuk e-Pub yang ukuran hurufnya dapat menyesuaikan dengan ukuran layar. Hal ini berbeda dengan format PDF. Selain itu, dengan format e-Pub bukan hanya teks dan gambar saja yang bisa disajikan, melainkan juga animasi, audio, dan audio-visual. Dengan alih media ini diharapkan buku pelajaran Bahasa Indonesia lebih menarik dan sesuai dengan karakter siswa.   Kata kunci: alih media, buku pelajaran, bahasa Indonesia, Kurikulum 2013
EFEKTIVITAS SISTEM ADMINISTRASI DALAM USAHA PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN Surakhman, Surakhman
Erudio Journal of Educational Innovation Vol 2, No 1 (2013): ERUDIO (JOURNAL OF EDUCATIONAL INNOVATION)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara tepat mengenai suatu keadaan, sifat-sifat suatu individu, atau gejala terhadap kelompok tertentu. oleh karena itu penelitian ini akan menitik beratkan pada upaya untuk memberikan deskripsi (gambaran) umum secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat fenomena yang diselidiki dari suatu objek penelitian serta dipaparkan dengan apa adanya. Metode deskriptif ini merupakan sebuah metode penelitian yang digunakan dalam meneliti status sekelompok manusia atau suatu objek, serangkaian kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun peristiwa pada masa sekarang. Metode pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis di Fakultas MIPA Universitas Brawijaya Malang adalah sebagai berikut, Pelaksanaan sistem administrasi organisasi dilakukan secara transparan dan akuntabel. Dalam pengembangan kebijakan maupun penerapan peraturan dilakukan suatu proses pembahasan yang demokratis dan melibatkan berbagai pihak terkait. Proses sosialisasi juga dilakukan sehingga setiap civitas akademika memiliki persepsi yang sama serta dapat memberikan suatu penilaian atas pelaksanaannya.  Kata kunci : Efektifitas, Kinerja karyawan
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM MEMBACA SERTA KESESUAIANNYA DENGAN INTELIGENSI MAHASISWA PROGRAM STUDI SASTRA INGGRIS Esti Junining, Sugeng Susilo Adi ,
Erudio Journal of Educational Innovation Vol 2, No 1 (2013): ERUDIO (JOURNAL OF EDUCATIONAL INNOVATION)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berpikir kritis adalah salah satu ketrampilan yang seharusnya dimiliki agar bisa berkomunikasi dan bertahan hidup di era global dewasa ini.Salah satu manfaat dari berpikir kritis adalah membuat seseorang lebih mandiri, percaya diri dan mampu memcahkan persoalan dengan lebih bijak. Berpikir kritis memiliki dua konsep dasar yaitu delapan elemen pemikiran kritis dan Sembilan standar intelektual. Kedua konsep ini akan digunakan untuk mengukur tingkat berpikir kritis mahasiswa program studi sastra Inggris dalam membaca dan melihat keseuaiannya dengan inteligensi mereka. Kesesuaian antara kedua elemen berpikir kritis dan inteligensiakan diukur dengan menggunakan studi korelasi untuk menentukan standar pemikiran kritis yang mereka miliki. Critical Thinking (CT) tes dan Intelligence Quotient (IQ) tes akan digunakan untuk mengukur dua variable pemikiran kritis dan inteligensi. IQ tes tidak hanya mengukur inteligensi mahasiswa melainkan juga untuk mengetahui kemampuan verbal dan perilaku mahasiswa. Disamping itu, standar pemikiran verbal, pemikiran kuantitatif, pemikiran abstrak dan ingatan jangka pendek juga akan diketahui dari penyelenggaraan tes IQ. Dengan mengetahui kesesuaian antara tingkat pemikiran kritis dan usia mental mereka, hasil dari penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan kritis para mahasiswa selain juga bermanfaat bagi para dosen untuk memberikan strategi pembelajaran berbasis pemikiran kritis mahasiswa. Kata kunci: tingkat berpikir kritis, inteligensi, program studi Sastra Inggris
PEMBELAJARAN GAYA MAGNETIK UNTUK SISWA SLTA MELALUI EKSPERIMEN MOTOR LISTRIK SEDERHANA Saroja, Gancang
Erudio Journal of Educational Innovation Vol 2, No 1 (2013): ERUDIO (JOURNAL OF EDUCATIONAL INNOVATION)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan eksperimen pembuatan motor listrik sederhana untuk mempelajari arah gaya magnetik. Eksperimen dibangun dengan menggunakan sebuah baterai 1,5 V, sebuah paku tembaga sepanjang 2,5 cm, sebuah silinder magnet neodymium berdiameter 2 cm dengan kuat medan pada permukaan 2,46 kG, serta sebuah kabel penghubung. Hasil eksperimen dibandingkan dengan kaidah gaya magnetik yang telah dikenal oleh siswa SLTA. Hasil menunjukkan bahwa eksperimen yang dibangun menghasilkan arah gaya magnetik yang sesuai dengan kaidah. Kata kunci: eksperimen, motor listrik, gaya magnetik ABSTRACT A simple experiment was conducted to build an electric motor for studying the direction of the magnetic force. Experiment was build using a battery of 1,5 V, a copper nail with long of 2,5 cm, a neodymium magnet cylinder with a diameter of 2 cm and 2.46 kG of field strength at the surface, and a connecting cable. The results of experiment are compared with the rules of magnetic style that are known by high school students. The results showed the direction of magnetic force in accordance with the rules. Keywords: experiment, electric motor, magnetic force
ANALISIS JALUR EVAKUASI PADA GEDUNG GRAHA SAINTA UNIVERSITAS BRAWIJAYA SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA ANGIN TOPAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMPUS WATCHING Rahman, M
Erudio Journal of Educational Innovation Vol 1, No 1 (2012): ERUDIO (JOURNAL OF EDUCATIONAL INNOVATION)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.53 KB)

