cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
ISSN : 20895313     EISSN : 25495062     DOI : -
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi (PJIF) invites manuscripts in the various topics include, Health Sciences, Life Sciences, Social Sciences and Humanities .
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 2 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi" : 6 Documents clear
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF FRAKSI ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn.) SEBAGAI ANTI INFLAMASI PENGHAMBAT ENZIM SIKLOOKSIGENASE-2 (COX-2) SECARA IN VITRO Sukaryo, Erayadi; Setyahadi, Siswa; Simanjuntak, Partomuan
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai obat golongan anti inflamasi non-steroid (NSAID) telah banyak digunakan secara klinis untuk  inflamasi serta rheumatoid arthritis. Namun, obat NSAID tersebut memiliki sejumlah efek samping mulai dari yang ringan sampai serius. Enzim siklooksigenase (COX) adalah enzim utama dalam biosintesis pembentukan mediator nyeri. Daun tumbuhan sirsak (Annona muricata Linn.) dilaporkan mengandung senyawa asetogenin yang secara empiris selain sebagai anti kanker juga bermanfaat sebagai anti inflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa dari fraksi etanol daun sirsak yang berperan sebagai anti inflamasi dalam menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2). Studi aktivitas penghambatan enzim dilakukan secara in vitro dengan metode COX2 inhibitor screening assay dan pengukuran aktivitas menggunakan spektrofotometri UV-Vis yang dianalisis oleh microplate reader. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etanol daun tumbuhan sirsak (Annona muricata Linn.) dari fraksi etanol Fr.EtOH III.2.1 memiliki aktivitas anti inflamasi dengan nilai  IC50 sebesar 20,33 ppm. Identifikasi senyawa dari penelusuran pustaka dengan LC-MS dan FT-IR menunjukkan diduga senyawa Gigantetrocin A merupakan senyawa yang aktif sebagai anti inflamasi dengan rumus molekul C35H64O7.Kata kunci: Inflamasi, COX-2, Annona muricata, Sirsak,Gigantetrocin A
PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DAN ANTIPLATELET PADA PASIEN STROKE RAWAT INAP DI RS PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Putri, Anggy Rima
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat merupakan salah satu bagian terpenting dalam proses penyembuhan penyakit, pemulihan kesehatan dan pencegahan terhadap suatu penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat, khususnya obat antihipertensi dan antiplatelet pada pasien stroke rawat inap di RSU PKU Muhammadiyah Bantul selama Desember 2014 – Januari 2015. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dan pengambilan data dilakukan secara prospektif dengan survey kepada pasien stroke yang di rawat inap di bangsal Al-Insan dan Al-A’Raaf  RSU PKU Muhammadiyah Bantul selama periode yang ditentukan. Selama penelitian terdapat 61 pasien stroke yang dijadikan sampel dalam penelitian, dimana 41 (67.2%) termasuk dalam geriatri dan 20 (32.8%) lainnya nongeriatri. Dari data yang didapat diketahui bahwa sebanyak 28 (45.9%) pasien tidak mendapatkan obat antihipertensi,sedangkan pasien obat antihipertensi terbanyak yang diberikan pada pasien adalah jenis ACEI 9 (14.8%) dan CCB 6 (9.8%), serta kombinasi ACEI dan CCB sebanyak 7 (11.5%). Sebagian besar pasien tidak mendapatkan antiplatelet 43 (70.5%),sedangkan pasien yang mendapatkan obat antiplateletterbanyak adalah jenis aspirin 17 (27.9%). Hasilnya menujukkan bahwa penggunaan obat antihipertensi  pada pasien stroke di bangsal rawat inap RS PKU Muhamaddiyah Bantul cukup sering digunakan, sedangkan penggunaan obat antiplatelet dalam kasus ini jarang digunakan.Kata Kunci : Stroke, Rawat Inap, Penggunaan Obat, Rumah Sakit
