cover
Contact Name
Johan Arifin
Contact Email
attaqaddum@walisongo.ac.id
Phone
+6285727512933
Journal Mail Official
attaqaddum@walisongo.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penjaminan Mutu, UIN Walisongo Semarang Jln. Walisongo, No 3-5, Ngaliyan Semarang 50185
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
At-Taqaddum
ISSN : 19794703     EISSN : 25279726     DOI : 10.21580/at
AT-TAQADDUM, adalah Jurnal Peningkatan Mutu Keilmuan dan Kependidikan Islam, terbit setahun 2 kali oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Jurnal ini menekankan kedalaman pembahasan, mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian, dan mensosialisasikan kajian-kajian kontemporer tentang studi islam dan kemanusiaan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 104 Documents
PENGEMBANGAN “SEKOLAH SORE” (MADIN) DI KOTA SEMARANG (PERAN, PROBLEM DAN PROSPEK PENGEMBANGANNYA SEBAGAI COMMUNITY COLLEGE) Kholiq, Abdul
At-Taqaddum Volume 5, Nomor 2, November 2013
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/at.v5i2.699

Abstract

The reseacrh is based on the fact that the existence of afternoon school (Madrasah Diniyah or Madin) in Semarang has been more apprehensive. This condition seems to be paradox to the vision and mission of Semarang government that set the development goals in the religious city of Semarang-based Trade and Services. The purpose of this study is extracting of Madin role in supporting the achievement of national education goal, identifying Madin problem, and formulating a development model of Madin in Semarang as a college community. From this research it is known that 1) the presence of Madin in Semarang has historically been one instrument of religious culture of Semarang. 2) at the time, being Madrasah Diniyah in Semarang have encountered many problems. There are traditional management systems, curriculum and learning process which are stagnant, less up to date and quality of human resources both manager and teaching staff is relatively low and the network community as social capital of Madrasah is not managed optimally. Based on the problem above, the education development of Madrasah Diniyah in Semarang should be oriented toward: 1) improving the quality of graduates, 2) improving the quality of Madrasah Diniyahs? education, 3) structuring better management system of Madrasah, 4) strengthening maximally the relationship with community, 5) protecting and enforcing Madin both politically and culturally from the government.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN NILAI PENDIDIKAN ISLAM MELALUI BCM ( BERMAIN, CERITA, BERNYANYI ) DI RA MASYTHOH ANGDONGSILI WONOSOBO Munawaroh, Hidayatu
At-Taqaddum Volume 10, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.91 KB) | DOI: 10.21580/at.v10i2.3026

Abstract

The purpose of this study was to find out and describe the application of the BCM method in learning the value of Islamic education in RA Masythoh Andongsili Wonosobo. This research is a qualitative descriptive study. Data collection is done using the method of observation, interviews and documentation. Data collection is done by digging data sources, namely the Head of RA and RA teacher, as well as direct observation of the process of applying the BCM method in learning the value of Islamic education in RA Masythoh Andongsili Wonosobo. The results of the study showed: 1. The playing method used in learning the value of Islamic education through the game of Children Sholeh, Pat the Pillars of Islam, Pat the Pillars of Faith, and Pat the Angels. As well as guessing images of God's creations that are on earth and in the sky. 2. Method The story used in learning the value of Islamic education is the story of the Noble Traits of the Apostle of Allah, and the story of the Tasks of the Angel Roqib and the Angel of Atid. 3. The singing method used in learning the value of Islamic education is by eating adab songs, songs of Allah Almighty, Little Star songs, Rainbow songs, Kitab Allah songs, Lord Esa songs, and the songs of 10 Angels of Allah.
KONSEP KEBEBASAN DALAM ISLAM In'amuzzahidin, Muh.
At-Taqaddum Volume 7, Nomor 2, November 2015
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.599 KB) | DOI: 10.21580/at.v7i2.1206