Abstract

Beberapa tahun terakhir di Indonesia sering terjadi bencana dan meninggalkan dampak bagi orang-orang yang mengalaminya. Bencana yang sering melanda Indonesia adalah banjir, angin topan, gempa, tsunami, tanah longsor dan gunung meletus. Dampak yang diakibatkan dapat berupa dampak fisik maupun non fisik. Oleh karena itu perlu diadakan kegiatan penanggulangan bencana yang berfungsi untuk mengurangi dampak yang diakibatkan oleh bencana. Kegiatan penanggulangan bencana terdiri atas kesiapsiagaan, mitigasi, peringatan dini, tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi. Akan tetapi, untuk dapat mengurangi resiko terjadinya bencana, maka perlu dilakukan peningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi. Penelitian bertempat di gedung Graha Sainta (GS) Universitas Brawijaya dengan menggunakan metode campus watching. Data yang didapat merupakan data langsung yang diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pada lantai I gedung GS terdapat 1 ruang evekuasi, pada lantai II terdapat 2 ruang evakuasi, dan pada lantai III tidak terdapat ruang evakuasi. Hal ini dikarenakan apabila terjadi bencana angin topan, lantai III akan porak-poranda sebab letaknya yang berada paling atas dari gedung GS.
CAMPUS WATCHING SEBAGAI LANGKAH AWAL PROTEKSI BAHAYA KEBAKARAN (Studi Kasus Gedung Graha Sainta Lt. 1 Universitas Brawijaya) Ayu, Hena Dian
Erudio Journal of Educational Innovation Vol 1, No 1 (2012): ERUDIO (JOURNAL OF EDUCATIONAL INNOVATION)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.43 KB)

Abstract

Kebakaran adalah bahaya yang diakibatkan oleh adanya ancaman potensial dan kemungkinan terkena pancaran api sejak dari awal terjadi kebakaran hingga penjalaran api, asap dan gas yang ditimbulkan. Pemerintah mengatur ketentuan tentang proteksi kebakaran dalam Undang-undang Bangunan Gedung No.20 tahun 2008. Gedung Graha Sainta terletak di universitas Brawijaya yang juga harus memiliki sistem proteksi kebakaran sesuai standart yang ditentukan oleh Undang-Undang. Untuk memahami lingkungan sekitar dan hal-hal apa saja mempengaruhi lingkungan  ada beberapa metode yang bisa kita gunakan misalnya campus watching. Metode ini adalah suatu pendekatan partisipatif untuk mengenali masalah dan mencari solusi secara bersama-sama dari permasalahan yang dihadapi, seperti bencana maupun masalah keamanan lingkungan. Bencana yang dimaksud pada tulisan ini adalah kebakaran. Berdasarkan campus watcing yang telah dilakukan maka diperoleh gambaran mengenai tempat- yang dianggap rawan serta alasannya, peta mengenai kondisi dari area campus wathcing serta jalur evakuasi jika terjadi bahaya kebakaran beserta analisnya. Data pendukung terhadap hasil analisa diperoleh dari quisioner dan interview terhadap pengguna gedung yaitu staf pengajar, staf kepegawaian dan mahasiswa. Didapatkan  kesimpulan yaitu, Sistem proteksi kebakaran gedung Graha Sainta lantai I tidak cukup standart sebagaimana disyaratkan dalam Undang-Undang. Perlu dilakukan pelatihan untuk pengguna gedung terkait proteksi bahaya kebakaran dan latihan simulasi terkait jalus evakuasi. Perlu dilakukan pengecekan terhadap instalasi listrik dan peralatan proteksi kebakaran secara berkala. Dan perlu dilakukan perbaikan  terhadap beberapa instalasi listrik, penataan lingkungan (kebersihan dan penggunaan bahan yang mudah terbakar) yang dapat memicu kebakaran.

Page 1 of 12 | Total Record : 112