cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Ilmu Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25279823     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 631 Documents
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK PRASEKOLAH Ladi, Imelda; Trishinta, Sirli Mardianna; Metrikayanto, Wahyu Dini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan atau gangguan bicara saat ini banyak dijumpai. Salah satu factor yang mempengaruhi perkembangan bahasa adalah pola asuh. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan pola asuh ibu dengan perkembangan bahasa pada anak prasekolah di TK Advent Malang dan TK Nurul Muslim Kota Malang. Jenis penelitian yang digunakan crosssectional dengan desain penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu dan anak prasekolah di TK Advent Malang dan TK Nurul Muslim Kota Malang sebanyak 60 orang, dan teknik sampling menggunakan Random Cluster Sampling dengan jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 51 orang. Metode analisa data yang digunakan yaitu spearman rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa sebagian besar 29 responden 56,9% pola asuh ibu cukup. Sebagian besar 29 responden 56,9% perkembangan bahasa kurang. Hasil analisis didapatkan ada hubungan yang signifikan antara pola asuh ibu dengan perkembangan anak, karena diperoleh p< 0,00 dan r squared 60,3%. Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa terdapat hubungan pola asuh ibu dengan perkembangan bahasa pada anak prasekolah di TK Advent Malang dan TK Nurul Muslim Kota Malang. Dengan demikian orang tua terlebih khusus ibu dari anak prasekolah diharapkan dapat mengasuh anaknya dengan pola asuh demokratis sehingga perkembangan bahasa pada anak menjadi lebih baik. Language development is oral language skills in children that develop because of maturity of the speech organs as well as the environment that helps develop it. One of the external factors is environmental factors which can affect language delay is parenting patterns. The purpose of this study was to determine the relationship between mother?s parenting patterns with language development in preschool children at TK Advent and Nurul Muslim Malang City. This research usedcross sectional with correlation research design. The population in this study were all mothers and preschool children in TK Advent and TK Nurul Muslim Malang City as many as 60 people, and sampling techniques used byRandom Cluster Sampling. The data analyzed method is spearman rankusing SPSS. The results of the study prove that most of 29 respondents 56.9% of the mother's parenting pattern are sufficient and true most of 29 respondents 56.9% has lack language development. The results of the study there was a significant relationship between mothers parenting pattern andlanguage development, because it was obtained p. 000 and r squared 60.3%. so that there is a relationship between mother?s parenting patterns with language development in peschool children at TK Advent and TK Nurul Malang City. Suggestion for parents especially the mothers of preschool children are expected to be able to care for their children with democratic parenting patterns so can improve language development. Keywords: language development, mother?s parenting patterns, preschool children
PENGARUH SPA KAKI DIABETIK TERHADAP PENURUNAN RISIKO ULKUS DIABETIKUM PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO MALANG Yusmahmudah, Yusmahmudah; Ahmad, Zaky Soewandi; Sutriningsih, Ani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan komplikasi yang sering dialami penderita DM tipe 2. Perawatan untuk pasien ulkus diabetikum biasanya hanya berupa terapi obat-obatan. Belum pernah dilakukan terapi secara mandiri seperti SPA kaki diabetik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh SPA kaki diabetik terhadap penurunan risiko ulkus diabetikum pada penderita diabetes tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Dinoyo Malang. Desain penelitian adalah quasi experimental. