cover
Contact Name
Eko Yuliyanto
Contact Email
ekoyuliyanto@unimus.ac.id
Phone
+6285643557497
Journal Mail Official
jps@unimus.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/JPKIMIA/about/editorialTeam
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JPS Unimus
ISSN : 23390786     EISSN : 25021443     DOI : 10.26714/jps.Vol.No.Tahun.hal
The focus and scope of JPS includes the following topics: Science Education Chemistry Education Biology Education Physics Education Enviromental Education Educational evaluation and measurement
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016): JURNAL PENDIDIKAN SAINS(JPS)" : 8 Documents clear
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS HSPS DIPADUKAN BLENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA XI IPA SMA KRISTEN PETRA MALANG Airlanda, Gamaliel Septian
JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS) Vol 4, No 1 (2016): JURNAL PENDIDIKAN SAINS(JPS)
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.4.1.2016.1-5

Abstract

Pendidikan menjadi salah satu tonggak dasar pengendalian pola perkembangan era global. Biologisebagai bagian dari sains harus mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan hakikat sains. Namun kenyataannya guru dan siswa cenderung fokus pada pencapaian nilai kognitif yang tinggi dibandingkan keterampilan sains. Solusi pembelajaran dengan mengembangkan modul berbasis Home Science Process Skill (HSPS) yang merupakan pengorganisasian materi pembelajaran yang mengembangkan keterampilan proses sains berbasis kehidupan sehari-hari (daily life) dan dapatdilakukan oleh siswa di rumah dengan bimbingan guru. Pengembangan modul pembelajaran telahmendapatkan respon positif dari ahli dan juga siswa dengan kriteria valid tanpa revisi. Keterampilanproses sains berhasil meningkat dari 71,31% menjadi 78,77%. Keunggulan pembelajaran ini adalah:adanya peran teknologi informasi, peran orang tua, sumber belajar variatif, kontekstual, berbasisproyek, siswa mengembangkan produk nyata.Kata kunci: modul pembelajaran biologi, home science process skill dipadukan blended learning, keterampilan proses sains
ANALISIS BAHAN AJAR MODEL PEMBELAJARAN ALID (ACCELERATED LEARNING INCLUDED BY DISCOVERY) PADA MATERI JARINGAN TUMBUHAN KELAS XI SMA N 7 SURAKARTA Priyayi, Desy Fajar
JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS) Vol 4, No 1 (2016): JURNAL PENDIDIKAN SAINS(JPS)
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.4.1.2016.29-36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan bahan ajar model pembelajaran ALID padamateri jaringan tumbuhan kelas XI SMA N 7 Surakarta. Bahan ajar model pembelajaran ALIDdisusun seiring dengan pengembangan model pembelajaran ALID. Prosedur pengembangan sesuaidengan Borg&Gall dengan tahapan: 1) penelitian dan pengumpulan informasi, 2) perencanaan, 3)pengembangan produk model awal, 4) uji coba permulaan, 5) revisi produk pertama, 6) uji lapanganterbatas, 7) revisi produk kedua. Analisis kelayakan produk bahan ajar dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif (teknik persentase). Penilaian kelayakan bahan ajar dilakukan olehpara ahli, praktisi ,dan siswa. Komponen penilaian kelayakan meliputi materi, isi, ketercernaan,bahasa, dan tampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahan ajar model ALID layak untuk diterapkanpada materi jaringan tumbuhan dengan kategori sangat baik menurut ahli dan praktisi, serta kategoribaik oleh siswa.Kata kunci: Bahan ajar, model ALID, accelerated learning, discovery
KORELASI METODE PEMBELAJARAN TERHADAP MINDSET SISWA PADA PELAJARAN KIMIA Ramadhan, Muhammad Dinar; Winaryati, Eny Winaryati
JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS) Vol 4, No 1 (2016): JURNAL PENDIDIKAN SAINS(JPS)
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.4.1.2016.37-42

