cover
Contact Name
Ichsan Rizany
Contact Email
ichsan.r.psik@ulm.ac.id
Phone
+62511-4772745
Journal Mail Official
jdk.keperawatan@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan A.Yani Km.36 Fakultas Kedokteran, PSIK-Gedung III, Banjarbaru 70714, Indonesia. Tel. (0511) 4772745; e-mail: jdk.keperawatan@ulm.ac.id
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dunia Keperawatan : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
ISSN : 23378212     EISSN : 25415980     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Health,
Dunia Keperawatan is a nursing and health journal published by the Nursing Science Study Program, Faculty of Medicine, University of Lambung Mangkurat three time a year in March, july, and November. The journal receives manuscripts from research and literature studies in the fields of nursing and health including child nursing, maternity nursing, medical surgical nursing, emergency nursing, critical nursing, mental nursing, nursing management, community nursing, gerontik and family, and health research.
Articles 123 Documents
KEPATUHAN ORANG TUA TENTANG DIET GLUTEN FREE DAN CASEIN FREE DENGAN PERILAKU ANAK AUTIS Rahmah, Jannatur; Diani, Noor; Rachmawati, Kurnia
Dunia Keperawatan Vol 3, No 2 (2015): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 3 NOMOR 12, SEPTEMBER 2015
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.326 KB) | DOI: 10.20527/dk.v3i2.599

Abstract

ABSTRAKMenghindari makanan yang mengandung gluten maupun casein merupakan salah satu upaya mengurangi perilaku autis karena kedua zat tersebut dapat mempengaruhi sistem saraf pusat sehingga menimbulkan gangguan perilaku. Kepatuhan orang tua dalam menerapkan diet harus konsisten agar perilaku anak dengan autis mengalami perbaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan orang tua tentang diet gluten free dan casein free dengan perilaku anak autis. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 31 orang dan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan uji  Spearman?s Correlation. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan koefisien korelasi sebesar -0,453 dan signifikansi hasil penelitian 0,010 sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa hubungan antara kepatuhan orang tua tentang diet gluten free dan casein free dengan perilaku anak autis di Pusat Layanan Autis Banjarmasin memiliki korelasi sedang, signifikan dan negatif (tidak searah). Diharapkan orang tua mencari informasi tentang diet gluten free dan casein free melalui media massa, mengikuti seminar, talkshow, atau pelatihan serta menerapkan diet gluten free dan casein free pada anak dengan autis.Kata-kata kunci: gluten, casein, perilaku autis.ABSTRACTAvoiding food containing gluten and casein is one of the efforts to reduce autistic behaviors because the two substances can effect the central nerve system which leads to behavioral abnormality. The parents? compliance with the diet should be consistent to improve the behaviors of autistic children. The purpose of the study was to find out the relationship between the parents? compliance with gluten free and casein free diet and the behaviors of austistic children. This study was an observational analytical research which employed cross sectional approach with a total respondents of 31 people and utilized purposive sampling method. This study was used Sprearman?s Correlation test. The result of the study indicated that the correlation coefficient was 0,453 and the significance of research results was 0,010 it could be inferred that the relationship between the parents? compliance with gluten free and casein free diet and the behaviors of autistic children had medium, significant and negative correlation (irrelevant). It was suggested that the parents? should look for the information about gluten free and casein free diet through mass media, seminars, talkshows, or trainings and apply gluten free and casein free diet to autistic children.Keywords: gluten, casein, autistic behaviors.  
PANDANGAN PASIEN MENGENAI TEKNIK MENGHARDIK PADA SAAT BERHALUSINASI DI RSJ PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2016 Imelisa, Rahmi; Wisnusakti, Khrisna; Febrynia, Febrynia
Dunia Keperawatan Vol 6, No 2 (2018): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 6 NOMOR 2, SEPTEMBER 2018
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.757 KB) | DOI: 10.20527/dk.v6i2.4963