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 responden yang ditentukan melalui teknik Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan yaitu lembar skrining kaki diabetik inlow?s 60-second diabetic foot screen. Uji statistik dalam penelitian ini ialah uji t berpasangan dan uji t tidak berpasangan (p< 0,05). Hasil uji t berpasangan menunjukkan adanya perbedaan skor yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan (p= 0,000) sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan adanya perbedaan signifikan (p= 0,795). Uji t tidak berpasangan menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan penurunan skor pada kelompok penelitian dan kontrol (p= 0,000). SPA kaki diabetik berpengaruh menurunan risiko ulkus kaki diabetikum penderita diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Dinoyo. Perawat diharapkan dapat berperan dalam promosi kesehatan terkait SPA kaki diabetik yang nantinya dapat menjadi suatu tindakan alternatif dan tindakan pencegahan yang dapat dilakukan penderita diabetes mellitus. Diabetic ulcer is a frequent complication experienced by people with type 2 diabetes. Treatment for diabetic ulcer patients is usually only by drug treatment. The independent therapy such as diabetic foot SPA has never been done. The purpose of this study was to determine the effect of diabetic foot SPA in lowering the risk of diabetic ulcer in type 2 diabetics in the work area of Dinoyo Malang Health Center. The research design was quasi experimental. The sample in this study was 32 respondents that were determined through the Simple Random Sampling technique. The instrument used was the diabetic foot screening sheet inlow's 60-second diabetic foot screen. The statistical test in this study was paired t test and unpaired t test (p
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP TERKONTROLNYA TEKANAN DARAH LANSIA HIPERTENSI YANG MENGGUNAKAN OBAT CAPTOPRIL DI POSYANDU PERMADI KELURAHAN TLOGOMAS KOTA MALANG Tadi, Indriati Dappa; Dewi, Novita; Rosdiana, Yanti
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan kondisi medis dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis. Hipertensi dikenal sebagai penyakit pembunuh ketiga setelah penyakit jantung dan kanker. Penanganan hipertensi terdiri dari terapi farmakologis dan non farmakologis. Penanganan yang tidak menimbulkan efek samping yaitu terapi non farmakologi salah satunya adalah terapi relaksasi otot progresif. Terapi relakasi otot progresif adalah suatu teknik dengan memusatkan perhatian pada aktifitas otot, kemudian menurunkan ketegangan dengan merelaksasikan otot untuk mendapatkan perasaan rileks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhterapi relaksasi otot progresif terhadap terkontrolnya tekanan darah pada lansia di Posyandu Permadi Tlogomas Kota Malang. Desain penelitian menggunakan quasi experimental desain dengan bentuk pretest-postest Control Grup Design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 37 orang dan sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak 30 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu, lembar observasi, Spygmomanometer dan stetoskop. Variabel bebas adalah terapi relaksasi otot progresif dan variabel terikat adalah terkontrolnya tekanan darah. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji statistik McNemar. Hasil penelitian membuktikan sebelum melakukan relaksasi otot progresif untuk kelompok perlakuan seluruhnya (100%) memiliki tekanan darah dengan kategori tidak terkontrol dan setelah dilakukan relaksasi otot progresif untuk kelompok perlakuan hampir seluruhnya (93%) memiliki tekanan darah dengan kategori terkontrol. Hasil uji McNemar menunjukkan p-value = (0.000 < (0.050) dengan demikian terdapat pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap terkontrolnya tekanan darah pada lansia yang menggunakan obat captopril. Peneliti selanjutnya disarankan untuk jadikan terapi relaksasi otot progresif sebagai salah satu intervensi keperawatan mandiri untuk membantu lansia menangani tekanan darahh tinggi. Hypertension in the elderly is a medical condition where there is an increase in blood pressure chronically. Hypertension is known as the third killer disease after heart disease and cancer. treatment of hypertension consists of pharmacological and non-pharmacological therapies. Handling that does not cause side effects, namely non-pharmacological therapy, one of which is progressive muscle relaxation therapy. Progressive muscle relaxation therapy is a technique that focuses on muscle activity, then decreases tension by relaxing the muscles to get a relaxed feeling. This study aims to determine the effect progressive muscle relaxation therapy for blood pressure control in elderly in Permadi Tlogomas Malang City. The research design used a quasi experimental design with pretest-posttest design control group. The population in this study were 37 people and the sample that matched the inclusion criteria was 30 people who were taken by simple random sampling technique. The instruments used are observation sheets, Spygmomanometer and stethoscopes. The collected data were analyzed bystatistical test McNemar. The results of the study proved that before the progressive muscle relaxation for the whole treatment group (100%) had uncontrolled blood pressure and after progressive muscle relaxation for the treatment group almost all (93%) had controlled blood pressure. test results McNemar showed p-value = (0.000
