cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Biospecies
Published by Universitas Jambi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Biospecies merupakan media komunikasi ilmiah untuk kajian di bidang Biologi. Biospecies terbit dua kali setahun, sejak tahun 2008. Penerbitan dilakukan pada setiap bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 66 Documents
POTENSI VEGETASI HUTAN KOTA DALAM REDUKSI EMISI KARBONDIOKSIDA (CO2) DI KOTA JAMBI Handika, Rizki Andre; FITRADA, WATHRI; RODHIYAH, ZULI
Biospecies Vol 13 No 1 (2020): Biospecies Vol. 13 No. 1, January 2020
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.957 KB) | DOI: 10.22437/biospecies.v13i1.8463

Abstract

Abstrak, Hutan kota adalah salah satu ruang terbuka hijau masyarakat yang mengontrol pencemaran atmosfer, air dan tanah Karbon dioksida (CO2) merupakan suatu substansi yang paling utama dari gas-gas rumah kaca dimana peningkatannya dapat terjadi dikarenakan penggunaan bahan bakar dan gas yang dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti infeksi-infeksi saluran pernapasan bagian atas, sakit di bagian hati, kanker dan lain sebagainya. Oleh karena itu, merupakan hal yang penting untuk mengurangi emisi-emisi CO2 yang salah satunya dapat dilakukan melalui pemanfaatan ruang terbuka hijau publik, khususnya adalah hutan kota. Kota Jambi sebagai sebuah kota besar di Indonesia tentunya memiliki potensi emisi CO2 yang juga besar. Tujuan dari riset ini adalah untuk memprediksi potensi dari vegetasi pohon di hutan kota yang dimiliki oleh Kota Jambi dalam mengurangi emisi gas CO2. Riset ini dilakukan di tiga lokasi: hutan kota Bagan Pete, hutan kota Muhammad Sabki, dan hutan pinus Kenali. Analisis vegetasi dilakukan dengan metode kuadran dimana plot observasi pada 10 x 10 m dilakukan untuk mendapatkan area basal secara acak. Pada setiap lokasi kemudian dideterminasi potensi pengurangan emisi CO2 masing-masing. Area basal dari vegetasi pohon-pohon di tiap lokasi didapatkan seluas 72,72 m2/Ha untuk hutan kota bagan Pete, 25,45 m2/Ha pada hutan kota Muhammad Sabki, dan 5,12 m2/Ha untuk hutan pinus Kenali. Sedangkan pengurangan CO2 dari vegetasi pohon di hutan kota pada tiap lokasi secara berurutan adalah 41.386 Ton/Ha/Tahun, 14.482,93 Ton/Ha/Tahun, 2.916,94 Tons/Ha/Tahun. Berdasarkan penelitian ini, hutan kota Bagan Pete memiliki potensi tertinggi dari ketiga hutan kota yang dimiliki oleh kota Jambi, dan total pengurangan emisi karbon dioksida di kota Jambi dari keberadaan hutan-hutan kota yang ada adalah sebesar 58.785,87 Ton/Ha/Tahun.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK RIMPANG KUNYIT TERHADAP BAKTERI BACILLUS CEREUS DENGAN PEMBANDING CIPROFLOXACIN Maulidi, Risyad Rizki; Pangaribuan, Novita Helshinta Dewi; Ginting, Frisdayanti Br; Sheridan, Princessa Fath; Lubis, Yolanda Eliza Putri
Biospecies Vol 13 No 1 (2020): Biospecies Vol. 13 No. 1, January 2020
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.703 KB) | DOI: 10.22437/biospecies.v13i1.8389

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui uji efektivitas dari ekstrak rimpang kunyit pada konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% terhadap bakteri Bacillus cereus dengan Ciprofloxacin konsentrasi yang sama sebagai pembandingnya. Bakteri Bacillus cereus merupakan bakteri gram positif berbentuk batang dan berbahaya bagi manusia. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan desain post-test only design dan pengambilan sampel menggunakan metode Purposive sampling. Uji efektivitas ekstrak rimpang kunyit terhadap bakteri Bacillus cereus dilakukan dengan cara difusi menggunakan kertas cakram, yaitu dengan menghitung diameter zona hambat bakteri terhadap kertas cakram yang sudah dibasahi dengan ekstrak rimpang kunyit maupun larutan Ciprofloxacin. Hasil yang didapat pada penelitian ini yang dilakukan dengan uji Post Hoc, Test tersebut dijumpai bahwa terdapat perbedaan yang bermakna dari setiap perlakuan yang diberikan dengan indeks kepercayaan 95%. Pada bakteri yang diberi perlakuan ciprofloxacin 25% terhadap Bacillus cereus, efektivitas yang didapat berada diatas ektrak rimpang kunyit 50% dan berada dibawah ektrak rimpang kunyit 75%. Ekstrak rimpang kunyit 75% 10.6 mm memiliki efek antibakteri sama dengan Ciprofloxacin 25% yaitu 10.1 mm terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus cereus.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI DENGAN BAWANG PUTIH TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Marcelino, Nico; Clara, Elisabeth Chindy; Fauhan, Kania Indryani; Ramadhana, Alfi Syahri; Lister, I Nyoman Echrich
Biospecies Vol 13 No 1 (2020): Biospecies Vol. 13 No. 1, January 2020
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.04 KB) | DOI: 10.22437/biospecies.v13i1.8387

