cover
Contact Name
Alfian Qomaruddin
Contact Email
alfian@trunojoyo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekayasa@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Universitas Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang - Kamal, Bangkalan Kode Pos 69162
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
REKAYASA
ISSN : 02169495     EISSN : 25025325     DOI : https://doi.org/10.21107/rekayasa
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Science and Technology, In the the next year publication, Rekayasa will publish in two times issues: April and Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
PEMANFAATAN GOOGLE CLASSROOM DALAM PENILAIAN AUTENTIK STUDI KASUS SD NEGERI SIDOMULYO 05 SILO KABUPATEN JEMBER Widiatsih, Asri; Wulandari, Ratih; Muarif, Syamsul
Rekayasa Vol 13, No 2: August 2020
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.91 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v13i2.5904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan Google Classroom dalam penilaian autentik di kelas VI SD Negeri Sidomulyo 05 Silo Kabupaten Jember. Adapun fokus penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan Google Classroom dalam penilaian autentik di kelas VI SD Negeri Sidomulyo 05 Silo Kabupaten Jember yang dibagi menjadi sub focus sebagai berikut:  1) Membuka Google Classroom 3) Pelaksanaan Penilaian menggunakan Google Classroom, 3) Kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan google Classroom. Pendekatan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan metode deskriptif. Sedangkan yang menjadi obyek penelitian adalah SD Negeri Sidomulyo 05 Silo Kabupaten Jember. Adapun teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan analisis data menggunakan prosedur analisis data kualitatif yang terdiri dari: kondensasi data, penyajian data, dan penyimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian autentik pembelajaran tematik Bahasa Indonesia dan IPA dapat menggunakan Google Classroom. Penilaian meliputi penilaian sikap dengan observasi dan penilaian antara teman, penilaian pengetahuan menggunakan tes tulis, lisan dan penugasan serta penilaian ketrampilan dengan melakukan penilaian terhadap kinerja, proyek, produk, fortofolio dan ketrampilan diskusi. Kendalanya antara lain siswa kesulitan dalam mengaplikasikan google classroom karena belum terbiasa dan orang tua siswa harus diberi pemahaman terlebih dahulu.
STUDI PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PEMAKAIAN MINYAK PELUMAS DENGAN METODE MARKOV CHAIN Pulansari, Farida; Permithasari, Nila Febriana
Rekayasa Vol 2, No 2: Oktober 2009
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1395.805 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v2i2.2210

Abstract

Automotive community needs will grow rapidly. One of the tools that support the performance of a vehicle is a lubricating oil or more commonTy known as Oli. Various kinds oflu6ricating ozl brands marketed include Mesran Prima XP, Top 1 Syntetic motor oil, Pennzoil SAE, Active Castrol and Repsol Elite Competition. In this study thefocus is the lubricating oil or grease Mesran Prima XP. The problems faced by these oil products are perceived as declining sales of lubricating oil (grease) Mesran Prima XP, the research conducted by_ the method of Markov Chain, in tJie hope ofknowing the percentage of market share achieved by the oil Mesran Prima XP and determine strategies to increase the market share. Percentage ofknown research on the market share steady state conditions of each oil product in the region to the East Surabaya MESRAN PRIMA XP product for 25.99%; and SYNTETIC MOTOR Oil 7.93%; PENNZOIL  SAE  of  8.59%; CASTRQL ACTIVE   is 53.51%  and  REPSOL  ELITE   COMPETITION  3.97%.Keywords: Markov chain, SWOT Analysis
ANALISIS PENINGKATAN KUALITAS PROSES PENGEMASAN AIR MINUM DALAM KEMASAN “FOR3” 240 ML DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN METODE SIX SIGMA DAN FMEA (STUDI KASUS: PT. METEOR PERKASA, SINGKAWANG - KALBAR) Anjiu, Leo Dedy
Rekayasa Vol 4, No 2: Oktober 2011
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.448 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v4i2.2333

