cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pacitan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Humaniora
ISSN : 23560614     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Terbit tiga kali setahun bulan Februari, Juni dan Desember. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian atau kajian analisis kritis di bidang pendidikan, kebudayaan, dan sosial kemasyarakatan. Artikel telaah (review article) dimuat atas undangan.
Arjuna Subject : -
Articles 61 Documents
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KARAWITAN SEBAGAI SARANA UNTUK MENUMBUHKAN CINTA TANAH AIR PADA SISWA MIM TAMBAKAN Yuwono, Praktik Hari
Jurnal Humaniora Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya harus dimasukan ke dalam pendidikan, karena budaya dapat menyebabkan siswa tumbuh dan berkembang baik secara prilaku maupun sikap. Pembelajaran  di luar kelas dapat diajarkan melalui kegiatan ekrakurikuler. Ekstakurikuler yang dapat melestarikan budaya ialah ekstrakurikuler karawitan. Ekstrakurikuler karawitan sangatlah bermanfaat dalam melestarikan budaya, karena karawitan merupakan musik asli dari Indonesia. Penelitian   ini bertujuan untuk:   1) melihat keadaan ekstrakurikuler karawitan yang ada di MI Muhammadiyah Tambakan. 2)peran ekstrakurikuler karawitan dalam menumbuhkan cinta tanah air pada siswa. 3) faktor pendukung dan penghambat dalam kegiatan ekstrakurikuler karawitan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah  suatu  bentuk  penelitian  yang  paling  dasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi, yaitu triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa keadaaan ekstrakurikuler karawitan dijadwalkan oleh pihak sekolah pada hari kamis, tetapi juga bisa dilaksankan dilain hari. Ekstrakurikuler karawitan yang diajarkan menggunakan metode intruksi langsung, menggunakan gaya banyumasan dan jenis sekar gending dalam pembelajarannya, dan terdapat alat  gending  yang mulai  rusak. Faktor penghambat dalam kegiatan ekstrakurukuler  karawitan  ialah  tentang  alat  yang  sudah  mulai  rusak  dan masuknya budaya asing. Faktor pendukung dalam ektrakurikuler karawitan ialah dari lingkungan dan sekolah.
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PLSV DENGAN PENDEKATAN PROBLEM SOLVING SISWA KELAS VII H SMP NEGERI 1 PUNUNG ., Asmuni
Jurnal Humaniora Vol 2, No 3 (2015): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dimaksudkan untuk mendeskripsikan pelaksanaan model pembelajaran problem solving untuk meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran matematika dalam menghadapi kurikulum 2013. Subyek penelitiannya terdiri dari 26 siswa kelas VII H SMP Negeri 1 Punung Kabupaten Pacitan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Dari siklus ke siklus menggunakan model pembelajaran problem solving dengan senantiasa meningkatkan kualitas pelaksanaan belajar kelompok. Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa sedikit peningkatan prestasi belajar matematika di kelas VII H. Hal ini dapat dilihat dari ketuntasan belajar yang baru mencapai 73,08% belum mencapai 75%. Dari keterlaksanaan pembelajaran rata-rata ketercapaian sebesar 72,79%, demikian juga aktivitas siswa sebesar 72,46%. Dengan fakta tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran sebelum model pembelajaran problem solving belum meningkatkan prestasi belajar Matematika. Setelah dilakukan model pembelajaran problem solving bahwa ada peningkatan prestasi belajar Matematika di kelas VII H. Hal ini dapat dilihat dari persentase siswa yang tuntas mencapai 92,31% lebih dari 75%. Keterlaksanaan pembelajaran rata-rata ketercapaian sebesar 92,14%. Demikian juga aktivitas siswa yang 90%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran problem solving dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika dan aktivitas belajar Matematika di kelas VII H SMPN 1 Punung tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : Prestasi Belajar Matematika, Pendekatan Problem Solving
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI METODE BELAJAR AKTIF MODEL PENGAJARAN TERARAH PADA SISWA KELAS IX SMP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Sungkono, Bambang
