cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JURNAL PEDAGOGIK
ISSN : 23377364     EISSN : 26229005     DOI : -
Core Subject : Education,
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh is an open-access based on journal that contributes to improve the scientific treasures. Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan and pembelajaran for researchers, professionals, lecturer, and educational practitioners on all topics related for the sharing, dissemination and discussion of research, experience and perspectives across a wide range of education, teaching, development, instruction, educational projects and innovations, learning methodologies and new technologies in education.
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
RESPON SISWA TERHADAP PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA MATERI ARITMETIKA SOSIAL Mawaddah, Siti; Authary, Nailul
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 7, No 1, April (2020)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan model kooperatif student team achievement division (STAD) pada materi aritmetika sosial kelas VII mtss Baitul Arqam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTsS Baitul Arqam, sedangkan sampel adalah sebanyak 25 orang siswa. Instrumen yang digunakan adalah angket respon siswa terhadap pembelajaran STAD. Setelah data diperoleh, selanjutnya data dianalisis menggunakan skala likert. Hasil dari analisis kemudian dikelompokkan dengan menggunakan kriteri skor rata-rata. Hasil penelitian adalah Angket respon siswa diberikan kepada siswa pada akhir pembelajaran yaitu setelah siswa menyelesaikan tes akhir (posttest), angket respon siswa bertujuan untuk mengetahui perasaan siswa, minat siswa dan pendapat siswa mengenai pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran koorperatif tipe STAD. Respon yang diberikan ternyata mendapat respon yang baik dari siswa, yaitu berkategori sangat positif. Hal ini sesuai dengan hasil angket yang menyatakan bahwa siswa senang dan bermotivasi untuk mengikuti pembelajaran matematika dengan penerapan model pembelajaran koorperatif tipe STAD.Kata Kunci:  Respon Siswa, Model Pembelajaran STAD, Aritmetika Sosial
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN MENGGUNAKAN KARTU DOMINO PADA MATERI TRIGONOMETRI KELAS X DI SMAN 3 LHOKSUKON Nazar, Nazariah
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sebab siswa kurang memahami konsep matematika karena matematika sering diperkenalkan sebagai kumpulan angka dan rumus yang bersifat abstrak. Untuk itu perlu digunakan alat peraga yang sesuai dengan materi yang dipelajari, agar dapat meminimalis karakteristik materi matematika yang abstrak. Penyebab lain siswa mengalami kesulitan dalam belajar matematika adalah proses pembelajaran matematika yang masih berlangsung satu arah dan dominannya aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran sehingga siswa kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran matematika. Akibatnya hasil belajar yang diharapkan akan kurang optimal dan kegiatan pembelajaran pun dirasakan kurang bermakna dan bermanfaat bagi siswa.Oleh karena itu, dibutuhkan suatu pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif dan kreatif dalam mengkonstruksi suatu penyelesaian masalah melalui media tertentu. Dari hal tersebut maka dilakukan penelitian tentang pembelajaran materi Trigonometri menggunakan kartu domino dengan model kooperatif tipe STAD di SMAN 3 Putra Bangsa Lhoksukon. Pembelajaran ini dilakukan lima tahap yaitu: (1) Tahap penyajian kelas, (2) Tahap diskusi kelompok dan penyajian laporan, (3) Tahap tes individual, (4) Tahap penentuan poin perkembangan individu dan kelompok, (5)Tahap pemberian penghargaan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa, aktivitas siswa, aktivitas guru dan respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran menggunakan kartu domino dengan model kooperatif tipe STAD. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X1 SMAN 3 Lhoksukon sebanyak 34 orang. Adapun prosedur pengumpulan data adalah melalui tes hasil belajar siswa,  observasi aktivitas siswa, observasi kemampuan guru, penyebaran angket respon siswa, dan wawancara. Sedangkan teknik analisis data, penulis menggunakan analisis deskriptif (persentase) sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Hasil penelitian yang berlangsung selama dua siklus menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran pada saat dilakukan pembelajaran pada materi aturan sinus dan cosinus menggunakan kartu domino dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berada pada kategori baik yaitu 89,47% dan sangat baik yaitu 96,05%, Aktivitas siswaberada pada kategori baik yaitu 88,81% dan sangat baik yaitu 96,05%, Hasil belajar memiliki ketuntasan secara klasikal adalah 85,29% dan 94,11%, dan Respon siswa terhadap penerapan pembelajaran menggunakan karu domino dengan model pembelajaran kooperatif tipe STADadalah sangat positif. Hal ini dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD dengan Menggunakan Kartu Domino sangat bagus digunakan dalam proses belajar-mengajar.
