cover
Contact Name
Yanuar Burhanuddin
Contact Email
yanuar.burhanuddin@eng.unila.ac.id
Phone
+6285658980260
Journal Mail Official
jurnal.mechanical@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Gd. H Lt.2 Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Lampung Jl. Prof. Soemantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Mechanical
Published by Universitas Lampung
ISSN : 20871880     EISSN : 24601888     DOI : https://doi.org/10.2960/mech
Jurnal Mechanical (eISSN 2460 1888 and pISSN 2087 1880), is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from the disciplines of mechanical engineering, which includes the field of study (peer) material, production and manufacturing, construction and energy conversion. Articles published in the journal Mechanical include results of original scientific research (original), and a scientific review article (review). Mechanical journal published by University of Lampung and managed by Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering for publishing two periods a year, in March and September .
Articles 99 Documents
Redesign of Pneumatic Piston Using Design for Manufacture and Assembly (DFMA) Technique ., Mustofa
JURNAL MECHANICAL Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Design for Manufacture and Assembly (DFMA) technique has been utilized intensively in industry for many years in order to increase the quality, decrease the cost and shorten the cycle time of a product. This  paper is a detail application of the technique in the pneumatic piston product. The redesign effeciency of the product increases significantly from 25.9% to 67.45%. Keywords: manufacture and assembly
Aplikasi Cairan Pelumas Pada Pengeboran Pelat ASTM A1011 Menggunakan Mata Bor HSS Hamni, Arinal
JURNAL MECHANICAL Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu terapan di bidang industri manufaktur terus bergerak hingga kemajuan teknologinya, salah satu bidang yang mengalami perkengan pesat itu adalah bidang permesinan. Proses permesinan yang dilakukan secara terus menerus misalnya pada pengeboran akan menyebabkan aus nya mata bor yang digunakan, karena adanya peningkatan suhu pemesinan. Penggunaan beberapa jenis cairan pendingin seperti oli sintetis dan minyak kelapa diharapkan dapat menurunkan suhu permesinan sehingga mengurangi keausan yang terjadi pada mata bor HSS yang digunakan. Diaplikasikan dengan cara menyemprotkan cairan pelumas secara terus-menerus pada permukaan benda kerja yang bersinggungan dengan mata bor pada kecepatan putaran (n) konstan pada 443 rpm, sedangkan variasi pada gerak makan (f) sebesar 0.1 mm/rev, 0.18 mm/rev serta 0.24 mm/rev. Umur pakai mata bor yang didapat pada pengujian tanpa pelumas dengan putaran (n) = 443, gerak makan (f) = 0.1 mm/rev serta nilai keausan mata bor (vb) = 0.3 mm adalah 2.02 menit. Untuk penggunaan oli sintetis dengan kecepatan putaran dan gerak makan yang sama, didapat umur pakai mata bor selama 4.71 menit atau meningkat sebesar 54%. Peningkatan itu dibandingkan pada proses pengeboran tanpa menggunakan cairan pelumas. Sedangkan dengan penggunaan minyak kelapa, umur pakai mata bor selama 4.05 menit atau meningkat sebesar 48%. Dengan demikian nampak jelas bahwa penggunaan cairan pelumas mampu menurunkan tingkat keausan mata bor, terutama pada penggunaan oi sintetis. Kata kunci: aus, HSS, suhu, pengeboran, pelumas.
Pengaruh Rasio Panjang dan Diameter Pipa Suplai terhadap Unjuk Kerja Model Pompa Tanpa Motor (Hydraulic Ram Pump) Sinaga, Jorfri B
JURNAL MECHANICAL Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A hydraulic ram pump is environmentally friendly devices using the energy from a stream of water falling from a low head as the driving power to pump part of the water to a head much higher than the supply head for agricultural or domestic use. In the use of this pump, one of factors that influence the performance is ratio of drive pipe length to diameter (L/D). This paper presents the experimental study of effect of ratio of drive pipe length to diameter on hydraulic ram pump designing model. This hydraulic ram pump designing model is tested on various ratio of drive pipe length to diameter, namely 158, 165, 176, and 202. The results of the testing of the model hydraulic ram pump shows that the operation of this pump should  use the ratio of drive pipe length to diameter (L/D) of 176. Using supply head of 1 m and volume of air chamber of 5702,754 cm3, water can be pumped with the volume flow rate of 3 lit/min to the height of  8,5 m, and the efficiency of this pump is 78,7  %. The data of the testing results also show that using the volume of air chamber of 4562,203 cm3, and supply head of 1 m, this model of hydraulic ram pump can lift water of 2,727 lit/min  to the height of 9,5 m with the maximum efficiency of 87,96 %..
FLUKTUASI GAYA PADA PIPA SAMBUNGAN T AKIBAT ALIRAN DUA FASA CAIR-GAS Irsyad, Muhammad
JURNAL MECHANICAL Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aliran dua fasa memiliki ketidakstabilan karena pada satu saluran terdapat dua fasa yang berbeda, yang mengakibatkan gaya yang ditimbulkan setiap fasa berbeda-beda. Ketidakstabilan aliran dua fasa dapat mengakibatkan masalah keamanan pada komponen-komponen power, heat transfer, boiler, evaporator, reaktor nuklir  maupun dalam berbagai sistem proses kimia, terutama pada percabangan tipe T. Untuk itu perlu mengetahui fluktuasi gaya pada dinding percangan pipa tipe T yang disebabkan oleh aliran dua fasa terutama cair-gas.Penelitian ini menggunakan aliran dua fase dengan variasi debit udara dan air yaitu 3, 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, dan 50 lpm untuk udara serta 3, 5, 10, 15, 20, 25, 30, dan 35 lpm untuk air. Dan menggunakan strain gauge tipe GFCA 3-50 untuk membaca remangan yang terjadi pda pipa sambungan T.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya fluktuasi gaya akibat aliran dua fasa cair-gas dan memiliki nilai yang berbeda untuk setiap pola aliran. Dimana dari setiap pola aliran tersebut memiliki nilai gaya puncak yang berbeda-beda.  Gaya terbesar terjadi pada saat pola aliran gelembung (bubble) yakni 0,2938 N Fluktuasi gaya yang besar terjadi pada pola aliran sumbat liquid (slug).Kata kunci: Cair-gas, gaya, pola aliran, pipa sambungan T
Konsep Proses Pemesinan Berkelanjutan Ibrahim, Gusri Akhyar
JURNAL MECHANICAL Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metal industrial machining usually strongth pressure from all sectors, ether raw material industries or user metal industries. Manufacturint process which offered to all sectors industries  or companies that sustainable manufakturing consist of three main factor are efective cost, enviroment and social performance. Keywords: Sustainable, machining, social, enviroment, cost.
Kekuatan Tarik Multilapis Deposit Las Beberapa Produk Komersial Elektroda AWS A.51 E6013 Syaripuddin, Syaripuddin; Susetyo, Ferry Budhi; Aribowo, Aryo Hartanto; Nofendri, Yos
JURNAL MECHANICAL Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v10.i1.201903

