cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Visi Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
PERAN DAN STRATEGI KONSULTAN PR DALAM KAMPANYE POLITIK INDONESIA (STUDI KASUS DI TANGERANG SELATAN) Erlita, Novi
Jurnal Visi Komunikasi Vol 14, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Jurnal Visi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jvk.v14i2.1676

Abstract

His study used a case study that describes circumstances or events that occur in the South Tangerang election as a public relations consultant efforts in Indonesias political campaign. Various strategies and activities of PR Consultants in South Tangerang first round of elections by political parties to attract the votes and sympathy of the masses. Many things done, starting with the media utilizing PR (Press Release print and website mediated political party), take direct action against the villages of the people distributing food, providing support to mothers during informal gatherings, open campaigning, as well as campaigns involving voters directly. While the lure voters to vote is the responsibility of a political partys election campaign team. How that is done is also quite diverse, ranging from positive campaign, negative campaign / black campaign, even to the black propaganda. Negative campaigning is done to bring down opponents by distributing leaflets whose content contains weaknesses and ugliness opponent. Dalam penelitian ini digunakan studi kasus yang memaparkan situasi atau peristiwa yang terjadi dalam proses Pilkada Tangerang Selatan sebagai upaya konsultan PR dalam kampanye politik Indonesia. Berbagai strategi dan aktivitas Konsultan PR pada Pilkada Tangerang Selatan putaran pertama dilakukan oleh partai politik demi menarik perolehan suara dan simpati massa. Banyak hal dilakukan, mulai dengan memanfaatkan media humas (Press Release dimedia cetak maupun website parpol), melakukan aksi langsung ke kampung-kampung rakyat membagikan sembako, memberikan bantuan pada ibu-ibu majelis ta’lim, melakukan kampanye terbuka, serta kampanye yang melibatkan pemilih langsung. Sedangkan untuk menarik simpati pemilih suara yang menjadi tanggung jawab tim pemenangan pemilu partai politik. Cara yang dilakukanpun cukup beragam, mulai dari kampanye positif, kampanye negatif/black campaign, bahkan sampai pada black propaganda. Kampanye negatif dilakukan untuk menjatuhkan lawan dengan cara menyebarkan selebaran-selebaran yang isinya memuat kelemahan dan kejelekan lawan.
KOMUNIKASI RISIKO HIV DAN AIDS BAGI KELOMPOK REMAJA GAY DI JAKARTA Widadi, Slamet
Jurnal Visi Komunikasi Vol 16, No 1 (2017): May 2017
Publisher : Jurnal Visi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jvk.v16i1.1640

