cover
Contact Name
Muhamad Ratodi
Contact Email
mratodi@uinsby.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
emara@uinsby.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
EMARA Indonesian Journal of Architecture
ISSN : 24607878     EISSN : 24775975     DOI : -
MARA Indonesian Journal of Architecture merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Arsitektur, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya dengan masa terbit 2 (dua) kali dalam satu tahun. Yang menjadi pokok bahasan EMARA Indonesian Journal of Architecture adalah kajian evaluasi, kajian teori/literatur, dan hasil pemikiran kritis yang meliputi: Desain Arsitektur, Desain Lingkungan dan Tata Kota, Arsitektur Lingkungan dan Prilaku, Permukiman Berkelanjutan, Struktur dan Konstruksi Bangunan serta Manajemen Proyek. Emara Indonesian Journal of Architecture is a journal published by Department of Architecture, State Islamic University of Sunan Ampel Surabaya with 2 (two) issue periods in a year. What become the subject of Emara Indonesian Journal of Architecture are the evaluation studies, literature studies, and the critical thinking papers that include: Architectural Design, Environmental Design and Urban Planning, Architecture Environment and Behavior, Settlement Planning, Structure and Building Construction and Project Management.
Arjuna Subject : -
Articles 94 Documents
Faktor determinan yang mempengaruhi preferensi pengguna terhadap pakaian dan rumah tinggal Alqadrie, Auliya Maula; Primasari, Laras; Kusuma, Hanson Endra
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 6 No. 1 (2020): EIJA | August ~ October 2020 Edition
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/eija.v6i1.684

Abstract

Preference is a choice of an object that reflects individual perceptions and attitudes. These perceptions and attitudes tend to be constant so that there is a possibility of similarities in individual clothing and housing preferences. This research is a preliminary study to explore the similarities between fashion and architecture from clothing and residential preferences. This research is qualitative exploratory research with a grounded theory approach—data collection using online questionnaires with a non-random sampling method. The collected text data were analyzed using content analysis (open coding). The results have revealed the similarities between the various factors that are considered in choosing clothes and housing. The study results have also identified eight-factor categories, namely image, comfort, mood, materiality, cleanliness, economy, convenience, and function, and various new keywords that affect individual preferences for clothing and housing
Exploring the city as text and dominant discourse place Valibeigi, Mojtaba
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 6 No. 1 (2020): EIJA | August ~ October 2020 Edition
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/eija.v6i1.894

Abstract

The study has tried to answer the question of how the dominant discourse in the city tries to create meanings and forms an interpretation by using signs and symbols. Accordingly, common semiotics of Dur Untash city has been investigated. In three steps, including preparation, organization, and final report or conclusion, a content analysis method has been done. First, deconstruction views of reading place are explained and how an interpretation discourse is formed. Then we investigated some standard semantic features of Dur Untash city and an image of some familiar ideas and signs is projected. Finally, a bipolar semantic interpretation of these signs and images is presented. The dominant discourse of the city has wanted to catch a meaning, but none of its symbols and characters has such a valid capacity and authority. Therefore, the dominant discourses could not conjure spatial features controlled by meaning-making
ANALISA KEKUATAN TAHANAN LATERAL SAMBUNGAN KAYU-BETON Suriani, Efa
EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : EMARA Indonesian Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.042 KB)

Abstract

Perkiraan kekuatan tahanan lateral pada sambungan kayu beton menggunakan alat sambung Lag-screw atau sekrup kunci akibat beban lateral sangat diperlukan dalam desain konstruksi sambungan. Hal tersebut diperlukan agar diketahui perilaku sambungan sehingga kegagalan sambungan dapat diprediksi. Dalam penelitian ini untuk mengetahui kekuatan tahanan lateral dilakukan pengujian geser sambungan dengan pembebanan monotonik dan model analisa mengadopsi dari model EYM (European Yield Model). Kayu yang digunakan: Toona sureni (berat jenis 0,45), Swietenia mahagoni (berat jenis 0,51) dan Artocarpus heterophyllus (berat jenis 0,54) dan mutu beton aktual 15,93 MPa. Sekrup kunci dipakai diameter 8 mm (panjang 130 mm), ring penutup diameter 22,8 mm, dan fischer S14. Hasil penelitian menunjukkan persentase tahanan lateral (metode 5% offset) antara prediksi dengan eksperimen adalah 36,40% sampai 48,15%. Hasil ini memperlihatkan tahanan lateral prediksi dengan persamaan tahanan lateral EYM cukup mendekati dari hasil tes.
Transformasi Bentuk Fisik pada Tipologi Fasade Masjid Jami’ Malang A’yun, Qurrotul
EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Science and Technology State Islamic University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.964 KB)