Abstract

PT. Meteor Perkasa yang berlokasi di jalan Lirang Dusun Gunung Besi Kota Singkawang Provinsi Kalimantan Barat merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Produk yang dihasilkan adalah produk merek ?For3? dengan 3 jenis kemasan yaitu kemasan galon 19 liter, botol 1500 ml, botol 600 ml, botol 330 ml dan gelas 240 ml. Berdasarkan observasi awal, produk cacat banyak ditemukan pada kemasan AMDK ?For3? 240 ml. Proses inspeksi dilakukan secara visual sebelum produk disusun ke dalam kardus. Pada proses ini ditemukan beberapa kriteria cacat yaitu cacat cup, cacat lid, cacat volume dan cacat kualitas produk. Untuk mengatasi permasalahan itu maka digunakan pendekatan DMAIC pada Six Sigma yang mampu mereduksi defect dan juga dengan metode FMEA yang diharapkan dapat mengidentifikasi penyebab masalah dan memberikan usulan perbaikan dalam peningkatan kualitas. Berdasarkan perhitungan dengan metode Six Sigma, telah terjadi peningkatan baik nilai DPMO dan Sigma Level setelah perbaikan. Untuk data variabel terjadi penurunan nilai DPMO dari 180.246 menjadi 175.423 dan terjadi peningkatan sigma level dari 2,41 menjadi 2,43. Sedangkan untuk data atribut terjadi penurunan nilai DPMO dari 5.983 menjadi 2.087 dan terjadi peningkatan sigma level dari 4,01 menjadi 4,36. Sedangkan analisis dengan menggunakan metode FMEA diperoleh bahwa nilai RPN mengalami penurunan setelah rekomendasi diterapkan. Hal ini dapat diketahui dari nilai RPN pada tahap control lebih kecil daripada RPN pada tahap Analyze, sehingga menunjukkan keberhasilan dari tindakan perbaikan yang telah dilakukan. Kata kunci: Peningkatan Kualitas, Six Sigma, FMEA AbstractPT. Meteor Mighty located in the hamlet Lirang Singkawang Iron Mountain West Kalimantan is a company engaged in the production of bottled water (mineral water). The resulting product is the product brand ?for3? with 3 types of packaging, namely packaging gallon 19 liter, 1500 ml bottles, 600 ml bottles, bottles of 330 ml and 240 ml glass. Based on preliminary observations, defective products are found on the packaging of bottled drinking water ?for3? 240 ml. Conducted a visual inspection process before the product is organized into boxes, the process discovered some defects are defects criteria cup, lid defects, defect volume and product quality defects. In order to solve the problem, we used the Six Sigma DMAIC approach which is able to reduce defects and FMEA methods are expected to identify the cause of the problem and proposes improvements in quality improvement. Based on calculations by the method of Six Sigma that there has been an increase in both the value of DPMO and Sigma Level after repair, to a decline in the value of the variable data DPMO of 180,246 to 175,423 and an increase in the sigma level of 2.41 to 2.43. As for the decline in the value of the attribute data from 5983 to 2087 DPMO and sigma level increased from 4.01 to 4.36. While the analysis obtained using the FMEA RPN values decreased after the recommendation is applied, it can be seen from the value of RPN in the Control phase is smaller than the NDP in the Analyze phase, indicating the success of remedial actions that have been performed. Key words: Quality improvements, Six Sigma, FMEA 
PENGEMBANGAN MODUL PRAKTIKUM JEMBATAN WHEATSTONE MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH 8 Munawaroh, Fatimatul; Wulandari, Ana Yuniasti Retno
Rekayasa Vol 8, No 2: Oktober 2015
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.796 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v8i2.2059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul praktikum menggunakan program macromedia flash 8 serta mengetahui kelayakan modul praktikum yang telah dibuat. Adapun metode pengembangan modul praktikum yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada pengembangan ADDIE yang meliputi 5 tahap yaitu Analysis (analisis), Design (perencanaan), Development (produksi), Implementation (implementasi), Evaluation (evaluasi). Manfaat penelitian adalah: (1) menghasilkan  CD  modul praktikum jembatan wheatstone menggunakan program macromedia flash 8; 2) menghasilkan modul praktikum berbasis animasi komputer yang dapat dijadikan sebagai modul dalam dalam pelaksanaan proses praktikum. Kesimpulan dari penelitian ini adalah modul praktikum Fisika I percobaan  jembatan wheatstone menggunakan program macromedia flash 8 telah memenuhi syarat kelayakan melalui pengujian ahli media dengan persentase 78,46% termasuk dalam kategori baik, pengujian ahli materi dengan persentase 91,25% termasuk dalam kategori sangat baik, pengujian asisten dan laboran dengan persentase 84,13% termasuk dalam kategori sangat baik dan pengujian mahasiswa dengan persentase 84,67% termasuk dalam kategori sangat baik. Maka dari hasil pengujian tersebut, modul praktikum yang dikembangkan layak dijadikan sebagai modul praktikum Fisika 1 percobaan  jembatan wheatstone.
ANALISIS KADAR MAGNESIUM DAN KALIUM PADA GARAM RICH MINERALS Kartika, Ary Giri Dwi; Pratiwi, Wiwit Sri Werdi; Indriawati, Novi; Jayanthi, Onie Wiwid
Rekayasa Vol 12, No 1: April 2019
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.457 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v12i1.5094

