cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
E-JURNAL LINGUISTIK
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Language and Translation Studies is an indexed, peer-reviewed, open-access, research journal for researchers, scholars, teachers, students, luminaries and policy makers associated with the professions of teaching, learning and assessing language, literature, linguistics and translation studies across the entire globe.
Arjuna Subject : -
Articles 44 Documents
HASIL ANALISIS DATA KUANTITATIF DAN KUALITATIF KARANGAN DIALOG PESERTA DIDIK KELAS VIII B SMPK 1 HARAPAN DENPASAR PADA TAHAP SIKLUS II Lindawati, Ni Putu; Suparwa, I Nyoman; Dhanawati, Ni Made
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 2 (2015) September 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis research aimed at finding out how far the use of cooperative learning type think-pair-share could help the students of VIII B SMPK 1 Harapan Denpasar on grade VIII B to improve their writing ability especially in using simple past tense. Some theoretical frameworks are used in this research, such as the theory of cooperative learning by Johnson & Smith (1993) and theory of think-pair-share by Pimm (1987). The result of quantitative data on cycle II showed that the use of cooperative learning type think-pair-share could improve students writing ability especially at writing dialogs using simple past tense. It can be seen from the result of the students mean score on cycle II which was 83.0 and categorized into good level. The improvement was supported by the qualitative data. From the qualitative data, it was showed that the students could write good dialogs using simple past tense with proper structure. Besides, the students could use the mechanics appropriately in their dialogs and they have better ideas.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa persen penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dalam meningkatkan kemampuan menulis peserta didik khususnya pada tulisan karangan dialog dengan menggunakan simple past tense pada kelas VIII B SMPK 1 Harapan Denpasar. Landasan teori digunakan dalam penelitian ini yaitu teori tentang pembelajaran kooperatif oleh Johnson & Smith (1993) dan teori tentang think-pair-share oleh Pimm (1987). Hasil data kuantitatif pada siklus II menunjukkan bahwa penggunaan teknik model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dapat meningkatkan kemampuan menulis peserta didik khususnya pada karangan dialog dengan menggunakan simple past tense. Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai rerata yang diperoleh oleh peserta didik pada siklus II yaitu 83.0 dan tetap berada dalam kategori baik. Peningkatan ini juga didukung oleh data kualitatif. Dari hasil data kualitatif, terbukti bahwa peserta2didik mampu menulis karangan dialog menggunakan simple past tense dengan penyusunan kalimat yang benar sesuai dengan tata bahasa. Selain itu, peserta didik juga mampu menggunakan ejaan (tanda baca) yang benar dalam karangan yang mereka susun dengan ide yang lebih baik.
STRUKTUR DAN PERAN SEMANTIK VERBA MENYENTUH BAHASA BALI SUBTIPE MELAKUKAN-TERJADI: KAJIAN METABAHASA SEMANTIK ALAMI (MSA) Novita dewi, Anak Agung Alit; Sudipa, I Nengah
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 2 No 1 (2016) Maret 2016
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.372 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis leksikon-leksikon verba tindakan yang memiliki makna menyentuh dalam bahasa Bali. Jenis data dalam penelitian ini adalah data lisan yang berupa tuturan bahasa Bali dari penutur bahasa Bali itu sendiri. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode simak dengan teknik rekam dan teknik lanjutan berupa teknik catat. Teori Meta Bahasa Semantik (MSA) dan Peran Umum (Macro Role) digunakan untuk menganalisis data secara kualitatif melalui metode padan dan metode agih. Hasil analisis data disajikan dengan menggunakan metode formal dan informal.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat leksikon-leksikon verba menyentuh bahasa Bali yang memiliki polisemi maknamelakukan-terjadi. Polisemi makna tersebut ditinjau dari sudut hasil tindakan terhadap entitas berupa pengaruh fisik baik goodmaupun pengaruh fisik buruk bad. Setiap leksikon memiliki metabahasa yang ditinjau dari sudut cara kerja leksikon verba tersebut meliputi arah gerakan, jumlah gerakan, keceptan gerakan, kekuatan dari tindakan tersebut, ciri entitas yang dikenai tindakan, dan bagian tubuh yang digunakan sebagai instrumen ataupun benda yang dijadikan instrumen. Peran semantik terdiri atas peran umum argumen semantik dan peran khusus argumen semantik.Subtipe