cover
Contact Name
Iche Andriyani Liberty
Contact Email
iche.aliberty@gmail.com
Phone
+6281215461615
Journal Mail Official
mksfkunsri@gmail.com
Editorial Address
Editorial Office Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Jl. Dr. Moehammad Ali Kompleks RSMH Palembang 30126, Indonesia Telp. 0711-316671, Fax.: 0711-316671 Email:mksfkunsri@gmail.com
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Majalah Kedokteran Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 08523835     EISSN : 26850486     DOI : https://doi.org/10.36706/mks.v52i4
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Sriwijaya (MKS) is published by Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya since 1962. MKS is a peer-reviewed, multidisciplinary and scientific journal which publishes all areas regarding medical sciences. The covered research areas as follows : Microbiology Pathology Surgery Ophthalmology Gynecology and Obstetrics Psychiatry Anesthesia Pediatrics Orthopedics Anatomy Physiology Biochemistry Pharmacology Biophysics Endocrine and Metabolism Mental Health Forensic Medicine Medical Education Research Methodology Medical Ethics Nursing Community Medicine Public Health
Articles 187 Documents
PERBEDAAN ANGKA KEJADIAN MULTIDRUG RESISTANT ORGANISMS TAHUN 2015 DAN 2016 PADA PASIEN GICU RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG Agatha, Cornelia; Liana, Phey; Susilawati, Susilawati
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 3 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v50i3.8555

Abstract

Multidrug Resistant Organisms (MDRO) adalah organisme (bakteri) yang resisten terhadap minimal satu antimikroba dari ?3 golongan antimikroba. Transmisi MDRO paling banyak tercatat di GICU yang juga merupakan tempat berisiko tinggi terjadi infeksi nosokomial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan angka kejadian Multidrug Resistant Organismstahun 2015 dan 2016, serta sebagai acuan manajemen terapi dalam penggunaan antibiotik yang efektif pada pasien GICU (General Intensive Care Unit) RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional.Data yang digunakan merupakan hasil kultur positif bakteri dari pemeriksaan kultur dan resistensi antibiotik pasien GICU tahun 2015 dan 2016 di Instalasi Patologi Klinik dan Mikrobiologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.Sebanyak 549 dari 611 sampel (89,8%) teridentifikasi sebagai MDRO pada tahun 2015 dan sebanyak 490 dari 552 sampel (88,7%) pada tahun 2016. Pada tahun 2015, seluruh bakteri gram positif (kecuali S. viridans) dan gram negatif  (kecuali C. diversus) telah diidentifikasi mengalami MDRO. Sedangkan pada tahun 2016, seluruh bakteri gram positif (kecuali S. viridans) dan gram negatif telah diidentifikasi mengalami MDRO. Terdapat perbedaan angka kejadian MDRO pada tahun 2015 dan 2016, dimana angka kejadian MDRO pada tahun 2016 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2015.  Pada tahun 2015 dan 2016, infeksi bakteri pada pasien GICU lebih sering disebabkan oleh bakteri gram negatif.
Penilaian Sensitivitas Makula Pada Pasien Diabetes Melitus Dengan MetodePhototest Recovery Time Test Amin, Ramzi; Septadina, Indri Seta; Hulwah A, Ashita
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 1 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v46i1.2679