Abstract

AbstrakPada penelitian ada 9 sampel yang digunakan dengan proses pengelasan SMAW dengan teknik penebalan permukaan. Proses yang paling pertama dilakukan adalah pemotongan plat dengan ukuran 200 x 35 x 7 mm yang akan digunakan sebagai Base Metal  atau sebagai landasan pengelasan. Setelah itu dilakukanlah pengelasan SMAW (mesin las AC) dengan posisi 1G menggunakan ayunan spiral (berputar) dengan teknik penebalan permukaan hingga ketebalan 10mm. setelah Weld Metal atau hasil las mencapai ketebalan 10mm, dilakukan pemisahan atara Weld Metal dengan Base Metal yang selanjutnya dibentuk dan dihaluskan menggunakan merin gerinda hingga menjadi spesimen Uji Tarik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil pengujian tarik dengan nilai tertinggi diperoleh sampel elektroda Y dengan nilai 47,357 kg/mm².  AbstractIn the study there were 9 samples used by the SMAW welding process with a surface thickening technique. The first process is to cut a plate with a size of 200 x 35 x 7 mm which will be used as a Base Metal or as a welding foundation. After that, SMAW welding (AC welding machine) was carried out with a 1G position using a spiral swing (rotating) with a surface thickening technique up to 10mm thickness. after Weld Metal or weld results reach a thickness of 10mm, separation of metal welds with base metals is then formed and refined using grinding wheels to become tensile test specimens. The results of this study indicate that the results of the tensile test with the highest value obtained Y samples of electrodes with a value of 47.357 kg / mm². 
Pengaruh Rapat Arus Dan Temperatur Elektrolit Terhadap Ketebalan Lapisan Dan Efisiensi Katoda Pada Elektroplating Tembaga Untuk Baja Karbon Sedang Supriadi, Harnowo
JURNAL MECHANICAL Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Acid copper electroplating has a quite wide current density and electrolyte temperature range, allowing the diversity of the coating result. The specimen is medium carbon steel AISI 1045, pure copper has a role as anode, and sulfuric acid plays the role of electrolyte.Electroplating process conducted by the variations of current density 2, 3, 4, and 5 A/dm2, and electrolyte temperature 30, 40, and 50oC, which lasted for 10 minutes. The layer resulted was measured its mass and thickness, and then we can obtain its cathode efficiency.From the research, the actual coating thickness deviation obtained against its theoretical value is 0.42 to 18.37%. While the cathode efficiency resulted is between 78.33 to 97.78%. Based on coating thickness and cathode efficiency, the optimum conditions for electroplating process is gained at current density 3 A/dm2 and electrolyte temperature 40oC. Keywords: electroplating, copper, current density, electrolyte temperature, coating thickness, cathode efficiency
Effect of a Pipe Number on The Heat Transfer Rate for a Granite Stone Absorber Solar Collector Mirmanto, M.; Wirawan, M.; Saputra, B.H.
JURNAL MECHANICAL Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v7.i2.201608