AKTIVITAS FRAKSI etanol daun sirsak (Annona muricata Linn.) SEBAGAI PENGHAMBATasetilkolINesterase Ratu, Antonius Padua; Setyahadi, Siswa; Simanjuntak, Partomuan
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alzheimer Disease  (AD) adalah jenis penyakit yang umum dari dimensia  yang menggambarkan kondisi ketika sel-sel saraf (neuron) di otak mati dan tidak lagi berfungsi normal. Kematian dan kerusakan neuron menyebabkan perubahan memori, perilaku dan kemampuan berpikir jernih.Penhambatan asetilkolinesetrase (AChE) dapat dinaikkan jumlah neurotransmitter dan fungsinya. Ini menjadi dasar bahwa peningkatan ketersediaan asetilkolin (ACh) di reseptor acetilkolin dalam otak, menyebabkan neuron  mudah ditranspor sehingga meningkatkan fungsi kognitif. Penelitian aktivitas dari fraksi aktif daun sirsak  in vitro sebagai penghambat AChE dan kinetika penghambatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mempunyai aktivitas penghambatan AChE dan kinetikannya dalam pengobatan AD.Pengujian aktivitas penghambatan AChE dilakukan berdasarkan metode Ellman.Metode ini menggunakan prinsip hidrolisis reaksi substrat ATCh oleh AChE dengan DNTB yang memberikan warna kuning dan diukur serapannya pada panjang gelombang 410 ± 5 nm. Hasil pengujian  penghambatanAChE menunjukkan bahwa Fr.Etanol dari daun Annona muricata Linn. memberikanpenghambatan tertinggi dengan nilai IC50  sebesar 69.927 mg/L. Hasil fraksinasi Fr.Etanol.1.2.1 mempunyai nilai penghambatan AChE tertinggi dengan nilai IC50 3.651 mg/L.  Sementara itu, positif kontrol donepezil HCl dengan nilai IC50 sebesar 0.016 mg/L. Kinetika Fr.Etanol.1.2.1 terhadap penghambatan AChEadalah kompetitif. Kata kunci : Alzheimer, Annona muricata Linn., Asetilkolin, Asetilkolinesterase,  Kinetika 
FORMULASI DAN EVALUASI SABUN PADAT ANTIOKSIDAN EKTRAK MASERASI KULIT BUAH PISANG KEPOK(Musa normalis L) Sari, Rosaria; Riyanta, Aldi Budi; Wibawa, Anggun Setya
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekarang ini semakin banyak orang tertarik menggunakan sabun herbal karena sifat bioaktifsenyawa yang terkandung di dalamnya.Sabun herbal sebagai sabun alami dibuat dengan mencampurkan ekstrak tanaman herbal. Kulit pisang kepok (Musa normalis L) sebagai salah satutanaman mengandung antioksidan, senyawa vit c , flavonoid,dan serotonin. Berdasarkan aneka manfaat kulit pisang kepok dan mudah diperoleh maka dilakukan kajian tentang pemanfaatan pembuatan sabun dan efektivitas antioksidan yang terkandung dalam kulit pisang.Pembuatan sabun dilakukan dengan menerapkan reaksi saponifikasi menggunakan bahan dasar minyak kelapa, NaOH, dan ekstrak kulit pisang kepok. Sabun dibuat dengan kadar asam stearat yang berbeda-beda yaitu 5%, 15%,  dan 20%. Kualitas sabun diuji menurut standar mutu sabun mandi SNI No.06-3532-1994, uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan melakukan perhitungan persen penghambat 2.2- diphenyl-1-picryl-hydrazyl (DPPH). Hasil kajian menunjukkan bahwa sabun herbal dengan bahan dasar minyak kelapa, minyak jarak, asam stearat larutan NaOH 35%, dan ekstrak kulit pisang kepok memenuhi standar mutu sabun mandi SNI No. 06-3532-1994.Kata kunci: ekstrak kulit pisang kepok (Musa normalis), saponifikasi, aktivitas antioksidan