Abstract

Current information related knowledge of HIV and AIDS is not yet a priority need and not fully accessible to teenagers. They prefer the latest information and modern related to life style or lifestyle. The focus of this research is "How Worker Outreach activities Inter Medika Foundation in communicating HIV and AIDS for" Gay Teen "in Jakarta?". The purpose of this study one of them is "researchers can find out about the activities of the Outreach Worker Foundation for Inter Medika in communicating HIV and AIDS for Gay Teens in Jakarta, As this study using the case study method, with the approach of constructivism paradigm, and in the data collection of researchers using observation and depth interview to the informant. The results of this study to discuss the introduction of the situation and the problems encountered, use of media, communications content, process communication activities, implementation and monitoring and evaluation. This study concludes that the communication activities conducted by Outreach Worker Inter Medika Foundation emphasizes the provision of information through online media (Internet Outreach) and direct outreach activities (face to face), because it is very effective to improve the performance of programs that run today.Pengetahuan terkait HIV dan AIDS saat ini belum menjadi kebutuhan prioritas dan tidak dapat diakses sepenuhnya oleh remaja. Mereka lebih menyukai informasi terbaru dan modern yang terkait dengan gaya hidup atau gaya hidup. Fokus penelitian ini adalah "Bagaimana Kegiatan Outreach Pekerja Antar Medika Foundation dalam mengkomunikasikan HIV dan AIDS untuk" Remaja Gay "di Jakarta?". Tujuan dari penelitian ini salah satunya adalah "peneliti dapat mengetahui tentang kegiatan Outreach Worker Foundation untuk Inter Medika dalam mengkomunikasikan HIV dan AIDS untuk Remaja Gay di jakarta, Seperti penelitian ini menggunakan metode studi kasus, dengan pendekatan konstruktivisme Paradigma, dan dalam pengumpulan data peneliti menggunakan observasi dan wawancara mendalam kepada informan. Hasil penelitian ini untuk membahas pengenalan situasi dan permasalahan yang dihadapi, penggunaan media, konten komunikasi yang dikirim, kegiatan komunikasi, pelaksanaan dan pemantauan dan evaluasi dalam mengkomunikasikan HIV dan AIDS untuk Remaja Gay di Jakarta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh Outreach Worker Inter Medika Foundation menekankan penyediaan informasi melalui media online (Internet Outreach ) Dan kegiatan penjangkauan langsung (face to face), karena sangat e Ffective untuk meningkatkan kinerja program yang dijalankan saat ini.
KAJIAN MANAJEMEN PRODUKSI PEMBERITAAN PSO BIDANG PERS OLEH LKBN ANTARA Primayanti, Primayanti
Jurnal Visi Komunikasi Vol 14, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Jurnal Visi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jvk.v14i1.1667

Abstract

Based on Government Regulation No. 40 Year 2007 on Perum ANTARA do fund public services (public service obligation / PSO) in the field of government information. ANTARA position is also very strategic in the middle of the fight-laden media industry interests. Also, the need to get in the news media with the retail product line strategy while maintaining the main products for the media.Results of this study showed that the press area of public service obligations (PSO-Field Press) includes a number of products and services that news text, photo news, and TV news. In line with government policies and programs, also set a number of themes that frame the products and services fields PSO Press.PSO and Field Releases can be interpreted as the governments efforts to maintain control and domination of the media life, given the strategic function of political economy of media. A contradiction was born. On the one hand, the government wants to adopt the principles of the liberal press, on the other hand maintain government policies in the media sector as opposed to the spirit of libertarianism.Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perum LKBN ANTARA dilakukan dana pelayanan umum (public service obligation/PSO) di bidang informasi dari pemerintah. Posisi LKBN ANTARA juga sangat strategis di tengah pertarungan industri media yang sarat kepentingan. Juga, perlunya kantor berita masuk media ritel dengan strategi lini produk dengan tetap mempertahankan produk utama untuk media.Hasil penelitian ini menujukkan bahwa kewajiban pelayanan umum bidang pers (PSO-Bidang Pers) tersebut mencakup sejumlah produk dan layanan yaitu berita teks, berita foto, dan berita TV. Agar sejalan dengan program dan kebijakan pemerintah, ditetapkan pula sejumlah tema yang membingkai produk dan layanan PSO Bidang Pers.PSO Bidang Pers dapat dimaknai sebagai upaya pemerintah yang ingin mempertahankan kontrol dan dominasinya terhadap kehidupan media, mengingat begitu strategisnya fungsi ekonomi-politik media. Sebuah kontradiksi pun lahir. Di satu sisi, pemerintah ingin mengadopsi prinsip-prinsip pers liberal, di sisi lain pemerintah mempertahankan kebijakan-kebijakan di sektor media yang bertentangan dengan semangat libertarianisme.
STRATEGI PROGRAM TAYANGAN INFOTAINMENT DI RCTI Fachrudin, Andi
Jurnal Visi Komunikasi Vol 13, No 1 (2014): May 2014
Publisher : Jurnal Visi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jvk.v13i1.389

