cover
Contact Name
Nur Ramadhan
Contact Email
nur.ramadhan89@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurselloka@gmail.com
Editorial Address
Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh Jl. Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Lr. Biomedis No. 9 Bada Lambaro Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Kode Pos 23317
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
ISSN : 25808699     EISSN : 25808923     DOI : https://doi.org/10.22435
Core Subject : Health, Science,
SEL Jurnal Penelitian Kesehatan is a journal managed by Aceh National Agency on Health Research and Development (Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh) twice a year in July and November. This journal provides a forum for exchanging ideas about theory, methodology and fundamental issues related to the world of health which include health sciences, clinical, biology health science, medicine, health education and public health research to integrate researches in all aspects of human health. This journal is intended as a medium for communication among stake holders on health research such as researchers, educators, students, practitioners of Health Office, Department of Health, Public Health Service center, as well as the general public who have an interest in the matter. The submission process is open throughout the year. All texts submitted will be through with peer reviews and editorial reviews before being accepted for publication. SEL Jurnal Penelitian Kesehatan uses an Open Journal System that requires all authors to register before they are allowed to upload the manuscript they write online. After that, editors, peer reviewers, and writers can monitor the processing of the manuscript.
Articles 42 Documents
BLASTOCYSTIS HOMINIS: PROTOZOA USUS POTENSIAL PENYEBAB DIARE Pramestuti, Nova; Saroh, Dewi
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 4 No 1 (2017): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.894 KB) | DOI: 10.22435/sel.v4i1.1409

Abstract

Blastocystis hominis merupakan protozoa usus yang sering menyebabkan diare dan manifestasi gastrointestinal seperti nyeri perut, muntah, dan perut kembung. Penularan melalui makanan dan air yang terkontaminasi oleh kista dengan rute oral-fekal. Manifestasi klinis baru timbul ketika sistem imun dalam tubuh menurun. Prevalensi Blastocystis lebih tinggi pada negara berkembang terkait dengan personal higiene yang kurang, paparan dari binatang, dan konsumsi air minum yang terkontaminasi parasit. Infeksi dapat terjadi secara tunggal atau bersamaan dengan infeksi parasit lain, dan menyertai pada orang yang terkena HIV ketika imunitas menurun. Penularan B. hominis dari manusia ke manusia lain dapat dicegah dengan menjaga kebersihan perorangan, kebersihan fasilitas umum, mencegah kontaminasi feses dalam makanan dan air, mengupas dan mencuci buah dan sayuran mentah.
PEMANFAATAN BENGKOANG (PACHYRRHIZUS EROSUS) DAN TAUGE (VIGNA RADIATE) SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF UNTUK PERTUMBUHAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS Rizki, Zuriani; Syahnitya, Hastuty
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 6 No 1 (2019): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.31 KB) | DOI: 10.22435/sel.v6i1.1411

Abstract

Penelitian ini berjudul ?Media Alami Bengkoang (Pachyrrhizus erosus)  dan Tauge (Vigna radiate) sebagai Media Alternatif untuk Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus?. Penelitian ini bertujuan mencari media alami yang  berpotensi untuk pertumbuhan mikroorganisme dengan harga yang murah. Hasil penelitian menunjukkan media alami bengkoang (Pachyrrhizus erosus)  dan media alami tauge (Vigna radiate) dapat digunakan sebagai media alternatif untuk  pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan staphylococcus aureus. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disarankan sebaiknya dilakukan penelitian lanjutan tentang media-media alami yang merupakan sumber karbohidrat dan  protein sebagai media alternatif pertumbuhan bagi bakteri. Media bengkoang dan media tauge juga dapat di aplikasikan sebagai media alternatif dalam penelitian laboratorium, terutama bidang mikrobiologi.
KARAKTERISTIK PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS RUJUKAN MIKROSKOPIS KABUPATEN ACEH BESAR Fitria, Eka; Ramadhan, Raisuli; Rosdiana, Rosdiana
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 4 No 1 (2017): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.547 KB) | DOI: 10.22435/sel.v4i1.1441

