cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ternak Tropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25031007     EISSN : 25031007     DOI : -
Core Subject :
TERNAK TROPIKA, Journal of Tropical Animal Production (JTAP) provides for rapid publication of full-length papers, short communication and review articles describing of new finding or theory in Animal Production area. TERNAK TROPIKA has 1 volume with 2 issues per year. TERNAK TROPIKA is published by Department of Animal Priduction, Faculty of Animal Husbandry, Brawijaya University Indonesia in collaboration with Indonesian Society of Animal Science (ISPI
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika" : 10 Documents clear
PEMANFAATAN TEKNOLOGI KLONING HEWAN UNTUK KONSERVASI SUMBER GENETIK TERNAK LOKAL MELALUI REALISASI BANK SEL SOMATIS Ciptadi, Gatot
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.933 KB)

Abstract

transfer nukleus donor sel somatik mempunyaimanfaat yang sangat besar untuk riset dan implementasinya di bidang kedokteran,produksi ternak dan konservasi hewan langka. Adanya kecenderungan tingkatkeberhasilan produksi hewan kloning yang lahir dan hidup normal pada berbagaispesies, membuka peluang dan harapan yang sangat besar bahwa teknologi iniberpotensi bagi konservasi plasma nutfah dari berbagai spesies. Semenjak kelahirandomba kloning pertama hasil transfer nukleus dengan sel somatik, maka kemudiandisusul berbagai keberhasilan lahirnya hewan kloning berbagai spesies seperti,kambing, sapi, babi, tikus dll. Berbagai sel somatik yang telah menghasilkan individukloning, diantaranya adalah sel kumulus, fetal/adult fibroblast, mammary gland,epithel dll. Sukses pertama kloning hewan langka adalah lahirnya Gaurs hasil transfersel somatik gaur (B. gaurus) yang ditransfer interspesies pada oosit enukleasi sapi (B.taurus). Viabilitas sel somatic hasil kultur konfluen sangat tinggi berkisar antara 85 –95 %. Konsep genome resources bank perlu mulai dicobakan pada populasi hewanliar, spesies langka dan juga ternak lokal. Dengan demikian, jika selama ini hanyadikenal dua macam sel yaitu spermatozoa dan oosit yang bisa dikriopreservasi, makakedepan ada potensi yang sangat besar dengan realisasi banks sel somatik berbagaispesies hewan sebagai sumber sel donor untuk memproduksi individu kloning.Kata kunci: Somatic cells, genetic diversity, nuclear transfer, cloning,.ABSTRACTEmbryo cloning production using somatic cells donor has great potentialapplication in medicine, animal production as well as preserving endangered and rareanimal. Recent increased success of reproductive technologies has caused dramaticsurge hope for preservation of endangered species. Since the birth of Dolly, the firstsheep cloned from adult somatic cells, cloning adult animals has succeeded in severalspecies including cattle, mice, pigs and goat. There are many somatic cells donorresources using fetal fibroblast, adult mammary gland cells, cumulus cells thatindicate successful donor cell production for nuclear transfer. The first succesfulcloning of an endangered animal cross-species nuclear transfer that give birth a babygaur bull. The concepts of genome resource banks and reproductive technology isimportant to re-introduced into wild animal population, rare and endangered animaland also local domestic animals. In the near future somatic bank cells has a greatpotential for genetic resources cryopreservation .