Abstract

Pemenuhan sumber mineral dalam makanan yang seimbang mampu menunjang terca­painya kondisi tubuh yang sehat. Garam rich minerals selain digunakan sebagai bumbu dan penyedap makanan, merupakan salah satu sumber mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Kombinasi Ka­n­du­n­gan NaCl dan berbagai mineral lainnya yang tidak dihilangkan dalam proses produksi garam rich minerals mampu menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh demi memp­ertahankan komposisi keseluruhan fungsi tubuh. Pada penelitian ini, garam rich minerals dihasilkan dari proses penguapan air laut bebas kontaminasi dan tidak menghilangkan berbagai mineral lain­­­nya yang terkandung di dalam air laut. Setiap 1000 ml air laut yang direbus menghasilkan rata-rata 34 gram kristal garam. Data analisis kimia menunjukan kadar air sebesar 5%, NaCl sebesa­r 88% ; kalium sebesar 0.024% serta magnesium sebesar 0.476%. Dari data tersebut garam rich minerals memenuhi SNI syarat mutu garam gurih. Kata kunci: Garam, Rich Minerals, Magnesium, KaliumAnalysis of Magnesium and Potassium Content in Rich Minerals SaltABSTRACTThe Fulfillment of mineral resources in balanced food can support the achievement of a healthy body condition. Rich minerals salt is one of the sources of minerals needed by the body beside it being used as a food seasoning and flavoring. The combination of NaCl content and various other minerals that are not removed in the production process of rich minerals can maintain the electro­lyte balance in the body to maintain the overall composition of body functions. In this study, rich mineral salts were produced from contamination-free seawater evaporation processes and did not eliminate various other minerals contained in seawater. Every 1000 ml of boiled sea water produces an average of 34 grams of salt crystals. Chemical analysis data showed a wate­r content of 5%; NaCl 88%; potassium 0.024% and magnesium 0.476%. From that data, rich minera­ls salt fulfill savory salt quality requirements by SNI. Keywords : Salt, Rich Minerals, Magnesium, Potassium
PENGARUH NUTRISI DAN INTERVAL PEMBERIANNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA (LACTUCA SATIVA L.) DENGAN TEKNOLOGI HIDROPONIK RAKIT APUNG Wasonowati, Catur
Rekayasa Vol 5, No 1: April 2012
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.529 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v5i1.2115