Abstract

Abstrak, Tayangan infotainment adalah suatu kebutuhan yang wajib disetiap televisi. RCTImempersembahkan Intens untuk penonton setia demi memenuhi kebutuhan tontonan akanberita seputar selebritis. Tujuan dari semua program tak terkecuali Intens adalah untukmendapatkan rating dan share terbaik, dan untuk itu dibutuhkan strategi untuk mendapatkan hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi program apa yangditerapkan tayangan infotainment Intens. Pada penelitian ini strategi yang digunakan adalahstrategi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu melalui fungsimanajemen, yaitu tahap perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan.Tipe penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metodepenelitian yang digunakan adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukanmelalui wawancara mendalam . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi penayangan yang digunakan untuk infotainment Intens adalah Head to head, Strong Lide In,dayparting, stripping, crossprogramming, dan bridging.Dapat disimpulkan bahwa strategi yangdigunakan telah berjalan sesuai yang direncanakan.
FENOMENA SELF POTRAIT DI KALANGAN REMAJA STUDI PRESENTASI DIRI DAN SELF ACCAPTANCE REMAJA PUTRI DI JAKARTA Rahma, Rika Yessica
Jurnal Visi Komunikasi Vol 15, No 1 (2016): May 2016
Publisher : Jurnal Visi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jvk.v15i1.1690

Abstract

The rapid development of information technology has spawned a culture of gadgets, namely high-tech tools. The function of this gadget also vary depending on the wearer. One implication of the sophistication of the smartphone camera spawned a new phenomenon in the world community. The phenomenon is called self portrait or selfie. Theory and concepts used in this study include self-presentation theory of Erving Goffman, Symbolic Interaction Theory, the concept of youth and self-acceptance or self acceptance. The research subjects are young women that student private university in Jakarta with the criteria of the age between 18 to 22 years. From the research selfie reason they do not only worry about the physical appearance, there are some key informants emotionally also can not accept about him. They generally cover the melancholy, boredom, loneliness in a way making it seem happier when photographed selfie. Selfie through photos, they can do presentations themselves in accordance role that you want to appear and to present themselves many symbols that exchanged its meaning through the setting, the appearance of the face and involvement in his role. Perkembangan pesat teknologi informasi telah melahirkan budaya gadget, yaitu alat berteknologi tinggi yang memiliki berbagai macam fungsi tergantung pemakainya. Salah satu implikasi dari kecanggihan kamera smartphone melahirkan fenomena self potrait atau selfie. Teori maupun konsep yang digunakan dalam penelitian ini antara lain teori presentasi diri dari Erving Goffman, Teori Interaksi Simbolik, konsep mengenai remaja dan self acceptance atau peneriman diri. Adapun subjek penelitian adalah remaja putri yakni mahasiswi perguruan tinggi swasta di Jakarta dengan kriteria usia antara 18 sampai 22 tahun. Dari hasil penelitian terungkap bahwa alasan mereka melakukan selfie tidak hanya cemas terhadap penampilan fisik, tetapi juga secara emosi mereka belum dapat menerima tentang dirinya. Mereka umumnya menutupi kemurungan, kebosanan, kesepian dengan cara membuatnya diri mereka tampak lebih bahagia di saat berfoto selfie. Melalui foto selfie, mereka dapat melakukan presentasi diri sesuai peran yang ingin ditampilkan. Mereka menunjukkan diri melalui simbol-simbol yang dipertukarkan maknanya lewat setting, penampilan muka dan keterlibatan dalam perannya.
STRATEGI MENCIPTAKAN, MEMPERTAHANKAN DAN MENJUAL PERSONAL BRANDING JELANG PEMILU 2014 Priyono, Bambang Joko
Jurnal Visi Komunikasi Vol 13, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Jurnal Visi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jvk.v13i2.1658