PENGARUH PENGGUNAAN BEBERAPA JENIS ENKAPSULAN PADA ASAM LAKTAT TERENKAPSULASI SEBAGAI ACIDIFIER TERHADAP DAYA CERNA PROTEIN DAN ENERGI METABOLIS AYAM PEDAGING Natsir, Muhammad Halim
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.761 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asamlaktat terenkapsulasi sebagai acidifier dengan beberapa macam bahan enkapsulanterhadap daya cerna protein dan energi metabolis ayam pedaging. Materi yangdigunakan dalam penelitian ini adalah ayam pedaging berumur 21 hari sebanyak 20ekor dan asam laktat Bahan enkapsulan yang digunakan yaitu maltodekstrin,laktoglobulin, dan zeolit. Metode yang digunakan adalah percobaan secara in vivomenggunakan rancangan acak lengkap terdiri dari lima perlakuan Pakan Basal sebagaikontrol (P0), Asam Laktat Cair (P1), Asam laktat terenkapsulasi : Zeolit (P2),Lactoglobulin (P3) dan Maltodextrin (P4) dengan empat kali ulangan. Hasil yangdiperoleh dari penelitian ini adalah perlakuan dengan penambahan asam laktatmenunujukan adanya perberbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap daya cerna proteindan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap AME dan AMEn.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan asamlaktat terenkapsulasi maltodextrin dan laktoglobulin dapat meningkatkandaya cerna protein, AME dan AMEn.Kata kunci : Asam Laktat, Enkapsulasi, Daya Cerna Protein, Energi Metabolis, AyamPedaging.ABSTRACTThe aim of this research was to examine the influence of using severalencapsulant of lactic acid as acidifier on protein digestibility and metabolizable energyin broilers. The materials used in this research were 20 broilers of 21 days of age, liquidlactic acid and encapsulated lactic acid. The encapsulant used were maltodextrin,lactoglobulin and zeolite. Broilers were randomly allotted to five dietary treatmentswith four replication each. The variables observed were protein digestibility andmetabolizable energy. Data were analyzed by using Completely Randomized Design.The difference among the treatments was assayed by Duncan Multiple Range Test. Theresult of this research showed that lactic acid encapsulated was significant (P<0.05)influenced protein digestibility and significant (P<0.01) influenced with AME and AMEn. Itcan be concluded that lactoglobulin and maltodextrin on encapsulated lactic acid could beincrease AME, AMEn and protein digestibility.Keyword : Lactic Acid, Encapsulation, Protein Digestibility, Metabolizable Energy, Broiler
PENGARUH PENGGUNAAN MINYAK KELAPA DALAM RANSUM TERHADAP KONSUMSI PAKAN, PENINGKATAN BOBOT BADAN, KONVERSI PAKAN DAN KARKAS BROILER PERIODE FINISHER Prayogi, Heni Setyo
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.886 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Sumber sekar FakultasPeternakan Universitas Brawijaya di Desa sumber Sekar Kecamatan Dau KabupatenMalang. Analisis ransum penelitian dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi danMakanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan minyak kelapadalam ransum terhadap konsumsi, pertambahan bobot badan, konversi pakan dankarkas broiler periode finisher. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakansebagai bahan informasi mengenai penggunaan minyak kelapa dalam ransum broiler.Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 ekor broiler jantanstrain Lohman umur 21 hari. Kandang yang digunakan adalah sistem litter sebanyak20 petak yang masing-masing berukuran panjang 70 cm x lebar 70 cm x tinggi 60 cm.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan dengan rancangan acaklengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan yaitu ransum yang tanpa penggunaanminyak kelapa (R0), ransum dengan penggunaan minyak kelapa 1% (R1), ransumdengan penggunaan minyak kelapa 2% (R2) dan ransum dengan penggunaan minyakkelapa 3% (R3). Tiap perlakuan diulang lima kali perlakuan dan tiap ulangan terdiridari lima ekor broiler. Ransum penelitian dan air minum diberikan secara ad libitum.Variabel yang diukur adalah konsumsi pakan, peningkatan bobot badan, konversipakan dan bobot karkas. Data dianalisis dengan menggunakan sidik ragam dari RALdan bila terdapat perbedaan yang nyata diteruskan dengan uji Beda Nyata Terkecil(BNT).