cover
Contact Name
Eko Yuliyanto
Contact Email
ekoyuliyanto@unimus.ac.id
Phone
+6285643557497
Journal Mail Official
jps@unimus.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/JPKIMIA/about/editorialTeam
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JPS Unimus
ISSN : 23390786     EISSN : 25021443     DOI : 10.26714/jps.Vol.No.Tahun.hal
The focus and scope of JPS includes the following topics: Science Education Chemistry Education Biology Education Physics Education Enviromental Education Educational evaluation and measurement
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014): JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS)" : 6 Documents clear
KEEFEKTIVAN PEMBELAJARAN BERBASIS POTENSI LOKAL DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SMA DALAM MENINGKATKAN LIVING VALUES SISWA Sarah, Siti; Maryono, -
JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS) Vol 2, No 1 (2014): JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS)
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.2.1.2014.36-42

Abstract

Intisari-Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) adakah perbedaan living values (kejujuran, kerja sama,  dan tanggung jawab) antara siswa kelas X yang belajar menggunakan perangkat pembelajaran berbasis potensi lokal dan tanpa berbasis potensi lokal di SMA N 1 Kretek di Kabupaten Wonosobo; (2) bagaimana keefektivanpeningkatan living values (kejujuran, kerja sama, dan tanggung jawab) melalui pembelajaran berbasis potensi lokal pada siswa kelas X di SMA N 1 Kretek di Kabupaten Wonosobo. Metode penelitian yang digunakan berupa quasieksperimen, yaitu control-group pre-test post-test design. Instrumen penelitian yang digunakan berupa: angket dan lembar observasi. Analisis yang digunakan meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji beda. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa (1) tidak ada perbedaan living values kejujuran dan kerjasama siswa kelas X SMA N 1 Kretek yang belajar dengan menggunakan perangkat pembelajaran berbasis potensi lokal dan yang belajar tanpa menggunakan perangkat permbelajaran berbasis potensi lokal. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi (p > 0,05), yaitu 0,156 (kejujuran) dan 0,812 (kerja sama). Sebaliknya, ada perbedaan tanggung jawab antara siswa yang belajar menggunakan perangkat pembelajaran berbasis potensi lokal dengan siswa yang belajar tanpa perangkattersebut dengan tingkat signifikansi (p < 0,05), yaitu 0,008. (2) Peningkatan living values kejujuran dan kerjasama melalui pembelajaran fisika berbasis potensi lokal lebih efektif diterapkan di SMA N 1 Kretek. Kata kunci: pembelajaran fisika, potensi lokal, living values
PENYUSUNAN ASESMEN METAKOGNISI CALON GURU KIMIA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Zuhaida, Anggun; Haryani, Sri; Susilaningsih, Endang
JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS) Vol 2, No 1 (2014): JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS)
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.2.1.2014.1-5

Abstract

Proses pembelajaran merupakan suatu sistem yang memiliki beberapa komponen diantaranya adalah tujuan, materi, media, metode dan evaluasi. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap sistem pembelajaran tersebut adalah guru. Kompetensi profesional seorang calon guru agar dapat menguasai konsep pembelajaran secara luas dan mendalam dapat dikembangkan dengan mengetahui kemampuanmetakognisi dari seorang calon guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu asesmen metakognisi bagi para mahasiswa calon guru kimia melalui pembelajaran berbasis masalah. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah 31 mahasiswa sebuah PTN di Semarang menggunakan rancangan onegroup pretest-posttest design. Asesmen yang dikembangkan disusun berdasarkan indikator metakognisi meliputi asesmen tes essay, asesmen kinerja, asesmen sikap dan asesmen diri. Hasil penelitian pada tes uraian menunjukkan adanya kenaikan kemampuan metakognisi secara umum dengan pengujian N-gainsebesar 0.5 (kategori sedang), hasil observasi kinerja pada saat praktikum dan observasi sikap dalam diskusi dan presentasi menunjukkan penilaian yang positif dengan level ―baik dan sangat baik‖, sedangkan hasil angket penilaian diri menunjukkan hasil yang meningkat dengan N-gain sebesar 0.45 (kategori sedang). Secara keseluruhan melalui suatu pembelajaran berbasis masalah, mahasiswa calon guru kimia mengalami kenaikan keterampilan metakognisi yaitu pada keterampilan ―evaluasi‖. Kata kunci: Asesmen, Metakognisi, Pembelajaran Berbasis Masalah  
DESKRIPSI PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE GURU KIMIA MENGGUNAKAN KOMPONEN MODEL PENTAGON Imaduddin, Muhamad; Hidayah, Fitria Fatichatul; Astuti, Andari Puji
JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS) Vol 2, No 1 (2014): JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS)
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.2.1.2014.26-35

