cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
E-JURNAL LINGUISTIK
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Language and Translation Studies is an indexed, peer-reviewed, open-access, research journal for researchers, scholars, teachers, students, luminaries and policy makers associated with the professions of teaching, learning and assessing language, literature, linguistics and translation studies across the entire globe.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2015) September 2015" : 8 Documents clear
HASIL ANALISIS DATA KUANTITATIF DAN KUALITATIF KARANGAN DIALOG PESERTA DIDIK KELAS VIII B SMPK 1 HARAPAN DENPASAR PADA TAHAP SIKLUS II Lindawati, Ni Putu; Suparwa, I Nyoman; Dhanawati, Ni Made
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 2 (2015) September 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis research aimed at finding out how far the use of cooperative learning type think-pair-share could help the students of VIII B SMPK 1 Harapan Denpasar on grade VIII B to improve their writing ability especially in using simple past tense. Some theoretical frameworks are used in this research, such as the theory of cooperative learning by Johnson & Smith (1993) and theory of think-pair-share by Pimm (1987). The result of quantitative data on cycle II showed that the use of cooperative learning type think-pair-share could improve students writing ability especially at writing dialogs using simple past tense. It can be seen from the result of the students mean score on cycle II which was 83.0 and categorized into good level. The improvement was supported by the qualitative data. From the qualitative data, it was showed that the students could write good dialogs using simple past tense with proper structure. Besides, the students could use the mechanics appropriately in their dialogs and they have better ideas.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa persen penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dalam meningkatkan kemampuan menulis peserta didik khususnya pada tulisan karangan dialog dengan menggunakan simple past tense pada kelas VIII B SMPK 1 Harapan Denpasar. Landasan teori digunakan dalam penelitian ini yaitu teori tentang pembelajaran kooperatif oleh Johnson & Smith (1993) dan teori tentang think-pair-share oleh Pimm (1987). Hasil data kuantitatif pada siklus II menunjukkan bahwa penggunaan teknik model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dapat meningkatkan kemampuan menulis peserta didik khususnya pada karangan dialog dengan menggunakan simple past tense. Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai rerata yang diperoleh oleh peserta didik pada siklus II yaitu 83.0 dan tetap berada dalam kategori baik. Peningkatan ini juga didukung oleh data kualitatif. Dari hasil data kualitatif, terbukti bahwa peserta2didik mampu menulis karangan dialog menggunakan simple past tense dengan penyusunan kalimat yang benar sesuai dengan tata bahasa. Selain itu, peserta didik juga mampu menggunakan ejaan (tanda baca) yang benar dalam karangan yang mereka susun dengan ide yang lebih baik.
PENERAPAN MEDIA POWERPOINT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS DESCRIPTIVE TEXT Dwi Wella Suhartatik, Gusti Agung Ayu; Mbete, Aron Meko; Sedeng, I Nyoman
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 2 (2015) September 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.605 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam menulis descriptive text sebelum dan sesudah diterapkan pembelajaran berbasis media powerpoint. Sampel yang digunakan adalah peserta didik kelas XI IPS 2 SMA Jembatan Budaya Badung berjumlah 20 orang. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan model the one group pretest-posttest design. Pada tahap pratindakan peserta didik diberikan tes sebagai analisis awal kemampuan menulis dan pada tahap pascatindakan tes dilakukan untuk mengetahui peningkatan kemampuan peserta didik setelah pembelajaran dengan media powerpoint diaplikasikan.Proses pengumpulan data dilakukan melalui tes, lembar observasi dan kuesioner. Selanjutnya, data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif yang disajikan dalam bentuk pemaparan deskriptif, tabel, dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa mengalami peningkatan setelah memeroleh treatment. Pada tahap pratindakan diperoleh nilai rata-rata awal sebesar 69,85 dan pada tahap pascatindakan nilai rata-rata mencapai 74,55. Dengan demikian, peningkatan kemampuan siswa dalam menulis descriptive text signifikan sebesar 4,70. ABSTRACTAims of this study are to determine the writing skill of descriptive text before and after the implementation of media powerpoint. The samplings were purposely taken from class XI IPS 2 consisting 20 students at SMA Jembatan Budaya Badung. This study was designed in the form of quasi experimental with the one group pretest-posttest design. The students were given pretest at the beginning and posttest at the end of the lesson to analyse their skills in writing as well as the improvement after media was implemented in the learning process.2The data was collected by using three instruments such as, test, observation, and questionnaires. It was qualitatively and quantitatively analysed and presented by tables, charts, and descriptives. The result showed that there was improvement on the students’ writing skill after the treatment was implemented, from 69,85 on the pretest and 74,55 on the posttest. Thus, it means that skill of the students’ writing had siginificant improvement in the value 4,70.
PEMBELAJARAN TATA BAHASA DALAM SIMPLE PAST TENSE MELALUI TEKNIK BERMAIN PERAN PADA SISWA KELAS X AKOMODASI PERHOTELAN 4 DI SMK NEGERI 4 DENPASAR TAHUN AJARAN 2015/2016 Boru Simorangkir, Sherly Lusiana; Artawa, Ketut; Pastika, I Wayan
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 2 (2015) September 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui seberapa besar penggunaan teknik bermain peran dalam meningkatkan pemahaman tata bahasa Inggris siswa khususnya pada penggunaan simple past tense pada kelas X Akomodasi Perhotelan 4 di SMK Negeri 4 Denpasar. Landasan teori dalam penelitian ini yaitu teori tentang tata bahasa, khususnya simple past tense oleh Quirk et al (1985) dan teori tentang pengajaran tata bahasa oleh Williams (2005)Sebelum dilaksanakan pembelajaran, tes awal diberikan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sehingga peneliti mengetahui peningkatan yang dialami siswa setelah diberikan pembelajaran. Hasil data kualititatif menunjukkan bahwa penggunaan teknik bermain peran dapat membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman mereka mengenai tata bahasa dalam simple past tense sehingga mereka mampu menyusun kalimat dan dialog dengan menggunakan simple past tense secara benar. Hal ini dapat dilihat dari kalimat simple past tense yang disusun oleh siswa pada saat diberikan tes dan terjadi peningkatan selama teknik bermain peran diterapkan.ABSTRACTThis research aimed at finding out how far the use of role play technique could help the students? of SMK Negeri 4 Denpasar on grade X Hospitality Accommodation to improve their understanding of English grammar especially in using simple past tense. The theories which are used in this research are the theory of English grammar especially simple past tense by Quirk et al (1985) and theory of teaching grammar by Williams (2005).Before the treatment was carried, pre-test was conducted in order to know the students? basic ability, so that the researcher knew the progress of the students after the treatment was given. The result of qualititative data showed that the use of role play technique could help the students improve their understanding of English grammar especially in using simple past tense, the students could arrange their own sentences and dialogs using simple past tense correctly. It can be seen from the sentences that were arranged by the students when the tests were given and the students? achievement tests which increased continuously during the application of role play technique.Key words : Grammar, simple past tense, role play technique
KEMAMPUAN BERBICARA NARATIF DENGAN METODE AUDIOLINGUAL PADA PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 1 KUTA UTARA Verayanti Utami, Ni Putu Dwi; Sudipa, I Nengah; Seri Malini, Ni Luh Nyoman
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 2 (2015) September 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.06 KB)

