cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Lakon
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 22528954     EISSN : 25274899     DOI : -
Core Subject : Education, Art,
LAKON adalah sebuah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Magister Kajian Sastra dan Budaya Universitas Airlangga Surabaya. Cetakan pertama terbit pada tahun 2012 dan terbit dua kali dalam setahun sejak tahun 2013. Jurnal peer-review ini juga berfungsi sebagai forum yang menampung berbagai penelitian yang sedang dilakukan terhadap perkembangan manusia dan budaya di seluruh dunia. Jurnal LAKONmemuat aspek penelitian yang teoritis, empiris, dan historis yang didasarkan pada realitas lokal dan regional, dan berkaitan dengan praktek-praktek sehari-hari, identitas, media, teks, dan bentuk-bentuk budaya lainnya. Seluruh artikel dalam jurnal LAKON menandai dialektika pemikiran yang mendalam guna menggairahkan interseksi kajian sastra, budaya, dan ilmu-ilmu humaniora.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Lakon" : 5 Documents clear
RELIGIUSITAS WARIA DI SURABAYA Fatmawati, Fatmawati
Lakon : Jurnal Kajian Sastra dan Budaya Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Lakon
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/lakon.v8i2.19778

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengkaji religiusitas waria di Surabaya dengan menganalisis latar belakang kehidupan dan agama, representasi religiusitas, dan hak kebebasan beragama yang mereka miliki. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terstruktur dengan dua responden yang dipilih dengan sengaja (purposive) berdasarkan kriteria tertentu. Data primer berupa transkripsi rekaman wawancara yang didukung oleh data sekunder berupa kajian pustaka. Hasil temuan menunjukkan bahwa para waria di Surabaya memiliki latar belakang kehidupan dan agama yang berbeda. Religiusitas mereka direpresentasikan dengan afiliasi pada agama tertentu, keaktifan di organisasi keagamaan, perilaku altruisme, praktik religiusitas, dan manfaat religius yang mereka peroleh. Hak kebebasan menganut suatu agama termasuk mempertahankan dan mengganti agama telah mereka peroleh namun hak kebebasan menjalankan ibadah keagamaan masih harus diperjuangkan.
TOKOH UTAMA TAK BERPENGHARAPAN DALAM CERITA RAKYAT INDONESIA Asri, Iit Purnama
Lakon : Jurnal Kajian Sastra dan Budaya Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Lakon
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/lakon.v8i2.9506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguak bagaimana tokoh utama yang tidak berpengharapan diceritakan dalam cerita rakyat Indonesia. Penelitian ini berfokus pada dua cerita rakyat dengan tokoh utama pria yang tidak rupawan yaitu Bujang Katak dari Bangka Belitung dan Si Bungsu Katak dari Pulau Kei. Dua karakter laki-laki utama dalam cerita dijelaskan melalui teori aktansial A. J. Greimas. Fokus dari penelitian ini adalah kesamaan objek dalam bentuk pernikahan dengan putri raja dan penentang yang berbeda yaitu persyaratan dari raja. Temuan dari penelitian ini meliputi: 1) Objek dari dua cerita adalah sama yaitu pernikahan dengan putri raja, yang berarti sumber kebahagiaan bagi pria adalah pernikahan; 2) Penentang pada kedua cerita yaitu persyaratan dari raja yang menunjukkan bahwa raja dan putrinya yang menikahi Bujang Katak dan Si Bungsu Katak adalah materialistis. Hal itu dapat dilihat dari persyaratan yang diajukan oleh raja bersifat sangat material dan sang putri tidak menolak persyaratan tersebut.
BALINESE DAUGHTER AND FEMINIST FATHER IN KOPLAK BY OKA RUSMINI Wardani, Anindya Kusuma
Lakon : Jurnal Kajian Sastra dan Budaya Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Lakon
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/lakon.v8i2.19774

Abstract

Balinese women and patriarchy are terms which closely related. They commonly appear at the same time. Can this stereotype be negotiated? In the work of Oka Rusmini?s Koplak, this phenomenon is tried to be negotiated. The appearance of women who are living freely from patriarchal culture is shown through the whole book. It makes a new perspective that patriarchy in Bali can be negotiated. The study aims to show that Balinese women are no longer related to the word patriarchy and they can live their life. Using Feminism theory, Koplak will be examined and seen from a feminist perspective. The analysis activity will use a descriptive-qualitative method. There are two results of the study, showing that nowadays Balinese women can live without a burden of patriarchal, even they have their culture. The culture can be negotiated and the appearance of the feminist father shows that the parent?s role in family can help Balinese women being free from patriarchal culture. It also shows that the word feminist is not always given to women.
THE STUDY OF INTERTEXTUALITY ON NOVEL ENTITLED A VERY YUPPY WEDDING AND DIVORTIARE BY IKA NATASSA Farikhin, Zahria Farlydia
Lakon : Jurnal Kajian Sastra dan Budaya Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Lakon
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/lakon.v8i2.19775

Abstract

This research aimed to describe intertextual in the novel A Very Yuppy Wedding and Divortiare by Ika Natassa. This research used a descriptive qualitative approach in the form of structural. The result of the data analysis is that theme has similarity. The themes of these novels are love, friendship, and family. Figure and characterization in the novels has less different, the figures describe as  a work hard figure not only for the job but also on their relationship. In both of the novel, both of the main characters are women and use the first person as the point of view. Whereas the plot of the novels has different, that is novel Divortiare has a flash-back plot and A Verry Yuppy Wedding has a progressive plot. Both of the novel have differences in the story but have the same happy ending. The background of the stories are not different. Ika Natassa takes both of the settings in Jakarta. The conclusion is both of the novels have no significant differences.
ANALISIS SEMIOTIKA PADA CERITA RAKYAT WANDIU-NDIU Safiuddin, Salmatian
Lakon : Jurnal Kajian Sastra dan Budaya Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Lakon
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/lakon.v8i2.19776

Abstract

Tradisi lisan adalah sebuah pesan yang disampaikan secara turun- temurun dari generasi tua ke generasi muda. Pesan ini dapat  berbentuk cerita rakyat, ucapan, pidato, lagu, dan lain-lain. Objek penelitian ini adalah salah satu cerita rakyat dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara yaitu Wandiu-ndiu. Penelitian ini memiliki dua rumusan masalah. Pertama, bagaimana kode- kode pada cerita rakyat Wandiu-ndiu. Kedua, bagaimana amanat dan fungsi sosial pada cerita  rakyat Wandiu-ndiu. Adapun tujuan penelitian untuk mendeskripsikan kode, amanat dan fungsi sosial yang ditemukan dalam cerita rakyat Wandiu-ndiu. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menggunakan teori Semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat lima kode, yaitu 1) kode hermeneutik, 2) kode proairetik/aksi, 3) kode semik/konotatif, 4) kode simbol, dan 5) kode budaya. Amanat yang terdapat dalam cerita rakyat Wandiudiu terdiri dari amanat tersirat dan amanat tersurat. Adapun fungsi sosial dalam cerita rakyat ini, yakni 1) fungsi kebudayaan, 2) fungsi pendidikan, dan 3) fungsi kemasyarakatan. Penelitian ini merupakan upaya pelestarian sastra lisan khususnya cerita rakyat sekaligus membantu pemerintah untuk melestarikan tradisi lisan dan dearah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5