REAFIRMASI NILAI-NILAI RELIGIUSITAS DALAM KEHIDUPAN MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER Suyanta, Sri
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka mengukuhkan nilai-nilai religiusitas dalam kehidupan, pendidikan karakter merupakan keniscayaan. Proses dan mekanismenya  melintasi area, masa dan usia. Pendidikan karakter mutlak diperlukan bukan hanya di sekolah, tetapi juga di rumah dan di lingkungan sosial masyarakat lainnya. Ia mestinya menjadi panglima, diprioritaskan sejak dahulu kala, kini dan masa datang. Bahkan sekarang ini peserta didik dalam pendidikan karakter bukan lagi anak usia dini hingga remaja, tetapi juga usia dewasa bahkan usia manula sekalipun. Oleh karenanya pendidikan karakter harus dirancang dan dilaksanakan secara sistematis dan simultan untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan dirinya, sesama manusia, lingkungan dan Tuhannya. Pendidikan karakter dapat ditempuh melalui tiga tahap, yaitu sosialisasi pengenalan (introduksi), penghayatan (internalisasi), dan pengukuhan (aplikasi) dalam kehidupan
PROBLEM OF THE SOCIAL DISADVANTAGES LEARNER DALAM PERSPEKTIF HIRSCHI’S SOCIAL BOND Ilyas, Khairul Fahmi
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 6, No 2, Oktober (2019)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The life of adolescents in the era of globalization and modernity has changed very drastically and caused widespread problems and moral decadence. Deviant behavior of students today is not only detrimental to itself but has begun to disturb social society in general. This deviation can occur because they are still in the phase of seeking identity and emotional turmoil. Deviant behavior carried out by school teenagers is caused by weak social control. The purpose of writing this article is to see and analyze the deviant behavior of students by using a social control theory approach. Social bonds are social bonds between individuals and conventional groups (schools, communities, and communities) that can control individuals to conform to the norms in society. In this article, the author uses literacy studies to see students' deviant behavior and social bond theory. The results of the analysis show that students' deviant behavior is caused by a lack of social control or social ties that surround the realm of attachment, commitment, involvement and belief between students and conventional groups such as parents, schools and the community.
MERETAS PENDIDIKAN DALAM DUNIA KERJA Yusliani, Hamdi
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengenyam pendidikan sesuai dengan spesifikasi adalah impian setiap orang. Semua orang bercita-cita bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dengan latar belakang pendidikannya itu. Namun timbul satu persepsi yang sangat lemah dari para lulusan dimana mereka hanya berpikir bisa bekerja pada orang lain kelak setelah lulus dari studinya. Hal ini menjadi titik awal terhadap lemahnya pola pikir para lulusan dalam menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Setiap kali pemerintah membuka pendaftaran calon Pegawai Negeri Sipil, maka akan ditemukan pendaftarnya begitu banyak. Kendatipun masyarakat dan para lulusan itu sendiri tahu dan sadar bahwa lowongan yang tersedia tidak sesuai dengan ijazah yang mereka miliki, namun hal tersebut bukan menjadi penghalang. Niat dan tujuan awal tidak pernah surut untuk mengadu nasib dalam meraih mimpi dan memperoleh gaji yang serba tetap. Fenomena ini patut direview kembali oleh masyarakat khususnya para pelaku pendidikan. Dimana perlu menciptakan suatu upaya dalam membentuk pola pikir para mahasiswa sejak menempuh jenjang pendidikan tingkat pertamanya. Demikian halnya dengan perguruan-perguruan tinggi yang ada, diharapkan mampu menciptakan sarjana atau diploma yang siap bekerja atau siap menciptakan pekerjaan. Karena itu, mengubah pola pikir masyarakat terhadap lapangan pekerjaan dirasa perlu untuk melahirkan calon-calon wirausahawan sejati.
ANALISIS PENALARAN ALJABAR YANG BERFOKUS PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI BANDA ACEH Authari, Nailul
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan aljabar siswa di sekolah menengah pertama tidak hanya berfokus pada kemampuan siswa melakukan operasi aljabar. Sangat penting diperhatikan pemahaman konseptual siswa mengenai proses penalaran aljabar. Salah satu topik kajian dari penalaran aljabar adalah proses generalisasi dari aritmetika yang biasanya menggunakan huruf sebagai variabel, membuat model matematika dan penggunaan tanda sama dengan sebagai indikator dari relasi. Hasil yang diperoleh berasal dari jawaban soal pemecahan masalah dan wawancara.