Abstract

Angka kejadian diabetes melitus di Indonesia semakin meningkat tiap tahunnya sehingga angka mortalitas akibat komplikasi diabetes melitus pun meningkat. Salah satu komplikasi dari diabetes melitus (DM) adalah makulopati diabetes. Pada makulopati diabetes akan terjadi penurunan sensitivitas makula. Penurunan sensitivitas makula dapat dinilai dengan menggunakan metode photostress recovery time test. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai rata-rata photostress recovery time (PRT) pada pasien DM. Penelitian ini merupakan studi potong lintang yang dilakukan pada pasien DM di RSUP Moh. Hoesin Palembang pada bulan September sampai Desember 2013. Besar subjek penelitian yang didapat adalah 24 orang pasien DM, yang terdiri dari 9 orang laki-laki dan 15 orang perempuan dengan jumlah mata yang diteliti sebanyak 48 mata. Rata-rata PRT pada pasien DM dengan retinopati diabetes adalah 50 detik (SD ±18,318). Rata-rata PRT pada pasien dengan makulopati diabetes adalah 60,83 detik (SD ± 19,783). Kedua mata yang mengalami retinopati diabetes maupun makulopati diabetes memiliki nilai PRT yang lebih panjang dibandingkan dengan pasien DM tanpa retinopati diabetes maupun makulopati diabetes.
HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN KEJADIAN ERYTHEMA NODOSUM LEPROSUM (ENL) DI RSUP DR MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG Gunawan, Anggraini Tiara Septiyana; Argentina, Fifa; Subandrate, Subandrate
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 2 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v51i2.8531

Abstract

Erythema Nodosum Leprosum (ENL) adalah komplikasi kusta berupa reaksi hipersensitivitas tipe III dengan peradangan akut karena respon berlebihan tubuh terhadap M. leprae. Diagnosis kasus lebih awal, penanganan yang tepat terhadap reaksi kusta dan identifikasi pasien kusta yang memiliki risiko terjadinya komplikasi adalah sebuah tahapan untuk mencegah kecacatan yang disebabkan oleh kusta. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis hubungan faktor risiko dengan kejadian Erythema Nodosum Leprosum  (ENL) pada pasien kusta di RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian adalah rekam medik pasien kusta di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode Januari 2015- Desember 2017 yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Selanjutnya, dianalisis secara bivariat dan multivariat untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh. Penelitian ini menggunakan 123 rekam medik pasien kusta yang memenuhi kriteria inklusi dengan 43 pasien (35%) kusta mengalami reaksi kusta tipe ENL. Faktor yang paling berpengaruh terhadap terjadinya reaksi pada pasien kusta tipe ENL adalah indeks bakteri ?2+ (p=0,000) dan lama pengobatan ?1 tahun (p=0,032).
Faktor-Faktor Risiko Gagal Ginjal Diabetes dan Non-Diabetes pada Pasien Hemodialisis di RSUP dr. Mohammad Hoesin Hasanain, Muhammad; Asnawi, Hery; Swanny, Swanny
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 2 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v50i2.8545

Abstract

Penyakit gagal ginjal adalah adanya kerusakan struktural atau fungsional ginjal dan/atau penurunan laju filtrasi glomerulus kurang dari 60mL/menit/1,73m2 yang berlangsung lebih dari tiga bulan. Gagal ginjak kronik (GGK) merupakan perkembangan gagal ginjal yang bersifat progresif dan lambat, dan biasanya berlangsung selama satu tahun. Ginjal kehilangan kemampuan untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh dalam keadaan asupan makanan normal. Gagal ginjal kronik sangat erat hubungannya dengan diabetes mellitus dan dapat juga disebabkan oleh karena usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, penyalahgunaan obat analgetik dan OAINS. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian faktor risiko GGK diabetes dan non-diabetes pasien hemodialisis di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang. Jenis penelitian bersifat analitik observasional dengan menggunakan data sekunder dari rekam medik sebagai subjek penelitian di Instalasi Hemodialisis RSUP Moh. Hoesin Palembang. Dari 96 subjek penelitian, 65.6% pasien tidak mengalami diabetes mellitus, 56.3% berusia <60 tahun, 51% laki-laki, 94.8% pasien tidak mempunyai riwayat merokok, dan 76% pasien mempunyai riwayat penggunaan obat, 61.1% pasien terbanyak <60 tahun dan yang tidak menderita diabetes mellitus, 71.4% pasien laki-laki dan tidak menderita diabetes mellitus, 64.8% pasien tidak memiliki riwayat merokok dan juga tidak menderita diabetes mellitus, 65.8% pasien memiliki riwayat penggunaan obat dan tidak menderita diabetes mellitus.Mayoritas subjek penelitian ini tidak mengalami diabetes mellitus, berusia <60 tahun, laki-laki, tidak mempunyai riwayat merokok dan tidak mempunyai riwayat penggunaan obat. Tidak ada hubungan antar variabel dengan kejadian diabetes mellitus pada pasien gagal ginjal dengan hemodialisis
Prevalensi Rinosinusitis Kronik di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Amelia, Nurul Lintang; Zuleika, Puspa; Utama, Denny Satria
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 2 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v49i2.8377

