cover
Contact Name
Dzikrulloh
Contact Email
dzikrulloh@trunojoyo.ac.id
Phone
+62817772001
Journal Mail Official
dinarjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Telang PO. BOX. 2 Kamal Bangkalan Madura
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Dinar: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
ISSN : 24609889     EISSN : 25803565     DOI : https://doi.org/10.21107/dinar
Core Subject : Religion, Social,
Dinar adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Ekonomi dan Keuangan Islam Universitas Trunojoyo Madura. Terbit pertama kali Agustus 2015. Jurnal ini memfokuskan pada kajian Ekonomi Islam dalam berbagai sudut pandang keilmuan. Redaksi mengundang para ahli dan segenap sivitas akademika untuk menulis artikel sesuai dengan tema besar jurnal ini. Artikel yang dimuat tidak selalu mencerminkan redaksi ataupun institusi lain terkait dengan penerbitan jurnal.
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 2: Agustus 2016" : 8 Documents clear
Kemiskinan Dan Pengentasannya Dalam Pandangan Islam Setiawan, Firman; Hasanah, Iswatul
Dinar Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 3, No 2: Agustus 2016
Publisher : Dinar Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMasalah kemiskinan yang merajalela di berbagai negara, terlebih di Negara Muslim yang tak pernah terselesaikan, menjadi suatu fenomena yang harus dipecahkan. Karena kemiskinan menjadi beban yang sangat menakutkan bagi setiap orang yang menghadapinya. Sebagian orang menganggap bahwa kemiskinan bukanlah suatu hal yang perlu dipermasalahkan, karena miskin merupakan takdir dari Allah SWT yang harus dihadapi. Namun pada hakikatnya, Islam tidak menghendaki umatnya menjadi miskin. Islam sangat memperhatikan kesejahteraan umatnya. Untuk mengentaskan kemiskinan yang ada, Islam mempunyai cara dan alternatif yang variatif. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Islam memandang kemiskinan, dan bagaimana Islam mengatasi dan mengentaskan kemiskinan yang melanda umat muslim di dunia. Kata Kunci: Islam, Pengentasan kemiskinan.ABSTRACKThe problem of poverty is rampant in many countries , especially in Muslim countries are never resolved , becomes a phenomenon that must be solved . Because poverty a burden that is very scary for everyone to deal with . Some people think that poverty is not a matter for concern , because of the poor is the destiny of Allah SWT that must be faced . But in essence , Islam does not want his people to be poor . Islam is very concerned about the welfare of his people . To alleviate poverty there , Islam has varied ways and alternatives . Based on this background , this paper aims to determine how Islam sees poverty , and how Islam to overcome and alleviate poverty that hit Muslims in the world .Keywords : Islam , Poverty alleviation
Zakat : Harapan Dan Realita Zakat: Expectation And Reality (Study Kasus Di Kota Samarinda) Heryanto, Heryanto
Dinar Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 3, No 2: Agustus 2016
Publisher : Dinar Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis dan mengevaluasi pola, motif, dan makna zakat bagi muzaki maupun mustahik. Fokus penelitian pada muzaki, mustahik, pengelola lembaga zakat, pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dan snowball sampling, sedangkan ukuran sampel ditentukan berdasarkan kelengkapan informasi data yang diperlukan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: (1) jumlah penerimaan zakat di Kota Samarinta Kalimantan Timur lebih rendah dibanding potensinya; (2) pengelolaan zakat oleh lembaga masih belum optimal; (3) sebagian muzaki yang menyalurkan zakatnya secara individual; (4) motif ibadah dan sosial menjadi pendorong untuk membayar zakat; (5) makna zakat bagi muzaki, mustahik adalah ibadah yang saling melengkapi; (6) secara umum jumlah zakat yang diterima oleh mustahik untuk konsumsi; (7) secara umum zakat yang produktif masih disalurkan oleh pemerintah melalui BAZ.Kata kunci: Konsumsi, Produktif, Mustahik, Muzaki, Zakat.ABSTRACTThe purpose of this study was to analyze and evaluate the pattern, motive, and meaning of Zakat for muzaki and mustahik. Research has focused on muzaki, mustahik, managing zakat institutions, government. This study has used a qualitative approach. The sampling method was using purposive and snowball sampling, while the sample size was determined based on the completeness of data information required. Data were collected through observation, interviews, questionnaires and documentation. The results showed that: (1) The amount of zakat in Samarinda Regency, East Kalimantan is lower than its potential; (2) distribution of zakat by zakat institution but is not optimal; (3) There muzaki has given zakat individually; (4) The religious and social motives become a driving force to pay zakat; (5) Zakat is worship complementarity between muzaki and mustahik; (6) In general, the amount of zakat received by mustahik just enough for consumption; (7), while zakat for business fund has been managed by the Government through BAZIS institution.Keywords: Consumption, Mustahik, Productive, Muzaki, Zakat