melakukan-terjadi memiliki peran khusus semantik agen, pasien, instrumen, dan lokasi dengan analisis berlapis ataupun analisis umum.Hasil analisis makna dan peran semantik dapat dilihat pada contoh leksikon verba berikut ini.Mingseg adalah tindakan menekan menggunakan kuku ibu jari hingga entitas menjadi hancur dan pada umumnya dilakukan untuk entitas kutu. Leksikon mingseg menghadirkan dua argumen yang menduduki peran umum sebagai actor dan undergoer. Peran khusus actor adalah sebagai agen yang mengendalikan peristiwa secara langsung. Peran khusus undergoer adalah sebagai pasien yang mendapatkan pengaruh fisik langsung dari agen.ABSTRACTThis study is aimed to analyze the lexicons of verb ‘do’ having meaning of ‘touching’ within in Balinese language. The type of the data in this research is spoken data of the Balinese language speaker. Data was collected by applying scruitinizing method in the form of recording and note taking techqniques. Natural Semantics Metalanguage and Macro Role theories were used to analyze the data qualitatively. The results of the data analysis were presented by applying formal and informal methods.The results of this study indicates that lexicons of verb ‘do’ having meaning of ‘touching’ within in Balinese language consist of the polisemy primitives primes ‘do’ and ‘happen’. The polysemy meaning of the lexicons was identified from the results of the action against the entity in the form of physical effects, both good and bad effects. The metalanguage of each lexicon was analyzed based on the entity, instrument, result, and the process of the action such as the direction of the motion, the amount of the motion, the speeand the power of the motion.Thesemantic roles of the lexiconsconsisted of macro-rolesand thematic- roles. The thematic roles of ‘do’ and ‘happen’ types are agent, patient, instrument, and locative.The results of the analysis of the semantic meaning and roles can be seen in the following example. ‘Mingseg’is a pressing action using the thumb nail to the entity being crushed and generally done to fleas. Lexicon ‘mingseg’ presents two arguments occupying macro-role as an actor and undergoer. The thematic role of the actor is the agent that controls the events directly. The thematic role of the undergoer is as the patient who received a direct physical effect of the agent. 
BELENGGU JIWA: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA NOVEL PULANG KARYA LEILA S. CHUDORI Yusriansyah, Eka; Darma Putra, I Ny; Mas Triadnyani, I Gusti Agung Ayu
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 2 No 2 (2016) (Sept 2016)
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.758 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menelaah struktur naratif novel Pulang, menguraikan wujud gangguan mental sebagai akibat dari belenggu jiwa, serta mendeskripsikan strategi pengarang dalam memberikan solusi terhadap belenggu jiwa. Penelitian ini menggunakan teori naratologi dan teori psikologi sastra. Wacana belenggu jiwa dianalisis menggunakan konsep psikologi eksistensialisme berdasarkan penerapan skema aktan dan fungsional sebagai lintasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belenggu jiwa menimbulkan gangguan mental, seperti kegelisahan, stres, trauma, dan depresi. Keempat gangguan psikologis tersebut menghambat proses realisasi diri dalam mewujudkan kehidupan sejati. Gangguan mental kronis yang tidak segera disembuhkan dapat membawa penderita pada kehampaan hidup dan alienasi (perasaan terasing) atau sebaliknya membuat penderita mendekatkan diri pada Tuhan atau transendensi. Untuk mengatasi gangguan mental tokoh-tokoh cerita, pengarang menawarkan dua solusi, yaitu erotisme dan kematian.  Abstract This research is aimed at analyzing the narrative structure of novel Pulang, identifying the form of psychology disorders as the effect of soul fetter, and finding out the writer’s strategies to overcome the psychology disorders. This research used narrative theory and psychology theory. The soul fetter discourse is analyzed by psychology existentialism concept based on the application of actant and functional scheme as the trajectory in exploring the discourse. The research result shows that fatter of soul causes psychology disorders, such as anxiety, stress, trauma, and depression. Those psychology disorders obstruct the process of self realization to get authentic life. Psychology disorders chronic which are not healed well causes meaningless of live and alienation, or on the contrary brings the sufferer to get closer to the God or transcendence. To overcome the psychology disorders of the fiction characters, the writer offers two solutions, both are eroticismand death.
