cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
ISSN : 20895313     EISSN : 25495062     DOI : -
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi (PJIF) invites manuscripts in the various topics include, Health Sciences, Life Sciences, Social Sciences and Humanities .
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi" : 9 Documents clear
EVALUASI MUTU FISIK SEDIAAN KRIM HIDROKORTISON GENERIK DAN GENERIK BERLOGO Puspita, Sylvia
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidrokortison asetat adalah glukokortikoida yang banyak digunakan sebagai antiinflamasi lokal akibat dermatitis. obat tersebut banyak diformulasi sebagai sediaan krim. Obat generik merupakan obat yang telah habis masa patennya sehingga dapat diproduksi oleh semua perusahaan farmasi tanpa perlu membayar royalty Sedangkan Obat Generik Berlogo (OGB) merupakan program Pemerintah dengan tujuan memberikan alternatif obat bagi masyarakat, yang dengan kualitas terjamin, harga terjangkau, serta ketersediaan obat yang cukup. Penelitian dilaksanakan dilaboratorium kimia Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun. Beberapa Hidrokortison generik dan generik berlogo disiapkan kemudian dilakukan uji evalusi mutu fisik yaitu berdasarkan Organoleptis, Uji Homogenitas, Uji pH, Uji Daya Sebar dan Viskositas krim.   Berdasarkan hasil organoleptis hasil yang didapatkan berupa sediaan setengah padat, warna putih Aroma atau bau dan warna yang adalah tidak berbau. Uji homogenitas dimana hasil dari pengujian semua sediaan menunjukkan susunan yang homogen dan tidak terlihat adanya butiran kasar pada gelas objek. Berdasarkan Hasil pengkuran pH pada semua sediaan sesuai dengan pH kulit. Selanjutnya dilakukan uji daya sebar dimana Uji daya sebar krim berguna untuk mengetahui kemampuan menyebar krim saat di aplikasikan pada kulit. Krim hidrokortison krim generik dan generik berlogo dilakukan pengujian viskositas krim menggunakan viskometer. Hasil pengukuran viskositas pada sediaan menunjukan pada G1 memiliki viskositas paling tinggi pada G2, G3, GB1, GB2 dan GB3 dari minggu pertama hingga minggu kedua mengalami peningkatan Hasil penelitan ini menunjukkan  tidak terdapat perbedaan antara hidrokortison krim generik dan generik berlogo pada evalusi mutu fisik.
DIGLOSIA BAHASA DALAM PELAYANAN OBAT DI APOTEK SITI HADJAR PKU MUHAMMADIYAH TEGAL Sunardi, Ahmad; Susanto, Agus
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses komunikasi dalam pelayanan kefarmasian yang melibatkan penutur dan mitra tutur merupakan kegiatan bahasa yang masuk pada ranah sosiolinguistik.Peristiwakontak bahasa yang dilakukan penutur dan mitra tutur pada pelayanan diapotek tidak bisa lepas dari diglosia bahasa. Adapun tujuan penelitian adalah    untuk mengetahui diglosia bahasa dalam swamedika di apotek Siti Hadjar PKU MuhammadiyahTegal. Metode penelitian ini menggunakan metode  penelitian kualitatif deskriptif. Proses analisis yaitu:  reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan simpulan (conclusion). Hasil penelitian berdasarkan Data 1  adalahKata-kata yang digunakan oleh pelayan disampaikan dengan kode etik yang normatif. Jawaban ibu pembeli bukan menggunakan bahasa Indonesia seperti yang disampaikan pelayan, tetapi menggunakan bahasa kromo inggil yang dalam bahasa jawa mempunyai kedudukan tertinggi. Data 2, tidak ada ragam T atau ragam R, ini karena seumuran atau dalam pelayanan si Pelayan menyampaikan secara biasa, singkat, dan datar sehingga pembeli pun menjawab dengan singkat dan biasa. Data 3, dalam percakapannya menunjukan pelayan menjelaskan secara detail, sabar dan komunikatif. Kata-kata sapaan diungkapkan berkali-kali, menunjukkan mengakui keberadaan lawan bicara
REVIEW : AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIK DAN HIPOLIPIDEMIK EKSTRAK PEPAYA ( Carica papaya Linn ) TERHADAP TIKUS DIABETES YANG DI INDUKSI OLEH ALOKSAN DAN GLIBENKLAMID Sukmawati, Sukmawati; Susilawati, Yaswinar; Milanda, Tiana