Abstract

Konsep kebebasan (al-hurriyyah atau liberty) dalam Islam, asal mulanya adalah konsep ikhtiyar dan taqdir, yang berkaitan dengan kebebasan atau tidaknya manusia dalam melakukan perbuatannya, dalam term teologi atau agama. Kemudian setelah terjadinya kontak dengan dunia barat konsep tersebut berkembang menjadi lebih luas cakupannya. Seperti kebebasan berekspresi atau mengemukakan pendapat, berfikir, kebebasan berpolitik atau kebebasan ekonomi. Dalam tulisan ini, penulis akan membahas lebebasan berfikir dan mengemukakan pendapat; kebebasan beragama; kebebasan berpolitik, meliputi hak memilih pemimpin, hak mengawasi dan mengontrol pemerintah; dan kebebasan ekonomi. Kebebasan dalam Islam lebih terbatas dan terarah, atau dengan kata lain bebas tapi terikat. Berbeda dengan demokrasi liberal menekankan kemampuan berbuat tanpa batas.
DIMENSI KEILMUAN DALAM AL-QUR’AN Misbahudin, Iing
At-Taqaddum Volume 6, Nomor 2, November 2014
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.614 KB) | DOI: 10.21580/at.v6i2.715

Abstract

Al-Qur?an tiada keraguan didalamnya adalah petunjuk bagi manusia khususnya mereka yang beriman dan bertakwa kepada Allah. Dan Al-Qur?an sebuah kitab suci agama Islam sebagai sumber pokok ajaran agama. Dengan demikian Al- Qur?an sebagai kitab petunjuk (gide book) bagi setiap insan untuk memperoleh kebahagiaan dan keselamatan hidup dunia dan akherat.Namun demikian dalam Al Qur?an terdapat pentunjuk bagaimana manusia memperoleh ilmu pengetahuan  dan Al- Qur?an  dari mana sumber ilmu pengetahuan. Didalamnya ditemukan  banyak ayat yang memberi isyarat kebenaran ilmu pengetahuan dan hakekat imu pengetahuan. Menurutnya  ilmu pengetahuan itu ada dua  sumber yaitu pertama  ayat al matluwah (yang dapat dibaca) yakni Al-Qur?an dan kedua ayat al-Majluwah (yang dapat dilihat) yakni alam semesta keduanya  bersumber dari Allah  ayat al-matluwah adalah firmannya dan ayat al-Majluwah adalah ciptaannya. Inilah hakekat ilmu pegetahuan yang tak terbatas.Al-Qur?an  memberikan informasi kepada kita bahwa Allah telah memberikan ilmu pengetahuan kepada manusia secara langsung, sebagaimana diberikan kepada para nabi dan rasul  dan orang-orang soleh  dengan melalui  wahyu dan ilham. Dan juga Allah memberikan ilmu pengetahuan kepada mereka  yang bukan para nabi, rasul dan orang soleh melalui  proses  pembelajaran dan aktualisasi potensi akal  dan qolbu  serta indra yang telah Allah anugrah kepada manusia sejak lahir. Maka ilmu pengetahuan hendaknya di abdikan untuk  Allah dan seorang berilmu semakin bertambah ilmunya semakin bertambah keimanan dan ketakwaannya kepada Allah bukan sebaliknya.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PENYELESAIAN SKRIPSI MAHASISWA JURUSAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN WALISONGO SEMARANG Umriana, Anila
At-Taqaddum Volume 11, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.722 KB) | DOI: 10.21580/at.v11i2.4566