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berbagai tingkat penggunaan minyakkelapa dalam ransum memberikan perbedaan yang nyata terhadap pertambahan bobotbadan dan bobot karkas dan sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan dankonversi pakan. Disarankan dalam pembuatan ransum broiler periode finisher dapatdigunakan minyak kelapa sebesr 3% karena diperoleh konversi pakan yang baik.Kata kunci: minyak kelapa. broilerABSTRACTThis study was carried out at the field laboratory Sumber Sekar, Faculty ofAnimal Husbandry, Brawijaya University at Sumber Sekar village, Dau subdistrict,Malang District. Analysis ration which used in this study was carried out at laboratoryof animal Nutrition Faculty of animal Husbandry, Brawijaya University, Malang.The objectife of this study is to find out the effect of using coconut oil in rationtowards feed consumption, body weight gain, feed convertion and carcass weightbroiler of finisher period. The result of this study was hope as information about usingcoconut oil in ration to broiler of finisher period.The material used in this study were 100 broiler male of Lohmann strain 21thold. The numbre house of litter system were used 20 unit and the measurement oflength 70 cm, width 70 cm and the hight 60 cm. The method of this study wasrandomized completely design. The treatment were ration without using coconut oil(R0), ration with coconut oil 1% (R1), ration with coconut oil 2% (R2) and ration withcoconut oil 3% (R3). Each treatment was replicated five times and each replicationthere were five broiler. The ration and drinking were given ad libitum. The variablemeasured weere feed consumption, body weight gain, feed confertion and carcassweight. The data were subjected to analysis of variance and followed by leastsignificant differece.The result sowed using coconut oil in ration give significant effect (P<0,05)toward body weight gain and carcass weight and give highly significant effect(P<0,01) towards feed consumption and feed convertion. It was suggested in makingration broiler of finisher period can use coconut oil 3% because it can gain fineconvertion.Key words: cocunut oil, broiler
STUDI TENTANG BIOLOGI REPRODUKSI DAN KEBUTUHAN PAKAN KANCIL YANG DIPELIHARA DI PENANGKARAN. Israil, Idris; Rosyidi, Djalal; Kusmartono, Kusmartono
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.575 KB)

Abstract

kebutuhan pakan hewan kancil (Tragulus javanicus) telah dilaksanakan di Fakultas PeternakanUniversitas Brawijaya Malang. Enam ekor kancil betina dan dua ekor kancil jantan digunakanuntuk observasi lama dan siklus berahi, tanda-tanda dan lama kebuntingan, sedangkan untukpengukuran kebutuhan pakan digunakan tiga ekor kancil jantan yang ditempatkan di kandangindividu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan heat detector berupa pagarpemisah antara jantan dan betina adalah sangat efektif untuk mendeteksi berahi. Teknikpenggunaan air accu juga cukup efektif untuk deteksi kebuntingan kancil di lapangan. Lamadan siklus berahi kancil secara berturut-turut adalah 35 hari dan 16 jam, sedangkan lamakebuntingan adalah sekitar 133 hari. Konsumsi bahan kering kancil adalah berkisar antara 3,0sampai 3,36% dari bobot badan. Pemberian pakan kering berupa konsentrat perluditambahkan pada pakan sayuran secara perlahan-lahan untuk meningkatkan pasokan protein.Kata kunci: heat detector, siklus berahi, lama kebuntingan, komsumsi BKABSTRACTAn experiment aiming for studying reproductive biology and nutrient requirements oflesser mouse deer (Tragulus javanicus) was conducted at Faculty of animal Husbandry,Brawijaya University Malang. Six female and two male lesser mouse deer were used indetermining nutrient requirements. The results showed that the use of fence barrier as heatdetector is efficient and the use of inozied water of car battery as a mean for detectingpregnancy in the field is also efficient. Heat duration and cycle of lesser mouse deer incaptivity were found to be 35 days and 16 hours respectively, whilst pregnancy duration wasabout 133 days. Dry matter (DM) consumption of lesser mouse deer ranged from 3,0 to 3,36%of body weight. The use of dry feed to supplement vegetables offered as basal diet seems to beimportant to improve protein supply to the animals.Keywords : Heat detector, heat duration and cycle, pregnancy duration, DM consumtion.
