cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri
ISSN : 20870965     EISSN : 25035010     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (Research Journal of Industrial Pollution Prevention Technology) seeks to promote and disseminate original research as well as review, related to following area: Environmental Technology, Process technology and simulation, Design Engineering, Material fabrication, Energy Conservation
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2014)" : 15 Documents clear
PROFIL SEBARAN GETARAN DI LINGKUNGAN INDUSTRI MESIN MINUMAN Fatkhurrahman, Januar Arif; Romadhon, Moch Syarif
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2014.v5.no1.p21-28

Abstract

Kinerja mesin produksi pada industri mesin minuman, terutama pada mesin pencetak menimbulkan getaran mekanik yang merambat ke lingkungan kerja. Efek getaran yang merambat pada lingkungan kerja dapat dianalisis berdasarkan gangguan terhadap kenyamanan kerja terhadap jarak rambat getaran. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan dengan tahapan; pengambilan data getaran, analisis efek getaran terhadap ukkan kenyamanan kerja berdasar frekuensi dan jarak rambat getaran, dan pendekatan persamaan matematis terhadap tingkat getaran pada profil mesin pencetak di industri mesin minuman. Dari hasil analisis efek getaran terhadap kenyamanan kerja, rambat getaran semakin melemah seiring dengan jarak, paparan tertinggi getaran terjadi pada jarak 6 ? 12 meter dari sumber getaran, penggunaan matlab digunakan untuk melihat profil  Rambat Getaran terukur dilihat dari persamaan matematis rambat getaran. Profil Rambat Getaran hasil pengukuran belum cukup equal dengan persamaan matematis rambat getaran, dikarenakan banyaknya traksumber gangguan getaran lain di sekitar lokasi pengukuran.
MODIFIKASI PERALATAN SAMPLING HVAS PORTABEL UNMODIFIKASI PERALATAN SAMPLING HVAS PORTABEL UNTUK ANALISIS TOTAL PARTIKULAT DI UDARA AMBIENTUK ANALISIS TOTAL PARTIKULAT DI UDARA AMBIEN Budiarto, Agung
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2014.v5.no1.p15-20

Abstract

High Volume Air Sampler (HVAS) adalah alat pengambil sampel partikulat di udara ambien yang memiliki prinsip kerja dengan sistem vakum dengan menarik udara lingkungan sekitar melalui inlet dengan ukuran-selektif dan melalui filter berukuran 20,3 x 25,4 cm (8? x 10?) pada laju alir 1.132 liter/menit. Pada standard US-EPA (United States Environmental Protection Agency) sering menemui alat sampling yang digunakan memiliki bentuk yang besar (45,5? x 22,5? x 20?) dan berat sekitar 15-20 kg, sehingga timbul ide penelitian untuk membuat desain modifikasi alat pengambil sampel partikulat ambien dengan bentuk yang lebih fleksibel, ringan dan ringkas dengan menggunakan metode uji Gravimetri. Tahap awal penelitian ini adalah melakukan identifikasi peralatan HVAS standard dan peraturan yang mengatur tentang pengujian partikulat. Kemudian merubah bentuk fisik luarnya (memperkecil) tanpa merubah fungsi yang ada didalamnya dan diuji coba bersamaan kinerjanya. Hasil uji coba diolah menggunakan statistik. Dengan menggunakan hasil identifikasi HVAS standard EPA, maka didapat desain modifikasi HVAS dengan dimensi unit utama 15,35? x 15,35? x 10? (PxLxT), kaki knockdown sepanjang 4,5? dari hollow 4x4cm sebanyak 12 buah, dan memiliki berat total sekitar 23 lbs / 10,58 kg.Keseluruhan proses pembuatan alat ini hanya memerlukan biaya sebesar Rp.11.350.000,-. HVAS modifikasi memiliki kemampuan yang tidak beda nyata dengan HVAS existing berdasarkan nilai Anova, dimana nilai P =0,985. HVAS modifikasi yang didesain telah memenuhi standard dengan bentuk lebih kecil dan lebih ringan, sehingga bisa memudahkan dalam penyimpanan dan mobilisasi pengujian sampel partikulat ambien. Berdasarkan penggunaan material untuk pembuatan HVAS modifikasi didapatkan angka yang lebih murah karena reduksi material pembentuk rangka HVAS. HVAS modifikasi dapat dipergunakan sebagai alat sampling untuk pengujian sampel partikulat di udara ambien.
PENGARUH H2O2, PH DAN SUMBER SINAR PADA DEGRADASI AIR LIMBAH PEWARNA INDIGO MENGGUNAKAN KATALIS TIO2 Djarwanti, D; Syahroni, Cholid
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2014.v5.no1.p7-14