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN MOTIVASI GURU DALAM MEMBERIKAN PERTOLONGAN PERTAMA SINKOP PADA SISWA DI SDN 1 LANDUNGSARI DAN SDN MULYOAGUNG IV KABUPATEN MALANG Ngara, Petrus Helu; Masluhiya AF, Swaidatul; Metrikayanto, Wahyu Dini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan berperan dalam memberikan wawasan terhadap terbentuknya sikap dan akan diikuti dengan motivasi serta tindakan guru dalam memberikan pertolongan pertama sinkop pada siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan motivasi guru dalam memberikan pertolongan pertama sinkop pada siswa di SDN 1 Landungsari dan SDN Mulyoagung IV Kabupaten Malang. Penelitian ini mengunakan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 44 guru dengan sampel sebanyak 23 responden. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling.Instrumen menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan motivasi. Metode uji analisis data menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil penelitian membuktikan bahwa lebih dari separuh (56,5%) responden memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang tentang pertolongan pertama siswa sinkop, lebih dari separuh (56,5%) responden memiliki motivasi kategori rendah dalam memberikan pertolongan pertama siswa sinkop. Hasil uji Chi Square didapatkan p-value = (0,000) yang berarti bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan dengan motivasi guru dalam memberikan pertolongan pertama sinkop pada siswa di SDN 1 Landungsari dan SDN Mulyoagung IV Kabupaten Malang. Peneliti selanjutnya diharapkan untuk menambah jumlah sampel penelitian dan memberikan pendidikan kesehatan tentang pertolongan pertama sinkop kepada guru yang memiliki pendidikan rendah, hal ini untuk meningkatkan motivasi guru dalam memberikan pertolongan pertama pada siswa sinkop. Knowledge plays a role in providing insight into the formation of attitudes and will be followed by the motivation and actions of the teacher in giving students a first-aid syncope. The purpose of this study was to determine the relationship of the level of knowledge with teacher motivation in providing synoptic first aid to students at SDN 1 Landungsari and SDN Mulyoagung IV Malang Regency. This study uses a descriptive correlative design with cross sectional approach. The study population was 44 teachers with a sample of 23 respondents. Sampling using simple random sampling. Data collection using a questionnaire level of knowledge and motivation. The data analysis method uses Chi Square test with a significant level of 0.05. The results of the study prove that more than half (56.5%) of respondents have a level of knowledge of the category lacking about the first aid of syncope students, more than half (56.5%) of respondents had low category motivation in giving first aid to syncope students. Chi Square test results obtained p-value = (0,000) which means that there is a relationship between the level of knowledge and the motivation of the teacher in providing synoptic first aid to students at SDN 1 Landungsari and SDN Mulyoagung IV Malang Regency. The next researcher is expected to increase the number of research samples and provide health education about syncope first aid to teachers who have low education, this is to increase the motivation of teachers in providing first aid to syncope students. Keywords: Victim; Experience; Synchronous Handling