Abstract

Penderita gangguan jiwadi Provinsi Jawa Barat tercatat sebanyak 1.065.000 jiwa penderita atau 2,37% penduduk. Halusinasi menjadi salah satu gejala yang digunakan untuk mendiagnosis gangguan jiwa skizofrenia. Pada skizofrenia, halusinasi pendengaran dan penglihatan adalah dua jenis halusinasi yang paling sering terjadi. Saat ini telah dikembangkan cara menghardik untuk mengontrol halusinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan pasien dalam melakukan tehnik menghardik pada saat halusinasi muncul di RSJ Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Partisipan ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian yang didapat yaitu pasien mampu mengungkapkan tentang halusinasinya baik dari isi, waktu, frekuensi, situasi dan perasaan saat halusinasinya muncul. Terdapat 3 tema yang didapatkan berkaitan dengan cara menghardik, yaitu pelaksanaan, lamanya, dan manfaat teknik menghardik. Diharapkan untuk perawat dapat mengevaluasi lebih lanjut tentang pandangan pasien dalam melakukan teknik menghardik dengan menggunakan metode penelitian lain dan perlu dipertimbangkan dengan menggunakan teknik lain.
TELE-ICU BERMANFAAT DALAM PENCAPAIAN PELAYANAN BERKUALITAS Rizany, Ichsan; Hariyati, Rr. Tutik Sri
Dunia Keperawatan Vol 5, No 1 (2017): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 5 NOMOR 1, SEPTEMBER 2017
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.771 KB) | DOI: 10.20527/dk.v5i1.3635

Abstract

ABSTRAKKejadian mortalitas di ruang ICU masih tinggi. Pasien kritis membutuhkan perawatan kompleks sehingga membutuhkan perawat terlatih dan kompeten tetapi penyebaran tenaga masih menjadi kendala. Pemanfaatan tele-ICU berpeluang untuk menurunkan mortalitas pasien.  Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengeksplorasi pemanfaatan Tele-ICU. Metode yang digunakan adalah literatur review. Literatur mengunakan dari tahun 2010 ? 2017 meliputi jurnal dan artikel. Tele-ICU merupakan fasilitas tehnologi yang memberikan interaksi jarak jauh oleh tenaga kesehatan untuk mendapatkan data dan kondisi pasien ICU langsung dari samping tempat tidur. Komunikasi dalam tele-ICU dilakukan melalui tehnologi audio dan video di samping tempat tidur pasien. Tele-ICU memberikan manfaat kepada pasien, perawat dan dokter. Pemanfaatan tele-ICU mempunyai peran penting dalam mengoptimalkan kualitas pelayanan keperawatan yang diterima oleh pasien sesuai dengan pengaturan dan tujuan yang tepat. Pemanfaatan tele-ICU perlu mendapat dukungan  dari top manajer. Manajer harus melakukan manajemen POSAC yang tepat untuk membangun tele-ICU. Kata-kata kunci : mortalitas pasien, perawat, tele-ICU. ABSTRACTThe incidence of mortality in ICU was still very high. Critical Patients in ICU required a complex care. Conditions of complex care required the trained and competent nurses but deployment of personnel was still a constraint. The Utilization of tele-ICU have an chance to reduce mortality in patients. The purpose of this paper is to guide the use of Tele-ICU. The method used is literature review. Literature used from 2010 - 2017 such as journal and article. Tele-ICU is a technology facility that Provides long-range interactions by health workers to get the Data and conditions of ICU Patients Directly from the bedside. Communication in the tele-ICU is done through audio and video technology at the patient's bedside. Tele-ICU Provides a benefit to Patients, nurses and doctors. Utilization of tele-ICU have a key role in optimizing the quality of nursing care received by Patients in accordance with the arrangements and the right destination. Utilization of tele-ICU needs the support of top managers. The managers must perform  properly management function to build a tele-ICU. Keywords : nurse, patient mortality, tele-ICU.
KADAR TRIGLISERIDA DAN STATUS GIZI PADA KLIEN TUBERKULOSIS Diani, Noor; Rahmayanti, Devi
Dunia Keperawatan Vol 5, No 2 (2017): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 5 NOMOR 2, SEPTEMBER 2017
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.001 KB) | DOI: 10.20527/dk.v5i2.4114