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes adalah gangguan metabolisme pada tubuh disebabkan abnormalitas sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya, yang ditandai dengan gangguan  metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Satu satu tumbuhan obat yang memiliki aktivitas antihiperglikemik dan hipolipidemikadalah pepaya(CaricapapayaLinn).Dari hasil review beberapa artikel diketahui bahwa ekstrak air  biji pepaya. ekstrak air daun  pepaya dan ekstrak metanol kulit batang pepaya menunjukkan adanya aktivitas antihiperglikemik. Waktu  penelitian bervariasi selama 21 dan 30 hari, menggunakan tikus yang diinduksi oleh aloksan dan glibenklamid. Dosis efektif pada pengujian ekstrak air biji pepaya dan ekstrak daun pepaya adalah   400 mg/kg bb, sedangkan dosis efektif pada ekstrak metanol kulit batang pepaya adalah 500 mg/kg bb
GAMBARAN MEDICATION ERROR (ME) PADA PENGOBATAN GASTRITIS PASIEN RAWAT INAP KLINIK PRATAMA AL MADINAH DI KABUPATEN BREBES Putri, Anggy Rima; Sari, Meliyana Perwita
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gambaran dan persentase kejadian medication error yang terjadi pada pasien gastritis  rawat inap di klinik pratama Al Madinah Brebes. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan gambaran dan persentase kejadian medication error pasien gastritis rawat inap di Klinik Pratama Al Madinah Brebes. Penelitian ini merupakan penelitian observasi deskriptif dengan menggunakan desain cross sectional pada pasien gastritis rawat inap. Pengambilan data dilakukan dengan mengumpulkan data pasien secara prospektif. Persentase Kejadian medication error pada pengobatan pasien gastritis  rawat inap di Klinik Pratama Al Madinah adalah sebanyak 5  dari 27 (18,52%)  pasien yang mengalami medication error. Dari 5 pasien yang mengalami kejadian ME, 2 diantaranya disimpulkan  mengalami ME terkait pemberian metoklopramide pada geriatri (kontraindikasi), 2 diantaranya lagi adalah terjadi kesalahan dalam pemberian sukralfat yang berbarengan dengan obat ranitidin, serta 1 ME yang terjadi lagi adalah pemberian dexamethasone (golongan kortikosteroid) pada penderita gastritis
ANALISIS KADAR SEDIAN PARASETAMOL SYRUP PADA ANAK TERHADAP LAMA PENYIMPANAN DAN SUHU PENYIMPANAN Rosalina, Vivi
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parasetamol merupakan derifat asetanilida yang digunakan sebagai analgetik antipiretik..Parasetamol dianggap sebagai zat antinyeri yang paling aman. Umumnya obat dalam bentuk cair lebih disukai karena mudahnya menelan cairan dan keluwesan dalam pemberian dosis, pemberian lebih mudah untuk memberikan dosis yang relatif sangat besar, aman dan juga mudah diatur penyesuaian dosis untuk anak. Penelitian dilaksanakan di Stikes Bhakti Husada Madiun menggunakan bahan dan alat Paracetamol sirup, Etanol 96%, Standar Paracetamol, Kertas Saring Whatmann, Spektrofotometer UV-VIS, Kuvet Kuarsa, peralatan Gelas disiapkan kemudian dilakuakn uji penetapan kadar paracetamol sirup bersarkan lama penyimpanan dan suhu penyimpanan. Hasil  uji stabilitas parasetamol dalam sirup selama 4 minggu dengan perlakuan tertentu pada sampel yaitu penyimpanan dalam suhu lemari es dan suhu ruangan. Kandungan parasetamol didapatkan setiap minggu dengan mengguanakan spektrofotometri. Kandungan parasetamol dalam sirup pada penyimpanan suhu ruangan, untuk minggu ke- 0 = 370,26 mg , minggu ke-1 = 360,73mg, minggu ke-2 = 350,43 mg, minggu ke-3 = 340,46 mg, minggu ke-4 = 36,55mg. Adapun kandungan parasetamol dalam sirup pada penyimpanan suhu lemari es, untuk minggu ke- 0 = 360,69 mg, minggu ke-1 =220,92 mg, minggu ke-2 =220,92 mg, minggu ke-3 = 210,99 mg, minggu ke-4 =200,86 mg. Sediaan sirup parasetamol pada suhu ruangan dalam jangka waktu penyimpanan 4 minggu relatif stabil dengan memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia IV. Adapun penyimpanan dalam suhu lemari es relatif tidak stabil karena dalam jangka waktu 1 minggu sudah mengalami penurunan kadar  yang melebihi ketentuan dari Farmakope Indonesia edisi IV. Berdasarkan hasil dalam penelitian disimupulkan bahwa kadar parasetamol sirup terhadap lama penyimpanan dan suhu penyimpanan adalah dalam waktu 4 minggu stabil pada suhu suhu ruangan dan kadar parasetamol berkurang pada pada penyimpanan lemari es
