cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
ISSN : 20895313     EISSN : 25495062     DOI : -
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi (PJIF) invites manuscripts in the various topics include, Health Sciences, Life Sciences, Social Sciences and Humanities .
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi" : 6 Documents clear
PENGARUH MINYAK ATSIRI DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz & Pav ) TERHADAP PERTUMBUHAN nurcahyo, Heru
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 2 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Herbal medicine ramai dibicarakan termasuk dalam manfaatnya, salah satu diantaranya yaitu sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav ) . Daun sirih merah merupakan salah satu tanaman yang diketahui berkhasiat sebagai antiseptik dan desinfektan. Minyak atsiri akhir-akhir ini menjadi pusat perhatian karena minyak atsiri dari beberapa tumbuhan dapat berfungsi sebagai antibakteri dan antifungi. Candida albicans merupakan salah satu jenis jamur yang dapat menyebabkan keputihan pada seorang wanita.Pemberian minyak atsiri daun sirih merah mampu mengurangi jumlah koloni jamur Candida albicans namun pada pemberian aquadest sama sekali tidak berpengaruh dalam mengurangi jumlah koloni jamur Candida albicans bahkan jumlah koloni semakin bertambah dengan rata-rata 15,4%. Sedangkan pemberian minyak atsiri daun sirih merah dengan volume 0,6 ml dapat mengurangi jumlah koloni dengan rata-rata 24,8%, sedangkan pada volume 0,15 ml jumlah koloni hanya berkurang dengan rata-rata 7,5%, volume 0,3 ml jumlah koloni berkurang dengan rata-rata 16,3%. Dengan demikian, semakin besar volume minyak atsiri yang diberikan, maka semakin besar kandungan zat aktif di dalam minyak atsiri, dan semakin besar pula kemampuannya untuk membunuh jamur Candida albicans. Hal ini ditunjukkan dengan berkurangnya jumlah koloni jamur Candida albicans yang semakin besar pula.Kata Kunci: herbal medicine, daun sirih merah, minyak atsiri, jamur Candida albicans
PENGARUH EKSTRAK MASERASI TEMU HITAM (Curcuma aeruginosa Roxb.) TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN MENCIT JANTAN (Mus musculus) Purgiyanti, Purgiyanti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 2 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman tradisional yang berkhasiat obat tumbuh di indonesia. Salah satunya yaitu tanaman temu hitam. Temu hitam telah banyak diketahui oleh masyarakat indonesia, terutama daerah pedesaan. Tanaman ini mudah tumbuh dikebun-kebun pekarangan rumah dan harganya relatif murah. tanaman temu hitam untuk penelitian. Diharapkan dengan adanya penelitian terhadap tanaman temu hitam, selain menambah ilmu pengetahuan tentang obat-obat tradisional, masyarakat juga dapat mengetahui ilmiah yang jelas tentang penggunaan tanaman temu hitam sebagai penambah nafsu makan. Kurkumin merupakan senyawa yang peka terhadap lingkungan terutama karena pengaruh ph dan suhu, cahaya serta radikal-radikal. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi pakan mencit pada dosis 0,4 cc signifikan terhadap kontrol negatif, sehingga dapat dikatakan pemberian ekstrak temu hitam mempengaruhi jumlah pakan mencit. Pemberian ekstrak temu hitam dengan berbagai dosis dapat meningkatkan berat badan mencit yaitu pada dosis 0,3 cc signifikan terhadap kontrol positifKata Kunci: Tanaman tradisional, temu hitam, Kurkumin, ekstrak temu hitam
TABLET HISAP EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L) DENGAN MENGGUNAKAN PATI GANYONG SEBAGAI BAHAN PENGIKAT Heni Purwantiningrum, Heru Nurcahyo, Purgiyanti,