Kinerja Dan Kesehatan Bank Islam Matnin, Matnin
Dinar Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 3, No 2: Agustus 2016
Publisher : Dinar Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKemajuan suatu negara ditandai dengan berkembangnya perekonomian di negara tersebut. Perekonomian yang kuat pada umumnya ditunjang oleh entitas ekonomi yang dimilikinya. Salah satu entitas yang hampir ada di setiap negara adalah lembaga keuangan perbankan. Tingkat kesehatan dan kinerja yang baik dari perbankan suatu negara akan mendorong peretumbuhan ekonomi di negara tersebut. Alat analisis yang digunakan adalah Rasio CAMEL (Capital/CAR, Asset/PAD, Management, Earning/ROA dan BOPO, Liquidity/FDR) sesuai dengan peraturan perbankan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.Kata Kunci: Kinerja, Kesehatan, CAMELABSTRACTThe progress of a country characterized by economic development in the country. A strong economy in general supported by the economic entity has. One of the entities that are almost in every country is banking financial institution . Levels of health and good performance of banking peretumbuhan a country will push the economy in the country. The analysis tool used is the ratio of CAMEL ( Capital / CAR , Asset / PAD , Management , Earning / ROA and ROA , Liquidity / FDR ) in accordance with banking regulations set by Bank Indonesia .Keywords : Performance, Health , CAMEL
Sinergitas Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) Dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Sebagai Alternatif Penguatan UMKM Masyarakat Pedesaan Dzikrulloh, Dzikrulloh; Permata, Arif Rachman Eka
Dinar Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 3, No 2: Agustus 2016
Publisher : Dinar Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKarya tulis ilmiah dengan judul Sinergitas Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) Dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Sebagai  Alternatif Penguatan UMKM Masyarakat Pedesaan merupakan sebuah karya tulis dengan rumusan masalah yaitu Bagaimana sinergitas Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) sebagai  alternatif penguatan UMKM masyarakat pedesaan dan bagaimana dampak yang diharapkan dari proses sinergitas tersebut. Karya tulis ini memiliki latar belakang pemanfaatan BMT sebagai lembaga yang mampu dan terfokus pada masyarakat kecil yang nantinya akan disinergikan dengan BUMDES guna untuk mengatasi masalah UMKM masyarakat pedesaan yang tergolong masyarakat kecil untuk kesejahteraan sosial masyarakat. Metode yang digunakan dalam karya tulis ini adalah kualitatif dengan pendekatan diskriptif yang menjelaskan fenomena secara utuh melalui tahap pengumpulan data dari sumber-sumber terkait. Jadi, dengan adanya diskripsi berupa peluang pengembangan BMT yang disinergikan dengan BUMDES maka dampaknya akan luar biasa terhadap seluruh komponen dalam sektor terkait. Dan pola sinergi yang dapat diterapkan ialah BMT sebagai Mudharib, BUMDES sebagai Mudharib sekaligus Shahibul Mal, BUMDES sebagai mediator, BUMDES sebagai pasar barang bagi produk Jual beli BMT, BMT sebagai investor Utama pembangunan asset desa. Dari adanya pola tersebut diharapkan pembangunan desa berkelanjutan untuk menuju kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.Kata Kunci: BMT, BUMDES, UMKM, PedesaanABSTRACTScientific paper entitled Synergy Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) The village-owned enterprises (BUMDES) As an alternative Strengthening UMKM Rural Communities is a paper with a formulation of the problem is How synergy Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) with village-owned enterprises ( BUMDES) as an alternative to strengthening rural communities of SMEs and how the expected impact of the synergy process. This paper has a background BMT utilization as an institution capable and focused on small communities which will be synergized with BUMDES in order to overcome the problem of UMKM rural communities belonging to small communities for social welfare. The method used in this paper is a qualitative descriptive approach that explains the phenomenon as a whole through the stages of collecting data from relevant sources. So, with the descriptions in the form of development opportunities BMT synergized with BUMDES then the impact will be tremendous on all components in relevant sectors. And patterns of synergies that can be applied is that BMT as Mudharib, BUMDES as well as Shahibul Mudharib Mal, BUMDES as mediator, BUMDES as a market for the product sale and purchase of goods BMT, BMT as Main investor asset development of the village. The pattern of their expected sustainable rural development towards the welfare of society can be achievedsKeywords: BMT, BUMDES, UMKM, Rural