Abstract

Masjid Jami’ Malang merupakan masjid yang mengalami perubahan bentuk tipologi secara dinamis. Secara arsitektural, Masjid Jami’ Malang mengakomodasi beberapa tipologi sekaligus, yaitu tipologi yang menjadi ciri universalitas dari sebuah masjid, serta tipologi yang menjadi ciri lokalitas dari daerah setempat. Padahal masjid pada umumnya hanya mengakomodasi 1 (satu) jenis tipologi saja. Bagaimana Masjid Jami’ Malang dapat menggabungkan beberapa tipologi fasade dan mentransformasikannya ke dalam bentukan-bentukan yang baru inilah, yang menjadi menarik untuk dikaji.  Penelitian dilakukan melalui sejumlah kajian literatur dengan pustaka-pustaka yang relevan, serta diperkuat dengan observasi langsung terhadap obyek. Metode yang digunakan untuk mengkaji hal tersebut ialah metode deskriptif analisis. Hasil kajian menyatakan bahwa penggabungan bentuk antara ciri universalitas dan lokalitas, dilakukan dengan cara menampilkan atap kubah (dome), iwan, arches serta minaret secara bertahap sebagai ciri universalitas masjid dunia, dengan tetap mempertahankan atap tajug, serta penggunaan material kayu sebagai ciri kelokalitasan daerah.
EVALUASI JEMBATAN DI SUNGAI BOYONG YOGYAKARTA PASCA ERUPSI GUNUNG MERAPI 2010 Widiastuti, Mega Ayundya
EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : EMARA Indonesian Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.079 KB)

Abstract

Gunung Merapi merupakan salah satu dari 129 gunungapi aktif di Indonesia yang sering meletus. Pada 26 Oktober 2010 Gunung Merapi mengalami erupsi kembali. Bencana ini merupakan yang terbesar dibandingkan dengan bencana serupa dalam lima periode waktu sebelumnya yakni tahun 1994, 1997, 1998, 2001 dan 2006. Dampak lanjutan erupsi Gunung Merapi yaitu lahar dingin, berpotensi merusak bangunan-bangunan yang terdapat di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi,seperti jembatan. Salah satu sungai yang berhulu di lereng Gunung Merapi adalah sungai Boyong dimana hilir alur sungai ini melintasi tengah kota Yogyakarta yang dilintasi 19 jembatan, 8 jembatan melintasi sungai Boyong dan 11 jembatan melintasi sungai Code yang merupakan bagian dari sungai Boyong sebagai induk sungainya. Oleh karena itu penting untuk dilakukan evaluasi kondisi existing jembatan pasca erupsi Gunung Merapi.Adanya keterbatasan dana yang disediakan oleh Pemerintah dalam upaya memulihkan fungsi dan kondisi jembatan dalam satu alur sungai, menjadi penyebab perlunya penyusunan skala prioritas, guna menentukan jembatan yang harus ditangani/diperbaiki terlebih dahulu
Kajian Perilaku Geser Balok Beton Ringan Busa Dengan Penambahan Agregat Pasir Pozzolan Riadi, Hafiz; Abdullah, Abdullah
EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Science and Technology State Islamic University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.874 KB)