PERAN RUMINANSIA DALAM SISTEM PERTANIAN (Referensi Untuk Integrasi Sapi Pada Crash Prog S, Ifar
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.98 KB)

Abstract

ABSTRAKUntuk tujuan swasembada jagung tahun 2007, pemerintah menetapkanSulawesi sebagai pulau produksi jagung nasional. Khususnya Propinsi SulawesiUtara, menetapkan crash program pengembangan agribisnis jagung dengan targetarea tanaman pada April 2006 seluas 10.000 ha dengan hasil 38.200 ton jagung.Luasan ini diperkirakan menghasilkan 28.000 t BK tebon jagung per waktu panenyang dapat menyediakan pakan untuk 41.482 ekor sapi dengan berat badan 250 kgsetiap hari selama 90 hari. Integrasi sapi dalam crash program agribisnis jagung ituakan dapat mengeliminasi marjinalitas kontribusi Sulawesi Utara terhadap pengadaandaging nasional dan meningkatkan ketahanan pangan. Melalui integrasi itu, per unitlahan akan menghasilkan produk bernilai-jual seperti jagung, daging/susu, tenagakerja serta pupuk kandang. Namun, agar kebijakan integrasi mendapatkan hasiloptimal disarankan adanya tahap evaluasi dan perencanaan secara empiris terlebihdahulu.Kata kunci : agribisnis, jagung, sapi, Sulawesi UtaraABSTRACTAiming at maize self-sufficiency in 2007, Sulawesi has been declared by thegovernment as the national maize producing island. Particularly, the North Sulawesiprovince has set a crash program called maize agribusines development. A total of10,000 ha planting area of maize was programmed by April 2006 to produce 38,200 tof maize. This would produced 28,000 t dry matter of maize stover per harvest periodthat can be used to feed 41,482 heads of 250 kg liveweight cattle for 90 days.Integration of cattle into the existing crash program of maize agribusiness willeliminate the marginal contribution of North Sulawesi to national meat production theprovince meat resiliance. Through the integration, varying tradable products will beproduced per land unit including maize, meat/milk, draught power and organicfertilizer. To obtained optimum integration, however, evaluation and empiricalplanning are suggested to be implemented in advance.Keywords : agribusiness, maize, cattle, North Sulawesi
PENGARUH LIMBAH PUPUK CAIR BIOGAS YANG DIPEKATKAN TERHADAP PERTUMBUHAN CABAI Junus, H. Mochammad; Satata, Budya; Arifin, Syamsul
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.888 KB)

Abstract

Limbah temak morupakan bahan organik yang menjadi sumber cemaranlingkungan, schingga poxigubahan limbah ternak sebagai ponyodia enorgi, pakan,pupuk organik sangat diharapkan.Sludge cair limbah gas bio dari kotoran ternak mengandung air sekitar 90-93persen yang di dalarnnya terdapat berbagai macam. zat hara untuk pertumbuhan danproduksi tanaman. Cairan sludge limbah gas bio agar bertnanfaat dan dapatdikornersialkan maka diperlukan pengentalan supaya tidak volumnis denganpenambahan pupuk anorganik dan zat aktif lain.Tujuan penelitian ini adalah: (1). Mengembalikan limbah ternak pada tanamansiap pakai dan tanpa menurunkan mutu lingkungan maupun kehidupan. (2). Untukmengetahui nilai biologis sludge cair, menjadi kornoditi pupuk tanaman kornersial.Adapun kegunaannya adalah: (1). Menentulcan mutu dan menjadikan sludge cairsebagai, pupuk tanaman. (2). MernbangkitIcan proses pengelolaan limbah ternakuntuk peningkatan mutu lingkimgan dan kehidupan masyarakat,Penelitian ini, menggunakan metode percobaan dengan rancangan acaklengkap model Faktorial. Materi yang digmakan di dalam penelitian in! adalah:tanaman lombok, lumpur sludge limbah unit gas bio, pupuk NPK dan semen. Alatyang