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang menyerang organ paru-paru dan menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat di dunia. Kawasan Asia Tenggara menyumbang 35% seluruh kasus TB yang ada di dunia. TB paru dapat didiagnosis berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang seperti laboratorium dan radiologi. Salah satu kabupaten di Aceh yang termasuk dalam lima besar kabupaten yang menyumbang 34% kasus baru TB adalah Kabupaten Aceh Besar. Data tentang karakteristik penderita TB paru di Aceh menarik untuk diungkapkan, sehingga penelitian ini layak dilakukan. Penelitian dilakukan di Puskesmas Rujukan Mikroskopis Darul Imarah, Suka Makmur dan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar dengan desain potong yang dilakukan selama 8 bulan, terdiri dari 49 responden berdasarkan total sampling. Penelitian ini bertujuan mendapatkan karakteristik penderita TB paru di 3 PRM Kabupaten Aceh Besar. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pemeriksaan sputum dengan teknik mikroskopis BTA dan metode PCR. Data dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 29 responden penderita TB paru di PRM Darul Imarah, 2 responden di PRM Suka Makmur dan 18 responden di PRM Seulimum. Karakteristik responden penderita TB paru didapatkan berturut-turut: jenis kelamin laki-laki, umur 45-54, 55-64, pendidikan tidak tamat SD dan tamat SMA, dan bekerja sebagai buruh/tani. Pemerintah terus menggiatkan kegiatan penyuluhan kesehatan bagi warga tentang tata cara mencegah TB paru, menemukan pasien TB paru dan melakukan pengobatan  yang intensif dan tuntas sampai mereka sembuh.
HUBUNGAN ASUPAN GIZI, AKTIVITAS FISIK, MENSTRUASI DAN ANEMIA DENGAN STATUS GIZI PADA SISWI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) SIMPANG KIRI KOTA SUBULUSSALAM Aramico, Basri; Siketang, Nihan Wati
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 4 No 1 (2017): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.428 KB) | DOI: 10.22435/sel.v4i1.1444

Abstract

Latar Belakang Status gizi adalah (nitriens) ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses-proses kehidupan yang merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tingkat kesehatan dan kesejahteraan manusia. Status gizi menjadi penting karena merupakan salah satu faktor risiko penyebab kesakitan dan kematian.   Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan gizi, aktifitas fisik, menstruasi, dan anemia dengan status gizi pada siswi.   Metodologi Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi sebanyak 59 orang. Penentuan sampel penilitian menggunakan tehnik total populasi, yaitu jumlah sampel sama dengan jumlah keseluruhan populasi yaitu 59 orang. Penelitian ini dillakukan pada tanggal 27 juni sampai degan tanggal 19 juli. Uji Statistik yang digunakan yaitu Chi Square Test.   Hasil Penelitian Hasil penelitian didapatkan siswi yang berstatus normal 69%, gemuk 27%, obesitas 3,4%. Asupan gizi kurang 54%, aktifitas yang tidak baik 44,1%, menstruasi yang tidak normal 37,3%, siswi yang anemia 44,1%.   Kesimpulan Dari uji statistik dapat disimpulkan ada hubungan antara asupan gizi dengan status gizi (p value 0,018), aktifitas fisik (p value 0,031), menstruasi (0,021), anemia (p value 0,040) dengan status gizi pada siswi.
PROFIL PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI TIGA PUSKESMAS WILAYAH KERJA KABUPATEN PIDIE PROPINSI ACEH hadifah, zain; Manik, Ulil Amri; Zulhaida, Andi; Wilya, Veny
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 4 No 1 (2017): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.361 KB) | DOI: 10.22435/sel.v4i1.1446

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis dan menjadi ancaman bagi kesehatan. Jumlah kematian oleh penyakit ini mencapai 2 juta jiwa setiap tahunnya di seluruh dunia. Indonesia termasuk satu dari lima negara dengan kasus tuberkulosis terbanyak terutama tuberkulosis paru. Salah satu propinsi di Indonesia dengan kasus tuberkulosis paru tertinggi adalah Aceh yaitu di Kabupaten Pidie. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana profil penderita tuberkulosis paru di Kabupaten Pidie. Lokasi penelitian adalah Puskesmas Kota Sigli, Puskesmas Mutiara Timur dan Puskesmas Delima pada bulan Oktober dan Nopember 2013 dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 20 responden yang dijadikan sampel merupakan penderita tuberkulosis paru dengan BTA (+) yang datang berobat maksimal 3 bulan ke puskesmas. Responden diwawancarai dengan kuesioner terstruktur. Pengamatan lingkungan sekitar rumah responden mencakup pengukuran kelembaban dan pengamatan langsung disekitar rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden terbanyak adalah laki-laki pada usia produktif dengan status kawin dan pendidikan terbanyak adalah tamat SMA. Penghasilan keluarga setiap bulan di bawah Rp. 1.550.000,00. Jumlah anggota keluarga sebagian besar diatas 4 orang. Kelembaban dalam ruangan sudah baik, tetapi lingkungan disekitar rumah 55 % kumuh.
MALARIA DAN PERAN MEDIA KOMUNIKASI TERHADAP PEMAHAMAN TENTANG MALARIA PADA MASYARAKAT DI KABUPATEN NAGAN RAYA, ACEH wilya, veny; Zulhaida, Andi; Yasir, Yasir
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 4 No 1 (2017): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.736 KB) | DOI: 10.22435/sel.v4i1.1447