Abstract

ABSTRACTThis research aimed at finding out how far the use of audiolingual method could helpthe students of SMA Negeri 1 Kuta Utara on grade XI to improve their narrativespeaking ability. Some theoretical frameworks are used in this research, such as thetheory of behavioristic by Thorndike (2000) and theory the characteristics of theaudiolingual method by Effendy (2002). The data collection that used in this researchwere pre-observation, cycle I, and cycle II. The result of the quantitative data showedthat the use of audiolingual method could improve students speaking ability. It can beseen from the result of the students mean score on cycle II which was 85.81 andcategorized into very good level. The improvement of the students ability not onlyseen from the quantitative data, but also from qualitative data, i.e. from observation ofthe teacher’s activity and students activity in the classroom ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar penggunaan metodeaudiolingual dalam meningkatkan kemampuan berbicara naratif peserta didik kelasXI Bahasa SMA Negeri 1 Kuta Utara. Landasan teori yang digunakan dalampenelitian ini yaitu teori belajar behavioristik oleh Thorndike (2000) dan karakteristikmetode audiolingual oleh Effendy (2002). Teknik pengumpulan data yang dipakaidalam penelitian ini, yaitu pratindakan, siklus I, dan siklus II. Hasil data kuantitatifmenunjukkan bahwa penggunaan metode audiolingual dapat meningkatkankemampuan berbicara naratif peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai reratayang diperoleh oleh peserta didik pada siklus II yaitu 85.81 dengan kategori sangatbaik. Peningkatan kemampuan peserta didik tidak hanya dilihat dari hasil datakuantitatifnya, tetapi juga terlihat dari data kualitatifnya, seperti observasi kegiatanpeserta didik di dalam kelas.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS DENGAN TEKNIK ROLE PLAY PADA SISWA KELAS X SMA DWIJENDRA DENPASAR Arya Windari, Putu Ayu
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 2 (2015) September 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis research aimed at finding out how far the use of role play technique be able to improve their speaking ability especially at SMA Dwijendra Denpasar on grade X. Some theoretical frameworks are used in this research, such as the theory of behavioristik by J.B Skinner (1957) and theory of speaking skills by Harmer (1983) and this research used communicative approach aimed for communicative competence as a goal of language teaching as well as develop teaching techniques language skills.The result of quantitative data on cycle II showed that the use of cooperative learning type think-pair-share could improve students writing ability especially at writing dialogs using simple past tense. It can be seen from the result of the students mean score on cycle II which was 77% and categorized into good level. The improvement was supported by the qualitative data. From the qualitative data, it was showed that the students could speak good dialogs with proper structure. Besides, the students could use the mechanics appropriately in their dialogs and they have better ideas.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa persen penggunaan teknik role play dapat meningkatkan kemampuan berbicara peserta didik khususnya pada siswa kelas X SMA Dwijendra Denpasar. Landasan teori dalam penelitian ini yaitu teori behavioristik oleh J.B Skinner (1957), keterampilan berbicara oleh Harmer (1983) dan penelitian ini menggunakan pendekatan komunikatif (communicative approach) yang bertujuan untuk menjadikan kompetensi komunikatif sebagai tujuan pengajaran bahasa serta untuk mengembangkan teknik-teknik pengajaran keterampilan bahasa. Hasil data kuantitatif pada siklus II menunjukkan bahwa penggunaan teknik role play dapat meningkatkan kemampuan berbicara dengan bahasa Inggris peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai rerata yang diperoleh oleh peserta didik pada siklus II yaitu 77% dan tetap berada dalam kategori baik. Peningkatan ini juga didukung oleh data kualitatif. Dari hasil data kualitatif, terbukti bahwa peserta didik mampu berdialog di depan kelas dengan penyusunan kalimat yang benar sesuai dengan tata bahasa. Selain2itu, peserta didik juga mampu menggunakan pelafalan yang benar dalam dialog yang mereka susun dengan ide yang lebih baik.
TRANSLATION OF INDONESIAN COMPLEX SENTENCES WITH CONCESSIVE CLAUSES IN THE NOVEL 9 SUMMERS 10 AUTUMNS: DARI KOTA APEL KE THE BIG APPLE Ariani, Ni Made; Putra Yadnya, Ida Bagus; Made Puspani, Ida Ayu
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 2 (2015) September 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.828 KB)