Abstract

Abstrak Tuberkulosis (TBC) mengakibatkan penurunan asupan dan malabsorbsi nutrien serta metabolisme tubuh berubah sehingga terjadi massa otot dan lemak menurun akibat mekanisme malnutrisi dari energi protein. Malnutrisi pada TBC berpengaruh terhadap prognosis dan tingkat kematian. Peningkatan produksi IFNl- ? dan IL-6, TNF ? menghambat dari aktivitas Lipo Protein Lipase (LPL) dijaringan lemak. Enzim LPL berperan dalam proses bersihan trigliserida. Peningkatan ini meningkatkan trigliserida sehingga proses sintesis lemak menurun dan proses lipolisis lemak meningkat di jaringan. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan trigliserida dan status gizi pada klien TBC. Metode penelitian ini korelasi analitik dengan pendekatan cross-sectional, sampel 25 orang, dengan uji korelasi Pearson-Product Moment. Hasil penelitian status gizi dibawah normal 56%, normal 40% dan kelebihan berat badan 4%. Kadar Trigliserida normal 84%, trigliserida tinggi 16%. Kesimpulan ada hubungan antara kadar trigliserida dan status gizi yakni r hitung sebesar 0,5: r tabel = 0,396 sehingga r hitung > r tabel dengan korelasi positif.Kata Kunci : Trigliserida, Status Gizi, Tuberkulosis.AbstractTuberculosis(TB) resulting the decreasing of nutrient intake and malabsorbsi as well as changing the metabolism of the body. The wasthing are decreased protein energy. Malnutrition on TB affects the prognosis of the treatment and death rates. The increase TNF ? will inhibit the enzyme activity of Lipoprotein Lipase (LPL) in the fat tissue. LPL enzyme plays a role in cleavage process of triglycerides. This research was to analyze the relationship of triglycerides and nutrition status on the client with tuberculosis. The design was cross-sectional approach. The respondents were gathered from 25 newly TB patients. The analyzed using Pearson Product-Moment correlation. The results showed 56% respondents undernutrition, and normal 40% and over nutrition 4%. Most triglyceride level of the respondent were normal (84). The concluded was a relationship between triglycerides and the nutritional status with a positive correlation ( P value 0,396).Keywords : Triglycerides, Nutritional Status, Tuberculosis
ANALISIS PENERAPAN KOMUNIKASI PERAWAT DENGAN TINGKAT PERAWATAN KLIEN TERHADAP PERSEPSI KEPUASAN KLIEN DI RUANG IGD RSUD DR. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA Kasuma, Wijaya Atmaja; Widjajanto, Edi; Lestari, Retno
Dunia Keperawatan Vol 1, No 2 (2013): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 7 NOMOR 2, SEPTEMBER 2013
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1422.911 KB) | DOI: 10.20527/dk.v1i2.3186