Abstract

Salah satu tugas guru sains termasuk guru kimia adalah membantu siswa untuk memahami tentang konten pengetahuan sains. Pedagogical Content Knowledge (PCK) merupakan pengetahuan khusus yang dimiliki oleh guru mengenai bagaimana mengajarkan konten tertentu kepada peserta didik dengan strategi yang mempumengarahkan menuju pemahaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan pengetahuan konten pedagogik menggunakan komponen PCK pada model pentagon. Komponen PCK pada model pentagon terdiri dari K1 (orientasi dalam mengajar kimia), K2 (pengetahuan akan pemahaman siswa dalam kimia), K3 (pengetahuan akan kurikulum kimia), K4 (pengetahuan terhadap strategi dan representasi pembelajaran untuk mengajarkan kimia), dan K5 (pengetahuan akan assesmen). Penelitian ini merupakan penelitian multiple case study dengan informan tiga guru yang mengajar di sekolah yang sama. Dengan mengetahui komponen-komponen PCK, diharapkan terjadi perbaikan dalam proses pembelajaran kimia. Perbaikan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui dokumen CoRe dan PaP-eR. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi pada beberapa komponen PCK yang dimiliki oleh informan guru. Dengan demikian, untuk memperbaiki kualitas pembelajaran kimia, diperlukan strategi yang berbeda pada masing-masing informan guru.Kata kunci: Pedagogical Content Knowledge, Model Pentagon, CoRe dan PaPeR.
KARAKTERISTIK PANDUAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA BERVISI-SETS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Hidayah, Fitria Fatichatul
JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS) Vol 2, No 1 (2014): JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS)
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.2.1.2014.20-25

Abstract

Panduan praktikum merupakan salah satu bahan ajar yang digunakan pedoman mahasiswa melaksanakan praktikum. Selama ini, pelaksanaan praktikum Kimia Fisika Jurusan Tadris Kimia Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo dilakukan dengan cooking book, yaitu petunjuk praktikum mulai dari tujuan, alat bahan, cara kerja dan hasil pengamatan telah tertuang dalam buku tersebut. Panduan tersebut kurang menumbuhkan semangat menggali pengetahuan. Untuk mencapai kompetensi calonguru kimia, peneliti ingin meningkatkan keterampilan proses sains dengan menerapkan panduan kegiatan bervisi SETS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik panduan praktikum Kimia Fisika bervisi-SETS dan pengaruh penggunaan terhadap keterampilan proses sains sehinggadapat digunakan sebagai acuan dan dapat diimplementasikan dalam kegiatan praktikum melalui model penelitian dan pengembangan (R & D). Materi elektrokimia yang digunakan meliputi: persamaan Nernst; elektrolisis; elektroplating. Penggunaan panduan kegiatan bervisi-SETS ada 16 dari 21 mahasiswa memperoleh nilai ≥ 70. Panduan kegiatan bervisi-SETS dapat meningkatkanketerampilan proses sains mahasiswa dengan rerata N-gain 0,6 (sedang).Kata Kunci: Pengembangan, Panduan Kegiatan, SETS, Keterampilan Proses Sains, elektrokimia.
KOMPETENSI PENGAWAS DALAM SUPERVISI AKADEMIK PADA SMP DI KOTA SEMARANG Winaryati, Eny
JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS) Vol 2, No 1 (2014): JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS)
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.2.1.2014.6-13

Abstract

Ada dua  hal yang harus dimiliki oleh pengawas sekolah, yaitu: kualifikasi dan kompetensi. Kompetensi yang harus dimiliki meliputi enam yaitu: kompetensi kepribadian, supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan, penelitian dan pengembangan, dan kompetensi sosial. Tanggung jawab pengawas sekolah adalah meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar/bimbingan dan hasil prestasi belajar/bimbingan siswa dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. Terlebih di era globalisasi ini, tuntutan tanggung jawab seorang  pengawas sekolah menjadi semakin berat. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: mengetahui gambaran pengawas dalam supervisi akademik pada SMP dikota Semarang.  Hasil penelitian diperoleh beberapa temuan penilaian terhadap kompetensi pengawas sekolah dalam supervisi akademik yaitu terkait dengan: (1) pembimbingan kepala sekolah pada tiap mata pelajara dari rumpun mta pelajaran yang relevan; (2) berkenaan dengan tugasnya untuk membimbig guru dalammenyusun silabus tiap mata pelajaran berdasarkan pengembangan KTSP; (3) pembimbingan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas,laboratorium, dan atau di lapangan) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan. Berdasarkan beberapa temuan diatas, perludicari solusinya, agar hubungan antara supervisor dan supervisee dapat berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan, melalui penilaian multirater (berdasarkan teori 360 degree feedback). Harapannya agar pengawas sekolah mengetahui kekurangan dan adanya perbaikan di masa depan. Kata Kunci: pengawas, supervisi, semarang
PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Purwaningtyas, Restiana; Ashadi, -; Suparmi, -
JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS) Vol 2, No 1 (2014): JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS)
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.2.1.2014.14-19

Abstract

The purposes of the research were to know the difference  between student cognitive achievement  who learnt chemistry learning achievement using Science Technology Society between student who had high and low creativity, between student who had high and low critical thinking and their interaction. The research used experimental method. The data was collected using test for cognitiveachievement, creativity and critical thingking and questionnaire for student affective achievement. The data was analyzed using non-parametric Kruskal Wallis. Based on the results of data analysis it can be concluded that: 1) there was difference in students’ cognitive achievement between student who had high and low creativity, 2) there was no difference in students’ cognitive achievement between student who had high and low critical thinking, 3) there was an interaction between STS with creativity toward student’s cognitive achievement, 4) there was no an interaction between STS with critical thinking toward students' cognitive achievement, 5) there was no interaction between creativity and critical thingking toward student’s cognitive achievement.Keywords: Science Technology Society, Creativity, Critical Thinking, Acid Base, Student CognitifAchievement.

Page 1 of 1 | Total Record : 6