Abstract

Pada penelitian ini diuji 4 buah balok Beton Ringan Busa (BRB) berukuran 15 x 30 x 220 cm yang direncanakan mengalami gagal geser. Variabel yang diteliti adalah variasi jarak sengkang; 20 cm, 25 cm dan tanpa sengkang. Sebagai pembanding, dipersiapkan balok beton bertulang yang sama tapi menggunakan beton normal. Baik untuk tulangan utama maupun tulangan sengkang digunakan tulangan ulir. Mutu leleh baja yang digunakan untuk tulangan pokok adalah 415 MPa dan 359 MPa untuk tulangan sengkang. Diameter tulangan tekan digunakan 2 diameter 12,6 mm dan 4 diameter 15,6 mm untuk tulangan tarik, sedangkan tulangan sengkang digunakan diameter 7,6 mm. Pasir pozzolan yang digunakan didatangkan dari Krueng Raya Kecamatan Mesjid Raya. Agregat pasir pozzolan yang digunakan yang lolos saringan #4,76 mm. Hasil pengujian dibandingkan dengan balok beton konvensional. Hasil penelitian menunjukkan nilai kapasitas geser balok untuk masing-masing variasi jarak tulangan sengkang adalah, untuk balok dengan jarak sengkang 20 cm, kapasitas gesernya = 71,5615 kN; balok dengan jarak sengkang 25 cm, kapasitas gesernya = 63,4626 kN; untuk balok beton busa tanpa sengkang, kapasitas gesernya = 31,0673 kN. Sedangkan untuk balok beton konvensional dengan jarak sengkang 25 cm, kapasitas gesernya = 74,2019 kN.Balok Beton Ringan Busa, pasir pozzolan, perilaku geser, pola retak, kapasitas geser
KAJIAN SUSTAINABLE DESIGN PADA SAVILL BUILDING Hapsari, Oktavi Elok
EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : EMARA Indonesian Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.957 KB)

Abstract

Beberapa periode terakhir perkembangan disain arsitekur mulai mengarah kepada perancangan arsitektur berkelanjutan (sustainable architecture design) yang diharapkan menjadi jawaban terhadap masalah lingkungan. Penerapan sustainable design pada bangunan dapat dilakukan dari bentuk disain, penggunaan material berupa sumber daya terbarukan, serta dampak bangunan terhadap lingkungan disekitarnya. Objek yang dikaji kali ini adalah Savill Building yang mendapatkan penghargaan The Woods Award pada tahun 2006. Savill Building merupakan bangunan dengan dinding transparan yang memiliki struktur gridshell lengkung yang kompleks berbahan utama kayu dan baja. Bangunan  yang terletak pada tapak bergelombang ini tampil secara tegas. Pengolahan disain dan lanskap yang baik membuat Savill Building tampak mencolok tetapi masih memiliki kesinambungan dan serasi dengan lingkungan di sekitarnya. Bangunan ini tidak hanya berungsi sebagai fasilitas umum ramah lingkungan, tetapi juga mampu menarik perhatian pengunjung. Dengan adanya kajian terhadap Savill Building, diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang sustainable design dan menjadi referensi dalam perancangan arsitektur khususnya bagi perancangan arsitektur di Indonesia.
IDENTIFIKASI ISU STRATEGIS PENATAAN KAWASAN BERBASIS PENDAPAT MASYARAKAT Syariah, Arfiani
EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : EMARA Indonesian Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.043 KB)

Abstract

Perubahan paradigma pembangunan dari sistem terpusat ke daerah cukup memberikan porsi penting bagi masyarakat untuk ikut andil di dalam kegiatan perencanaan pengembangan sebuah kawasan. Untuk dapat memberikan peran secara efektif, masyarakat dituntut untuk memahami isu-isu strategis atas potensi dan permasalahan lokal yang ada untuk kemudian diangkat dalam bagian kegiatan perencanaan pembangunan. Penemuan Isu – isu strategis yang ada akan ditindaklanjuti dengan perumusan indikasi program penataan bangunan dan lingkungan/ perancangan kawasan. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni dengan wawancara semi terstruktur, observasi lapangan, penyebaran kuesioner dan kemudian dilakukan Focus Group Discussion (FGD). Analisis yang digunakan adalah dengan analisis deskriptif kualitatif dengan menampilkan tabel kesepahaman atas isu strategis penataan kawasan. Lokasi studi yang diambil yakni berada di Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan yang memenuhi kriteria sebagai kawasan strategis dari sudut kepentingan aspek ekonomi. Dari hasil kajian ini, selain bertujuan menemukan isu strategis penataan kawasan studi, diharapkan juga dapat menambah wacana tentang proses identifikasi isu strategis penataan kawasan berbasis masyarakat dan sumberdaya lokal.
Inovasi Sambungan Mekanis Menggunakan Clamp Baja Untuk Tulangan Beton Parmo, Parmo; Tavio, Tavio
EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Science and Technology State Islamic University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.037 KB)