Abstract

Penulisan hasil penelitian tersebut dilakukan untuk menilai perbandingan efektifitas dari ekstrak etanol daun kemangi dengan bawang putih dengan konsentrasi 5%, 10%, 15% dari setiap ekstrak terhadap daya tumbuh bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri Staphylococcus aureus ialah bakteri gram positif berbentuk kokus yang hidup berkoloni. Bakteri tersebut merupakan flora normal di tubuh manusia yang dapat membahayakan manusia. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain post- test only design dan pengambilan sampelnya menggunakan Purposive sampling. Uji efektifitas dilakukan menggunakan metode difusi cakram, dimana kertas cakram akan di basahi dengan ekstrak etanol daun kemangi dari setiap konsentrasi, yaitu 5%, 10%, 15% dan begitu pula ekstrak etanol bawang putih. Hasil data yang diperoleh dari penelitian ini dilanjutkan dengan uji oneway-Anova yang akan diteruskan dengan uji Post-Hoc, dimana pada pengujian terdapat perbedaan yang bermakna dari setiap perlakuan yang diberikan. Pada bakteri yang diberi perlakuan ekstrak etanol daun kemangi 15% terhadap bakteri Staphylococcus  aureus, efektifitas zona hambat didapati berdiameter 9,2 mm dimana zona hambatnya berada dibawah ekstrak etanol bawang putih 15% yaitu 22,8mm. Ekstrak etanol bawang putih 15% memiliki efek antimikroba yang baik dibandingkan dengan ekstrak etanol daun kemangi 15% terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN (PIPER BETLE L.) SIRIH TERHADAP PERKEMBANGAN LARVA AEDES AEGYPTI SP Sembiring, Firza Khairullah; BT Hasan, Riyani Susan
Biospecies Vol 13 No 1 (2020): Biospecies Vol. 13 No. 1, January 2020
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.746 KB) | DOI: 10.22437/biospecies.v13i1.8386

Abstract

Penelitian ini dilakukan agar mendapatkan keefektivitasan ekstrak daun sirih yang dilakukan di konsentrasi 2,5%, 5,0%, 7,5%, 10% sebagai larvasida terhadap perkembangan larva Aedes Aegypti Sp. Larva Aedes Aegypti Sp merupakan vektor yang berbahaya pada penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada manusia. Metode pada penelitian ini dilakukan pada metode eksperimental dengan desain post-test only design dan pengambilan sample dengan metode Purposive sampling. Uji efektivitas larvasida ekstrak daun sirih terhadap perkembangan larva Aedes Aegypti Sp dilakukan dengan cara dicampurkan esktrak daun sirih dengan beberapa konsentrasi pada satu wadah yang sudah diletakkan larva Aedes Aegypti Sp. Hasil yang didapat pada penelitian ini yang dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis, uji tersebut dijumpai bahwa terdapat perbedaan yang signifikan karena diberikan indeks kepercayaan 95%. Pada larva yang diberikan perlakuan ekstrak daun sirih dengan konsentrasi 10% memiliki efektivitas tertinggi dalam menghentikan perkembangan larva Aedes Aegypti Sp, yang terbukti kematian pada konsentrasi 10% didapati total kematian 20 larva pada 8 jam perlakuan. Ekstrak daun sirih dengan konsentrasi 10% memiliki efektivitas tertinggi dalam menghentikan perkembangan larva Aedes Aegypti Sp.
ISOLASI BAKTERI DARI TANAH SEBAGAI PENGHASIL SENYAWA ANTIMIKROB Sukmawati, Sukmawati; ROSALINA, FEBRIANTI
Biospecies Vol 13 No 1 (2020): Biospecies Vol. 13 No. 1, January 2020
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.87 KB) | DOI: 10.22437/biospecies.v13i1.8343