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) termasuk ke dalam famili Compositae. Selada merupakan tanaman semusim dan mempunyai ciri diantaranya bentuk bunganya mengumpul dalam tandan membentuk sebuah rangkaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nutrisi dan interval pemberiannya terhadap pertumbuhan dan hasil selada (Lactuca sativa L.) dengan Sistem Hidroponik Rakit Apung. Penelitian ini dilaksanakan dalam rumah kaca Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura pada ketinggian 3 m dpl dengan suhu rata-rata 27-30oC pada bulan Juni-November 2011.  Penelitian merupakan percobaan faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan penggunaan formula nutrisi Goodplant dan Greentonik dan interval pemberian nutrisi. Faktor pertama adalah nutrisi, yang terdiri dua faktor yaitu : N1 :Nutrisi Goodplant dan N2: Nutrisi Greentonik. Faktor kedua adalah interval pemberian nutrisi yang terdiri tiga faktor, yaitu P1 :pemberian nutrisi 1 kali sehari, P2 : pemberian nutrisi 2 kali sehari dan P3 : pemberian nutrisi 3 kali sehari.    Terjadi interaksi antara perlakuan jenis nutrisi dan interval pemberiannya pada parameter pertumbuhan seperti tinggi tanaman dan  luas daun. Perlakuan pemberian jenis nutrisi berpengaruh nyata pada jumlah daun pada umur 21-28 HST, bobot basah dan bobot kering daun, batang dan akar selada pada saat panen. Perlakuan interval pemberian nutrisi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, bobot basah dan bobot kering daun, batang dan akar selada pada semua umur pengamatan
PENGARUH PERBEDAAN SALINITAS TERHADAP VIABILITAS BAKTERI PSEUDOMONAS SPP. Arisandi, Apri; Wardhani, Maulinna Kusumo; Badami, Kaswan; Sopiyanti, Anisa
Rekayasa Vol 10, No 1: April 2017
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.678 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v10i1.3600

Abstract

ABSTRAKKondisi perairan laut yang fluktuatif dan cenderung ekstrim menyebabkan rumput laut mudah terserang penyakit ice-ice. Munculnya bercak putih pada thallus rumput laut Eucheuma cottonii yang terinfeksi penyakit ice-ice diduga disebabkan oleh bakteri patogen yaitu Pseudomonas spp.  Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan salinitas terhadap viabilitas bakteri Pseudomonas spp dan untuk mengetahui pada salinitas berapakah bakteri Pseudomonas spp tidak dapat tumbuh. Bakteri diidentifikasi melalui uji biokimia, dan viabilitas diamati dengan menanam bakteri pada media TSA plate dengan salinitas 30, 32, dan 34 ppt dengan 3 kali pengulangan, dan untuk uji konfirmasi bakteri di tanam pada media TSA miring dengan kadar salinitas 0, 20, 40, 60, 80, dan 100 ppt. Hasil yang diperoleh menunjukan bakteri tumbuh dengan normal pada hampir semua media uji kecuali pada media 100 ppt, hal ini menunjukan bahwa bakteri Pseudomonas spp merupakan bakteri yang bersifat halofilik atau dapat tumbuh baik pada kadar salinitas yang tinggi. Kata Kunci: Eucheuma cottonii, ice-ice, Pseudomonosa spp,Viabilitas.  The Influence of Salinity Difference to Viability of Pseudomonas spp. BacteriaABSTRACTThe conditions of marine waters that fluctuate and tend to extremes can cause seaweed susceptible to ice-ice disease. The appearance of white patches on infected Eucheuma cottonii seaweed thallus is estimated as ice-ice disease which is caused by pathogenic bacteria of Pseudomonas spp  The objectives of this research is to determine the effect of salinity difference to viability of bacteria Pseudomonas spp and to know on what salinity is the bacterium Pseudomonas spp that can?t grow. Bacteria were identified by biochemical tests. Viability was observed by planting bacteria on TSA plate medium with salinity 30 ppt, 32 ppt, and 34 ppt with 3 repetitions, and for bacterial confirmation test in planting on TSA tilting with salinity 0 ppt, 20 ppt, 40 ppt, 60 ppt, 80 ppt, And 100 ppt. The results showed that bacteria grew normally in almost all test media except in 100 ppt media, this showed that Pseudomonas spp bacteria were halophilic bacteria or could grow well at high salinity levels.Keywords: Eucheuma cottonii, ice-ice, Pseudomonosa spp, Viability.
PERANCANGAN MESIN CUCI TANGAN OTOMATIS DAN HIGIENIS BERBASIS KAMERA Sukri, Hanifudin
Rekayasa Vol 12, No 2: Oktober 2019
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.279 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v12i2.5540