TRANSLATION TECHNIQUES APPLIED TO TRANSLATE PREMODIFIED NOUN PHRASES IN “LALITAVISTARA” Dian Purnama Dewi, Ni Putu
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to Baker (1992), there are a number of translation issues that brings specific level of difficulties for the translator. Those issues includes: cultural-specific concepts, the source-language concept is not lexicalized in the target language, the source-language word is semantically complex, the source and target languages make different distinctions in meaning, the target language lacks a superordinate, the target language lacks a specific term, differences in physical or interpersonal perspective, differences in expressive meaning, differences in form, differences in frequency and purpose of using specific forms, and the use of loan words in the source text. When a translator should translate a text, the translator has to choose what should be kept and what should be sacrificed. Concerning to the issue of form difference in translation, this study is aimed at discussing about premodified NP translation and its translation problem, specifically in historical-cultural text. This aim is fulfilled by analyzing the premodified NP in a bilingual historical book written by Leber (2011) entitled ?Lalitavistara?.Result of this study shows that types of premodified English NP found in bilingual book ?Lalitavistara? which are premodified in term of adjective are varied. The English NP can take single premodification or multiple premodification by combining the adjectives with other types of premodifier. The meaning of these NPs can only be analyzed in term of grammatical equivalence. Literal translation is the most common technique used in this bilingual book Menurut Baker (1992), ada sejumlah isu penerjemahan yang membawa ktingkat kesulitan tersendiri bagi penerjemahnya. Isu-isu tersebut meliputi: konsep-konsep bahasa yang sangat terkait dengan kebudayaan, konsep dalam bahasa sumber yang tidak memiliki padanan dalam bahasa target, kompleksitas kata dalam bahasa sumber, adanya perbedaan makna pada bahasa sumber dan bahasa target, dalam bahasa target tidak ada istilah yang lebih umum, bahasa target tidak ada istilah yang lebih spesifik, perbedaan dalam perspektif fisik atau interpersonal, perbedaan dalam makna ekspresi, perbedaan struktur, perbedaan frekuensi dan tujuan dalam menggunakan struktur tertentu, dan pemakaian kata pinjaman dalam bahasa sumber. Ketika seorang penerjemah harus menerjemahkan sebuah teks, penerjemah tersebut harus memilih aspek mana saja yang harus dipertahankan dan yang mana yang harus dikorbankan. Menanggapi isu penerjemahan yang terjadi, terutama dari segi struktur bahasa, studi ini dimaksudkan untuk membahas tentang penerjemahan frase kata benda dengan premodifier dan masalah penerjemahannya, terutama dalam teks terkait sejarah dan budaya. Tujuan ini dapat dicapat dengan menganalisis frase kata benda dengan premodifier dalam buku bilingual yang ditulis oleh Leber (2011) berjudul ?Lalitavistara?. Hasil srudi ini menunjukkan bahwa jenis frase kata benda yang ditemukan dalam buku ?Lalitavistara? yang dimodifikasi dengan kata sifat beragam. Frase kata benda bahasa Inggris dapat ditemukan dengan memiliki satu premodifier atau banyak premodifier. Makna dalam frase-frase ini hanya bisa dianalisis dari segi ekuivalensi gramatikal saja. Teknik penerjemahan literal yang paling banyak dipakai dalam menerjemahkan buku bilingual ini.