HUBUNGAN KEBIASAN KONSUMSI SUSU FORMULA DIWAKTU TIDUR DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA TODDLER DI POSYANDU BALITA KELURAHAN JATIMULYO KECAMATAN LOWOKWARU MALANG Cahayanik, Aydah; Choeron, Rachmat Chusnul; Sulasmini, Sulasmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sisa makanan yang terdapat di mulut dapat menyebabkan karies gigi. Anak usia toddler sebagian besar memiliki riwayat kebiasaan minum susu diwaktu tidur. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi susu formula diwaktu tidur dengan kejadian karies gigi pada anak usia toddler di Posyandu Balita Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru Malang. Desain pada penelitian ini menggunakan desain case control. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh anak usia toddler diposyandu Balita Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru Malang yang berjumlah 600 anak. Besar sampel sebanyak 240 anak dengan teknik pengambilan sampel cluster sampling. Kebiasaan konsumsi susu formula sebagai variabel independen dan kejadian karies gigi sebagai variabel dependen. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi square dengan ?=0,05. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar anak usia toddler terbiasa mengkonsumsi susu formula diwaktu tidur yaitu sebanyak 156 anak (65%), sebagian besar anak usia toddler mengalami karies gigi yaitu sebanyak 151 anak (62,9%), dan terdapat hubungan yang signifikan kebiasaan konsumsi susu formula diwaktu tidur dengan kejadian karies gigi pada anak usia toddler di Posyandu Belita Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru Malang (p=0,000; OR=132,0). Orang tua harus merubah kebiasaan anak dalam mengkonsumsi susu formula dan memperhatikan kebersihan mulut. The remaining food in the mouth can cause dental caries. Most toddlers have a history of drinking milk during sleep. The purpose of this study was to determine the relationship between the consumption habits of formula milk at bedtime and the incidence of dental caries in toddler age children in Posyandu Balita, Jatimulyo Subdistrict, Lowokwaru District, Malang City. The design in this study uses a case control design. The population in this study was all toddler age children in Posyandu Balita, Jatimulyo Subdistrict, Lowokwaru District, Malang City with totaling 600 children. The sample size is 240 children with simple cluster sampling. The habit of consuming formula milk as an independent variable and the incidence of dental caries as the dependent variable. Data was collected using a questionnaire. Data were analyzed using Chi square test with ? = 0.05. The results showed that most toddlers were accustomed to consuming formula milk during sleep (65%), most toddlers had dental caries (62.9%), and there was a significant relationship of formula milk consumption habits at bedtime with the incidence of dental caries in toddler age children in Posyandu Balita, Jatimulyo Subdistrict, Lowokwaru District, Malang City (p = 0,000; OR = 132,0). Parents must change the habits of children in consuming formula milk and pay attention to oral hygiene. Keywords: toddler age; dental caries; habit of consuming formula milk
HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PENDERITA DIABETES MELITUS (DM) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENDALSARI KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Ama, Yonatan; Masluhiya AF, Swaidatul; Hastutiningtyas, Wahidyanti Rahayu
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya DM dapat mengakibatkan komplikasi yang terjadi sepanjang hidup penderita DM sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita DM itu sendiri. Desain penelitian ini menggunakan desain Deskriptif Korelatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel simple random rampling, dengan sampel sebanyak 93 responden. intrumen yang digunakan adalah whoqol-bref (who quality of life) dengan mengunakan analisis uji chi-square. Hasil penelitian, sebagian besar responden memiliki kadar gula darah pada kategori tinggi (59,1%) yaitu berada pada kadar gula darah lebih dari 200 mg/dl sedangkan hampir seluruh responden memiliki kualitas hidup seabgian besar berkakategori buruk (76,3%). Hasil analisis uji chi-square didapatkan bahwa ada hubungan kadar glukosa darah puasa dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus (DM) di Wilayah Kerja Puskesmas Kendalsari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Dengan tinggkat signifikan < 0,05 = 0,025. (R= 0,33 p=0,025). Bagi Peneliti selanjutnya dapat menggali lebih jauh apa saja aspek-aspek yang memicu para penderita DM memiliki kadar gula yang tidak normal, dan apa saja faktor-faktor yang memicu buruknya kualitas hidup penderita DM. Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that occurs because the pancreas does not produce enough insulin or when the body cannot effectively use the insulin it produces, DM can cause complications that occur throughout the life of DM sufferers so that it can affect the quality of life of DM sufferers themselves. The design of this study used a descriptive correlative design with a cross sectional approach. Simple random rampling sampling technique, with a sample of 93 respondents. the instrument used is whoqol-bref (who quality of life) using the chi-square test analysis. The results of the study, the majority of respondents had high blood sugar levels (59.1%). which is at a blood sugar level of more than 200 mg / dl while almost all respondents have a high quality of life for all of the poor categories (76.3%). The results of the chi-square analysis showed that there was a relationship between fasting blood glucose levels and quality of life in people with diabetes mellitus (DM) in the Kendalsari Public Health Center, Lowokwaru District, Malang. With a significant level of
MEKANISME KOPING DENGAN BURNOUT CAREGIVER DI PANTI WHERDA PANGESTI DAN GRIYA ASIH LAWANG KABUPATEN MALANG Nani, Marselinus; Rosdiana, Yanti; Adi W., Ragil Catur
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku koping caregiver merupakan hasil dari ketahanan diri dalam memecahkan dan masalah. Koping yang adaptif sangat di butuhkan dalam menghadapi beban kerja yang di rasakan. Apabilah perawat menggunakan koping yang adaptif, maka tidak adkan menimbulkan kejenuhan yang berakibat kesakitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan burnout caregiver di panti wherda pangesti dan griya asih lawang kabupaten malang. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Teknik sampling menggunakan accidential sampling dengan sample sebanyak 48 responden. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Data analisis mengunakan uji chi square. Dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil penelitian di dapatkan bahwa lebih dari separu (72,9%) responden memiliki mekanisme koping maladaptif. Lebih dari separu (56,2%) responden memiliki bournout pada kategori tinggi. Hasil uji chi square di dapatkan ?= 0,001 yang artinya terdapat hubungan mekanisme koping dengan burnout caregiver di panti wherda pangesti dan Griya Asih Lawang Kabupaten Malang. Caregiver perlu memotivasi diri sendiri dengan penggunaan koping yang positif dalam bekerja sehingga dapat menurunkan terjadinya bournout yang berakibat stressor. Peneliti selanjutnya perlu meneliti factor-faktor pemicu terjadinya bournut pada caregiver. Koping mechanism is a process for individuals trying to manage a stressful state, by doing an act of constant cognitive change and behavioral efforts to overcome burnout. Effective coping can help individuals adapt to prolonged boredom and stress. This study aims to determine the relationship of coping mechanisms with burnout caregiver in caring for the elderly in Panti Wherda Nursing Home and Griya Asih Lawang Malang Regency. The study design uses cross sectional. Sampling technique uses total sampling with a sample of 48 respondents. Data collection using a questionnaire. Data were analyzed using Chi Square test with a significant level of 0.05. The results showed that more than half of the (72.9%) respondents had a maladaptive coping mechanism. More than half of (56.2%) respondents had bournouts in the high category. Chi Square.test results obtained (p = 0.001), which means there is a relationship between the coping mechanism with bournout caregiver in caring for the elderly at the Pheresti Wherda Nursing Home and Griya Asih Lawang Malang Regency. Caregivers need to motivate themselves by using positive coping at work so as to reduce the occurrence of bournouts that result in stressors. Keywords: Burnout; Caregiver; coping Mechanism
EFEKTIVITAS KOMBINASI HIDROTERAPI DAN TEKNIK RELAKSASI PROGRESIF TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI GRADE I DI POSYANDU BODROYONO KELURAHAN MERJOSARI KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Astuti, Paska Lia Umi; Ka'arayeno, Arie Jefry; Ardiyani, Vita Maryah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi Grade 1 merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung. Pada lansia sering terjadi penyimpitan penyempitan darah yang mengakibatkan hipertensi. Penatalaksaan hipertensi dapat menggunakan terapi non farmakologi salah satunya hidroterapi dan teknik terlaksasi progresif yang bermanfaat untuk mendilatasi pembuluh darah dan memperlancar peredaran darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kombinasi hidroterapi dan terknik relaksasi progresif terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi grade 1 di Posyandu Bodroyono Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan rancangan one group pre-post test design. Sample diambil dengan teknik simple random sampling dengan jumlah responden 20 orang. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil penelitian didapatkan rata-rata tekanan darah pre 106,00 dan tekanan darah post 95,50 dengan selisih rata-rata 10,5. Hasil analisis sebelum dan sesudah diberikan perlakuan kombinasi hidroterapi dan teknik teraksasi progresif diperoleh nilai signifikansi 0,000 (p value ? 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa kombinasi hidroterapi dan terknik relaksasi progresif terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi grade 1 di Posyandu Bodroyono Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Saran untuk peneti selanjutnya lebih mengembangkan faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah pada lansia dan membantu pasien hipertensi untuk menerapkan hidroterapi dan teknik relaksasi progresif dalam kehidupan sehari-hari. Hypertension Grade I is a common cause of stroke and heart attack. In the elderly there is often a narrowing of blood clots which results in hypertension. Management of hypertension can use non-pharmacological therapy, one of which is hydrotherapy and progressive relaxation techniques that are useful for dilating blood vessels and improving blood circulation. The purpose of this study was to determine the Effectiveness of the Combination of Hydrotherapy and Progressive Relaxation Techniques Against Blood Pressure in Elderly Patients with Grade I Hypertension in Bodroyono Posyandu, Merjosari Village, Lowokwaru District, Malang City. This study used a pre-experimental design with one group pre-post test design. The sample was taken by simple random sampling technique with 20 respondents. Data were analyzed using Wilcoxon test with a significant level of 0.05. The results showed an average blood pressure pre 106.00 and post blood pressure 95.50 with an average difference of 10.5. The results of the analysis before and after given a combination treatment of hydrotherapy and progressive relaxation techniques obtained a significance value of 0.000 (p value ? 0.05), so it can be concluded that the combination of hydrotherapy and progressive relaxation techniques effectively affect blood pressure in elderly hypertension sufferers grade I in Bodroyono Posyandu, Merjosari Subdistrict, Lowokwaru Subdistrict, Malang City. Suggestions for researchers further develop the factors that influence blood pressure in the elderly and help hypertensive patients to apply hydrotherapy and progressive relaxation techniques in everyday life. Keywords: Elderly; Hypertension Grade I; Hydrotherapy; Progressive Relaxation.
BURNOUT FULL DAY SCHOOL DENGAN TINGKAT STRES PADA SISWA KELAS X DI SMAK FRATERAN MALANG Tay, Erwin Dundu; Trishinta, Sirli Mardianna; Candrawati, Erlisa
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Burnout merupakan keadaan keletihan (exhaustion) fisik dan emosional sehingga menyebabkan stres yang bersumber dari proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara burnout full day school dengan tingkat stres pada siswa kelas X SMAK Frateran Malang. Desain penelitian menggunakan korelatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 61 siswa. Sampel yang digunakan sebanyak 53 orang diambil menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian ditemukan bahwa lebih dari separuh responden mengalami burnout kategori tinggi yaitu sebanyak 36 responden (67,9%), lebih dari separuh responden memiliki tingkat stress dengan kategori berat yaitu sebanyak 40 responden (75,5%). Analisis chi square dengan nilai signifikan 0,000 (p value ? 0,05) yang berarti ada hubungan antara burnout full day school dengan tingkat stres pada siswa kelas X di SMAK Frateran Malang. Kesimpulan semakin tinggi burnout belajar siswa maka semakin berat pula tingkat stres yang dialami siswa. Saran Peneliti selanjutnya diharapkan meningkatkan karakteristik dari responden sehingga menggambarkan fenomena burnout dan stres pada siswa yang belajar pada sistem full day school. Burnout is a state of physical and emotional exhaustion that causes stress that comes from the learning process. This study aims to determine the relationship between full day school fatigue and stress levels in class X Frateran Malang students. The study design uses correlative. The population in this study was 61 students. The sample used was 53 people taken using simple random sampling. Data analysis using chi square. The results found that more than half of respondents experienced high category burnout of 36 respondents (67.9%), more than half of respondents have stress levels with a heavy category that is as many as 40 respondents (75.5%). Chi square analysis with a significant value of 0,000 (p value ? 