Efek Antidepresan Kombinasi Infusa Biji Pala (Myristica fragrans) dan Daun Kemangi (Ocimum basilicum) pada Mencit Jantan Putih (Mus musculus) Istriningsih, Endang; Khoirunnisa, Khoirunnisa; Kurnianingtyas, Devi Ika
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depresi adalah keadaan murung setiap orang yang mengalami kekecewaan hebat atau kehilangan pribadi dengan sendirinya menjadi murung. Depresi merupakan penyakit yang berbahaya karena terganggunya mental sehingga perlu diobati. Banyak orang yang belum mengetahui tentang antidepresan pada biji pala dan daun kemangi. Pada penelitian telah terbukti bahwa biiji pala mengandung senyawa miristin dan daun kemangi mengandung senyawa eugenol yang mempunyai efek antidepresan. Depresi terjadi karena kekurangan serotonin di otak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efek antidepresan kombinasi infusa biji pala dan daun kemangi serta mengetahui konsentrasi kombinasi yang paling baik pada mencit putih jantan. Biji pala dan daun kemangi diekstraksi dengan metode infusa. Dosis biji pala yang digunakan 10mg/KgBB dan daun kemangi 1,5g/KgBB dikombinasi dengan konsentrasi (1:1), konsentrasi (1:5) dan konsentrasi (5:1). Kontrol negatif menggunakan akuades dan kontrol positif menggunakan amitriptilin. Pengujian antidepresan pada mencit putih jantan menggunakan metode forced swimming test yang dilakukan selama 10 hari dengan durasi setiap harinya 8 menit, pada hari ke-11 dilakukan pemberian obat dan diukur waktu imobilitasnya. Data pengujian antidepresan dianalisis menggunakan metode kruskal-wallis dan mann-whitney. Hasil waktu imobilitas perbandingan infusa biji pala dan daun kemangi (1:1) lebih singkat dibandingkan dengan perbandingan lainnya. Semakin singkat waktu imobilitas maka semakin baik daya antidepresannya. Pada uji kruskal-wallis menunjukan ada perbedaan bermakna dengan nilai signifikan 0,003<0,05 sehingga dilanjutkan uji mann-whitney. Pada uji mann-whitney P3 dengan K- dan K+ dengan P1 menunjukan adanya perbedaan pada setiap kelompoknya
IMPLEMENTASI PERATURAN MENTERI KESEHATAN RI NO.73 TAHUN 2016 TENTANG STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK Fajarini, Hanari
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum hadir di tengah-tengah masyarakat dapat mempengaruhi aktivitas yang ada dalam masyarakat, tidak terkecuali pada ranah interaksi sosial pelaku-pelaku bidang kesehatan. Tak terkecuali Apoteker dibebani dengan kewajiban keberhasilan pengobatan yang meliputi program pengobatan yang harus dijalani pasien, memonitor hasil pengobatan serta mampu bekerja sama dengan profesi lainnya agar tujuan pengobatan bagi pasien dapat berhasil dengan baik. Pembebanan hukum tersebut tertuang dalam tatanan normatif  Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, penelitian berkenaan dengan norma dimaksud melalui penelitian socio-legal. Tujuan eksistensi kaidah Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 73 Tahun 2016  memberikan perlindungan keselamatan terhadap pasien. Dalam tataran keberlakuannya kaidah normatif tersebut mengalami hambatan, diakibatkan oleh kultur hukum yang apatis dari apoteker sehingga pemahaman kesadaran dan kepatuhan hukum yang dikehendaki dari tujuan norma dibuat tidak mencapai hasil maksimal. Tujuan hukum untuk keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan bagi para pelaku yaitu  apoteker, pasien serta  Pemilik Sarana Apotek tidak sepenuhnya mampu menterjemahkan teks-teks dari substansi muatan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 73 Tahun 2016.