THE WORD ONE IN ENGLISH AND ITS EQUIVALENT IN INDONESIAN WITH REFERENCE TO ” THE DA VINCI CODE” Hariawati, Ni Nyoman; Artawa, I Ketut; Udayana, I Nyoman
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 3 No 1 (2017) (march 2017)
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.171 KB)

Abstract

AbstractThis research is conducting the word one in english and its equivalent in Indonesian with reference to the novel The Da Vinci Code, 2003 by Brown and its translation, 2013 by Dwijati. The word one in english has catagorized different part namely with singular by one , with plural by ones , modified with article- the, and determiner -that or -this. The catagorized of one could be found in the nominal substitution as cohesive device.The translation one in the English into Indonesian has correspodence equivalent in the text. Molina and Albier (2002:509) stated that translation techniques have five basic characteristics: they affect the result of the translation, they are classified by the comparison with the original, they affect micro-units of text, they are by nature discursive and contextual, and they are functional. The result of translation is made the equivalent between source language and targetlanguage. Based on equivalent Halliday (1976: 38) stated one as substitution is as the replacement of one item by another such as words or phrases. In line with Halliday, Renkema (1993: 38) stated that substitution is a replacement of a word (group) or sentence segment by a “dummy” word.The result in this research devided one into some types nominal substitution as one, ones, the one, this one and that one. The result of translation one can be function as nominal substitution and it?s equivalent in Indonesian.
PENERAPAN MEDIA POWERPOINT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS DESCRIPTIVE TEXT Dwi Wella Suhartatik, Gusti Agung Ayu; Mbete, Aron Meko; Sedeng, I Nyoman
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 2 (2015) September 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.605 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam menulis descriptive text sebelum dan sesudah diterapkan pembelajaran berbasis media powerpoint. Sampel yang digunakan adalah peserta didik kelas XI IPS 2 SMA Jembatan Budaya Badung berjumlah 20 orang. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan model the one group pretest-posttest design. Pada tahap pratindakan peserta didik diberikan tes sebagai analisis awal kemampuan menulis dan pada tahap pascatindakan tes dilakukan untuk mengetahui peningkatan kemampuan peserta didik setelah pembelajaran dengan media powerpoint diaplikasikan.Proses pengumpulan data dilakukan melalui tes, lembar observasi dan kuesioner. Selanjutnya, data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif yang disajikan dalam bentuk pemaparan deskriptif, tabel, dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa mengalami peningkatan setelah memeroleh treatment. Pada tahap pratindakan diperoleh nilai rata-rata awal sebesar 69,85 dan pada tahap pascatindakan nilai rata-rata mencapai 74,55. Dengan demikian, peningkatan kemampuan siswa dalam menulis descriptive text signifikan sebesar 4,70. ABSTRACTAims of this study are to determine the writing skill of descriptive text before and after the implementation of media powerpoint. The samplings were purposely taken from class XI IPS 2 consisting 20 students at SMA Jembatan Budaya Badung. This study was designed in the form of quasi experimental with the one group pretest-posttest design. The students were given pretest at the beginning and posttest at the end of the lesson to analyse their skills in writing as well as the improvement after media was implemented in the learning process.2The data was collected by using three instruments such as, test, observation, and questionnaires. It was qualitatively and quantitatively analysed and presented by tables, charts, and descriptives. The result showed that there was improvement on the students’ writing skill after the treatment was implemented, from 69,85 on the pretest and 74,55 on the posttest. Thus, it means that skill of the students’ writing had siginificant improvement in the value 4,70.
VARIASI BAHASA DAKAM PERTUNJUKAN WAYANG CENG BLONK LAKON “HANOMAN KE SUARGAN” , “ABHIMANYU MEKRANGKENG” DAN “SUTA AMERIH BAPA” Rani Prihastini, A.A.Sg Putri; Mbete, Aron Meko; Dhanawaty, Ni Made
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 2 No 2 (2016) (Sept 2016)
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.577 KB)

Abstract

ABSTRAKVariasi bahasa adalah gejala bahasa yang sering muncul dalam pertunjukan kesenian, seperti pada pertunjukan wayang, dalam hal ini pertunjukan wayang Ceng Blonk. Wayang Ceng Blonk merupakan sebuah pertunjukan wayang dengan mengambil cerita dari epos Mahabrata maupun Ramayana yang kemudian dikemas dengan bentuk baru. Kemasan pertunjukan wayang yang baru ini sesuai dengan perkembangan zaman. Bahasa yang sering dipergunakan dalam pertunjukan wayang Ceng Blonk adalah bahasa Bali, bahasa Bali Kuno maupun bahasa Sansekerta disisipi dengan bahasa Indonesia maupun bahasa asing, misalnya bahasa Inggris. Fenomena ini menjadi sangat menarik untuk diteliti lebih lanjut untuk menemukan fenomena variasi bahasa yang muncul dalam pertunjukan wayang Ceng Blonk.ABSTRACTLanguage variation is one of the language phenomenons what mostly occur in the art performance, especially in the wayang Ceng Blonk performance. Wayang Ceng Blonk is one of the wayang performance that is perform in Bali which is take the Ramayana dan mahabarata Epos for the story line and retell with new style. The new performing of Wayang Ceng Blonk followed the moderenisation era; this is caused the performance lately using more than one language as usually. Wayang performance nowdays are using Balinese, ancient Balinese, Sanskrit and sometime adding with Indonesia and English. This is an interesting phenomenom that is found in the Wayang Ceng Blonk performance and it is become an interesting thing to analyse. The language vatiation that is occur in the wayang Ceng Blonk performance are interesting to analyse.