digunakan adalah beker glass, dan evaporator. Percobaannya, meliputi empattahap:(1). mengentalkan pupuk cair dari 100 % menjadi 25 % dan 63 %, (2). membuatcampuran pupuk cair yang telah dipekatkan dicampur dengan pupuk NPK (1 %, 2 %,3 % dan 4 %) dan semen (4 %, 6 % dan 8 %), (3). menanam tanaman pangan berupalombok merah ke dalarn bedengan, keempat adalah mengontrol perturnbuhan tanamandengan mengukur respon pupuk sludge yang diberikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a). terdapat pengaruh sludge yang nyatapada tinggi tanarnan lombok umur 2 sampai 3 minggu dan NPK pada umur 2 minggu,(b). terdapat interaksi antara Sludge dan NPK pada tanaman lombok umur 7, 9 dan 10minggu, (c). terdapat intaraksi NPK dan Semen pada tinggi tanaman umur 6 sampaidengan 11 minggu.Kesimpulan: 1). Sludge sangat berperanan pada penampilan tinggi tanaman lombokpada umur dua sampai tiga minggu, sedangkan NPK pada umur dua minggu.ABSTRACTThe obyeetives of this research are 1. to make use animal waste product chiligrowth with no risk to the to the environment and human life 2. To investigate thevalue of biological liquid sludge to he a commodity of comercial plant fertilizer. Theuses of the research are (1). To make liquid sludge to be a fertilizer and, to determineits quality 2. to build a process in making use animal waste to improve theinviromnent quality and human life.The materials used in this research are : chili plants, sludge mud of bio gas waste,cement and NPK fertilizer. The equipment needed are beker glass, oven and other toolsthat supporced the chili growth. The try out was conduced within 4 steps : first processingthe viscosity of liquid bio fertilizer from 100 % became. 25 % and 65 %, secondly makinga mixure of fluid fertilizer that had been thickened and cement also NPK, thirdly, growingordinary ( red ) chilies om a vegetable bed Fourthly, controlling the growth of the chifiesby measuring the respond of the sludge fertilizer given to the plants.The result of the research indicated that: (1) the Sludge and NPK of giving thechille growth at two week and three week relative tall, and two week, (b). interactionSludge and NPK giving of the chili growth 7, 9 and 10 week relative tall , (c) theinteraction of giving sludge and cement 6 % shows a satisfied result at week 6 up to week11. Suggestion : it is needed to conduct forther resourches for a comparison to get moresatisfied result by treating other fertilizer combinations.
KAJIAN PENGGUNAAN SUKROSA TERHADAP PENCOKLATAN NON-ENZIMATIS DODOL SUSU Manab, Abdul
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.248 KB)

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sukrosa padapembuatan dodol terhadap kadar air, kadar gula reduksi dan indeks pencoklatan dodolsusu.Perlakuan yang dicobakan adalah penggunaan sukrosa dengan prosentase10%; 12,5% dan 15%.Data dianalisis menggunakan sidik ragam dengan RancanganAcak Kelompok. Apabila terdapat perbedaan yang nyata atau sangat nyata diantaraperlakuan akan dianalisis dengan Multiple Range Test.Kadar sukrosa berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar air dodolsusu, semakin tinggi konsentrasi sukrosa maka kadar air semakin tinggi, karena makasemakin banyak air yang terikat oleh sukrosa sehingga semakin sulit untukmelepaskan air yang sudah terikat oleh sukrosa. Pengaruh kadar sukrosa terhadapkadar gula reduksi dodol tidak berpengaruh secara nyata (P>0,05) terhadap kadar gulareduksi dodol susu. Difusi/disolusi bukan faktor pembatas, karena dalam sistem modelcairan yang mengandung pelarut organik, penambahan air dapat mengakibatkanpenurunan dramatis terhadap laju pencoklatan, sehingga laju penurunan kadar gulareduksi dalam dodol susu secara statistik tidak terdapat perbedaan yang nyata. Kadarsukrosa tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap indeks pencoklatan dodol susu.Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa Penambahan sukrosamenghasilkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar air, namun tidakmenghasilkan perbedaan terhadap kadar gula reduksi dan indeks pencoklatan nonenzimatisdodol susu. Penambahan sukrosa 10 persen memberikan indekspencoklatan paling rendah. Pembuatan dodol susu pada spesifikasi ini disarankanmenggunakan sukrosa sebanyak 10 persen.Kata Kunci: Dodol Susu, Sukrosa, Kadar air, Gula reduksi, Indeks pencoklatan.ABSTRACTThis study was to find out effect of sucrose on water content, reducing sugarcontent and browning index of pastry milk.The design experiment used was random block design, the treatment wassucrose content: 10%, 12,5% and 15%. Data were subjected to analysis of varianceand followed by Duncan’s Multiple Test (DMRT).The result showed that various sucrose content gave a highly significant effect(P<0,01) on water content, no significant difference (P<0,05) on reducing sugarcontent and browning index of pastry milk.It was concluded that sucrose content affect water content of pastry milk butno significant different on reducing sugar and browning index of pastry milk. It wassuggested that to produce pastry milk using 10% sucrose to decrease browning index.Keywords: pastry milk, sucrose, reducing sugar, browning index.
PENGARUH SUPLEMENTASI RAGI LAUT TERHADAP PENAMPILAN AYAM PETELUR Kompiang, I Putu; Supriyati, Supriyati; Sjofjan, O.
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.054 KB)

Abstract

ABSTRAKSatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh suplementasi ragilaut sebagai pakan imbuhan terhadap kinerja ayam petelur dengan menggunakan 120ekor ayam umur 22 minggu yang dibagi dalam tiga perlakuan pakan: I kontrol denganimbuhan zinc-bacitracine, II ragi laut (1 kg/ton pakan) dan III probiotik komersil (1kg/ton pakan), dengan 4 ulangan (10 ekor/ulangan). Ayam ditempatkan dalamkandang batere individu, dengan satu tempat pakan untuk setiap ulangan. Pakan danair minum diberikan secara bebas selama 16 minggu masa percobaan.Perlakuan tidak mempunyai pengaruh yang nyata terhadap konsumsi pakan,namun mempunyai pengaruh yang nyata terhadap % produksi telur harian (%HD),total produksi masa telur, nilai rasio konversi pakan (FCR) masing masing 77,83 6,24%; 88,35 1,21%; 89,58 1,14%; 4, 85 0,45 kg/ekor; 5,59 0,03 kg/ekor; 5,650,52 kg/ekor; 2,86 0,26; 2,44 0,17; 2,43 0,14 untuk perlakuan I,II dan III.Berat telur dan tebal kerabangnya tidak dipengaruhi oleh perlakuan, namunkandungan kolesterol dari kuning telur dipengaruhi secara nyata, masing-masing 4,58 0,56 mg/100 g, 4,13 0,81 mg/100gram; 3,41 0,34 mg/100 gram untuk perlakuan I,II dan III.Aktivitas enzim lipase dalam usus tidak dipengaruhi oleh perlakuan, namunmempunyai pengaruh yang nyata terhadap enzim amilase dan protease masing masing58,9; 79,1; 69,5 unit/ml; 1,82; 1,95; 5,28 unit/ml, untuk perlakuan I,II dan III.Panjang dan jumlah vili secara nyata dipengaruhi oleh perlakuan masingmasing 57,05 7,06 m; 62,78 4,69 m dan 78,13  11,85 m; 12,00 2,16 / 10cm2; 14,25 1,71 / 10 cm2 ; 16,25 0,96 / 10cm2 untuk perlakuan I, II dan III.Dari penelian ini disimpulkan bahwa ragi laut dapat digunakan sebagai pakanimbuhan menggantikan zinc