Abstract

The purpose of this paper is made to describe some of the definitions of PersonalBranding from various sources. So it is expected to increase our understanding and theknowledge about Personal Branding. Because to know how a character creation process, orbetter known as the Personal Image or Personal Branding is not something so difficult.Creating it is easy, but how to manage and maintain a self branding that has made it moredifficult. Discussion of the results obtained to the fact that the Personal Branding is theimage of the person that was built by the person concerned and appreciated by peoplearound him. Perhaps in simple language Personal Branding can be defined as "Good Name".Personal branding is what is at present have already become the current identity. Whereidentified and associated with what you have today. By building personal branding today,anyone can be more natural in the future. Personal Branding is the key to build and generatemillions of people who are professionals. Personal brand (brand yourself) is used as a tool toshape the views of others to yourself, especially in the 2014 election period nears.Tujuan dari penulisan makalah ini dibuat untuk menjabarkan beberapa definisiPersonal Branding dari berbagai sumber. Sehingga diharapkan bisa menambah pengertiandan pemahaman kita seputar Personal Branding. Karena untuk mengetahui bagaimana sebuahproses penciptaan karakter atau yang lebih dikenal dengan Personal Image atau PersonalBranding bukan hal yang begitu sulit. Menciptakan itu mudah, tapi bagaimana mengelola danmempertahankan branding diri yang sudah diciptakan itu yang lebih sulit. Dari hasilpembahasan didapatkan fakta bahwa Personal Branding adalah pencitraan terhadap diriseseorang yang dibangun oleh orang yang bersangkutan dan diapresiasi oleh orangsekitarnya. Mungkin dalam bahasa yang sederhana Personal Branding dapat diartikan sebagai“Nama Baik” . Personal branding adalah apa yang di miliki sekarang yang sudah menjadiidentitas saat ini. Dimana diidentikkan dan diasosiasikan dengan apa yang dimiliki saat ini.Dengan membangun personal branding di masa kini, siapapun akan semakin natural di masadepan. Personal Branding merupakan kunci untuk membangun dan menghasilkan jutaanorang-orang yang profesional. Personal brand (merek diri) digunakan sebagai alat untukmembentuk pandangan orang lain kepada diri anda terutama dalam periode mendekati masapemilu 2014.
REPRESENTASI GAYA HIDUP PRIA METROSEXUAL DI MAJALAH PRIA IBUKOTA Mulyana, Ahmad
Jurnal Visi Komunikasi Vol 13, No 1 (2014): May 2014
Publisher : Jurnal Visi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jvk.v13i1.370

Abstract

Abstrak, Munculnya majalah mode dan gaya hidup trans-nasional untuk pria menawarkangaya hidup yang mengusung nilai-nilai konsumtif. Ditinjau dari isi, majalah-majalah priatersebut sekarang ini tidak ada bedanya dengan majalah wanita. Lelaki modern dipersuasiuntuk peduli terhadap kesempurnaan setiap jengkal tubuhnya. Para lelaki diarahkan untukmendisiplinkan diri dalam perawatan tubuh seperti halnya perempuan. Majalah priamengkonstruksi perilaku feminine bagi para lelaki sebagai keseharian gaya hidup mereka.Gaya hidup seperti ini disebut metrosexual. Lelaki metrosexual biasanya adalah orang yangmemiliki karir yang cerah, kondisi finansial yang baik, dan sangat perhatian terhadappenampilan diri. Media menjadi dinamisator bagi berkembangnya suatu gaya hidup yangberdiri di atas kesadaran palsu. Dengan asumsi tersebut maka penulis meneliti apakah yangtersembunyi dalam teks itu memang kepalsuan. Penelitian ini dilakukan terhadap tiga majalahtrans-nasional khusus pria yang beredar di Jakarta yaitu Majalah Men‟s Health, Men Fitness,dan Best Life. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isikualitatif dan analisis semiotic menjadi pilihan. Hasil penelitian dapat dikemukakan pertama,representasi di tiga majalah tersebut adalah representasi pendekatan konstruktivis. Maknadikonstruksikan lewat sistem bahasa dalam rangka mengidentifikasi citra tentang gaya hidup.Melalui prosesual sosial teks secara alamiah meneguhkan nilai-nilai budaya popular dankonsumerisme. Kedua, pencitraan sosok pria metroseksual dilihat dari penampilan gayahidup metroseksual bukanlah produk alamiah, tetapi suatu produk sosial.
KOMODIFIKASI ANAK DALAM PROGRAM REALITY SHOW PENCARIAN BAKAT MENYANYI “IDOLA CILIK” (ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH) Choirunisa, Hanifa
Jurnal Visi Komunikasi Vol 15, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Visi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jvk.v15i2.1698