Abstract

Untuk mencegah penyebaran infeksi dan kuman pada saat kegiatan makan, mencuci tangan merupakan hal yang paling direkomendasikan. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, Pemerintah telah mencanangkan dan memberikan panduan dan tatacara yang benar dalam proses cuci tangan. Pada penelitian ini untuk mempermudah kegiatan cuci tangan dan mengirit air, dibuat sebuah mesin pencuci tangan otomatis. Alat ini dirancang menitik beratkan pada kebersihan dan kehigienisan tangan pada saat mencuci tangan. Mesin ini terdiri dari 3 bagian yaitu kran air otomatis, kran sabun otomatis, dan pengering otomatis. Kran air otomatis terbuka saat mendeteksi adanya tangan menggunakan sensor ultrasonik dan kamera dengan deteksi bentuk tangan dan jarak tangan 20 kurang dari tangan kurang dari 30 cm. Selanjutnya kran sabun akan terbuka otomatis jika mendeteksi jarak tangan 10 kurang dari tangan kurang dari 15 cm dan pengering otomatis jika menidentifikasi jarak tangan kurang dari 5 cm. Bentuk tangan dideteksi melalui kamera menggunakan Haar-Training dengan 50 posiitif dan 30 negatif image yang diterjemahkan dalam bentuk XML.Kata-kunci: kran air otomatis, kran sabun otomatis, pengering otomatis, haar-TrainingDesign of a Camera-Based Automatic and Hygienic Hand Washing MachineAbstractTo prevent the spread of infection and germs when eating, hand washing is the most recommended. To increase public awareness, the Government has launched and provided guidelines and correct procedures for handwashing. In this study to facilitate handwashing and water-saving activities, an automatic handwashing machine was made. This tool is designed to focus on cleanliness and hygiene of hands when washing hands. This machine consists of 3 parts, namely automatic water faucets, automatic soap faucets, and automatic dryers. The water faucet automatically opens when it detects a hand using an ultrasonic sensor and a camera with hand shape detection and a hand distance of 20 less than hand less than 30 cm. Furthermore, the soap faucet will open automatically if it detects 10 less than a hand less than15 cm hand distance and automatic dryer if it identifies less than 5 cm hand distance. The shape of the hand is detected through the camera using Haar-Training with 50 positives and 30 negative images translated in XML.Keywords: automatic water faucet, automatic soap faucet, automatic dryer, haar-Training
THE ROLE OF THE STRUCTURAL FACTOR IN THE LAND VALUE SPATIAL MODEL : A CASE STUDY OF SURABAYA CITY, INDONESIA Oetomo, Hening Widi
Rekayasa Vol 1, No 2: Oktober 2008
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2115.728 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v1i2.2185