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah mengkaji sampai sejauh mana pengaruh peroksida, pH dan sumber sinar lampu UV dan sinar matahari dalam proses degradasi fotokatalisis terhadap air limbah indigo menggunakan reaktor rotating drum . Tahapan penelitian adalah : pembuatan katalis TiO2 /Ti secara anodizing, karakterisasi katalis melalui uji XRD dan SEM dilanjutkan dengan degradasi fotokatalisis air limbah pewarna indigo Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa struktur kristal adalah anatase dengan ukuran 4 ? 17 nm. Bentuk Kristal nanotube berdiameter 100 nm. Hasil degradasi secara fotokatalitik dengan variasi penambahan hidrogen peroksida menunjukkan hasil terbaik pada  penambahan peroksida 0,1% volum.  Variasi pH tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap degradasi sampel limbah indigo baik itu pH asam maupun basa. Degradasi di bawah sinar matahari memberi efek lebih baik dibanding dengan lampu UV.
PENGEMBANGAN METODE ANALISIS PARAMETER MINYAK DAN LEMAK PADA CONTOH UJI AIR Sunardi, Setyani Hardiani; Mukimin, Aris
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2014.v5.no1.p1-6

Abstract

Minyak dan lemak merupakan parameter yang konsentrasi maksimumnya dipersyaratkan untuk air limbah industri dan air permukaan. Analisis infra merah dan gravimetri adalah dua metode standar yang  hingga  saat  ini  digunakan. Kelemahan metode-metode tersebut  yaitu  penggunaan pelarut CCl4(metode IR) dan daerah konsentrasi analisis yang besar (metode gravimetri) sehingga penting dilakukan penelitian penggunaan pelarut lain dan penurunan limit deteksi, khususnya metode gravimetri. Pelarut C2Cl4  dan S316 digunakan sebagai pelarut ekstraksi pada metode IR  karena tergolong pelarut yang masih direkomendasikan untuk penggunaannya. Variasi volume sampel dan tahapan ekstraksi dengan n-heksan sebagai pelarut dilakukan untuk pengembangan metode gravimetri sehingga mampu menurunkan limit deteksi di bawah 10 mg/L. Jenis minyak yang digunakan sebagai sampel yaitu minyak nabati dan minyak mineral. Pada pembacaan absorbansi pelarut C2Cl4 dan S316 menunjukkan level respon yang sangat tinggi yaitu 18 mg/L (C2Cl4) dan 15 mg/L (S316) sehingga tidak bisa digunakan untuk analisis minyak dengan metode infra merah. Pada metode gravimetri diperoleh persen  recovery  92,28%  (sampel  minyak  nabati)  dan  99,25%  (sampel minyak  mineral)  dengan konsentrasi analit sebesar 0,9 mg/L dan 0,88 mg/L. Nilai persen recovery tersebut diperoleh pada volume sampel 2000 mL dan teknik ekstraksi 4 tahap dengan limit deteksi 0,5639 mg/L dan 0,4736 mg/L sehingga pengembangan metode gravimetri ini layak digunakan untuk analisis sampel air limbah dan air permukaan.
APLIKASI SISTEM VERTICAL DAN HORIZONTAL SUB SURFACE FLOW WETLAND DALAM PENGOLAHAN KEMBALI EFFLUENT IPAL PERUSAHAAN OBAT DAN OBAT TRADISIONAL F, Nikola Fibrian; Sunoko, Hena Rya; Izzati, Munifatul
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2014.v5.no1.p29-36