Abstract

Nowadays, talent search program has been shown on several television stations. Television utilizing the value of participant’s talent to be converted into exchange value. Commodification is the term of the practice of changing the use value to be the exchange value. One of the objects of commodification that used recently by television is children. Children seem to be an attraction for advertisers on television because they are easily shaped and influenced by the environment. This purpose of the research is to determine the forms of commodification in a Reality Show program of singing talent search Idola Cilik. To find these forms of commodification, this study uses the basic theory of media political economy owned by Vincent Mosco. This research method using critical discourse analysis belongs to Norman Firclough. This study used a qualitative approach with descriptive type. The results of this study discusses forms of commodification of children in the Reality Show program of singing talent search Idola Cilik based on theory of media political economy, such as children exploitation, children is required to perform a variety of activities to meet the content demand of a program . In addition, children are also used as a tool to raise the rate and share for TV station. The most visible form of commodification is the judging system with premium SMS poll. This study concludes that there are many forms of commodification in Reality Show program of singing talent search Idola Cilik. Television "sell" children’s talent and thire innocence to reap the benefits. Saat ini, program pencarian bakat telah banyak ditayangkan di beberapa stasiun televisi. Televisi memanfaatkan nilai bakat peserta untuk dikonversi menjadi nilai tukar. Komodifikasi adalah istilah praktik mengubah nilai pakai menjadi nilai tukar. Salah satu objek komodifikasi yang baru-baru ini digunakan oleh televisi adalah anak-anak. Anak-anak nampaknya menjadi daya tarik bagi pengiklan di televisi karena mudah dibentuk dan dipengaruhi oleh lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk komodifikasi dalam program Reality Show dalam menyanyi bakat pencarian Idola Cilik. Untuk menemukan bentuk komodifikasi ini, penelitian ini menggunakan teori dasar ekonomi politik media yang dimiliki oleh Vincent Mosco. Metode penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis milik Norman Firclough. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Hasil penelitian ini membahas bentuk komodifikasi anak dalam program reality show bernyanyi talent search Idola Cilik berdasarkan teori ekonomi politik media, seperti eksploitasi anak, anak diwajibkan melakukan berbagai aktivitas untuk memenuhi permintaan konten. sebuah program . Selain itu, anak juga dijadikan alat untuk menaikkan tarif dan berbagi untuk stasiun TV. Bentuk komodifikasi yang paling terlihat adalah sistem penjurian dengan polling SMS premium. Studi ini menyimpulkan bahwa ada banyak bentuk komodifikasi dalam program reality show menyanyi bakat pencarian Idola Cilik. Televisi "menjual" bakat anak dan kematian agar bisa menuai keuntungan.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN ONLINE PRODUK BUSANA MUSLIM QUEENOVA Sarastuti, Dian
Jurnal Visi Komunikasi Vol 16, No 1 (2017): May 2017
Publisher : Jurnal Visi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jvk.v16i1.1645