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah mindset. Mindset inilah yang menentukanbagaimana sebuah potensi, kecerdasan, tantangan, dan peluang sebagai sebuah proses yang harusdiupayakan dengan ketekunan, kerja keras dan usaha sehingga tujuan untuk mencapai hasil belajaryang maksimal akan tercapai. Siswa dengan mindset berkembang selalu memandang bahwa bakat,kecerdasan, dan kualitas adalah sesuatu yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan. Sebaliknya,siswa dengan mindset tetap selalu memandang bahwa bakat, kecerdasan, dan kualitas adalah given(sudah ditetapkan). Berdasarkan pernyataan tersebut maka timbul suatu pertanyaan apakah metodepembelajaran berpengaruh terhadap mindset siswa kelas XI IPA 1 , 2, dan 3 SMAN 15 Semarangpada pelajaran kimia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi metode pembelajaranterhadap mindset siswa kelas XI IPA 1, 2, dan 3 SMAN 15 Semarang. Jenis penelitian ini adalahpenelitian lapangan (field research), bersifat deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data kuesionar dan dokumentasi. Kesimpulan penelitian ini adalah mindset respon siswa tergolong baik berdasarkan nilai rata-rata pada angket mindset yaitu sebesar 3,76. Metode pembelajaran kimia yangditerapkan oleh guru juga baik berdasarkan nilai rata-rata siswa yang kebanyakan melewati batasKKM yaitu sebesar 77. Berdasarkan penelitian tersebut terdapat korelasi metode pembelajaranterhadap mindset siswa pada pembelajaran kimia.Kata kunci: Mindset, Metode Pembelajaran, Siswa, Kimia
ROLE PLAYING PERSPEKTIF CALON GURU PENDIDIKAN KIMIA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG (UNIMUS) Yuliyanto, Eko
JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS) Vol 4, No 1 (2016): JURNAL PENDIDIKAN SAINS(JPS)
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.4.1.2016.58-61

Abstract

Role-playing merupakan suatu model bermain peran seperti yang dikatakan oleh Joyce and Wail. Role-playing adalah suatu strategi mengajar yang disesuaikan dengan model kehidupan sosial masyarakat. Adanya role playing mampu memperluas kehidupan sosial, kerja sama secara bersamaan baik intelegensi dan kehidupan sosial. Edgar Dale juga menjelaskan bahwa pemahaman yang paling baik bagi peserta didik yaitu dengan pengalaman langsung/ bermain peran. Role-playing memiliki beberapa keunggulan dan manfaat bagi pengajar dan peserta didik, pemilihan topik akan menimbulkan ketertarikan bagi peserta didik, karena adanya kolaborasi teori dan praktik, seperti yang disampaikan oleh Poorman. Adanya kajian teori yang sudah diperoleh, maka diperlukan cross cek di lapangan. Salah satunya di program studi Pendidikan Kimia Universitas Muhammadiyah semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode survey. Data survey yang diperoleh akan dikolaborasikan dengan rekaman foto dan dicrosscek dengan wawancara. Hasil penelitian bahwa pemahaman calon pendidik kimia memiliki pemahaman yang masih belum baik dan tidak holistic. Data ini dicroscek dengan data rekaman beserta data wawancara terhadap calon pendidik kimia yang dipilih secara acak. Berdasarkan hasil penelitian maka saran dari hasil penelitian yaitu perlu adanya peningkatan kuatilas pemahaman calon pendidik kimia di Unimus. Selain itu mata kuliah yang mengajarkan tentang model-model pembelajaran perlu diperbaiki metode yang digunakan. Sealin itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan & Kebudayaan yang telah mendanai kegiatan penelitian.
MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MELALUI PEMBELAJARAN KOLABORATIF BERBASIS MASALAH MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN (Ksp) SISWA KELAS XI SMA NEGERI 10 SEMARANG Ningrum, Puji Ningrum
JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS) Vol 4, No 1 (2016): JURNAL PENDIDIKAN SAINS(JPS)
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.4.1.2016.17-28

Abstract

Pada proses pembelajarannya, sebagian besar siswa beranggapan bahwa mata pelajaran kimia itu sulit, siswa masih pasif dan kesulitan untuk menganalisis permasalahan. Sehingga menyebabkankeaktifan dan kemampuan berpikir kreatif siswa pun masih rendah. Oleh sebab itu, diperlukan suatumodel pembelajaran yang dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap keaktifan dan kemampuan berpikir kreatif siswa, salah satunya melalui pembelajaran kolaboratif berbasis masalah. Bentuk penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan kemampuan berpikir kreatif materi kelarutan dan hasil kali kelarutan (Ksp) melalui pembelajaran kolaboratif berbasis masalah terhadap siswa SMAN 10Semarang. Subyek pada penelitian ini adalah kelas XI IPA 3. Metode pengumpulan data meliputidokumentasi, tes, dan observasi. Hasil penelitian pada aspek keaktifan, keaktifan siswa pada siklus2menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan pada siklus 1 dan pada aspek kemampuan berpikirkreatif, pada sikuls 2kemampuan berpikir kreatif siswa mempunyai tingkatan berpikir kreatif yanglebih tinggi jika dibandingkan pada siklus 1yang ditunjukkan pula dengan hasil ketuntasan klasikalkelas pada siklus 1 sebesar 19,44%, dan sikuls 2 sebesar 31,58%. Berdasarkan hasil tersebut dapatdisimpulkan bahwa pembelajaran kolaboratif berbasis masalah dapat meningkatkan keaktifan dankemampuan berpikir kreatif siswa pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan (Ksp) siswa kelas XI SMAN 10 Semarang.Kata Kunci: Keaktifan, Berpikir Kreatif, Kolaboratif, Pembelajaran Berbasis Masalah
ANALISIS KUALITAS PENDIDIKAN DITINJAU DARI PENERAPAN KEBIJAKAN SEKOLAH GRATIS DI SMA NEGERI 1 WERU KABUPATEN SUKOHARJO Airlanda, Gamaliel Septian
JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS) Vol 4, No 1 (2016): JURNAL PENDIDIKAN SAINS(JPS)
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.4.1.2016.43-50