Abstract

ABSTRAK Klien yang dirawat di ruang instalasi gawat darurat dengan berbagai tingkat perawatan, memerlukan komunikasi yang efektifdan keterampilan interpersonal perawat dalam pemberian pelayanan kesehatan yang berkualitas. Komunikasi perawat-klien memegang peranan penting dalam proses pengumpulan data pengkajian dan riwayat kesehatan. Pengkajian yang berkualitas akan mempengaruhi keselamatan dan kepuasan pasien di ruang gawat darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penerapan komunikasi perawat dengan tingkat perawatan dan pengaruhnya terhadap persepsi kepuasan klien diruang IGD RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. Hasil analisa dengan menggunakan analisis regresi linier didapatkan bahwa dalam komunikasi perawat-klien di ruang IGD dipengaruhi oleh tingkat perawatan klien, sedangkan persepsi kepuasan klien dipengaruhi secara signifikan oleh tahapan komunikasi dan komunikasi verbal perawat dengan koefisien determinasi sebesar 9,9% yang mempengaruhi persepsi kepuasan klien.Kata-kata kunci: komunikasi, tingkat perawatan, kepuasan klien.  ABSTRACT Clients in the emergency room with various levels of care requires effective communication and interpersonal skills of nurses in the delivery of quality nursing care. Nurse-client communication taking an important role in the process assessment of medical history taking. Qualified nursing assessment will increasing nurse communication and affect to the patient safety and satisfaction in the emergency room. This study aims to determine the relationship of nurse communication with client dependency and its effect on the perception of client satisfaction in emergency room of dr. Doris Sylvanus Palangka Raya hospital. Results of this study using linear regression analysis showed that the nurse-client communication in the emergency rooms influenced by the level of client dependency, while the client's perception of satisfaction was significantly influenced by the stage of communication and verbal communication with a coefficient of determination of 9.9% affecting client ts satisfaction.Keywords : communication, client dependency, client satisfaction.
HUBUNGAN KEAKTIFAN PETUGAS PEMBINA DARI PUSKESMAS DENGAN PELAKSANAAN POSYANDU PADA WILAYAH KERJA PUSKESMAS DI KOTA BANJARBARU Arsalan, Muhammad Syaqib; Arifin, Syamsul; Jannah, Raudhatul
Dunia Keperawatan Vol 2, No 2 (2014): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 2 NOMOR 2, MARET 2014
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2657.538 KB) | DOI: 10.20527/dk.v2i2.3094

Abstract

ABSTRAKPosyandu merupakan kegiatan nyata yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dari masyarakat. Posyandu dilaksanakan oleh kader-kader kesehatan yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan dari Puskesmas mengenai pelayanan kesehatan dasar. Keberhasilan Posyandu salah satunya ditentukan oleh keaktifan petugas pembina dari Puskesmas dalam membina Posyandu. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan keaktifan petugas pembina  dari Puskesmas dengan pelaksanaan Posyandu pada wilayah kerja Puskesmas di Kota Banjarbaru. Metode penelitian ini adalah Observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel 50 Posyandu dipilih dengan cara Proportional stratified random sampling dan dianalisis dengan uji statistik Chi-Square (a 0,05). Hasil penelitian didapatkan bahwa sebesar 33 Posyandu (66%) memiliki petugas pembina dari Puskesmas yang berperan aktif, 17 Posyandu (34%) memiliki petugas pembina dari Puskesmas yang berperan kurang aktif, dan tidak ada petugas pembina dari Puskesmas yang tidak aktif. Sebesar 33 Posyandu (66%) berkategori baik, 17 Posyandu (34%) berkategori cukup, dan tidak ada Posyandu yang berkategori kurang dalam pelaksanaan Posyandu. Hasil perhitungan statistik diperoleh p-value (0,001) <p-alpha (0,05) sehingga Ho ditolak. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan keaktifan petugas pembina dari Puskesmas dengan pelaksanaan Posyandu pada wilayah kerja Puskesmas di Kota Banjarbaru.Kata-kata kunci:keaktifan, petugas petnbina dari puskesrnas, posyandu ABSTRACTPosyandu is a real activity Ihat involves community in order 10 provide health care from  community. Posyandu is implemented by health cadres who have received education and training about primary health care from Health Service Center. The success of Posyandu is determined by the guide officer's activity of Health Service Center to regulate Posyandu. The objective of this study was to determine the relationship guide officer's activity of Health Service Center with the implementation of Posyandu in Health Service Center work area in Banjarbaru. The methods of this study was observational analytic with cross-sectional approach. The number ofsamples were 50 Posyandu selected  by proportional stratified random sampling and analyzed by Chi-Square statistical test (?= 0, 05). The result of this study showed 33 Posyandu (66% got guide officer's of Health Service Centerwith active role, 17 Posyandu (34%) with less active role, und noguide officer of Health Service Centerbeeninactive. 33 Posyandu (66%) categorized good, 17 Posyandu (34%) categorized enough, and no Posyandu categorized less in the implementation of Posyandu. The result of statisticalcalculation show that p-value (0.001) <p-alpha (0.05), so Ho was rejected. It can be concluded that there was relationship guide officer's activity of Health Service Center with the implementation of Posyandu in Health Service Center work area in Banjarbaru. Keywords: activity, officers builder of health service center, posyandu
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PEDICULOSIS CAPITIS DI SMP DARUL HIJRAH PUTRI MARTAPURA: CASE CONTROL STUDY Yunida, Sovia; Rachmawati, Kurnia; Musafaah, Musafaah
Dunia Keperawatan Vol 4, No 2 (2016): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 4 NOMOR 2, SEPTEMBER 2016
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.462 KB) | DOI: 10.20527/dk.v4i2.2516