Abstract

Sebagaimana energi fosil telah mulai berkurang, maka sangat penting untuk memanfaatkan energi alternatif seperti energi surya. Suatu peralatan yang dapat digunakan untuk menangkap dan mengubah energi surya adalah kolektor surya. Dua kolektor surya identik digunakan dalam penelitian ini ditempatkan menghadap ke Utara dengan sudut kemiringan 15 °. Dimensi kolektor adalah 0,8 m x 1 m x 0,05 m. Salah satu kolektor yang terdiri dari 5 pipa paralel dan lainnya yang terdiri dari  7 pipa paralel. Air yang digunakan dalam percobaan ini  mengalir secara alami karena gaya gravitasi dari tangki yang lebih tinggi dan diatur  dengan katup dipasang pada sisi keluaran kolektor. Laju aliran air yang digunakan adalah 200, 250 dan 300 cc / menit dan diukur dengan menggunakan gelas ukur  dan stop watch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa energi yang masuk ke kolektor, energi yang diserap oleh absorber dan air, naik dengan meningkatnya  waktu observasi dan mencapai nilai puncak pada sekitar pukul 02:30 Wita. Setelah itu, menurun. Pengaruh jumlah pipa adalah tidak signifikan.  Kata kunci: kolektor surya, absorber batu granit, performa kolektor
Analisis Tegangan Pada Mata Pahat Dalam Proses Pemesinan Bubut Menggunakan Software Autodesk Inventor 2016 Thamrin, Ismail; Astuti, Astuti; Ellyanie, Ellyanie; Meizan Twista Herbian, Al Fiqhi
JURNAL MECHANICAL Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v9.i1.201804

Abstract

Pada proses bubut, seluruh energi yang digunakan untuk pembentukan geram diubah menjadi kalor. Hal ini menyebabkan  suhu pada zona pemotongan akan meningkat. Kalor yang dibangkitkan selama proses pemesinan bergantung terutama pada jenis pahat, material benda kerja, dan parameter proses seperti kecepatan potong, kedalaman potong dan gerak makan.  Temperatur tinggi yang terdistribusi dengan baik selama proses pembubutan, memiliki pengaruh yang penting terhadap tegangan pada mata pahat. Maka dari itu perlu dilakukan analisa pengaruh sudut geram terhadap tegangan pada proses pembubutan titanium dengan cara mengkomparasi hasil teoritis dan simulasi menggunakan Autodesk Inventor 2016.Pada penelitian ini, gaya pemotongan yang digunakan adalah pemotongan orthogonal. Variasi sudut utama pemotongan  yang digunakan 5°, 10° dan 15°. Berdasarkan dari  perhitungan secara teoritis,  gaya potong maksimum (Fc) yaitu 1720 N untuk sudut geram (γ) 50, dan terjadi penurunan gaya potong setiap kenaikan sudut geram (γ).  Dari hasil simulasi yang dilakukan, tegangan maksimum terjadi pada sudut potong 15°, sebesar 1368,462 N/mm2 , terjadi kenaikan tegangan setiap kenaikan sudut geram (γ)                                                                
Pengaruh Ovality terhadap Kekuatan dan Ekspansi Volume pada Tangki Toroidal dengan Beban Tekanan Internal (Internal Pressure) Akmal, Jamiatul
JURNAL MECHANICAL Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin berkurang membuat pemerintah berusaha mengkonversi BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG). Untuk itu, dibutuhkan penelitian-penelitian yang mendukung program pemerintah tersebut. Salah satu bidang penelitiannya yaitu dalam bidang tangki penyimpanan BBG dalam kendaraanya. Berdasarkan penelitian sebelumnya diketahui bahwa bentuk toroidal lebih baik dalam menahan stress dibandingkan bentuk silinder yang ada saat ini. Oleh karena itu, penelitian diperluas dengan memfungsikan bentuk toroidal berpenampang oval kedalam kendaraan roda empat. Secara Teori Membran bahwa semakin besar Rasio R/r, maka semakin tinggi limit tekanannya, tetapi di satu sisi semakin besar Rasio R/r maka semakin kecil volumenya. Dalam menentukan rancangan tangki toroidal terbaik, maka dipilih perbandingan jari-jari dan ovality terbaik yang dapat memberikan limit tekanan tertinggi pada tangki toroidal. Hasil analisis menunjukkan bahwa limit tekanan tertinggi diberikan oleh rasio R/r 3,4. Untuk simulasi penampang ovality baik in-plane maupun out-plane menunjukkan bahwa penampang dengan ovality 0% menghasilkan limit tekanan yang paling tinggi dalam menahan stress maksimum tangki. Berdasarkan simulasi pada ukuran tersebut didapat bahwa tangki ini memiliki limit tekanan mencapai 1,089 kali tekanan yield (py) dan pertambahan volume sebesar 0,238%. Kata Kunci : tangki toroidal, limit tekanan, ovality

Page 1 of 10 | Total Record : 99