Abstract

Theinstillation of GIS in the land property evaluation sector in Indonesia, is still at its early stage. Theproperty taxation department has been using GIS in producing property taxation data since 1996, its main task being suppl ying computer-generated maps (Dirjen Cukai, 1998). Spatial analysis which is the strength of GIS remains to be practised. The land value spatial model is a model that assesses the value of land based on spatial treatments which have been identified as influencing thevalue of land. Generally there are 4 treatments influencing thevalue of land i.e. the structural factor, the neighbourhood factor, the location factor and the timefactor. Spatial analysis is needed toproduce mapsfrom these treatments inorder tochurn out spatial data. Thespatial analysis inneed are reclassification, overlapping, length and distance measurement, neighbourhood and network analysis. Furthermore, statistical analysis is needed toform a spatial model. This studyfocuses on a solefactor that is the stuctural factor in influencing the value of land. Thestructural factor includes both physical and land usage treatments. Thephysical factor to be included in this study are the area, thefront width, the direction and the shape.. There are 148 land transaction lots used inshaping the spatial model. This working paper attempts toexamine the level of influence of the physical treatments on the land value in the area studied.
IDENTIFIKASI TATANAN RUMAH TRADISIONAL MADURA DI PESISIR PANTAI KOTA SURABAYA (STUDI KASUS: KELURAHAN TAMBAK WEDI KECAMATAN KENJERAN KOTA SURABAYA) Munir, Arham
Rekayasa Vol 3, No 2: Oktober 2010
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.223 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v3i2.2299

Abstract

Kelurahan Tambak Wedi merupakan kelurahan yang terletak di pesisir Timur Kota Surabaya, yang secara hirarki kewilayahan sangat berdekatan dengan Pulau Madura. Kedekatan wilayah dan karakter masyarakat pada wilayah tersebut potensial untuk diteliti. Kajian-kajian nilai-nilai arsitektur lokal, sebagai nilai-nilai tradisi yang perlu dilestarikan, dalam rangka pengkayaan arsitektur nusantara, kekayaan nilai yang terkandung dan perlu digali, untuk mendukung perkembangan arsitektur lokal. Konsep tanean lanjang yang merupakan pola tradisional permukiman madura menjadi acuan utama dalam penelitian ini. Dengan metode penelitian kualitatif dengan metode survei langsung berupa: pengukuran langsung dilokasi, baik pengukuran rumah dan jarak rumah, infrastruktur maupun kondisi sosial budaya dan ekonomi melalui daftar pertanyaan (questionary), diharapkan dapat mengungkapkan fakta untuk melihat sejauh mana penyebaran masyarakat Madura dan sejauh mana masyarakat tersebut dapat mempertahankan sosial budaya serta tatanan permukiman yang sudah berbeda dengan tempat dengan daerah asalnya dan telah mendapat pengaruh budaya lain di sekitarnya. Eksistensi masyarakat Madura dan sejauh mana mereka bisa tetap eksis mempertahankan pola tradisi, sosial, budaya dan tatanan permukimannya diharapkan dapat menjadi output dari penelitian ini dan diharapkan akan lebih memperluas wahana arsitektur khususnya Arsitektur tradisional. Kata kunci: arsitektur tradisional Madura, tatanan rumah, pola Permukiman, eksistensi AbstractTambak Wedi Villages which lies east coast city of Surabaya, which is adjacent to the territorial hierarchy of Madura Island. Proximity of the territory and character of the community in the area of potential for research. studies of local architectural values, as values that need to be preserved tradition, the enrichment of architecture in the framework of the country, property values and needs to be contained in the dig, to support the development of local architecture. Concept which is the bare tanean traditional pattern of settlement madurese become the main reference in this study. With qualitative research methods with direct form of survei methods: a direct measurement of location, both home and distance measurements homes, infrastructure and socio-cultural and economic conditions through the list of questions (questionary), is expected to disclose the facts to see how far the public dissemination of Madura and the extent to which community can memperahankan sociocultural and settlement arrangements have differed by region of origin and the place has got other cultural influences surrounding. Madurese community's existence and how far they can remain eksist mempertahannkan traditional patterns, social, cultural and settlement arrangements are expected to be output from this research and are expected to further broaden the vehicle architecture, especially the traditional architecture. Keywords: Madura traditional architecture, arrangement of the houses, settlement patterns, the existence

Page 1 of 24 | Total Record : 234