Abstract

Promosi kesehatan merupakan proses pemberdayaan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan, melindungi dan mempengaruhi lingkungan atau hal-hal lain yang sangat berpengaruh terhadap perbaikan perilaku dan kualitas kesehatan. Agar informasi mengenai usaha pengendalian dan pencegahan malaria sampai kepada masyarkat maka diperlukan media atau alat bantu komunikasi. Media komunikasi sebagai wadah penyebarluasan informasi merupakan alat bantu yang dapat digunakan dalam promosi kesehatan. Penelitian ini bersifat cross sectional, dilakukan di Kabupaten Nagan Raya bertujuan untuk mengetahui peran media komunikasi dalam memahami konsep tentang malaria. Jumlah sampel pemeriksaan darah jari secara mikroskopis sebanyak 888 responden dan sampel wawancara sebanyak 232 responden. Hasil analisis untuk pemeriksaan darah jari, 888 sampel menunjukkan bahwa belum ditemukan Plasmodium sp. Untuk pemahaman tentang malaria, sebanyak 85,30% responden di Kecamatan Alue Bilie, 94,7% responden di Kecamatan Beutong dan 76,80% di Kecamatan Padang Panjang memahami dengan baik konsep tentang malaria, bahwa malaria merupakan suatu masalah bagi kesehatan. Sedangkan, untuk media komunikasi yang berperan hanya; 45,3% responden di Kecamatan Alue Bilie, 42,7% responden di Kecamatan Beutong dan 74,4% di Kecamatan Padang Panjang menjawab televisi. Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa media komunikasi mempunyai peran baik dalam memberikan pemahaman pada masyarakat mengenai konsep tentang malaria. Media komunikasi yang sangat berperan adalah televisi.
EFEK EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN LAMUN[ENHALUS ACOROIDES (L.F) ROYLE] TERHADAP KADAR MDA DAN GSH MENCIT JANTAN TUA Antarsih, Novita Rina
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 4 No 2 (2017): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.771 KB) | DOI: 10.22435/sel.v4i2.1449

Abstract

Pada laki-laki tua terjadi akumulasi stres oksidatif yang menyebabkan penurunan kualitas hidup dan infertilitas karena peningkatan kadar malondialdehyde (MDA), dan penurunan antioksidan glutathione (GSH). Daun Enhalus acoroides mengandung antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek ekstrak etil asetat daun lamun [Enhalus acoroides (L.f.) Royle] terhadap stres oksidatif mencit jantan tua. Mencit jantan galur DDY yang diberikan ekstrak daun Enhalus acoroides selama 14 hari, yang dibagi dalam 8 kelompok perlakuan dan terdiri dari 4 kali ulangan yang terdiri dari DK1 = dewasa kontrol 1 (tanpa perlakuan); DK2=dewasa kontrol 2 (minyak zaitun); DP1=dewasa perlakuan 1 (ekstrak 25 mg/KgBB); DP2=dewasa perlakuan 2 (ekstrak 50 mg/KgBB); TK1=tua kontrol 1 (tanpa perlakuan); TK2=tua kontrol 2 (minyak zaitun); TP1=tua perlakuan 1 (ekstrak 25 mg/KgBB); TP2=tua perlakuan 2 (ekstrak 50 mg/KgBB). Adanya penurunan kadar MDA pada mencit jantan tua dengan dosis 50 mg/KgBB meskipun tidak bermakna. Sedangkan kadar GSH mencit jantan tua yang diberi ekstrak daun Enhalus acoroides dengan mencit jantan tua tanpa perlakuan tidak terdapat perbedaan yang bermakna(p> 0.005). Pemberian ekstrak daun Enhalus acoroides tidak menyebabkan adanya perbedaan padatingkat stres oksidatif.
IDENTIFIKASI KONTAMINASI CACING USUS PADA MAKANAN SIAP SAJI DI KOTA BANDA ACEH Hanum, Faridah; Nurhayati, Nurhayati
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 4 No 2 (2017): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.908 KB) | DOI: 10.22435/sel.v4i2.1461