Abstract

Penelitian ini mengolah effluent IPAL perusahaan obat dan obat tradisional yang telah memenuhi baku mutu untuk di buang ke badan perairan. Pengolahan dilakukan untuk meningkatkan kualitas effluent IPAL agar dapat memenuhi klasifikasi air kelas III pada PP No 82 Tahun 2001. Pengolahan kembali effluent IPAL ini dilakukan dengan menggunakan metode yang berbeda yakni metode lahan basah buatan (wetland) karena pengolahan sebelumnya telah menggunakan IPAL dengan metode pengolahan secara fisika dan kimia. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengkaji peningkatan kualitas effluent IPAL perusahaan obat yang telah diolah dengan menggunakan metode lahan basah buatan aliran bawah permukaan vertikal (VSSF Wetland) dan lahan basah buatan aliran bawah permukaan horizontal (HSSF Wetland) serta mengkaji efisiensinya.Parameter-parameter air limbah yang digunakan adalah BOD, COD, nitrit dan amonia yang masih melebihi baku mutu air kelas III. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan skala lab yang dilakukan menggunakan dua buah reaktor yang berukuran sama. Reaktor diisi dengan media tanam  berupa  pasir  dan  kerikil,  serta  menggunakan tanaman mendong (Frimbistylis globulosa). Pengambilan sampel dilakukan selama empat belas hari dimana pengujian kualitas sampel tersebut dilakukan sebanyak tujuh kaliHasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas effluent setelah diolah menggunakan VSSF maupun HSSF Wetland lebih baik daripada sebelum dilakukan pengolahan menggunakan kedua metode tersebut. VSSF Wetland secara efektif dapat menurunkan BOD, COD, nitrit dan amonia dengan efisiensi berturut-turut sebesar 89.38%, 91.78%, 54.84% dan 71.58%; sedangkan efisiensi HSSF Wetland berturut-turut 93.56%, 94.64%, 74.19% dan 59.93%. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan kualitas effluent yang diolah menggunakan sistem VSSF dan HSSF Wetland untuk variabel nitrit, amonia, COD dan BOD.
APLIKASI SISTEM VERTICAL DAN HORIZONTAL SUB SURFACE FLOW WETLAND DALAM PENGOLAHAN KEMBALI EFFLUENT IPAL PERUSAHAAN OBAT DAN OBAT TRADISIONAL F, Nikola Fibrian; Sunoko, Hena Rya; Izzati, Munifatul
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2014.v5.no1.p29-36

Abstract

Penelitian ini mengolah effluent IPAL perusahaan obat dan obat tradisional yang telah memenuhi baku mutu untuk di buang ke badan perairan. Pengolahan dilakukan untuk meningkatkan kualitas effluent IPAL agar dapat memenuhi klasifikasi air kelas III pada PP No 82 Tahun 2001. Pengolahan kembali effluent IPAL ini dilakukan dengan menggunakan metode yang berbeda yakni metode lahan basah buatan (wetland) karena pengolahan sebelumnya telah menggunakan IPAL dengan metode pengolahan secara fisika dan kimia. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengkaji peningkatan kualitas effluent IPAL perusahaan obat yang telah diolah dengan menggunakan metode lahan basah buatan aliran bawah permukaan vertikal (VSSF Wetland) dan lahan basah buatan aliran bawah permukaan horizontal (HSSF Wetland) serta mengkaji efisiensinya.Parameter-parameter air limbah yang digunakan adalah BOD, COD, nitrit dan amonia yang masih melebihi baku mutu air kelas III. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan skala lab yang dilakukan menggunakan dua buah reaktor yang berukuran sama. Reaktor diisi dengan media tanam  berupa  pasir  dan  kerikil,  serta  menggunakan tanaman mendong (Frimbistylis globulosa). Pengambilan sampel dilakukan selama empat belas hari dimana pengujian kualitas sampel tersebut dilakukan sebanyak tujuh kaliHasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas effluent setelah diolah menggunakan VSSF maupun HSSF Wetland lebih baik daripada sebelum dilakukan pengolahan menggunakan kedua metode tersebut. VSSF Wetland secara efektif dapat menurunkan BOD, COD, nitrit dan amonia dengan efisiensi berturut-turut sebesar 89.38%, 91.78%, 54.84% dan 71.58%; sedangkan efisiensi HSSF Wetland berturut-turut 93.56%, 94.64%, 74.19% dan 59.93%. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan kualitas effluent yang diolah menggunakan sistem VSSF dan HSSF Wetland untuk variabel nitrit, amonia, COD dan BOD.
PENGEMBANGAN METODE ANALISIS PARAMETER MINYAK DAN LEMAK PADA CONTOH UJI AIR Sunardi, Setyani Hardiani; Mukimin, Aris
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2014.v5.no1.p1-6