Abstract

Rinosinusitis kronik merupakan penyakit yang ditandai dengan peradangan pada mukosa hidung dan sinus paranasal dengan durasi minimal 12 minggu. Diagnosis rinosinusitis kronik dapat ditegakkan dari adanya dua atau lebih keluhan. Berdasarkan anatomi sinus paranasal, rinosinusitis dikelompokkan menjadi rinosinusitis maksila, rinosinustis etmoid, rinosinusitis frontal dan rinosinusitis sfenoid. Faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab meliputi faktor penjamu baik sistemik maupun lokal dan faktor lingkungan. Komplikasi yang dapat terjadi yaitu kelainan orbita dan intrakranial, osteomielitis dan kelainan paru. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi rinosinusitis kronik di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif. Data didapatkan melalui semua rekam medis pasien yang didiagnosis rinosinusitis kronik pada periode 01 Januari 2015 sampai dengan 31 Desember 2015 di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang yang memenuhi kriteria inklusi diambil sebagai sampel penelitian. Dari 140 pasien rinosinusitis, didapatkan 73 pasien rinosinusitis kronik, paling banyak (58,9%) pada laki-laki dan pada kelompok usia 46 – 52 (19,2%). Riwayat penyakit keluarga rinitis alergi paling banyak ditemukan (26%). Jenis rinosinusitis terbanyak adalah rinosinusitis maksila (28,8%). Gejala mayor paling sering dikeluhkan (69,9%) adalah hidung tersumbat dan gejala minor paling sering dikeluhkan (87,7%) adalah sakit kepala. Komplikasi yang sering terjadi adalah kelainan orbita (9,6%).Rinosinusitis kronik banyak ditemukan di bagian T.H.T.K.L RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Kasus pada laki-laki lebih banyak dibanding pada perempuan dan banyak ditemukan pada usia 46-52 tahun.Gejala mayor yang sering dikeluhkan adalah hidung tersumbat dan gejala minor yang sering dikeluhkan ada sakit kepala.
THE ASSOCIATION BETWEEN KNOWLEDGE AND ATTITUDE TOWARDS COVID-19 AND INTEREST IN ONLINE LECTURE OF PRE-CLINIC AND CLINIC SECRETARIAT STUDENTS OF FACULTY OF MEDICINE Aziz, Muhammad; Garini, Pramadita Widya
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 4 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v52i4.13071

Abstract

Coronavirus diseases 2019 or COVID-19 have gotten the world’s attention since it’s first existencein Wuhan, China at the end of December 2019. COVID-19 has been considered as a pandemic by WHO by March 11th, 2020 and today it has brought several life aspects down, such as in economic, political, social, and education aspect. Distance learning (PJJ) either for school students or college students which applies an online method becomes the best solution for the impacted countries, including Indonesia. The purposes of distance/online lecture are to ensure that the teaching-learning process is still conducted based on curriculum outcomes target or university credit unit (SKS) and to prevent the COVID-19 cluster formed in schools. There are many factors affecting the effectiveness of online lecture, one of them is students’ interest to it. This study aimed to see the correlation between knowledge and attitude towards COVID-19 and interest in online lecture of pre-clinic and clinic secretariat students of the Faculty of Medicine of Universitas Sriwijaya in 2020. This study was observational analytic with a cross-sectional design. This study involved 101 respondents. The descriptive analysis results showed that most respondents were ? 21 years and female. The majority of preclinical and clinical clerkship students had a good level of knowledge (76.8% and 52.6%), a good attitude (74.4% and 57.9%), and a high interest in studying online (54.9% and 57.9%). The bivariate analysis results in this study showed a significant relationship between knowledge of COVID-19 and interest in online lectures in preclinical students and clinical clerkship (p=0.039 and p=0.005). Attitudes towards COVID-19 had a significant relationship with interest in online classes in preclinical students and clinical clerkship (p=0.041 and p=0.024).
Angka Kejadian Karsinoma Urothelial di Bagian Patologi Anatomi RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang Periode Tahun 2009-2013 Syafa’ah, Aini Nur; Maulani, Henny; Suciati, Tri
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 1 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v47i1.2735