Abstract

Infeksi cacing usus merupakan salah satu masalah kesehatan di daerah tropis, termasuk Aceh. Penyakit ini ditularkan melalui tanah, disebut soil transmitted helmints (STH). Sayuran yang disajikan mentah dapat menjadi agen transmisi telur cacing. Kota Banda Aceh sebagai representasi masyarakat Aceh sekaligus daerah wisata kuliner bagi wisatawan menyediakan banyak sekali menu sayuran sebagai pendamping menu makanan utama. Mulai dari Oen kayee lambai (lalapan khas Aceh) sampai aneka kuliner khas nusantara. Jenis kuliner baru seperti ayam penyet, ayam lepas, pecel lele, tahu goreng dan burger disajikan dengan sayuran mentah. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi kontaminasi STH pada sayuran mentah yang disajikan sebagai pendamping aneka kuliner di Kota Banda Aceh. Jenis penelitian adalah survey dengan pendekatan ?Explanatory laboratory research?. Penelitian dilakukan pada bulan April-Oktober 2016. Sampel sebanyak 33 berdasarkan total populasi warung pada titik-titik sentra kuliner di Banda Aceh, yaitu Peunayong, Simpang Surabaya dan Darussalam. Unit analisisnya adalah sayuran mentah, yaitu selada, kubis, kemangi, timun dan tomat. Data primer dikumpulkan melalui identifikasi sumber air dan cara pengelolaan sayuran. Berdasarkan penelitian ditemukan 27.3% sampel positif. Temuan jenis telur STH adalah telur cacing gelang dan cacing cambuk. Untuk itu diperlukan edukasi kemanan pangan dan penelitian lanjutan secara kimiawi pada sayuran yang disajikan bersama makanan siap saji.
DETEKSI MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS DENGAN PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS DAN TEKNIK PCR PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS DARUL IMARAH ramadhan, raisuli; Fitria, Eka; Rosdiana, Rosdiana
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 4 No 2 (2017): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.987 KB) | DOI: 10.22435/sel.v4i2.1463

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis. Penyakit tuberkulosis masih menjadi masalah utama kesehatan.TB menjadi penyebab kematian kedua terdepan penyakit menular di dunia. Indonesia menduduki peringkat kedua terbanyak setelah India dari enam negara yang menyumbang 60% dari total kejadian TB. Mycobacterium tuberculosis dapat dideteksi pada sputum dengan pemeriksaan mikroskopis, teknik Polymerase Chain Reaction (PCR), dan kultur bakteri. Aceh Besar menjadi urutan ketiga terbanyak penderita TB dan menyumbang 34 % jumlah seluruh kasus baru di Aceh. Penelitian bertujuan untuk mendeteksi Mycobacterium tuberculosis dengan pemeriksaan mikroskopik dan teknik PCR pada penderita tuberkulosis paru yang sudah menjalani pengobatan 2 bulan sampai 6 bulan di Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar dengan jumlah sampel minimal 29 pasien TB aktif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pemeriksaan sputum secara mikroskopis dan teknik PCR. Data dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian didapatkan dari 29 responden hanya 1 sampel yang positif (3,4%) secara mikroskopis, sedangkan pemeriksaan dengan teknik PCR ditemukan 19 sampel yang positif (65,5%). Akurasi deteksi Mycobacterium tuberkulosis dengan teknik PCR  sangat tinggi. Mycobacterium tuberkulosis yang tidak terdeteksi dengan pemeriksaan mikroskopis (BTA) dapat dideteksi dengan teknik PCR. Sebaiknya hasil negatif pada pemeriksaan BTA secara mikroskopik dilanjutkan dengan teknik PCR guna menghindari salah diagnosis, mengingat PCR akurasinya tinggi.
FTA CARDS SEBAGAI TEMPAT PENYIMPANAN SPESIMEN YANG OPTIMAL DAN SESUAI DENGAN ASPEK BIOSAFETY Novita, Risqa
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 4 No 2 (2017): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.757 KB) | DOI: 10.22435/sel.v4i2.1469

Abstract

Surveilans penyakit menular dan tidak menular membutuhkan tehnik penanganan spesimen dari lapangan hingga ke laboratorium yang optimal dan memperhatikan aspek biosafety. Risiko wadah sampel pecah, lama perjalanan, rantai dingin pengiriman spesimen, volume sampel yang besar merupakan faktor-faktor yang seharusnya diminimalisir. FTA cards merupakan teknologi terbaru untuk penyimpanan spesimen sehingga penanganan tetap optimal dan tetap memperhatikan aspek biosafety. Tujuan dari penulisan ini untuk mengkaji FTA cards di berbagai aspek agar menjadi rujukan dalam memilih tehnik penyimpanan spesimen sehingga dapat dipakai dalam surveilans penyakit menular dan penyakit tidak menular. Tulisan ini merupakan kajian dari literatur-literatur yang ada di Google scholar dan Pubmed, dengan pencarian menggunakan kata kunci FTA cards, penyimpanan spesimen dan biosafety Berdasarkan hasil dari penelusuran literatur, penelaah, didapatkan hasil bahwa FTA cards dapat digunakan sebagai media penyimpanan spesimen. Spesimen yang dapat diteteskan ke atas permukaan FTA cards adalah darah, serum, cairan tubuh, feses dan organ tubuh hewan lainnya seperti nyamuk. FTA cards dapat direkomendasikan sebagai tehnik penyimpanan spesimen pada surveilans penyakit menular dan penyakit tidak menular