Abstract

Minyak dan lemak merupakan parameter yang konsentrasi maksimumnya dipersyaratkan untuk air limbah industri dan air permukaan. Analisis infra merah dan gravimetri adalah dua metode standar yang  hingga  saat  ini  digunakan. Kelemahan metode-metode tersebut  yaitu  penggunaan pelarut CCl4(metode IR) dan daerah konsentrasi analisis yang besar (metode gravimetri) sehingga penting dilakukan penelitian penggunaan pelarut lain dan penurunan limit deteksi, khususnya metode gravimetri. Pelarut C2Cl4  dan S316 digunakan sebagai pelarut ekstraksi pada metode IR  karena tergolong pelarut yang masih direkomendasikan untuk penggunaannya. Variasi volume sampel dan tahapan ekstraksi dengan n-heksan sebagai pelarut dilakukan untuk pengembangan metode gravimetri sehingga mampu menurunkan limit deteksi di bawah 10 mg/L. Jenis minyak yang digunakan sebagai sampel yaitu minyak nabati dan minyak mineral. Pada pembacaan absorbansi pelarut C2Cl4 dan S316 menunjukkan level respon yang sangat tinggi yaitu 18 mg/L (C2Cl4) dan 15 mg/L (S316) sehingga tidak bisa digunakan untuk analisis minyak dengan metode infra merah. Pada metode gravimetri diperoleh persen  recovery  92,28%  (sampel  minyak  nabati)  dan  99,25%  (sampel minyak  mineral)  dengan konsentrasi analit sebesar 0,9 mg/L dan 0,88 mg/L. Nilai persen recovery tersebut diperoleh pada volume sampel 2000 mL dan teknik ekstraksi 4 tahap dengan limit deteksi 0,5639 mg/L dan 0,4736 mg/L sehingga pengembangan metode gravimetri ini layak digunakan untuk analisis sampel air limbah dan air permukaan.
PENGARUH H2O2, PH DAN SUMBER SINAR PADA DEGRADASI AIR LIMBAH PEWARNA INDIGO MENGGUNAKAN KATALIS TIO2 Djarwanti, D; Syahroni, Cholid
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2014.v5.no1.p7-14

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah mengkaji sampai sejauh mana pengaruh peroksida, pH dan sumber sinar lampu UV dan sinar matahari dalam proses degradasi fotokatalisis terhadap air limbah indigo menggunakan reaktor rotating drum . Tahapan penelitian adalah : pembuatan katalis TiO2 /Ti secara anodizing, karakterisasi katalis melalui uji XRD dan SEM dilanjutkan dengan degradasi fotokatalisis air limbah pewarna indigo Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa struktur kristal adalah anatase dengan ukuran 4 ? 17 nm. Bentuk Kristal nanotube berdiameter 100 nm. Hasil degradasi secara fotokatalitik dengan variasi penambahan hidrogen peroksida menunjukkan hasil terbaik pada  penambahan peroksida 0,1% volum.  Variasi pH tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap degradasi sampel limbah indigo baik itu pH asam maupun basa. Degradasi di bawah sinar matahari memberi efek lebih baik dibanding dengan lampu UV.
MODIFIKASI PERALATAN SAMPLING HVAS PORTABEL UNMODIFIKASI PERALATAN SAMPLING HVAS PORTABEL UNTUK ANALISIS TOTAL PARTIKULAT DI UDARA AMBIENTUK ANALISIS TOTAL PARTIKULAT DI UDARA AMBIEN Budiarto, Agung
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2014.v5.no1.p15-20