Abstract

Kanker kandung kemih merupakan kanker yang paling umum ke-4 terjadi pada pria dan ke-12 pada wanita. Karsinoma urothelial merupakan salah satu jenis kanker kandung kemih yang sering ditemukan di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian karsinoma urothelial di Bagian Patologi Anatomi RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang periode tahun 2009-2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan serial kasus. Data diambil dari rekam medik Bagian Patologi Anatomi RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang. Terdapat 66 kasus karsinoma urothelial dari 29.175 kasus yang diperiksa secara histopatologi di Bagian Patologi Anatomi RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang. Angka kejadian karsinoma urothelial di Bagian Patologi Anatomi RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang adalah 0,23%. Pria lebih banyak daripada wanita yaitu sebanyak 80,3% dengan rasio pria:wanita sebesar 4:1. Karsinoma urothelial paling banyak terdiagnosis pada usia 61-70 tahun. Diagnosis mikroskopik terbanyak adalah invasive high grade urothelial carcinoma yaitu sebesar 66,7%. Angka kejadian karsinoma urothelial di Bagian Patologi Anatomi RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang pada tahun 2009-2013 adalah 0,23% dan diagnosis mikroskopik terbanyak adalah invasive high grade urothelial carcinoma.
Association of Sharing Materials with Pediculosis Capitis in Students of Pondok Pesantren Tahfidzil Qur’an Yayasan Tijarotal Lan Tabur Palembang Arsinta, Dewi; Anwar, Chairil; Ramdja, Muhaimin
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 3 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v51i3.9208

Abstract

Pediculosis capitis is a disease on human’s scalp andhair caused by infestation of Pediculus capitis. Transmission of pediculosis capitis can be through with direct contact between head-to-head and indirect contact from patient’s materials. The aim of this study was to determine the association of sharingmaterials with pediculosis capitis. This study was an analytic-observational study using a cross-sectionaldesign which was done in November 2018. This research was conducted on studentswho live at Pondok Pesantren Tahfidzil Qur’an Yayasan Tijarotal Lan Tabur Palembang. The sampleconsisted of 117 students. Data was collected through questionnaires and directobservation from hair sample. The results were analyzed using Chi-Square, Fisher’s Exact Testand Cox Regression.The study showed that prevalance of pediculosis capitis was 48.7%. From statistical analysis there was significant relationship between shared use of beds (p=0.039), combs (p=0.012), towels (p=0.046), veils (p=0.009) and caps (p=0.021) with the occurrence of pediculosis capitis. The multivariate test results using cox regression analysis showed that there was no dominant variables that influence incidence of pediculosis capitis on female students, while on the male students the most dominant variable was the shared use of towels (p=0.032) and caps (p=0.043) with variables shared use of caps as a predictor. There was significant association between the shared use of beds, combs, towels, veils and caps with the with pediculosis capitis, and the dominant variables on male student was shared use of caps.
Perbandingan Efektifitas Pemberian Tropisetron 5 mg dan Ondansentron 8 mg Untuk Mengurangi Efek Mual dan Muntah Pascaoperasi Ginekologis Per Laparotomi Sepriwan, Tori; Zulkifli, Zulkifli; Harimin, Kusuma
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 2 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v46i2.2694