bacitracin, bahkan memberi penampilan yang lebih baikyang kemungkinan disebabkan oleh lebih tingginya aktivitas enzim pencernaan dalamusus serta lebih panjang dan banyaknya jumlah vili.Kata kunci: ragi laut, ayam petelurABSTRACTAn experiment has been conducted to study the effect of marine yeast as feedsupplement, using 120, 22 weeks old layers, divided into three treatment : I controlwith zinc bacitracine, II marine yeast and III commercial probiotic, with 4 replicates(10 birds/replicate). The birds were placed in a single battery, with one feeder for eachreplication. Feed and drinking water were given ad-libitum during the 16 weeks trial.The treatment had no significant effect on feed consumption, but significantlyaffected % henday (HD) production, total egg-mass production and FCR, which were77.83 6.24%, 88.35 1.21%, 89.58 1.14%; 4. 85 0,45 kg/head; 5.59 0.03kg/head; 5,65 0.52 kg/head ;2.86 0.26; 2.44 0.17; 2.43 0.14. for treatment I, II,and III, respectively.Egg weight and shell thickness were not affected by treatment, however, thecholesterol content of the yolk was significantly affected, 4.58 0.56mg/100g, 4.13 0.81 mg/100gram and 3.41  0.34 mg/100 gram for treatment I, II, and IIIrespectively.Lipase enzyme activity in the gut was not affected by the treatment,how ever,there were a significant effect on amylase and protease enzyme activities 58.9; 79.1 ;69.5 unit/ml; 1.82; 1,95; 5.28 unit/ml, for treatment I, II, and III, respectively.The length and number of villi were significantly affected by the treatments,57,05 7,06 m; 62,78 4,69 m and 78,13 11,85 m; 12,00 2,16 /10 cm2 ; 14.251.71 /10cm2 and 16.25 0.96 /10cm2 for treatment I, II, and III, respectively.From the trial, its concluded that marine yeast could be used as feedsupplement, replacing zinc bacitracine, even with better performance which might dueto higher digestive enzymes activities as well as better length and number of villi.Key words: marine yeast, layer chicken
ANALISA BEBERAPA PARAMETER MOTILITAS SPERMATOZOA PADA BERBAGAI BANGSA SAPI MENGGUNAKAN COMPUTER ASSISTED SEMEN ANALYSIS (CASA) Sarastina, Sarastina; Susilawati, T.; Ciptadi, G.
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.458 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan Penelitian ini adalah untuk mempelajari 18 parameter motilitasspermatozoa menggunakan metode CASA serta motilitas progresif secara visualdibandingkan ddengan metoda CASA. Materi adalah semen segar dari 8 bangsa sapiyaitu Limousin, Bali Madura, Simental, Brahman, dan Ongole. Sata dianalisa dengananalisis varian, sementara data motilitas progresif diuji t-test. Hasil menunjukkanbahwa motilitas progresif menggunakan CASA tidak berbeda nyata (P>0.05) diantara6 bangsa sapi. Sementara itu parameter motilitas hiperaktif menggunakan CASA tidakberbeda nyata (P>0.05) kecuali on linier, non limear, juga parameter: DCL, DAP,DSL, VCL, VAP, VSL, LIN< STR< WOB, ALH, AOH adalah berbeda nyata(P<0.05) diantara bangsa sapi. Uji t pada motilitas progresif menunjukkan tidak adabeda nyata (P>0.05) antara CASA dengan visula.Kata kunci: Motilitas, CASA, spermatozoa, sapi.ABSTRACTThe aims of this research were to determine 18 parameters spermatozoamotility using CASA method and to determine spermatozoa progressive motility usingvisual assessment and CASA. The material of this research were bull fresh semenfrom 6 breeds, there were Limmousin, Bali, Madura, Simmental, Brahman andOngole which owned by National Artificial Insemination Center Singosari. Data werecollected from CASA method of 18 parameters