0.05) which means there is a relationship between burnout full day school with stress levels in class X students at SMAK Frateran Malang. In conclusion the higher the student's fatigue learning, the more severe the stress level experienced by students. Researcher's suggestion is then expected to improve the characteristics of respondents so that they describe the phenomenon of fatigue and stress in students who study in the full-day school system. Keywords: study; emotional; physical; fatigue; mentality; motivation
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) PENCEGAHAN RESIKO JATUH DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT PANTI WALUYA MALANG Santi, Pipit Maya; Maemunah, Neni; Sutriningsih, Ani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian pasien jatuh di Rumah Sakit Panti Waluya masih cukup tinggi yang disebabkan karena perawat kurang patuh dalam melaksanakan penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO) pencegahan pasien jatuh. Dalam hal ini kepatuhan perawat dalam melaksanakan Standar Prosedur Operasional (SPO) pencegahan pasien jatuh merupakan sesuatu yang wajib diterapkan oleh perawat di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepatuhan perawat dalam melaksanakan Standar Prosedur Operasional (SPO) pencegahan pasien jatuh. Design penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah semua perawat pelaksana di ruang rawat inap dewasa sebanyak 161 orang. Sampel sebanyak 115 orang ditentukan dengan teknik Cluster Random Sampling. Uji bivariat menggunakan uji chi-square dan Analisis data menggunakan uji Regresi Logistik. Dari hasil uji bivariat didapatkan usia (p=0,341), jenis kelamin (p=0,262), status pernikahan (p=0,215), masa kerja (p=0,693), pendidikan (p=0,783), pengetahuan (0,000), sikap (p=0,000) dan supervisi(p=0,665). Faktor yang berpengaruh terhadap kepatuhan perawat dalam melaksanakan Standar Prosedur Operasional (SPO) pencegahan pasien jatuh yaitu Pengetahuan (p=0,000) dan Sikap (p=0,000).Dari hasil analisa multivariat didapatkan faktor yang paling dominan adalah Sikap dengan (OR=16,734). Direkomendasikan bagi pihak rumah sakit agar membuat kebijakan organisasi dengan memberlakukan sistem punish and reward kepada perawat sesuai dengan kinerjanya dalam pelaksanaan standar prosedur operasional (SPO) pencegahan resiko jatuh. The incidence of patients falling at the Panti Waluya Hospital is still quite high due to nurses not being obedient in implementing the implementation of Standard Operating Procedures (SPO) to prevent falling patients. In this case nurses' compliance in implementing Standard Operating Procedures (SPO) for preventing falling patients is something that must be applied by nurses in hospitals. The purpose of this study was to determine the factors that influence nurses' compliance in implementing Standard Operating Procedures (SPO) to prevent falling patients. The study design uses descriptive analytic with cross sectional approach. The population is all 161 nurses in the inpatient ward. A sample of 115 people was determined by the Cluster Random Sampling technique. Bivariate test uses chi-square test and data analysis uses logistic regression test. From the bivariate test results obtained age (p = 0.341), sex (p = 0.262), marital status (p = 0.215), years of service (p = 0.693), education (p = 0.783), knowledge (0,000), attitude ( p = 0,000) and supervision (p = 0.665). Factors that influence nurses' compliance in implementing Operational Procedure Standards (SPO) for preventing falling patients are Knowledge (p = 0,000) and Attitude (p = 0,000). From the results of multivariate analysis found the most dominant factor is Attitude with (OR = 16,734). It is recommended for hospitals to make organizational policies by implementing a punish and reward system for nurses in accordance with their performance in the implementation of standard operational procedures (SPO) to prevent the risk of falling. Keywords : Patient Safety, Standard Operating Procedure (SPO) Prevention of Fall Patients

Page 1 of 64 | Total Record : 631