Abstract

Pertumbuhan perkotaan di Indonesia beberapa waktu terkakhir cenderung lebih mengarah pada overground space. Hal ini disebabkan karena populasi penduduk perkotaan mengalami peningkatan yang signifikan dan tidak sebanding dengan lahan yang tersedia. Banyaknya bangunan tinggi dan gedung pencakar langit juga menandai fenomena tersebut. Namun, bangunan tinggi dan gedung pencakar langit memiliki potensi terhadap bahaya gempa bumi, lebih lagi Indonesia adalah termasuk wilayah yang rawan terjadi gempa bumi. Dalam perencanaan bangunan tahan gempa dua hal pokok yang perlu diperhatikan adalah kekuatan dan daktilitas. Kemampuan berdeformasi dan kekuatan pada sambungan antar tulangan menjadi pertimbangan dalam desain struktur tahan gempa. Dari hasil pengujian tarik clamp baja untuk sambungan mekanik tulangan D13 diperoleh yield strength 270.69 Mpa, ultimate tensile strength 351.45 Mpa dan beban maksimum 4757 kg serta elongation 40%. Sedangkan untuk sambungan mekanik tulangan D16 diperoleh yield strength 217.80 Mpa, ultimate tensile strength 327.605 Mpa dan beban maksimum 6717 kg serta elongation 32%. Pada penelitian ini digunakan 2 (dua) buah clamp baja. Namun, untuk memeperoleh hasil yang lebih baik perlu penambahan jumlah clamp dan peningkatan kualitas material clamp baja.
GAMBARAN PERSEPSI LANSIA TERHADAP KUALITAS HUNIANNYA DAN HUBUNGANNYA DENGAN KESEHATAN PSIKOSOSIAL Ratodi, Muhamad
EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : EMARA Indonesian Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.764 KB)

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi oleh pemerintah adalah meningkatnya angka lansia terlantar dari tahun ke tahun. Pemerintah dengan program Panti Werdha merupakan salah satu alternatif solusi bagi isu lansia terlantar. Akan tetapi terbatasnya jumlah dan daya tampung panti ditambah dengan kondisi bangunan fisiknya yang belum dirancang sesuai dengan kebutuhan lansia disinyalir akan memicu dampak negatif bagi kesehatan para lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang persepsi lansia akan kualitas huniannya dan hubungannya dengan kondisi kesehatan psikososial para lansia. Penelitian dilaksanakan di PSTW Budi Sejahtera dengan 65 orang penghuninya yang telah memenuhi kriteria inklusi sebagai responden penelitian. Uji korelasi Spearman digunakan untuk menganalis data. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 53.8% responden berpendapat kualitas hunian mereka dalam kategori kurang baik, dengan 36.9% menilai kurang untuk kondisi drainase ,  30.8% responden berpendapat kondisi akses ke hunian dalam kondisi yang kurang baik dan  27.7% responden merasa kurang nyaman dengan kondisi kloset yang ada saat ini.  Korelasi positif antara persepsi kualitas hunian dengan kondisi kesehatan psikososial lansia juga muncul dan dikategorikan ke dalam hubungan sedang. Kesimpulan: kualitas hunian bukanlah menjadi faktor utama yang berhubungan dengan kondisi kesehatan psikososial lansia, akan tetapi diperlukan perhatian yang spesifik dalam merancang sebuah hunian bagi kelompok usia lanjut agar hunian itu sendiri mampu mengakomodir kebutuhan sosial dan aktifitas fisik lansia secara optimal, sehingga pada akhirnya mampu mempertahankan bahkan meningkatkan derajat kesehatan para penghuninya.

Page 1 of 10 | Total Record : 94