Abstract

ABSTRAKArtikel ini menyajikan pembahasan terjemahan konstruksi kalimat kompleks yang mengandung klausa konsesif dari bahasa Indonesia pada novel 9 Summers 10 Autumns: dari Kota Apel ke The Big Apple serta terjemahannya dalam bahasa Inggris berjudul 9 Summers 10 Autumns: from the City of Apples to The Big Apple. Pembahasan ini bertujuan untuk memahami terjemahan kalimat kompleks yang mengandung klausa konsesif pada bahasa Indonesia kedalam bahasa Inggris. Apakah kalimat kompleks ini diterjemahkan kedalam bentuk konstruksi yang sama dari bahasa sumber (BS) kedalambahasa target (BT) atau sebaliknya diterjemahkan kedalam bentuk konstruksi yang berbeda. Pembahasan artikel ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi prosedur penerjemahan yang dipergunakan dalam proses menerjemahkan konstruksi kalimat ini. Teori Sneddon (1996) dikombinasikan dengan teori Thomson dan Martinet (1986) serta Larson (1998) untuk memecahkan permasalahan pertama. Teori Vinay dan Darbelnet (padaVenuti, 2000) dipergunakan untuk menganalisis permasalahan kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalimat kompleks bahasa Indonesia yang mengandung klausa konsesif diterjemahkan seluruhnya kedalam bahasa Inggris dengan bentuk konstruksi yang sama, yakni konstruksi klausa konsesif. Temuan yang kedua menunjukkan bahwa literal translation, transposition, modulation, equivalence dan adaptation merupakan prosedur penerjemahan yang dipergunakan dalam proses penerjemahan ABSTRACTThis article presents an analysis on the translation of Indonesian complex sentences with concessive clauses into English found in the novel 9 Summers 10 Autumns: dari Kota Apelke The Big Apple and in its English translation entitled 9 Summers 10 Autumns: from the City of Apples to The Big Apple.The analysis is conducted in order to investigate on whether the complex sentences with concessive clauses in the Source Language (SL) are translated into similar form of concessive in the Target Language (TL) or instead into a different form.Secondly, the analysis is also conducted in order to identify what the translation procedures utilized by the translator in translating this sentence construction. Theories by Sneddon (1996) combined with the one by Thomson and Martinet (1986) and as well Larson2(1998)are applied in responding to the first question. The theory by Vinay and Darbelnet (in Venuti, 2000) is used in coping with the second problem.Findings of the research show that the Indonesian complex sentences with concessive clauses collected are translated into English through the same form, the form of concessive clauses. In terms of procedure, the finding of the research, shows that Literal translation, Transposition, Modulation, Equivalence and Adaptation are applied.
TRANSITIVITAS DALAM TEKS PERDA KEPARIWISATAAN KABUPATEN TABANAN Narlianti, Ni Putu Veny
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 2 (2015) September 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.061 KB)

Abstract

ABSTRAKKajian transitivitas Teks Perda Kepariwisataan Kabupaten Tabanan (TPKKT) bertujuan untuk mengetahui sistem transitivitas dalam TPKKT. Kajian transitivitas berhubungan dengan unsur gramatika yang dapat digunakan untuk mengungkapkan partisipan yang terlibat dalam suatu peristiwa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini diperoleh dari Teks Perda Kepariwisataan Kabupaten Tabanan (TPKKT). Teori yang digunakan adalah teori Linguistik Sistemik Fungsional (LSF) yang dikemukakan oleh Halliday (1985). Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik catat. Metode penyajian hasil analisis data yang digunakan adalah metode formal dan informal. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah proses yang paling banyak digunakan dalam TPKKT adalah proses material 215 atau 50,3%, proses relasional 99 atau 23,2%, proses mental 98 atau 22,9%, proses wujud 11 atau 2,6%, proses verbal 2 atau 0,5% dan tingkah laku 2 atau 0,5%.ABSTRACTThe study of transitivity towards the Local-Regencies Rule of Tourism in Tabanan regency (abbreviated as TPKKT) aimed to determine the transitivity system in TPKKT. This transitivity study was particularly associated with grammatical elements that could be used to reveal the participants involved in the incident. Furthermore, this study used a qualitative approach, on which the data sources were obtained from the Tourism Regulation Text in Tabanan regency (TPKKT). The theory used in this research was the theory of Systemic Functional Linguistics (SFL) proposed by Halliday (1985). The data collection methods and techniques used in this research was observational and technical note. The method of presenting the data analysis results was the formal and informal methods. The results of this study showed that the number of the most widely used process in TPKKT was the process of materia 215 or 50.3%, relational 99 or 23.2%, mental 98 or 22.9%, form 11 or 2.6%, verbal 2 or 0.5%, and behavior 2 or 0.5%
THE ENGLISH POSTMODIFIED NOUN PHRASES IN “INFERNO” AND THEIR TRANSLATION EQUIVALENTS IN INDONESIAN WITH REFERENCE TO “NERAKA” Shanti Iswari, I Gusti Ayu
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 2 (2015) September 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.014 KB)