Abstract

High Volume Air Sampler (HVAS) adalah alat pengambil sampel partikulat di udara ambien yang memiliki prinsip kerja dengan sistem vakum dengan menarik udara lingkungan sekitar melalui inlet dengan ukuran-selektif dan melalui filter berukuran 20,3 x 25,4 cm (8? x 10?) pada laju alir 1.132 liter/menit. Pada standard US-EPA (United States Environmental Protection Agency) sering menemui alat sampling yang digunakan memiliki bentuk yang besar (45,5? x 22,5? x 20?) dan berat sekitar 15-20 kg, sehingga timbul ide penelitian untuk membuat desain modifikasi alat pengambil sampel partikulat ambien dengan bentuk yang lebih fleksibel, ringan dan ringkas dengan menggunakan metode uji Gravimetri. Tahap awal penelitian ini adalah melakukan identifikasi peralatan HVAS standard dan peraturan yang mengatur tentang pengujian partikulat. Kemudian merubah bentuk fisik luarnya (memperkecil) tanpa merubah fungsi yang ada didalamnya dan diuji coba bersamaan kinerjanya. Hasil uji coba diolah menggunakan statistik. Dengan menggunakan hasil identifikasi HVAS standard EPA, maka didapat desain modifikasi HVAS dengan dimensi unit utama 15,35? x 15,35? x 10? (PxLxT), kaki knockdown sepanjang 4,5? dari hollow 4x4cm sebanyak 12 buah, dan memiliki berat total sekitar 23 lbs / 10,58 kg.Keseluruhan proses pembuatan alat ini hanya memerlukan biaya sebesar Rp.11.350.000,-. HVAS modifikasi memiliki kemampuan yang tidak beda nyata dengan HVAS existing berdasarkan nilai Anova, dimana nilai P =0,985. HVAS modifikasi yang didesain telah memenuhi standard dengan bentuk lebih kecil dan lebih ringan, sehingga bisa memudahkan dalam penyimpanan dan mobilisasi pengujian sampel partikulat ambien. Berdasarkan penggunaan material untuk pembuatan HVAS modifikasi didapatkan angka yang lebih murah karena reduksi material pembentuk rangka HVAS. HVAS modifikasi dapat dipergunakan sebagai alat sampling untuk pengujian sampel partikulat di udara ambien.
PROFIL SEBARAN GETARAN DI LINGKUNGAN INDUSTRI MESIN MINUMAN Fatkhurrahman, Januar Arif; Romadhon, Moch Syarif
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2014.v5.no1.p21-28

Abstract

Kinerja mesin produksi pada industri mesin minuman, terutama pada mesin pencetak menimbulkan getaran mekanik yang merambat ke lingkungan kerja. Efek getaran yang merambat pada lingkungan kerja dapat dianalisis berdasarkan gangguan terhadap kenyamanan kerja terhadap jarak rambat getaran. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan dengan tahapan; pengambilan data getaran, analisis efek getaran terhadap ukkan kenyamanan kerja berdasar frekuensi dan jarak rambat getaran, dan pendekatan persamaan matematis terhadap tingkat getaran pada profil mesin pencetak di industri mesin minuman. Dari hasil analisis efek getaran terhadap kenyamanan kerja, rambat getaran semakin melemah seiring dengan jarak, paparan tertinggi getaran terjadi pada jarak 6 ? 12 meter dari sumber getaran, penggunaan matlab digunakan untuk melihat profil  Rambat Getaran terukur dilihat dari persamaan matematis rambat getaran. Profil Rambat Getaran hasil pengukuran belum cukup equal dengan persamaan matematis rambat getaran, dikarenakan banyaknya traksumber gangguan getaran lain di sekitar lokasi pengukuran.

Page 1 of 2 | Total Record : 15