Abstract

Sekolah merupakan pondasi yang kokoh untuk membangun bangsa, namun berbagai permasalahan yang terjadi di sekolah terkadang menghambat peningkatan kualitas pendidikan. Besarnya jumlah penduduk Indonesia dan rendahnya tingkat pendapatan menjadi salah satu penyebab lemahnya pondasi pendidikan. Pemerintah mencanangkan program sekolah gratis yang diimplementasikan oleh beberapa sekolah di Jawa Tengah dan khususnya di Kabupaten Sukoharjo. Keunikan permasalahan sekolah yang membutuhkan penyelesaian tidak hanya masalah finansial menjadikan analisis kualitas pendidikan menjadi sangat diperlukan sebelum sebuah sekolah mendapatkan bantuan ataupun pendampingan. SMA Negeri 1 Weru menjadi salah satu penerima dana sekolah gratis Kabupaten Sukoharjo. Ditinjau dari beberapa indikator kebijakan dan kualitas pendidikan, sekolah ini menunjukkan dampak yang signifikan namun belum mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ditemukan fakta bahwa pola komunikasi antara pemberi kebijakan dengan pelaksana mampu membuat perbedaan pelaksanaan program yang semula direncanakan. Beberapa fakta dan solusi dipaparkan terkait program sekolah gratis, pengelolaan sekolah dan target pengembangannya ke depan.
PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN INKUIRI TERBIMBING MELALUI EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI DITINJAU DARI KEMAMPUAN ANALISIS SISWA Sayekti, Ika Candra
JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS) Vol 4, No 1 (2016): JURNAL PENDIDIKAN SAINS(JPS)
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.4.1.2016.6-16

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya: (1) perbedaan pengaruhpembelajaran IPA menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing melalui metode eksperimen dandemonstrasi; (2) perbedaan pengaruh antara siswa yang memiliki kemampuan analisis tinggi danrendah; (3) interaksi antara metode pembelajaran dan kemampuan analisis siswa. Penulismenggunakan metode kuasi eksperimen. Penelitian dilaksanakan di SMPN 14 Surakarta. Populasiadalah siswa kelas delapan dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan datamenggunakan teknik tes, kuisioner, dan observasi. Analisis data menggunakan anava dua jalan. Hasildari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tidak ada perbedaan pengaruh pembelajaran IPA menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing melalui metode eksperimen dan demonstrasi; (2) tidakada perbedaan pengaruh antara siswa yang memiliki kemampuan analisis tinggi dan rendah; (3) tidakada interaksi antara metode pembelajaran dan kemampuan analisis siswa Kata kunci: inkuiri terbimbing, eksperimen, demonstrasi, kemampuan analisis
ANALISIS POTENSI LOKAL UNTUK MENGEMBANGKAN BAHAN AJAR BIOLOGI DI SMA NEGERI 2 WONOSARI Situmorang, Risya Pramana
JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS) Vol 4, No 1 (2016): JURNAL PENDIDIKAN SAINS(JPS)
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.4.1.2016.51-57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi lokal lingkungan SMA Negeri 2 Wonosari dengan materi pokok ekosistem kelas X SMA. Hasil kajian potensi lokal yang diperoleh terdiri atas: sarana dan prasarana untuk pengelolaan sampah organik (komposter), berbagai tanaman-tanaman hias yang berada di green house, halaman yang cukup luas dan ditemukan beberapa jenis tumbuhan tingkat tinggi. Sementara untuk potensi lokal yang berada di luar sekolah terdapat lahan-lahan pertanian yang memanfaatkan sistem tumpang sari dan karakteristik lahan yang berbatu. Jenis tanaman yang khas yang terdapat di sekitar pantai Gunung Kidul adalah jenis tanaman pandan berduri dan cemara udang. Berdasarkan kriteria pembuatan bahan ajar yang terdiri atas kejelasan potensi, kesesuaian dengan tujuan belajar, kejelasan sasaran, kejelasan informasi yang dapat diungkap, kejelasan pedoman eksplorasi, kejelasan perolehan yang diharapkan maka kajian potensi lokal untuk pengemasan bahan ajar dapat dijadikan acuan pengembangan bahan ajar berbasis potensi lokal melalui penyesuaian terhadap Kurikulum 2013, karakteristik dan kebutuhan peserta didik serta kemampuan guru.

Page 1 of 1 | Total Record : 8