PENGARUH KONSENTRASI PEG 400 DAN PEG 4000 TERHADAP FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK SUPPOSITORIA EKSTRAK SOSOR BEBEK (Kalanchoe pinnata [L.] pers) Afikoh, Nur; Nurcahyo, Heru; Susiyarti, Susiyarti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosor bebek (Kalanchoe pinnata [L] pers) merupakan salah satu tanaman obat yang di gunakan sebagai obat wasir.Suppositoria adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dalam bentuk, yang di berikan melalui rektal, vaginal atau uretra. Basis suppositoria merupakan komponen terbesar yang sangat menentukan kecepatan pelepasan atau aksi dari obat, sehingga akan mempengaruhi khasiat atau keberhasilan terapi.Pada penelitian ini, ekstrak sosor bebek yang di dapatkan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Hasil ekstrak sosor bebek tersebut selanjutnya di buat sediaan suppositoria dengan variasi penggunaaan PEG 400 dan PEG 4000 yang berbeda di antaranya 70%:30%, 50%:50%, dan 30 %:70%. Hasil pembuatan suppositoria tersebut di lakukan uji fisik, yang meliputi: uji organoleptis, uji keseragaman bobot, uji waktu leleh, uji titik leleh, dan uji kekerasan. Hasil uji-uji tersebut di analisa dengan One Sample T-Test dan One-Way Anova. Dari uji analisis One Sample T-TestT Hitung > T Tabel dan dari uji analisis One-Way Anova F Hitung > F Tabel yang menunjukan bahwa ada pengaruh variasi penggunaan PEG 400 dan PEG 4000 terhadap sifat fisik suppositoria ekstrak daun sosor bebek dan didapatkan hasil formula I memiliki waktu leleh dan titik leleh yang baik.Kata Kunci: Ekstrak Sosor Bebek, Suppositoria, PEG, Sifat Fisik.
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK DAUN TEH (Camellia sinensis L.) SEBAGAI PERTUMBUHAN RAMBUT PADA KELINCI (Lepus spp. ) DENGAN METODE MASERASI Anisah, Siti; Prabandari, Sari; Ikhsanudin, Mohammad
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rambut merupakan mahkota seseorang dan menjadi salah satu unsur yang yang tidak bisa di abaikan karena rambut mencerminkan kepribadian, umur, dan kesehatan. Penyebab rambut rontok adalah faktor keturunan, kulit  kepala tidak  sehat, rambut yang sering mengalami proses kimia misalnya pengeritingan, pelurusan dan pewarnaan.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh ekstrak maserasi daun teh (Camelia sinensis L.) terhadap pertumbuhan panjang rambut terhadap hewan uji kelinci (Lepus spp).Peneliti telah melakukan penelitian mengenai pengaruh konsentrasi ekstrak maserasi daun teh (Camellian sinensis L.) sebagai pertumbuhan rambut terhadap hewan uji kelinci (Lepus spp.) daun teh telah digunakan sebagai pertumbuhan rambut. Pada penelitian ini ingin mengetahui apakah konsentrasi ekstrak maserasi daun teh dapat perpengaruh sebagai pertumbuhan rambut. Uji aktivitas pertumbuhan rambut dilakukan dengan pengolesan ekstrak maserasi daun teh (Camellia sinesis L.) terhadap kelinci yang dicukur bulunya. Pengamatan dilakukan 3 minggu, dan pengukuran panjang rambut dengan mencabut rambut yang telah tumbuh setelah satu minggu.Data hasil pengukuran pertumbuhan panjang rambut diuji stastitik dengan metode uji ANOVA. Sampel yang digunakan adalah daun teh (Camellia sinensis L.) yang diperoleh dari Desa Mentik. Simplisia daun teh diektraksi dengan etanol 70% lalu dibagi menjadi tiga konsentrasi 20%, 30% dan 40% . Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan konsentrasi yang paling baik sebagai pertumbuhan rambut adalah pada konsentrasi 40% karena semakin tinggi konsentrasi hasilnya semakin baik.Kata kunci : ekstrak daun teh, pertumbuhan rambut

Page 1 of 1 | Total Record : 6