Analisis Perilaku Konsumsi Dalam Islam Septiana, Aldila
Dinar Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 3, No 2: Agustus 2016
Publisher : Dinar Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTulisan ini membahas tentang perilaku konsumsi yang berkembang di dalam kehidupan masyarakat kita saat? Bagaimana anjuran dalam Islam tentang perilaku konsumsi? Serta, bagaimana analisis perilaku konsumsi dalam Islam. Berdasarkan hasil analisis yang telah dipaparkan dalam tulisan ini, maka dapat diperoleh kesimpulan, yaitu sebagai berikut: 1) Pada hakikatnya manusia adalah homo economicus yang merupakan sosok manusia yang rasional dan berkebebasan dalam menentukan pilihan-pilihan yang ada untuk mencapai tujuan tertentu, 2) Anjuran dalam Islam tentang perilaku konsumsi yaitu memaksimalkan maslahah. Maslahah adalah sifat atau kemampuan barang dan jasa yang mendukung elemen-elemen dan tujuan dasar dari kehidupan manusia di muka bumi ini, serta 3) Perilaku konsumsi dalam Islam tidak hanya untuk materi saja tetapi juga termasuk konsumsi sosial yang terbentuk dalam zakat dan sedekah. Selain itu, mengenal istilah “Maslahah”. Konsumen yang merasakan adanya maslahah dan menyukainya akan tetap rela melakukan suatu kegiatan meski manfaat fisik dari kegiatan tersebut bagi dirinya sudah tidak ada.Kata Kunci: Perilaku Konsumsi, Islam, MaslahahABSTRACKThis paper discusses the growing consumption behavior in the life of our society today? How suggestion in Islam about consumer behavior? As well as, how the analysis of consumer behavior in Islam. Based on the results of the analysis presented in this paper, it can be concluded, as follows: 1) In essence, man is homo economicus which is a human figure that is rational and berkebebasan in determining the options that exist to achieve certain goals, 2) Prompts in Islam about consumer behavior that maximizes maslahah. Maslahah is the nature of the goods and services or capabilities that support elements and the basic purpose of human life on this earth, and 3) the consumption behavior in Islam is not only for the material but also include social consumption formed in zakat and alms. In addition, the term “Maslahah”. Consumers who feel maslahah and love will still be willing to do an activity even though the physical benefits of these activities for itself no longer exists.Keywords: Consumption Behavior, Islam, Maslahah
Model Pembiayaan Syariah Untuk Sektor Pertanian Nasution, Zubaidah
Dinar Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 3, No 2: Agustus 2016
Publisher : Dinar Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSektor pertanian memiliki peran yang sangat strategis bagi pembangunan internasional . Salah satu masalah utama dalam pembangunan pertanian adalah kelemahan dukungan modal. Syariah bank, memiliki potensi yang signifikan untuk pembiayaan pertanian karena bisnis ini intinya adalah  sebagai lembaga intermediasi keuangan. Namun, fakta menunjukkan bahwa pembiayaan perbankan syariah untuk sektor pertanian masih terbatas yaitu kurang dari 4%. Karya ilmiah  ini bertujuan untuk meninjau potensi bank syariah dan memeriksa pembiayaan untuk dukungan modal dalam sektor pertanian. Metode yang digunakan dalam makalah ini adalah korelasional dan deskriptif kualitatif, dengan data sekunder. Temuan penelitian ini akan mencerminkan gambaran yang benar dari pembiayaan sektor pertanian dengan merumuskan skema pembiayaan alternatif sesuai dengan karakteristik pertanian berdasarkan perspektif syariah. Mungkin akan bermanfaat bagi bank syariah yang ada untuk meningkatkan kinerja mereka dalam pembiayaan pertanian.Kata kunci: Pertanian, Pembiayaan, perbankan IslamABSTRACTAgriculture sector has a very strategic role international development. One of the main problems in agriculture development is the weaknesses of capital support. Shariah banks, have a significant potential for agricultural financing because of core business as the financial intermediary institution. However, the facts showed that Shariah banking financing to agriculture sector is still limited that it less than 4 %.  This paper aims to review potential of Shariah banks and examines financing for capital support in agriculture sector. The method which are used in this paper are correlational and descriptive qualitative, with secondary data. The findings of this study will reflect the true picture of financing agriculture sector with formulating an alternative financing scheme in accordance with the characteristics of agriculture based on Shariah perspective. It might be beneficial for the existing Islamic banks to enhanced their performance in agricultural financing.Keywords: Agriculture, Financing, Islamic banking