Abstract

Problem tentang penyelesaian studi selalu menarik untuk diteliti. Salah satunya yang berkaitan dengan hambatan dalam penyelesaian skripsi. Faktanya, persentase mahasiswa jurusan BPI yang mampu menyelesaikan skripsi tepat pada waktunya jauh lebih kecil daripada jumlah mahasiswa yang mengalami keterlambatan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis faktor-faktor yang menjadi penghambat penyelesaian skripsi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif desktiptif. Sumber data primer yaitu mahasiswa jurusan BPI yang waktu tempuh skripsinya lebih dari satu tahun. Sumber data sekundernya adalah dosen pembimbing, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada sepuluh faktor yang menghambat penyelesaian skripsi mahasiswa jurusan BPI FDK UIN Walisongo Semarang. Dari sepuluh faktor tersebut peneliti mengelompokkan menjadi dua bagian, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa; kesehatan, hambatan psikologis, kemampuan akademik, dan pendekatan (sikap dan kebiasaan belajar). Sedangkan faktor eksternal berupa; keluarga, lingkungan/teman, sistem admninstrasi skripsi, proses pembimbingan dosen, referensi, dan aktifitas lain
FENOMENA MASYARAKAT MUSLIM BEROBAT KE GEREJA DAN KELENTENG Aini, Tuti Qurrotul
At-Taqaddum Volume 7, Nomor 1, Juli 2015
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3572.025 KB) | DOI: 10.21580/at.v7i1.1533

Abstract

Makalah ini memaparkan bagaimana masyarakat Semarang dengan mengambil sampel masyarakat di sekitar pasar Johar yang dekat dengan kelenteng Tai Kak Sie berusaha memenuhi kebutuhan dasarnya akan kesehatan fisik yang sebagian besar dari mereka lebih sering berobat ke poliklinik-poliklinik di gereja atau dikelenteng daripada ke pusat-pusat kesehatan milik pemerintah ataupun yayasan Islam. Penulis ingin menyingkap alasan-alasan dari perilaku berobat mereka yang menurut ajaran Islam (dengan merujuk ke kitab tertentu) tidak diperbolehkan karena masih banyak dokter dan rumah sakit Islam yang bisa melayani kesehatan msyarakat tersebut.  Berdasarkan data yang terbatas melalui teknik wawancara dengan para responden dapat disimpulkan bahwa fenomena masyarakat muslim berobat ke pelayanan kesehatan non muslim yaitu poliklinik di gereja dan kelenteng dengan dokter-dokter non-muslim dan dari etnis Cina lebih dominan dikarenakan alasan pelayanan yang memuaskan dan bisa memberikan sugesti kepada para pasien untuk sembuh. Dan karena mereka menganut paham multikulturalisme yang menghilangkan batas agama dan ras dalam melakukan aktifitas tertentu. Budaya berobat tersebut dilakukan oleh mereka yang mengetahui hokum berobat ke non muslim dan mereka yang tidak mengetahui. Jadi kalau dilihat dari fenomena keagamaan, pengetahuan mereka tentang agama tidak mempengaruhi budaya berobat mereka.
AL-QUR’AN DAN REALITAS SEJARAH UMAT MANUSIA Munir, Ghozali
At-Taqaddum Volume 4, Nomor 1, Juli 2012
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1537.183 KB) | DOI: 10.21580/at.v4i1.724

Abstract

Al-Qur?an Is the word of Allah (God) which guaranteed the truth all time. His word righteous, including historical events mentioned in it, when the verses of Al-Qur?an understood in comprehensive, not partial. Al-Qur?an, the holy book contains complete teaching for human life, is as hudan (guidance), as al-Furqan (the difference between right and false, between right and wrong, between the benefits and madlarat), as az-zikr (a reminder that human do not get las in the sleaze and crime), and so forth. So the word of God is a functional, cerry out his word as a form of servitude to the Creator of human beings, providing a strong moral foundation and accurate for humans as the human stock/supplies in the world to get to the enjoy ment/happiness of the eternal here after.
DIALEKTIKA ORIENTASI GERAKAN SOSIAL KEAGAMAAN (ISLAM) DI INDONESIA Faqih, Ahmad
At-Taqaddum Volume 3, Nomor 1, Juli 2011
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2052.38 KB) | DOI: 10.21580/at.v3i1.303