Abstract

ABSTRAKPediculosis capitis adalah infestasi yang disebabkan oleh pediculus humanus var. capitis dan merupakan masalah kesehatan anak-anak yang tinggal di asrama. Sampai saat ini penelitian tentang hal yang menyebabkan kutu kepala masih terbatas. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pediculosis capitis pada anak-anak yang tinggal di asrama. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus kontrol, pada siswi SMP pondok pesantren dan dilakukan tanggal 09 Desember 2015. Responden dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok kasus (n=48) dan kelompok kontrol (n=48). Pemeriksaan kutu kepala dilakukan menggunakan sisir bergigi rapat dan respon pasien dicatat dalam lembar checklist. Hasil penelitian tidak terdapat hubungan antara faktor-faktor risiko yaitu panjang rambut (p=0,321), frekuensi mencuci rambut dalam seminggu (p=0,117), berbagi sisir (p=0,301), berbagi handuk (p=1,000), berbagi penutup kepala (kerudung) (p=0,323), kebiasaan tidur atau penggunaan tempat tidur bersama (p=0,784), dan frekuensi mengganti sprei tempat tidur sekali seminggu (p=0,268), dengan kejadian pediculosis capitis. kesimpulan pada penelitian tidak terdapat hubungan antara faktor-faktor dengan kejadian pediculosis capitis, hal ini mungkin disebabkan oleh faktor lain yaitu kepadatan hunian.Kata-kata kunci: pediculosis capitis, kutu kepala, faktor risiko.ABSTRACTPediculosis capitis is an infestation caused by pediculus humanus var. capitis and it is one of health problem on children who lived in a dormitory. Unfortunately, recent research about things caused head louse is still limited. The objective was to determine the factors which had correlation with pediculosis capitis incident in children who lived in dormitory. The method of this research used case control study, performed to girl students in SMP Pondok Pesantren on 09 December 2015. Respondents were divided into 2 groups, case group (n=48) and control group (n=48). The examination of head louse was performed using tight-brush comb and patient?s response has written in checklist paper. The result there was no correlation between hair long (p=0,321), frequency of hair washing in a week (p=0,117), shared comb (p=0,301), shared towel (p=1,000), shared head cover (jilbab) (p=0,323), sleep habit or shared bed (p=0,784), and frequency of changing bed cover once a week (p=0,268), with pediculosis capitis incident. It can be concluded this study there was no correlation between factors with pediculosis capitis incidence, this happened maybe because of other factor like occupancy density.Keywords: pediculosis capitis, head louse, risk factor.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN FILARIASIS DI KABUPATEN BARITO KUALA Rahmat, Agus Rahmat; Rahmayanti, Devi; Rachmawati, Kurnia
Dunia Keperawatan Vol 8, No 1 (2020): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 8 NOMOR 1, MARET 2020
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.715 KB) | DOI: 10.20527/dk.v8i1.6919