Abstract

ABSTRAKKesepadanan makna merupakan hal yang sangat penting dalam proses penerjemahan. Makna yang terkandung pada bahasa sumber harus berhasil disampaikan ke dalam bahasa target, dimana terkadang bahasa target memiliki tatanan bahasa yang berbeda. Salah satu perbedaan struktur bahasa yang dapat kita lihat adalah perbedaan struktur kata benda pada bahasa Inggris dan pada bahasa Indonesia.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi jenis frase kata benda diperluas ke kanan dalam bahasa Inggris yang ditemukan di Inferno, untuk menggambarkan bagaimana frase kata benda yang diperluas ke kanan dalam bahasa Inggris yang ditemukan di Inferno diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pada novel terjemahan yang berjudul Neraka, dan menganalisis teknik penerjemahan yang diterapkan untuk menerjemahkan frase kata benda yang diperluas ke kanan dalam bahasa Inggris yang ditemukan di Inferno dan versi bahasa Indonesianya yang berjudul Neraka. Beberapa teori diterapkan untuk mendukung analisis penelitian ini. Teori tersebut antara lain teori gramatikal tentang frase kata bendaoleh Quirk et al. (1985), x-bar teori oleh Chomsky (1970) untuk menggambarkan jenis frase kata benda yang diperluas ke kanan dalam bahasa Inggris yang ditemukan di Inferno dan teori teknik penerjemahan oleh Mollina dan Albir (2002). Selain itu, teori padanan terjemahan oleh Nida dan Taber yang menjelaskan teori padanan dinamis dan formal juga diterapkan dalam penelitian ini.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana data yang didapat dijelaskan secara deskriptif. Kata-kata benda diperluas ke kanan yang terdapat dalam novel Inferno digarisbawahi dan dicatat lalu dianalisa dengan menggunakan teori yang tersebut di atas. Analisis menunjukkan bahwa semua jenis frase kata benda diperluas ke kanan ditemukan di Inferno.Ketika data tersebut diterjemahkan ke dalam teks sasaran, kebanyakan dari data tersebut memiliki padanan dinamis di mana walau bentuk teks asli diubah namun teks terjemahan masih memiliki arti atau pesan yang sepadan. Dalam menerjemahkan frase kata benda diperluas ke kanan yang ditemukan2di Inferno ke dalam bahasa Indonesia, hanya dua belas dari delapan belas teknik penerjemahan yang diterapkan.ABSTRACTEquivalence is the central element that must be achieved in translation process. The message in source language needs to be transfered into the target language which often hasdifferent linguistic setting from the source language.The sample of structural differences can be seen from the noun phrase structure between these two languages, English and Indonesian.This study is aimed at identifying the types of English postmodified noun phrases found in Inferno, describing how English postmodified noun phrases found in Inferno translated into Indonesian in Neraka and analyzing translation techniques applied in translating the English postmodified noun phrases in Inferno into Indonesian in Neraka. Some theories were applied in order to support the analysis of this study; they are grammatical theory of noun phrase proposed by Quirk et all (1985), the x-bar theory purposed by Chomsky (1970) to describe the types of English postmodified noun phrases and thetheory of translation technique proposed by Mollina and Albir (2002). Besides, the theory of translation equivalence proposed by Nida and Taber about the dynamic and formal equivalence was also applied in this study.This study applied the qualitative approach where the data are explained descriptively. The data were taken using the note-taking procedure. The data then were analyzed using the theories mentioned previously. The analysis showed that all types of English postmodified noun phrases were found in Inferno. When they were translated into the target text, most of them had dynamic equivalence where the form of the original text was changed but it still had the same meaning or message in the target text. In translating the English postmodified noun phrases which were found in Inferno, only twelve of eighteen translation techniques were applied.

Page 1 of 1 | Total Record : 8