Jurnal Humaniora Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar bukanlah konsekuensi otomatis dari perenungan informasi ke dalam benak siswa. Belajar memerlukan keterlibatan mental dan kerja siswa sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar IPS melalui metode belajar aktif model pengajaran terarah pada siswa Kelas IX SMPN I Pringkuku Pacitan. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart. Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan secara klasikal. Pembelajaran dengan metode belajar aktif model pengajaran terarah memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus. Hasil tes  pada kegiatan siklus II diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 75,31 dan ketuntasan belajar mencapai 73 % atau ada 24 siswa dari 32 siswa sudah tuntas belajar. Hasil ini menunjukkan bahwa pada siklus II ini ketuntasan belajar secara klasikal mengalami peningkatan lebih baik dari siklus I yaitu 65,63%. Kata Kunci: Prestasi belajar IPS. Model pengajaran terarah
PENERAPAN METODE PEMECAHAN MASALAH DALAM PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS XI AKUNTANSI-3 DI SMK NEGERI 2 PACITAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Winarto, Koni
Jurnal Humaniora Vol 2, No 3 (2015): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini secara umum memiliki tujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan metode pemecahan masalah dalam pembelajaran dapat menıngkatkan prestasi belajar matematıka pada sıswa kelas XI Akuntansi-3 di SMK Negeri 2 Pacitan. Analisis data yang digunakan adalah suatu proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu dari wawan cara, hasil observasi, hasil catatan lapangan, angket, dokumentasi pribadi, dokumen resmi, gambar, foto dan lain-lain. Metode Pemecahan Masalah adalah cara penyajian bahan pelajaran yang dengan menjadikan masalah sebagai titik tolak pembahasan untuk dianalisis dan disintesis dalam usaha mencari pemecahan/jawaban oleh siswa. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari metode pemecahan masalah banyak di gunakan guru bersama dengan penggunaan metode lainnya. Dengan metode ini guru tidak memberikan informasi dulu tetapi informasi diperoleh siswa setelah memecahkan masalahnya. Pembelajaran pemecahan masalah berangkat dari masalah yang harus dipecahkan melalui praktikum atau pengamatan. Adapun hasil dari penelitian tindakan kelas adalah pada masing-masing siklus I dan Siklus II hasil pencapaian hasil belajar pada pada siklus I yaitu sebanyak 14 siswa atau 46,67% meningkat menjadi 24 siswa atau 80% pada siklus II, dengan demikian pembelajaran dengan penerapan metode pemecahan masalah dapat meningkatkan hasil/prestasi belajar matematika pada materi persamaan kuadrat. Kata Kunci : peningkatan, prestasi belajar, metode pembelajaran.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYUSUN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN APIK PLUS-PLUS PADA SISWA SMPN I PACITAN Utami, Sri
Jurnal Humaniora Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyusun teks laporan hasil observasi siswa kelas VII- B SMP Negeri 1 Pacitan melalui penerapan model Amati, Petakan, Informasikan, Kembangkan, Presentasikan dan Peduli Lingkungan (APIK PLUS-PLUS).  Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Subjek penelitian adalah siswa Kelas VII-B  SMP Negeri 1 Pacitan yang berjumlah 32 siswa. Pembelajaran menggunakan model APIK PLUS-PLUS.Teknik pengumpulandata menggunakan lembar kerja siswa,  format observasi, rubrik penilaian, angket dan catatan lapangan. Proses dan hasil belajar siswa dianalisis dengan teknik kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses dan hasil belajar serta sikap peduli  lingkungan siswa meningkat melalui penerapan Model Pembelajaran APIK PLUS-PLUS. Berdasarkan penilaian catatan hasil kegiatan siklus I, terdapat 10 siswa (31%) yang mendapat nilai di bawah 75 ( belum tuntas) dan 22 siswa (69%) yang mendapat nilai 75 atau lebih (tuntas) Selanjutnya, hasil penilaian  dalam presentasi s terdapat 12 siswa (37%) yang mendapat nilai di bawah 75 (belum tuntas) dan 20 siswa (63%) yang mendapat nilai 75 atau lebih (tuntas). Hasil penelaian siklus II mempresentasikan menunjukkan bahwa 4 siswa (12%) mendapat nilai di bawah 75 (belum tuntas) dan 28 siswa (88%) yang mendapat nilai 75 atau belum tuntas. Oleh karena lebih 85% siswa yang telah mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) 75 pada tindakan kedua siklus II ini, baik kemampuan menyusun teks laporan hasil observasi (91%) maupun kemampuan mempresentasikan hasil (88%), hal itu berarti indikator keberhasilan yang ditetapkan dalam penelitian ini telah tercapai. Kata Kunci: Teks Laporan Hasil Observasi, Model APIK PLUS-PLUS
HUBUNGAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Apriyani, Dwi Cahyani Nur; Hidayat, Taufik
Jurnal Humaniora Vol 2, No 3 (2015): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang dimaksudkan untuk mengetahui hubungan kemampuan koneksi matematis (X1) dan kemampuan komunikasi (X2) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika (Y). Penelitian dilaksanakan di STKIP PGRI Pacitan Jawa Timur. Subyek penelitiannya adalah mahasiswa semester IV tahun akademik 2014/2015 yang mengambil mata kuliah Matematika Diskret. Uji statistik yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linear Ganda dengan bantuan program SPSS 16. Hasil penelitian ini adalah : (1) adanya korelasi positif antara kemampuan koneksi matematis dengan kemampuan pemecahan masalah matematika yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi sebesar 0,772 dengan koefisien determinasi sebesar 0,591 yaitu 59,1% variansi hasil kemampuan pemecahan masalah matematika dapat ditunjukkan melalui kemampuan koneksi matematis yang dimiliki; (2) adanya korelasi positif antara kemampuan komunikasi matematis dengan kemampuan pemecahan masalah matematika yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi sebesar 0,768 dengan koefisien determinasi sebesar 0,585 yaitu 58,5% variansi hasil kemampuan pemecahan masalah matematika dapat ditunjukkan melalui kemampuan koneksi matematis yang dimiliki; (3)adanya korelasi positif antara kemampuan koneksi matematis dan kemampuan komunikasi matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi sebesar 0,815 dengan koefisien determinasi sebesar 0,656 yaitu 65,6% variansi hasil kemampuan pemecahan masalah matematika dapat ditunjukkan melalui kemampuan koneksi dan kemampuan komunikasi matematis yang dimiliki. Kata Kunci: Hubungan, Kemampuan Koneksi Matematis, Kemampuan Komunikasi Matematis,Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika
MISKONSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA STKIP PGRI PACITAN TAHUN AKADEMIK 2013/2014 Irawan, Edi
Jurnal Humaniora Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk melihat terjadinya miskonsepsi pada mahasiswa Pendidikan Matematika STKIP PGRI Pacitan. Hal ini menjadi sangat penting untuk diketahui oleh para Dosen sebelum melaksanakan perkuliahan. Sehingga pelaksanaan program perkuliahan mampu mengatasi terjadinya miskonsepsi pada mahasiswa. Muaranya adalah terjadinya peningkatan kualitas mahasiswa. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Matematika STKIP PGRI Pacitan. Proses penelitian ini dimulai pada bulan Maret dan berakhir pada bulan Juni 2014. Data diperoleh dari tes diagnostik, penelusuran dokumen, observasi, wawancara mendalam, dan FGD (focus group discussion). Peneliti, sebagai instrumen utama, didukung dengan instrumen bantu berupa tes diagnostik miskonsepsi, pedoman wawancara, dan lembar pengamatan. Analisis data di lapangan dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman. Sementara itu, untuk mendapatkan data yang kredibel, dilakukan melalui triangulasi teknik, ketekunan pengamatan, dan FGD. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa miskonsepsi terjadi pada beberapa konsep dasar matematika. Miskonsepsi terbanyak terjadi pada konsep persamaan kuadrat, pertidaksamaan eksponen, dan hitung diferensial. Sementara itu, asal sekolah, jenis sekolah, jurusan, dan jenis kelamin tidak memberikan efek yang signifikan terhadap terjadinya miskonsepsi. Keywords: Konsep, Miskonsepsi, Matematika
MEDIA VCD UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENDENGARKAN PEMBACAAN PUISI SISWA KELAS VII E SMP NEGERI 1 ARJOSARI ., Maryati