PENINGKATAN KUALITAS KOHERENSI ESAI DESKRIPTIF MELALUI MIND MAPPING Gita Ardiantari, Ida Ayu Putri; budiarsa, Made; suparwa, I Nyoman
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 3 No 1 (2017) (march 2017)
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.167 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan pada 26 orang mahasiswa kelas B Semester III Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Saraswati Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kokoherensian tulisan esai deskriptif sebelum dan setelah penerapan teknik mind mapping. Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri atas dua siklus yang mencakup empat tahapan siklus yaitu perencanaan, penerapan tindakan, observasi, dan refleksi. Metode tes dan non-tes digunakan dalam mengumpulkan data. Data kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan teori menulis dari Oshima (2006) dan Harmer (2004). Data hasil analisis disajikan secara deskriptif dengan menggunakan tabel dan diagram batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan mind mapping dalam menulis esai deskriptif dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas skor esai terutama penggunaan penanda koherensi di dalamnya. Data menunjukkan nilai rerata aspek koherensi pada tes pratindakan adalah 20.5. Setelah dilakukan penerapan teknik Mind Mapping, kuantitas dan kualitas esai deskriptif mahasiswa meningkat. Peningkatan nilai rerata terjadi sebesar 1.6 poin, yakni nilai rerata siklus I adalah 22.1 dan nilai rerata siklus II adalah 25. Secara kualitas, kekoherenan esai yang dihasilkan pun terlihat dengan jelas, terutama pada penggunaan sinyal transisi. Sebelumnya, sinyal transisi yang digunakan didominasi oleh kata penghubung koordinat “and, but, or”. Sedangkan pada tes siklus I dan II dapat dilihat peningkatannya dengan ditemukannya penggunaan frasa-frasa transisi seperti “in addition, in short” dan kata penghubung adverbial seperti “however, moreover, furthermore” pada hampir semua esai. ABSTRACK This research is Classroom Action Research to 26 students of B class, the Third Semester of Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Saraswati Denpasar. The purpose of this research is to investigate the coherence of descriptive essay before and after the implementation of mind mapping. This Classroom Action Research consists of two cycles that involves four steps: planning, action, observation, and reflection. Test and non-test method are used in collecting data. The data, then, are analyzed qualitatively and quantitatively based on writing theory by Oshima (2006) and Harmer (2004). Data those already analyzed are presented descriptively with table and bar chart. The research?s result show that the implementation of mind mapping in writing descriptive essay can increase the quantity of the test score and also the essay quality, especially the coherence of the essay. Pretest data show that the coherence aspect?s mean score is 20.5. After Mind Mapping had applied, the quantity and quality of the students? descriptive essay increased. The increasing of mean score is 1.6 point, which the mean score of coherence aspect in first cycle is 22.1, and the mean score in the second cycle is 25. Qualitatively, the essay coherence can be seen clearly especially in the use of transition signals. The transition signals which were dominated by the used of coordinating conjunction “and, but, or” on pretest, however on first and second cycle test can be also seen the used of transition phrases as “in addition, in short” and conjunctive adverbs “however, moreover, furthermore” almost in all essays.