Abstract

Salah satu efek samping yang didapatkan pascaoperasi akibat pemberian anestesi umum adalah mual muntah pascaoperasi. Pemberian obat antimuntah profilaksis sesaat sebelum operasi selesai menjadi salah satu usaha pencegahan. Antimuntah dengan mekanisme kerja 5-HT3 reseptor antagonis terbukti efektif mencegah terjadinya mual dan muntah pascaoperasi. Ondansetron adalah 5-HT3 reseptor antagonis yang biasa dipakai, namun efek antimual dilaporkan kurang dibandingkan efek antimuntahnya dan efek samping obat  terutama sakit kepala sering di keluhkan oleh pasien yang diberikan obat ini. Tropisetron dapat dipakai sebagai obat alternatif untuk mencegah mual muntah pascaoperasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efektifitas pemberian tropisetron 5mg dengan ondansetron 8mg untuk mengurangi efek mual dan muntah pascaoperasi ginekologis perlaparatomi.Uji klinik acak tersamar ganda dilakukan pada 66 pasien dengan rentang usia 17-60 tahun, ASA I-II, di bagi menjadi dua kelompok perlakuan, kelompok tropisetron dan kelompok ondansetron. Data hasil penelitian diuji secara statistik dengan uji t dan uji Kai kuadrat. Dari data penelitian  diperoleh hasil bahwa rerata skor mual pada kelompok tropisetron sebesar  0,42 ±0,79 , berbeda bermakna dibanding pada kelompok ondan setron sebesar 0,82 ±0,80 , dengan p < 0,05 , Skor mual dengan nilai 0 (tidak ada keluhan) pada kelompok tropisetron terdapat pada 69,7% subjek, berbeda bermakna dengan kelompok ondansetron sebesar 36,4%, dengan p < 0,05. Keluhan mual pada kelompok ondansetron yaitu sebanyak 21 subjek (63,6%) sedangkan pada kelompok tropisentron sebanyak 10 subjek (30,3%) berbeda bermakna dengan p < 0,05. Tidak ada perbedaan bermakna pada kedua kelompok pada keluhan muntah dengan 2 subjek (6,1%) yang mengalami muntah.Simpulan penelitian ini adalah pemberian tropisetron 5 mg lebih efektif dibandingkan dengan ondansetron 8 mg untuk mengurangi efek mual dan muntah pascaoperasi ginekologis perlaparatomi.
Merozoite Surface Protein-1 (MSP-1) dan Merozoite Surface Protein-2 (MSP-2) Plasmodium falciparum sebagai Kandidat Vaksin Malaria Nindela, Rini
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 1 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v47i1.2745

Abstract

Plasmodium falciparum—parasit malaria—menginfeksi miliaran dan membunuh jutaan orang setiap tahun. Rangkaian  usaha pengendalian malaria; kelambu berinsektisida, indoor residual spraying, dan kemoterapi dibayangi oleh ancaman resistensi. Karenanya, vaksin malaria yang efektif sangat dibutuhkan. Pengembangan vaksin dihambat oleh kompleksitas parasit dengan ribuan antigen berbeda yang diekspresikan di masing-masing tahap dalam siklus hidupnya. Bagaimanapun, penelitian selama beberapa dekade tidaklah sia-sia. RTS,S, vaksin stadium pre-eritrositik, mungkin akan menjadi vaksin pertama yang mendapat lisensi, terlepas dari efikasinya yang hanya sekitar 30-50% . Antigen-antigen pada stadium lainnya juga diteliti sebagai kandidat vaksin, termasuk Merozoite Surface Protein/MSP-1 dan MSP-2, yang terbukti menginduksi respon imun yang protektif terhadap malaria, baik secara alamiah maupun eksperimental. Namun, keragaman genetik menjadi penghalang dalam pengembangan vaksin berbasis kedua antigen ini. Pemahaman yang menyeluruh tentang struktur MSP-1 dan MSP-2 P. falciparum serta mekanisme imun hospes terhadap keduanya akan memandu kepada tersedianya vaksin MSP-1 dan MSP-2 dengan efikasi yang optimal.

Page 1 of 19 | Total Record : 187