Abstract

Filariasis (penyakit kaki gajah) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filaria (mikrofilaria) dan ditularkan oleh nyamuk Mansonia, Anopheles, Culex, Armigeres dan Aedes. Tahun 2012 Kabupaten Barito Kuala dinyatakan endemis filariasis dengan Mf-rate 2,19%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor perilaku masyarakat dan lingkungan biologi yang berhubungan dengan kejadian filariasis di Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini menggunakan desain case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel dengan populasi kasus 15 orang dan kontrol 30 orang dengan rasio 1 : 2. Instrumen penelitian berupa lembar kuesioner dan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan kebiasaan menggunakan kelambu dengan kejadian filariasis (p = 0,015 OR : 6,91), ada hubungan kebiasaan menggunakan kawat kasa pada ventilasi dengan kejadian filariasis (p = 0,441 OR : 2,04), ada hubungan keradaan kandang ternak dengan kejadian filariasis (p = 0,011 OR : 14,00), tidak ada hubungan kebiasaan menggunakan obat anti nyamuk dengan kejadian filariasis (p = 0,044 OR : 5,23),  dan tidak ada hubungan keberadaan eceng gondok dengan kejadian filariasis (p = 0,587 OR : 1,75). Kebiasaan menggunakan kelambu, kawat kasa pada ventilasi, dan keberadaan kandang ternak berhubungan dengan kejadian filariasis. Saran dari penelitian ini yaitu masyarakat diharapkan dapat meningkatkan usaha pencegahan filariasis dengan menggunakan baju lengan panjang dan obat anti nyamuk pada saat di luar rumah pada malam hari, serta melakukan pencegahan dari gigitan nyamuk seperti menggunakan kelambu  dan obat nyamuk pada saat tidur, memasang kawat kasa pada ventilasi rumah, serta apabila ingin membuat kandang ternak jarak kandang ternak harus lebih dari radius 100 meter dari rumah.
TINGKAT KESEJAHTERAAN SPIRITUAL DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA MUSLIM Naediwati, Ema Dessy; Husairi, Ahmad; Muttaqien, Fauzan
Dunia Keperawatan Vol 1, No 1 (2013): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 1 NOMOR 1, Maret 2013
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.413 KB) | DOI: 10.20527/dk.v1i1.1655

Abstract

ABSTRAK Depresi merupakan salah satu gangguan mental yang sering ditemukan pada lansia. Lansia memerlukan strategi koping yang tepat untuk menghadapi masalah tersebut. Salah satu strategi koping yang dapat digunakan oleh lansia adalah spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kekuatan hubungan tingkat kesejahteraan spiritual dengan tingkat depresi pada lansia Muslim di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh melalui kuesioner. Sampel berjumlah 52 orang lansia yang diambil secara purposive sampling. Hasil analisis data dengan uji korelasi Gamma dan Somers?d menunjukkan bahwa terdapat hubungan berpola negatif dengan kekuatan hubungan sedang (p = 0,005, p<0,05, r = -0,421). Dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan tingkat kesejahteraan spiritual dengan tingkat depresi pada lansia Muslim di PSTW Budi Sejahtera Provinsi Kalimantan Selatan.Kata-kata kunci: depresi, kesejahteraan spiritual, lansia muslimABSTRACTDepression is one of the most common mental disorder in elderly. Elderly needs appropriate coping strategy to overcome this problem. One of coping strategy that can be utilized by the elderly is spiritual. The aim of this study is to identify and analysed  the strength of relationship spiritual well-being level with depression level in Moslem elderly at Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera, Province of South Kalimantan. This study was analytic descriptive study with cross sectional approach. Data were obtained through questionnaires. There were 52 elderly people as samples that were taken using purposive sampling. The result of data analysis with Gamma and Somers?d correlation test showed that there was a moderate negative relationship (p = 0,005, p<0,05, r = -0,421). It can be concluded that there was a relationship of spiritual well-being level with depression level in Moslem elderly at PSTW Budi Sejahtera, Province of South Kalimantan. Keywords: depression, moslem elderly, spiritual well-being
SUARA SHOLAWAT SIMTUBDHURAR TERHADAP RESPIRASI, DENYUT JANTUNG DAN SATURASI OKSIGEN PADA NEONATUS BBLR Arsyad, Mr. Muhammad; Santi, Mrs. Eka; Astika, Mrs. Emmelia
Dunia Keperawatan Vol 7, No 1 (2019): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 7 NOMOR 1, Maret 2019
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.048 KB) | DOI: 10.20527/dk.v7i1.6214