OPTIMASI FORMULA KRIM EKSTRAK POLIHERBAL SEBAGAI ANTIBAKTERI DENGAN KOMBINASI GLISERIN, SORBITOL DAN PROPILENGLIKOL SEBAGAI HUMEKTAN Santoso, Joko; Herowati, Rina; Murrukhmihadi, Mimiek
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri berperan besar dalam menimbulkan infeksi pada luka diabetik, seperti bakteri Staphylococcus aureus.  Madu, lidah buaya, kunyit, mengkudu dan daun insulin mempunyai senyawa yang berfungsi sebagai antibakteri. Penggunaan humektan dalam krim dapat meningkatkan aktivitas kerja obat dan memberi kenyamanan dalam pemakaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi gliserin, sorbitol dan propilenglikol sebagai humektan terhadap sifat fisik, mengetahui komposisi optimum dan aktifitas  antibakteri.   Ekstrak poliherbal dibuat dengan cara mencampurkan madu, daging lidah buaya, ekstrak rimpang kunyit, ekstrak mengkudu dan ekstrak daun insulin.  Ekstrak poliherbal digunakan sebagai zat aktif sebesar 20% dengan variasi humektan gliserin, sorbitol dan propilenglikol diuji sifat fisik dan antibakteri meliputi organoleptis, pH, daya lekat, daya sebar, viskositas dan antibakteri Staphylococcus aureus. Formula optimum diperoleh dengan metode Simplex Lattice Design (SLD), hasil dianalisis dengan Software Design Expert. Formula optimum diuji sifat fisik kemudian dianalisis menggunakan one-sampel t-test, diuji .                Kombinasi humektan gliserin, sorbitol dan propilenglikol berpengaruh terhadap sifat fisik krim daya lekat dan daya sebar. Daya hambat bakteri paling besar terdapat pada formula 2. Formula optimum krim diperoleh konsentrasi variasi kombinasi gliserin 7%, sorbitol 7% dan propilenglikol 1%.Uji t menunjukkan berbeda tidak signifikan antara respon hasil percobaan dengan prediksi
UJI AKTIVITAS SALEP ANTI JERAWAT EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia(Ten) Steenis) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Cahyanta, Agung Nur; Ardiyanti, Nilla Yuliana
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis ) merupakan tanaman yang tumbuh menjalar dan memiliki manfaat yang sangat besar dalam dunia pengobatan. Khasiat daun binahong tidak lepas dari kandungan metabolit sekundernya yang meliputi flavonoid, alkaloid, saponin, dan polifenol. Secara empiris daun binahong dapat digunakan untuk mengatasi salah satu penyakit kulit yaitu jerawat. Jerawat merupakan suatu kondisi terjadi penyumbatan kelenjar minyak pada kulit disertai infeksi dan peradangan. Salah satu penyebab terjadinya jerawat adalah bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri salep anti jerawat ekstrak etanol daun binahong dengan konsentrasi 25%, 30%, 35% terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode cakram. Analisis data menggunakan One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc. Berdasarkan uji aktivitas antibakteri, salep ekstrak etanol daun binahong memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes terlihat dengan adanya zona hambat yang terbentuk. Diameter zona hambat pada salep dengan konsentrasi ekstrak 25% sebesar 17,8 mm, salep dengan konsentrasi 30% sebesar 19,6 mm, salep dengan konsentrasi 35% sebesar 22 mm, dan untuk basis salep tidak mempunyai kemampuan dalam menghambat bakteri Propionibacterium acnes. Hasil uji ANOVA diperoleh nilai signifikan 0,000 < 0,05, dapat disimpulkan bahwa pada taraf kepercayaan 95% terdapat perbedaan bermakna antara zona hambat dari masing-masing konsentrasi. Hasil uji lanjut Post Hoc menunjukkan ada perbedaan bermakna aktivitas antara basis dengan formula 1, formula 2, formula 3 karena P<0.05.  Hasil pengukuran diameter zona hambat menunjukkan bahwa salep ekstrak etanol daun binahong memiliki daya hambat dengan kriteria kuat sampai dengan sangat kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes

Page 1 of 1 | Total Record : 9