sperm motility and visual assessmentmethod of progressive sperm motility. Data were analyzed by variance and factoranalysis, and progressive motility using visual and CASA were analyzed by paired TTest.The result showed that motility and progressive motility using CASA was nosignificant different (P>0.05) for six breeds. There were no significant different(P>0.05) on hyperactive parameter using CASA, but on linear, non linear, curvelinear and cell detail parameter : DCL, DAP, DSL, VCL, VAP, VSL, LIN, STR,WOB, ALH, AOH were significant different (P<0.05) among breeds. Analysis usingpaired T-test of progressive motility assessment was no signifgicant different betweenCASA and visual microscopic (P>0.05).Key words : Motility, spermatozoa, CASA, breeds
SELEKSI BAKTERI ASAM LAKTAT PENGHASIL EKSOPOLISAKARIDA Al-Awwaly, Khotibul Umam; Manab, Abdul
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.593 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bakteri asam laktat penghasileksopolisakarida (EPS).37 spesies bakteri asam laktat dari yogurt komersial, kultur indigenous danLeuconostoc mesenteroiodes FNCC 0023 yang diseleksi kemampuannya untukmenghasilkan eksopolisakarida menggunakan medium (skim 2%,skim2%+sukrosa5%, dan skim2%+sukrosa10%) dan medium agar (whey agar, wheyagar+sukrosa5% and whey agar+sukrosa10%) menggunakan metode pour plate andspread plate dan diinkubasi pada suhu 30C.Pada medium cair tidak didapatkan bakteri asam laktat penghasileksopolisakarida. Leuconostoc mesenteroides FNCC0023 pada whey agar+sukrosadengan metode pour plate dan spread plate menghasilkan EPS mucoid, pada wheyagar dan whey agar+sukrosa dengan metode spread plate menghasilkan EPS ropy.Lactobacillus sp (Dad1) pada whey agar and whey agar+sukrosa produce EPS ropynamun tidak konsisten, dan Lactobacillus reuteri (M11), Lactobacillus plantarum(Mut4), Lactobacillus sake (Mut5) dan Lactobacillus sake (Mut13) pada whey agardan whey agar+sukrosa menghasilkan EPS mucoid namun tidak konsisten.Disimpulkan bahwa L. mesenteroide FNCC 0023 menghasilkan 2 jenis EPS,mucoid dan ropy. Terdapat beberapa kultur indigenous yang menghasilkan EPS yangtidak konsisten.Kata kunci: Bakteri asam laktat, Leuconostoc mesenteroides FNCC0023,Eksopolisakarida.ABSTRACTThe purpose of this study was to find out lactic acid bacteria producingexopolysaccharides.37 spesies of lactic acid bacteria from commercial yogurt, indigenous cultureand Leuconostoc mesenteroiodes FNCC 0023 was selected their ability to produceexopolysaccharides using liquid medium (2% skim, 2% skim+5%sucrose, and 2%skim+10% sucrose) and agar medium (whey agar, whey agar+5%sukrosa and wheyagar+10%sukrosa) using pour plate and spread plate which incubated at 30C.The liquid medium not find out lactic acid bacteria producingexopolysaccharides.Leuconostoc mesenteroides FNCC0023 on whey agar+sukrosawith pour plate and spread plate method produce mucoid EPS, on whey agar andwhey agar+sukrosa with spread plate method produce ropy EPS. Lactobacillus sp(Dad1) on whey agar and whey agar+sukrosa produce unconsistent ropy EPS, andLactobacillus reuteri (M11), Lactobacillus plantarum (Mut4), Lactobacillus sake(Mut5) and Lactobacillus sake (Mut13) on whey agar and whey agar+sukrosaproduce unconsistent EPS mucoid.We concluded that L. mesenteroides FNCC 0023 produced 2 type of EPS,mucoid and ropy. There were some indogenous culture which unconsistent EPSproducers.Keywords: Lactic acid bacteria, Leuconostoc mesenteroides FNCC0023,Exopolysaccharides.

Page 1 of 1 | Total Record : 10