Abstract

Antibiotik adalah bahan obat yang sangat memegang peranan penting dalam menanggulangi penyakit infeksi. Senyawa antimikroba dapat diperoleh dari tumbuh-tumbuhan, dan mikroba. Senyawa antimikrob yang dihasilkan oleh mikroba memiliki keunggulan dibandingkan dengan antibiotik sintetik karena memiliki sifat yang lebih efektif, sebab targetnya spesifik serta toksisitasnya rendah. Tujuan dari penelitian yang telah dilakukan ialah untuk mengisolasi bakteri dari tanah yang mampu menghasilkan senyawa antimikrob, serta untuk menguji aktivitas penghambtannya terhadap  pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Metode yang telah digunakan dalam penelitian ini ialah isolasi, purifikasi, dan seleksi bakteri dari sampel tanah dengan metode uji penghambatan sedangkan bakteri Bacillus sp. Merupakan bakteri pembanding. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh terdapat 2 isolat yang berpotensi memiliki aktivitas antimikroba yaitu isolat 1 dan isolate 4. Isolat 1 lebih berpotensi menghambat E. coli dengan indeks hambat 4.0 mm dibandingkan dengan penghambatan S. aureus dengan indeks hambat 3.1 mm. Sedangkan isolat 4 lebih berpotensi menghambat S. aureus dengan indeks hambat 2.8 mm dibandingkan dengan penghambatan terhadap E. coli dengan indeks hambat 1.4 mm.
ANALYSIS OF POTENTIALS BANGUN-BANGUN (COLEUS AMBOINICUS) AND BELIMBING WULUH (AVERHOA BILIMBI) PLANTS, AS ANTIMICROBIAL MATERIAL Riyanto; Nasution, jamilah; Saragih, Winda; Saragih, Weni
Biospecies Vol 13 No 1 (2020): Biospecies Vol. 13 No. 1, January 2020
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.14 KB) | DOI: 10.22437/biospecies.v13i1.8095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa senyawa apa yang memiliki daya anti mikroba yang terkandung pada tanaman bangun-bangun dan belimbing wuluh, dan membandingkan tanaman mana yang daya antrimikrobanya lebih kuat.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, dengan bakteri Escherichia coli sebagai representatip dari bakteri penyebab penyakit. Data yang diperoleh dianalisis menggunaan uji ANOVA. Berdasarkan hasil penelitian, batang dan daun tanaman bangun-bangun maupun daun dan buah belimbing wuluh positif mengandung senyawa metabolit sekunder saponin yang memiliki daya antimikroba yang ditunjukkan dengan kemampuan menghambat pertumbuhan E coli. Rata-rata diameter zona hambat dari ekstrak tanaman bangun-bangun dan belimbing wuluh ? 21 mm, sehingga dikatagorikan punya daya antimikroba kuat. Namun zona hambat yang terbentuk belum mampu menyamai atau mengalahkan zona hambat C 25% (52.54 and 43.1), ciprofloxacin (64.41), yaitu antibiotika yang dijual dipasaran yang dijadikan kontrol positif.
BIODIVERSITAS IKAN DI REFUGE AREA SUNGAI KAPAS TENGAH HUTAN HARAPAN JAMBI SEBAGAI DATABASE APLIKASI GO IWAK WULANDARI, TIA; Sukmono, Tedjo; Kurniawan, Wawan
Biospecies Vol 13 No 1 (2020): Biospecies Vol. 13 No. 1, January 2020
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.792 KB) | DOI: 10.22437/biospecies.v13i1.7945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biodivesitas ikan di Refuge area Sungai Kapas bagian Tengah Butan Harapan Jambi. Penelitian telah dilakukan pada Juli-Agustus 2019 di Sungai Kapas Hutan Harapan Jambi.  Penentuan refuge area dilakukan dengan menyusuri Sungai Kapas bagian tengah untuk menemukan anak-anak sungai yang sudah terputus dengan Sungai kapas,, serta bagian sungai kapas serta areal lubuk di Sungai Kapas. Terdapat 4 Refufe area yang dijadikan stasiun yaitu Stasiun 1 Putusan Marihot, Stasin dua Muara Bato, Stasiun 3 Lubuk Kapas, dan Stasiun 4 Lubuk Bato. Pengambilan sampel menggunakan jala lempar , seruo, dan jaring insang, serta tray net.  Hasil Penelitian didapatkan  375  ekor ikan, melputi 50 spesies, 29 genus,  dan 14 famili, serta 6 ordo.  Pada  stasiun 2  (Putusan Marihot)  ditemukan paling banyak jumlah ikan 151 ekor, diiukuti stasin 3 (Lubuk Kapas) 111 ekor, stasiun 3 (Muara Bato) 71 ekor dan Stasiun 4 ( Lubuk Bato ) 42 ekor.  Jumlah spesies setiap stasiun 1 (8 spesies), Stasiun 2 (16 spesies),  (29 spesies),  stasiun 4( 18 spesies).
PHYTOPLANKTON COMMUNITY STRUCTURE OF OXBOW LAKE-SINAU, KAPUAS HULU, WEST KALIMANTAN junardi; Candramila, Wolly; Mundiarto, Sigit
Biospecies Vol 12 No 2 (2019): Biospecies Vol. 12 No. 2, July 2019
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.699 KB) | DOI: 10.22437/biospecies.v12i2.7644