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MUATAN IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MACTH SISWA SD Anjaswari, Puji; Airlanda, Gamaliel Septian
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 6, No 1, April (2019)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Classroom Action Research uses the Kemmis and Taggart designs which consist of 2 cycles. Each cycle has a stage of planning, implementation and observation, as well as reflection that aims to improve motivation and learning outcomes in theme 3 of the sub-theme 2 of the IPA content using the learning model make a macth. The subjects of the study were 4th grade students at SD Negeri Noborejo 01 Salatiga with a total of 34 students. The criteria for success are 80% of students and minimum learning motivation in enough categories. The results of the study show that the learning model using a method can increase the percentage of learning motivation. This can be seen from the percentage of pre cycle 1.92 (47.89%) cycle I 2.62 (64.60%) cycle II 3.52 (91.15%). increasing motivation to learn also has an impact on improving learning outcomes, namely Pre-cycle 51.3 first cycle 75.59, Cycle II 86.4. Thus the model of making a study not only increased learning motivation but also the learning outcomes of science content on 4th grade students at SDN Noborejo 01 Salatiga.
TINGKAT KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS DAN KREATIF SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DI MADRASAH ALIYAH Fahmi, Arizal
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 7, No 2, Oktober (2020)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman konsep matematis dan kreatif siswa dalam memecahkan masalah matematika setelah mengikuti pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian semi eksperimen dengan populasi penelitian adalah siswa kelas X MAN 2 Pidie Jaya, kemudian secara acak dipilih dua kelas dari tiga kelas. Instrumen yang digunakan terdiri dari tes kemampuan pemahaman konsep matematis dan kemampuan kreatif. Instrumen tersebut dinyatakan telah memenuhi syarat validitas isi, serta koefisien reliabilitas sebesar 0,952 berturut-turut untuk kemampuan pemahaman konsep matematis dan kreatif. Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa: (1) tingkat kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw rata-ratanya adalah 72,15, sedangkan dengan pembelajaran konvensional rata-ratanya adalah 46,34. Jika ditinjau ketuntasan secara klasikal nilai kemampuan pemahaman konsep matematis minimal kategori cukup pada kelas kontrol sebesar 5%, sedangkan pada kelas eksperimen sebesar 85%. (2) tingkat kemampuan kreatif dalam pemecahan masalah matematika siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw rata-ratanya adalah 50,25 sedangkan dengan pembelajaran konvensional rata-ratanya adalah 44,09. Jika ditinjau ketuntasan secara klasikal nilai kemampuan kreatif dalam pemecahan masalah minimal kategori cukup pada kelas kontrol hanya sebesar 0,00%, sedangkan pada kelas eksperimen sebesar 10%.
Perbankan Dalam Perspektif al-Qur’an dan Hadist Nur, Ahlan
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an dan Hadist merupakan sumber pokok ajaran Islam dan merupakan rujukan umat Islam dalam memahahami syariat. Dalam Al-Qur’an dan Hadits tidak ditemukan nash yang menyebutkan Kata bank, namun pada prakteknya perbankan sudah dilakukan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an dan Sunnah hanya memberikan prinsip-prinsip dan filosofi dasar, dan menegaskan larangan-larangan yang harus dijauhi. Dengan demikian, yang harus dilakukan hanyalah mengidentifikasi hal-hal yang dilarang oleh Islam.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENYELESAIAN KONFLIK DI SEKOLAH Haris, Amin
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kepemimpinan kepala sekolah dalam penyelesaian konflik di sekolah. Metode yang digunakan kualitatif, teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari penelitian ditemukan: kepemimpinan kepala sekolah dalam penyelesaian konflik menganut menganut gaya transformasional dan situasional, sumber konflik tidak transparan dalam laporan keuangan, kinerja guru dan karyawan lemah. Penyelesaian konflik dilakukan dengan analisis masalah dan pengambilan kebijakan secara batton up berdasarkan aspirasi bawahan. Dari hasil penelitian disarankan bahwa agar tidak terjadi masalah dalam pengambilan keputusan maka semua kebijakan hendaknya harus tetap bersumber dari aspirasi guru, siswa, karyawan, komite dan orangtua siswa dan berdasarkan kepentingan sekolah.

Page 1 of 11 | Total Record : 108