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 2 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat tradisional merupakan salah satu pilihan atau pengobatan alternatif dalam penyembuhan suatu penyakit atau dalam upaya menjaga kesehatan sekarang ini. Masyarakat Indonesia lebih popular untuk mengkonsumsi kemangi sebagai lalapan pada waktu makan dengan cara memakan atau mengunyah secara langsung kemangi segar dengan tujuan untuk menambah nafsu makan sekaligus menghilangkan aroma tidak sedap di mulut yang disebabkan karena makanan yang dikonsumsi dengan cara ini tentu saja dipandang kurang begitu praktis, oleh karena itu diperlukan sebuah inovasi baru guna memberikan kemudahan, kenyamanan sekaligus mengoptimalkan khasiat dan kegunaan kemangi itu sendiri.Tablet hisap merupakan salah satu pilihan bentuk formulasi yang praktis. Selain itu tujuan pengobatannya digunakan untuk efek lokal dimulut dan tenggorokan, umumnya digunakan sebagai anti infeksi.Kata Kunci: Obat tradisional, kemangi, tablet hisap, anti infeksi
DAYA ANTHELMINTIK PETAI CINA (Leucaina leucocephala (Lam.)) TERHADAP CACING GELANG (Ascaris lumbricoides) Wibawa, Anggun Setya
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 2 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Helminthes adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing. Cacingan merupakan penyakit yang disebabkan oleh cacing-cacing khusus (cacing gelang, cacing tambang dan cacing cambuk) yang ditularkan melalui tanah.Sampel yang diteliti dalam penelitian ini adalah cacing gelang (Ascaris lumbricoides), menggunakan sediaan ekstrak maserasi dan perasan petai cinadengan kadar 10% b/v, 25% b/v, dan 50% b/v. Dari hasil percobaan diperoleh rata-rata lama waktu kematian cacing untuk metode maserasi yaitu selama 125,33 menit (2,08 jam) sedangkan untuk metode perasan diperoleh rata-rata lama waktu kematian cacing selama 172 menit (2,86 jam).Kata Kunci: Helminthes, cacing gelang, ekstrak maserasi, perasan petai cina
PENGARUH ANTIFUNGI MINYAK ATSIRI DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Candida albicans Aldi Budi Riyanta, Rizki Febriyanti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 2 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecenderungan pemakaian obat tradisional semakin meningkat, diantaranya adalah pemakaian obat tradisional untuk antifungi. obat tradisional yang dapat digunakan sebagai antifungi adalah minyak atsirinya. Minyak atsiri ini terdapat dalam tumbuh-tumbuhan, salah satunya adalah daun cengkeh.Candida albicans sering menjadi patogen penyebab candidiasis, yaitu penyakit candidiasis merupakan penyakit pada jaringan yang mengandung zat tanduk yang terinfeksi disebabkan oleh Candida albicans. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan adanya pengurangan jumlah koloni jamur pada volume minyak atsiri bunga daun cengkeh sehingga kandungan minyak atsiri daun cengkeh menunjukkan adanya efek antifungi.Kata Kunci: Obat tradisional, antifungi, minyak atsiri, daun cengkeh,
PENGARUH EKSTRAK DAUN JOMBANG ( Sonchus asper. L Hil) DENGAN METODE SOXHLETASI TERHADAP JUMLAH TROMBOSIT PADA KELINCI JANTAN (Oryctolagus cuniculus) Purgiyanti, Purgiyanti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 2 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah atau sering disebut Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue, sampai saat ini. Daya infeksi virus dengue lewat perantara nyamuk Aedes aegepty luar biasa cepat, dengan gejala-gejala sulit terdeteksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jam ke-6 jumlah trombosit mengalami penurunan yang berarti ekstrak daun jombang hanya bekerja efektif sampai sampai jam ke-3. Hal ini dimungkinkan karena terlalu rendahnya konsentrasi ekstrak yang digunakan.Kata Kunci: Demam berdarah, aedes aegepty, ekstrak daun jombang

Page 1 of 1 | Total Record : 6