Etos Kerja Islam Masyarakat Etnis Madura Islamic Work Ethic Of Madura Ethnic Communitydi Faraby, Muhammad Ersya
Dinar Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 3, No 2: Agustus 2016
Publisher : Dinar Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui etos kerja Islam masyarakat etnis Madura. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan study literatur. Etos kerja masyarakat Madura terhitung tinggi karena bagi mereka bekerja merupakan suatu aktiftas ibadah sesuai dengan ajaran agama Islam yang dianutnya sehingga hasilnya akan halal dan diridhoi Sang Khalik. Kesempatan bisa bekerja akan dianggapnya sebagai rahmat dari Allah SWT, sehingga mendapatkan pekerjaan merupakan panggilan hidup yang bakal ditekuninya dengan sepenuh hati. Sebagai akibatnya orang Madura tidak takut kehilangan tanah atau hartanya, akan tetapi mereka sangat takut kehilangan pekerjaannya. Dalam hal ini etos kerja masyarakat madura Kar-ngakar colpe’ (bekerja keras) termasuk dalam ciri etos kerja Islam yaitu Al-Mujahadah atau kerja keras yang optimalKata Kunci: Etos Kerja, Masyarakat Etnis Madura, Etos Kerja Islam.ABSTRACKThis study aims to determine the Islamic work ethic of Madura ethnic community. The approach used in this study is a qualitative approach with descriptive case study method. The data collection is done with the study of literature. The work ethic of the Madurese comparatively high because for them work is a worship of activity in accordance with the teachings of Islam that was followed so that the results would be lawful and blessed by the God. The opportunity to work would be considered as a blessing from Allah, so getting a job is a vocation that will be practiced with a vengeance. As a result Madurese are not afraid of losing land or property, but they are very afraid of losing his job. In this case the work ethic of the people of Madura Kar-ngakar colpe (work hard) are included in the work ethic characteristic of Islam is Al-Mujahadah or hard work optimally.Keywords: Work Ethic, Madura Ethnic Communities, Islamic Work Ethic
Pengemis Dalam Ekonomi Islam Rohman, Abdur
Dinar Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 3, No 2: Agustus 2016
Publisher : Dinar Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini membahas tentang perilaku masyarakat yang menjadi sebuah budaya negatif di masyarakat, yaitu mengemis. Dalam kondisi isi banyak fenomena-fenomena yang muncul dan melatar belakangi masalah tersebut, beberapa contoh study kasus dipaparkan secara sistematis dengan analisis diskriptif yang mendalam.  Sebuah kebiasaan mengemis yang hampir-hampir menjadi sebuah profesi yang terabsahkan. Padahal prinsip yang selalu ditekankan dalam Islam adalah tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Jadi islam memandang kegiatan mengemis sebagai sebuah fenomena negatif dan sebetulnya tidak layak untuk dilakukan atau tidak diperbolehkan. Banyak akibat negatif yang akan ditimbulkan dari kegiatan tersebut, dan ketika dilakukan secara terus-menerus akan menjadi budaya yang menyebabkan kemunduran ekonomi atau menghambat pertumbuhan ekonomi melalui penurunan produktifitas kerja. Kata Kunci: Pengemis, Fenomena, dan Ekonomi Islam. ABSTRACT This paper discusses the behavior of people who become a negative culture in society , namely begging. Under conditions of the contents of many phenomena that appear and background of the problem, some examples of case studies presented systematically with depth descriptive analysis . A begging that almost becomes a profession as well . Whereas the principle that is always emphasized in Islam is hand over hand is better than below . So Islam looked begging activities as a negative phenomenon and really do not deserve to do or not allowed . Many negative consequences that will result from these activities , and when done on an ongoing basis would be a retrogressive cultural economy or hamper economic growth through reduced labor productivity . Keywords : Beggars , Phenomena , and Islamic economics .

Page 1 of 1 | Total Record : 8