Abstract

ABSTRAK Neonatus BBLR mempunyai proporsi 20% dari seluruh angka kelahiran bayi di dunia dan sering mengalami stress yang dimanifestasikan dengan peningkatan denyut jantung dan respirasi serta penurunan saturasi oksigen. Diperlukan terapi stimulasi yang dapat menunjang tumbuh kembangnya. Terapi suara dapat memberikan ketenangan bagi neonatus, sejauh ini belum diketahui pengaruh suara sholawat bagi neonatus BBLR. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh suara sholawat terhadap denyut jantung, respirasi dan saturasi oksigen pada neonatus BBLR. Metode penelitian menggunakan Pra Experimental One Group Pra-Post Test Design dilakukan pada 15 subjek dan dipilih secara purposif sampling dari Oktober hingga Desember 2018. Instrumen yang digunakan MP3 berisi suara sholawat Simtubdhurar berdurasi 40 menit diperdengarkan melalui speaker dengan maksimal suara yang sampai ke subjek 60 desibel di ukur dengan sound level meter. Nilai rerata denyut jantung dan respirasi setelah mendapat perlakuan menunjukkan penurunan dan peningkatan saturasi oksigen. Terdapat penurunan yang signifikan pada denyut nadi (Sig. (2-tailed)= 0,001) dan respirasi (Asymp. Sig. (2-tailed)= 0,009) serta peningkatan saturasi oksigen (Asymp. Sig. (2-tailed)= 0,004) pada hari ketiga perlakuan. Suara sholawat mempunyai pengaruh terhadap denyut nadi, respirasi dan saturasi oksigen pada neonatus BBLR. Suara sholawat dapat dijadikan pilihan terapi komplementer selama menjalani perawatan di ruang NICU. Keywords : Sound therapy, low birth weight, sholawat ABSTRACT LBW neonates have a proportion of 20% of all infant birth rates in the world and often experience stress that is manifested by increased heart rate and respiration and decreased oxygen saturation. Stimulation therapy is needed that can support growth and development. Sound therapy can provide peace for the neonate, so far there is no known sound effect of sholawat for LBW neonates. This study aims to look at the sound effect of sholawat on heart rate, respiration and oxygen saturation in LBW neonates. The research method using Pre Experimental One Group Pre-Post Test Design was carried out on 15 infants treated at the NICU and used purposive sampling technique from October to December 2018. The instruments used by MP3s containing the sound were Simtubdhurar prayer 40 minutes of playing through speakers with maximum sound get to the subject of 60 decibels measured by a sound level meter. The mean heart rate and respiration after receiving treatment showed a decrease and increase in oxygen saturation. There was a significant decrease in pulse (Sig. (2-tailed)= 0.001) and respiration (Asymp. Sig. (2-tailed)= 0.009) and increased oxygen saturation (Asymp. Sig. (2-tailed)= 0.004) on the third day of treatment. The sound of prayer has an influence on pulse, respiration and oxygen saturation in LBW neonates. Sholawat sounds can be a choice of complementary therapies while undergoing treatment in the NICU room. Keywords : Sound therapy, low birth weight, sholawat

Page 1 of 13 | Total Record : 123