Abstract

Queenova is one of the Muslim fashion brand who play in the online market that has been able to grow rapidly. The purpose of this study is to find out the online marketing communication strategy conducted by Queenova Muslim fashion in increasing brand awareness. This type of research uses descriptive type qualitative approach with qualitative descriptive research method. Technique of data collecting by interview and observation. Technique examination of data validity using triangulation. Queenova is a Muslim fashion brand that chooses online path in marketing its products. The results show that in marketing communication strategy undertaken by Muslim fashion Queenova using Above The Line and Below The Line, with focus on promotion and advertisement banner ad sales on facebook. In conclusion the marketing strategy focuses on the promotion of banner ad sales and advertising on the facebook site. Visual communication factors and recommendations also have an effect on increasing brand awareness. Suggestions to improve relationships with existing fans made a form of activity to establish relationships with consumers. It is proposed to have a special person in charge of taking care of online mediaQueenova merupakan salah satu brand busana muslim yang bermain di pasar online yang telah mampu berkembang pesat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran online yang dilakukan oleh busana muslim Queenova dalam meningkatkan brand awareness. Tipe penelitian menggunakan tipe deskriptif pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara dan observasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi. Queenova merupakan brand busana muslim yang memilih jalur online dalam memasarkan produk-produknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh busana muslim Queenova mempergunakan jalur Above The Line dan Below The Line, dengan fokus pada promosi penjualan dan pemasangan iklan banner ad di facebook. Kesimpulannya strategi pemasaran fokus pada pada promosi penjualan dan pemasangan iklan banner ad di situs facebook. Faktor komunikasi visual dan rekomendasi juga memiliki pengaruh terhadap meningkatnya brand awareness. Saran meningkatkan hubungan dengan fans yang sudah dimiliki dibuatkan suatu bentuk aktivitas untuk menjalin hubungan dengan konsumen. Diusulkan memiliki person in charge yang khusus mengurus media online.
STRATEGI PUBLIC RELATIONS MELALUI KEGIATAN PRESS TOUR PADA PROGRAM KERJA WISATA BAHARI DALAM MEMBANGUN CITRA PT. PELNI (PERSERO) Ramadhani, Astri Dwi
Jurnal Visi Komunikasi Vol 14, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Jurnal Visi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jvk.v14i2.1681

Abstract

The problem in this research is negative report related PT. PELNI (Persero) about the loss of the company. The existence of Low Cost Carrier (LCC) which makes the image of PT. PELNI (Persero) faded as many passengers aboard ships to aircraft. Subjects in this study consist of internal and external parties. From internal parties, namely Corporate Secretary, Public Relations, and Marketing Manager of PT. PELNI (Persero). While from external parties namely Journalist and User Services. The research method used is case study method with qualitative approach. Researchers use this method because of research questions pertaining to "how" and or "why" and contain the spirit of description in each explanation. Data collection techniques were conducted with in-depth interviews by resource persons. The result of the research shows that the use of public relations strategy through press tour activities conducted by Corporate Secretary of PT. PELNI (Persero) is considered effective to get positive publicity. Publicity gained from the press tour activities have a positive impact for PT. PELNI (Persero). In addition to the positive image in the community also has a positive impact in the eyes of regulators. Permasalahan dalam penelitian ini adalah pemberitaan negatif terkait PT. PELNI (Persero) tentang kerugian perusahaan. Adanya Low Cost Carrier (LCC) yang membuat citra PT. PELNI (Persero) memudar karena banyak penumpang kapal yang beralih ke pesawat terbang. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari pihak internal dan eksternal. Dari pihak internal, yaitu Corporate Secretary, Humas, dan Manager Pemasaran PT. PELNI (Persero). Sedangkan dari pihak eksternal yaitu Wartawan dan Pengguna Jasa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Peneliti menggunakan metode ini karena pertanyaan penelitian berkenaan dengan “bagaimana” dan atau “mengapa” dan mengandung semangat deskripsi dalam setiap penjelasannya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam oleh nara sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penggunaan strategi public relations melalui kegiatan press tour yang dilakukan oleh Corporate Secretary PT. PELNI (Persero) dinilai efektif untuk mendapatkan publisitas positif. Publisitas yang didapatkan dari kegiatan press tour berdampak positif bagi PT. PELNI (Persero). Selain pencitraan positif di masyarakat juga berdampak positif di mata regulator.

Page 1 of 14 | Total Record : 132