PEMBELAJARAN TATA BAHASA DALAM SIMPLE PAST TENSE MELALUI TEKNIK BERMAIN PERAN PADA SISWA KELAS X AKOMODASI PERHOTELAN 4 DI SMK NEGERI 4 DENPASAR TAHUN AJARAN 2015/2016 Boru Simorangkir, Sherly Lusiana; Artawa, Ketut; Pastika, I Wayan
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 2 (2015) September 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui seberapa besar penggunaan teknik bermain peran dalam meningkatkan pemahaman tata bahasa Inggris siswa khususnya pada penggunaan simple past tense pada kelas X Akomodasi Perhotelan 4 di SMK Negeri 4 Denpasar. Landasan teori dalam penelitian ini yaitu teori tentang tata bahasa, khususnya simple past tense oleh Quirk et al (1985) dan teori tentang pengajaran tata bahasa oleh Williams (2005)Sebelum dilaksanakan pembelajaran, tes awal diberikan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sehingga peneliti mengetahui peningkatan yang dialami siswa setelah diberikan pembelajaran. Hasil data kualititatif menunjukkan bahwa penggunaan teknik bermain peran dapat membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman mereka mengenai tata bahasa dalam simple past tense sehingga mereka mampu menyusun kalimat dan dialog dengan menggunakan simple past tense secara benar. Hal ini dapat dilihat dari kalimat simple past tense yang disusun oleh siswa pada saat diberikan tes dan terjadi peningkatan selama teknik bermain peran diterapkan.ABSTRACTThis research aimed at finding out how far the use of role play technique could help the students? of SMK Negeri 4 Denpasar on grade X Hospitality Accommodation to improve their understanding of English grammar especially in using simple past tense. The theories which are used in this research are the theory of English grammar especially simple past tense by Quirk et al (1985) and theory of teaching grammar by Williams (2005).Before the treatment was carried, pre-test was conducted in order to know the students? basic ability, so that the researcher knew the progress of the students after the treatment was given. The result of qualititative data showed that the use of role play technique could help the students improve their understanding of English grammar especially in using simple past tense, the students could arrange their own sentences and dialogs using simple past tense correctly. It can be seen from the sentences that were arranged by the students when the tests were given and the students? achievement tests which increased continuously during the application of role play technique.Key words : Grammar, simple past tense, role play technique
MEKANISME PENAIKAN VALENSI BAHASA BALI DIALEK NUSA PENIDA (BBDNP) SUARI, A. A. PT.
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.09 KB)

Abstract

This article will be concerned with verbal construction in BBDNP. The construction discussed about causatives verb formation. Causativation is related to valency changes of verb. The concept of valence referes to the number of argument  that a head may take, in this case the head is the predicate of a clause. Causativation can increase the valence of a verb. Causative processes involve affixes which will be attached on a particular verb. According to this article, affixes of valenecy changes are causative suffix {-ang} and causative suffix {-in}. Both of them mark the BBDNP base, such as a verb, an adjective, a precategorial even state verb. In other side, suffix {-a} can decrease valence of the verb. Tulisan ini mengenai konstruksi verba BBDNP. Konstruksi yang dimaksud pada tulisan ini adalah konstruksi kausatif . Pengausatifan erat kaitannya dengan perubahan valensi. Konsep valensi mengacu pada jumlah argumen yang dapat dihadirkan oleh verba yang berfungsi sebagai predikat dalam sebuah klausa. Perubahan valensi verba yang dilakukan melalui proses kausatif menyebabkan verba akan mengalami peningkatan valensi. Proses pengausatifan ini melibatkan afiks atau pemarkah yang akan dilekatkan pada verba tertentu. Berdasarkan hasil temuan penelitian tetang mekanisme perubahan valensi BBDNP, diketahui bahwa pemarkah pengubah valensi adalah sufiks kausatif {-ang} dan sufiks kausatif {-in}. Kedua sufiks kausatif ini melekat pada predikat dengan bentuk dasar verba, adjektiva, dan prakatagorial serta verba keadaan sehingga verba-verba tersebut mengalami penaikan valensi. Di sisi lain, ditemukan pemarkah penurun valensi berupa sufiks pasif{-a}.