Abstract

The religious social movement in a sociological perspective, is a natural process as the response of each group of man to face the social change occurred. It may also be caused by the strong desire of every human groups to seek change that is expected. Muslims in Indonesia in facing the demands of the objective in accordance with his time/periode, and the demands of the doctrine appeared/created the social movement to confront and resolve the social problems that exist. Both of these differences resulted the various of Islamic social movements that suited with the characteristic and social dynamics that occur in his time/periode.When we see the orientation at  the beginning of the emergence of socioreligious movement, on the 19th and the early 20th century, the type of movement more closely with religious social movements emerged/appeared as a reaction against to the Dutch colonialsm. The Dutch colonial?s periode for 3,5 centuries, has caused the suffering of indigenous (asli/pribumi) people in all facets of life. As known in history, that the religious social movement with the struggle orientation against the colonial was achieved/succeed with a declaration of independence which is the proclamation of independence on August 17, 1945. Based on this success, the orientation of religious social movements shifted from the orientation of the struggle orientation to be the practical politics. This is a logical consequence of the long struggle by the majority of Muslims throughout the country.The dialectic of religious social movement orientation always happened history of Indonesia with the advantages and disadvantages that must be faced. So that, it is difficult for us to justify if right or wrong of any orientation chosen by the Muslims is every phase of history.
PEMBUATAN FLASH CARD DIGITAL UNTUK PEMBELAJARAN 80% KOSA KATA AL-QUR’AN Rifqiawan, Raden Arfan
At-Taqaddum Volume 8, Nomor 1, Juli 2016
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.856 KB) | DOI: 10.21580/at.v8i1.1162

Abstract

This study is realized in the manufacture of digital flashcards vocabulary 80% of the Qur?an. Begins with a study of journals, books, and articles on the internet about the vocabulary of the Qur?an. Then proceed with the creation of a digital database. This database is the source of 80% of the vocabulary of the Qur?an booklet which is the result of research by Dr. Abdul Aziz Abdul Raheem from India. Once the database is materialized and the result is save as in the format tab-separated.txt with UFT-8 encoding, then followed with a database that has finished importing into Anymemo android application. The final step is to test whether a digital flashcard can run either smartphone or tablet and share the application to the public.
IDENTIFIKASI SPATIAL PATTERN DAN SPATIAL AUTOCORRELATION PADA INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA PROVINSI PAPUA BARAT TAHUN 2012 Nisa, Eva Khoirun
At-Taqaddum Volume 9, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.015 KB) | DOI: 10.21580/at.v9i2.1914

Abstract

One of the support aspect the country development is human resource quality. When we talking about human resource quality, it?s not separated with human development. The international standard of human development is Human Development Index (HDI). HDI becomes important indicator in West Papua province which is one of the youngest provinces in Papua. There is spatial effect of human development condition among districts in West Papua. Spatial Pattern and Spatial Autocorrelation as statistical methods can be used to identify HDI dependency among districts in West Papua. The statistical tests on Spatial Autocorrelation has found that there was no spatial independency of HDI on 2017 among districts in West Papua province.================================================== Salah satu aspek yang mendukung pembangunan suatu negara adalah kualitas sumber daya manusia. Berbicara mengenai kualitas sumber daya manusia maka tidak lepas dengan pembangunan manusia. Ukuran standar pembangunan manusia yang dapat digunakan secara internasional yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI). IPM menjadi hal yang penting bagi Provinsi Papua Barat mengingat Papua Barat menjadi salah satu provinsi termuda hasil pemekaran wilayah Provinsi Papua. Sangat dimungkinkan adanya pengaruh spasial pada kondisi pembangunan manusia antar kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat. Spatial Pattern dan Spatial Autocorrelation menjadi metode statistika yang dapat mengidentifikasi adanya dependensi IPM antar kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat. Dengan beberapa pengujian statistik Spatial Autocorrelation menghasilkan bahwa tidak terdapat dependensi spasial terhadap angka IPM pada tahun 2012 antar kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat.  

Page 1 of 11 | Total Record : 104