Jurnal Humaniora Vol 2, No 3 (2015): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan pembacaan puisi dengan media VCD siswa kelas VII E SMP Negeri 1 Arjosari. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas VII E SMP Negeri 1 Arjosari yang berjumlah 32 siswa. Pembelajaran menggunakan media VCD. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik pengamatan atau observasi, baik pengamatan sekilas maupun pengamatan terlibat (participant observation), serta melaluiteknik wawancara, baik wawancara biasa maupun wawancara mendalam (in depth interview). Selain itu, peneliti juga menggunakan teknik tes objektif hasil mendengarkan pembacaan puisi. Proses dan hasil belajar dianalisis dengan teknik kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses dan hasil belajar siswa meningkat dengan menggunakan media VCD. Berdasarkan penilaian catatan hasil kegiatan siklus I, terdapat 18 siswa belum tuntas ( di bawah nilai 76) dan 14siswa (44%) mendapat nilai 75 atau lebih (tuntas). Pada siklus II kinerja guru dalam pembelajaran bermedia VCD musikalisasi puisi dan kinerja siswa dalam pembelajaran bermedia VCD musikalisasi puisi (yang sudah diperoleh dari refleksi siklus I), serta upaya mencari solusi terhadap kendala-kendala sebelumnya, selain tetap digunakan untuk menguji hipotesis tindakan dalam penelitian ini.bermedia VCD musikalisasi Puisi yang lebih efektif, terutama dalam menangani kerja kelompok dan melakukan pembimbingan diskusi dan perluasan, penekanan, dan penerapan konsep. Hasil penelitian siklus II , terdapat 29 siswa (91%) mendapat nilai 76 atau lebih (tuntas). Hal ini berarti keberhasilan yang ditetapkan dalam penelitian telah tercapai.Kata kunci: Pembacaan puisi, Media VCD
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP PENJUMLAHAN MELALUI PEMBELAJARAN TERPADU MODEL TERJALA PADA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013 ., sumartini
Jurnal Humaniora Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman konsep penjumlahan melalui pembelajaran terpadu model TERJALA pada siswa kelas II Sekolah Dasar. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Clasroom Action Research. Mengingat penelitian ini mengacu pada kegiatan di sekolah yaitu kelas, maka penelitian ini memfokuskan pada kelas sebagai pusat penelitian. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas 2 di SDN Pringkuku 2 Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan yang berjumlah 11 siswa. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan beberapa cara, antara lain: observasi, wawancara, intisari, dokumen, pita rekaman. Model PTK yang diterapkan merupakan model Kurt Lewin, yaitu penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 4 komponen antara lain: perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observation), dan refleksi (reflecting). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman konsep penjumlahan pada siswa melalui pembelajaran terpadu model TERJALA. Sebagaimana hasil yang diperoleh siswa pada siklus I, terdapat 7 siswa atau 43,75% siswa yang tuntas dalam belajarnya dan 9 atau 56,25% siswa belum tuntas. Sedangkan pada siklus II, hasil tes diperoleh sebanyak 13 atau 81,25 % siswa tuntas dalam belajarnya dan 3 siswa atau 18,75 % dari keseluruhan siswa belum tuntas, dengan demikian pada siklus II ini sudah mengalami peningkatan yaitu 37,5%. Dengan demikian dapat disimpulan behwa kegiatan pembelajaran terpadu melalui model TERJALA mengalami peningkatan secara signifikan. Kata Kunci : Peningkatan, Prestasi belajar, Pemahaman konsep, Model Terjala
BUDAYA LOKAL PACITAN “TETAKEN” SEBAGAI SUMBER BELAJAR (STUDI KASUS MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH DI STKIP PGRI PACITAN) Iriyanti, Sri; Poerwanti, Endah Sri; Ratnasari, Sri Dwi
Jurnal Humaniora Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to describe about ceremonial “Tetaken” wich is one of the local culture in Pacitan. Traditional ceremony “Tetaken” is the welcoming ceremony by the village community districts Mantren who do meditation on Gunung Lima. The event is a form gratitude to Allah SWT for prosperity, ayem tentrem and loh jinawi around the mountain. Traditional ceremony “Tetaken” contains the values of social life wich serve as a source of learning, especially for students of history education of STKIP PGRI Pacitan. The challenge remains to technical constraints related to time, geography and myths about Gunung Lima. Optimizing the utilization of learning resources can be done through direct learning strategies with interactive multimedia, direct observation, assignment and presentation.      Kata kunci : Local culture, Pacitan, Tetaken, Learning resources