Abstract

The Sinau Lake is one of the oxbow lakes in Kapuas Hulu, West Kalimantan, which will be used for various purposes, but limnological data is not available. The research objective was to obtain data on the structure of the phytoplankton community and the water quality conditions of Sinau Lake so that it could be used as preliminary data for management and utilization. Samples were taken using purposive sampling method. Water quality is still good with a high plankton diversity index, low dominance and high evenness. Water quality still support the life of aquatic biota or aquaculture.
EFFECTS OF MAGNETIC FIELDS AND METAL IONS (CU, PB, AL AND FE) ON GROWTH OF ANOXYGENIC PHOTOSYNTHETIC BACTERIA (APB) Sumardi; Farisi, Salman; Agustrina, Rochmah; Yunita
Biospecies Vol 12 No 2 (2019): Biospecies Vol. 12 No. 2, July 2019
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.961 KB) | DOI: 10.22437/biospecies.v12i2.7595

Abstract

Bakteri Fotosintetik Anoksigenik (BFA) memiliki sifat yang menguntungkan diantaranya sebagai kandidat probiotik, biofertilizer, agen bioremediasi dan mampu menurunkan konsetrasi H2S di perairan. Namun demikian BFA pun memiliki kelemahan yaitu pertumbuhannya lambat.  Interaksi ion logam dan paparan medan magnet diketahui dapat meningkatkan aktivitas enzim dan meningkatkan laju pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ion logam dan paparan medan magnet terhadap pertumbuhan BFA. Isolat BFA AM hasil isolasi dari akar mangrove diuji pengaruhnya terhadap ion logam dalam media sea water complete (SWC).  Ion logam yang diujikan adalah Cu, Pb, Al dan Fe dengan konsentrasi yang berbeda.  Ion logam dipapar medan magnet 0,2 mT selama 10 menit sebelum ditambahkan ke media. Hasil penghitungan sel menunjukkan bahwa ion logam baik yang dipapar medan magnet dan tanpa dipapar medan magnet tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan isolat BFA AM, namun ion logam dalam media SWC mempengaruhi pola spektra isolat BFA AM.
KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI KELURAHAN TANJUNG SOLOK TANJUNG JABUNG TIMUR Nia Katarina, Happy; Dwi Kartika , Winda; Wulandari, Tia
Biospecies Vol 12 No 2 (2019): Biospecies Vol. 12 No. 2, July 2019
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.976 KB) | DOI: 10.22437/biospecies.v12i2.7643

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Tanjung Solok Kecamatan Kuala Jambi Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada bulan Agustus sampai September 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis ikan apa saja yang tertangkap oleh nelayan dan yang dijual di setiap bangsal ikan yang ada di Kelurahan Tanjung Solok. Sampel dikoleksi dari 4 bangsal ikan dan diidentifikasi berdasarkan karakter morfologi. Hasil penelitian menunjukkan ikan hasil tangkapan nelayan terdiri atas 11 ordo, 23 famili dan 32 jenis. Jenis ikan yang paling banyak ditemukan berasal dari ordo Perciformes yang tersebar dalam 10 famili dan 15 jenis. Jenis ikan yang ditemukan di setiap bangsal tidak seluruhnya sama (bangsal 1 ditemukan 28 jenis ikan, bangsal II 23 jenis ikan, bangsal III 24 jenis, dan bangsal IV 25 jenis). Terdapat 17 jenis ikan yang dapat ditemukan di semua bangsal. Pada masing-masing bangsal jumlah jenis ikan yang ditemukan berbeda. Jenis alat tangkap yang paling umum digunakan nelayan di Kelurahan Tanjung Solok adalah gill net dan rawai.