cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Demography Journal of Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23554738     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN STATISTIK TERINTEGRASI DI BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI SUMATERA SELATAN Puspita, Rina; Sobri, Kgs. M.; Semil, Nurmah
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 3 No 1 (2015): Vol 3, No 1, Juli 2015
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kualitas Pelayanan Statistik Terpadu di BPS Provinsi Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan audio visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelayanan Statistik Terpadu di BPS Provinsi Sumatera Selatan telah memenuhi harapan pengunjung walaupun masih ada yang belum memenuhi harapan pengunjung. Hal ini ditunjukkan dengan sarana dan fasilitas secara keseluruhan dalam kondisi baik namun ketersediaan publikasi tercetak dan timeseries merupakan hal yang penting dan substansial belum memenuhi harapan pengunjung, kebersihan dan kenyamanan ruang pelayanan terjaga dan terpelihara, penampilan petugas sudah rapi, bersih dan sopan, dan komputerisasi administrasi yang didukung dengan Sistem Aplikasi Pelayanan Statistisk Terpadu memberikan kemudahan bagi pengunjung. Kemampuan petugas sudah bagus dalam mengarahkan dan menjelaskan, kecepatan dan ketepatan waktu pelayanan belum memenuhi harapan pengunjung karena masih ada beberapa publikasi yang rilis tidak ontime, standar pelayanan sudah dipahami dan ditaati oleh petugas dan pengunjung. Respon cepat akan kebutuhan pengunjung telah diakukan tanpa membeda-bedakan dan respon petugas terhadap keluhan pengunjung telah ditindaklanjuti dengan baik.
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN (STUDI PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TAHUN 2014) Yudiantoro, Yudiantoro; Al Fatih, Andi; Putra, Raniasa
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 2 No 2 (2015): Vol 2, No 2, Januari 2015
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Peraturan Daerah OKU Nomor 17 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Administrasi Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) Kabupaten OKU dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasi kebijakan ini. Penelitian ini difokuskan untuk melihat tingkat kepatuhan, kelancaran fungsi rutin, dan juga dampak dari kebijakan yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peraturan OKU No. 17 Tahun 2012 tentang Implementasi Administrasi Kependudukan belum terlaksana dengan baik. Hal ini ditunjukkan oleh tingginya beban kerja personel operator SIAK, layanan di kabupaten yang belum baik, kurangnya kesadaran warga dalam melaporkan peristiwa demografi mereka, rendahnya kepemilikan sertifikat pencatatan sipil, dan kurangnya pelaporan kematian. Sejalan dengan ini, peneliti menemukan faktor-faktor yang mendukung keberhasilan implementasi kebijakan ini adalah upaya untuk mengambil bola dengan pergi ke tempat penduduk untuk merekam mereka dan upaya untuk memenuhi waktu pengiriman yang dijanjikan. Sementara, faktor yang menghambat keberhasilan implementasi kebijakan ini adalah kurangnya personil untuk operator SIAK, kurangnya informasi kepada warga, ketergantungan pada perbaikan peralatan kepada penyedia, dan rendahnya kinerja petugas pencatatan.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PELAYANAN ADMINISTRASI TERPADU KECAMATAN (PATEN) DI KECAMATAN SUNGAILIAT DAN BELINYU KABUPATEN BANGKA Sri Pujiastuti, Toha Budi; Saptawan, Ardiyan; Hikmah Purnama, Dadang
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 3 No 1 (2015): Vol 3, No 1, Juli 2015
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan publik merupakan pintu gerbang bagi pemerintah untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Upaya peningkatan pelayanan publik salah satunya dengan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kecamatan sebagai ujung tombak pelayanan harus diberikan kewenangan yang sesuai karena berhubungan langsung dengan masyarakat. Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui pendelegasian kewenangan. Tujuan penelitian tesis ini adalah untuk memahami dan menganalisis implementasi kebijakan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan di Kecamatan Sungailiat dan Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Penelitian tesis ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dengan unit analisis adalah Kecamatan Sungailiat dan Kecamatan Belinyu. Infoman pada penelitian ini ditentukan secara porposive juga snowball sampling. Data diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua kewenangan yang diberikan oleh Bupati kepada Camat bisa dilaksanakan sehingga kewenangan dikembalikan lagi pelaksanaannya kepada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BP2TPM) Kabupaten Bangka. Kewenangan tidak bisa dilaksankan kecamatan terkait keterbatasan sumber daya di kecamatan baik sumber daya manusia maupun keuangan. Berdasarkan penelitian ini, disarankan agar dalam pendelegasian kewenangan, pemberi kewenangan harus mempertimbangkan kemampuan penerima kewenangan. Kata kunci : implementasi, pelayanan administrasi terpadu, kecamatan, kewenangan PENDAHULUAN Bentuk pendelegasian kewenangan untuk meningkatkan
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NO. 3 TAHUN 2012 TENTANG KOLABORASI PENGELOLAAN TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RACHMAN Diansari, Dwi; Sriati, Sriati; Lionardo, Andries
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 2 No 2 (2015): Vol 2, No 2, Januari 2015
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman (Tahura WAR) Provinsi Lampung secara kolaboratif dimaksudkan untuk menangani masalah-masalah yang ada di dalam kawasan guna meningkatkan efektivitas pengelolaan Tahura secara bersama dan sinergis oleh para pihak atas dasar kesepahaman dan kesepakatan bersama. Lambannya implementasi kebijakan kolaborasi pengelolaan Tahura WAR menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Penelitian tesis ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis implementasi Perda Provinsi Lampung No. 3 Tahun 2012 tentang kolaborasi pengelolaan Tahura WAR. Metode yang digunakan dalam penelitian tesis ini adalah deskriptif kualitatif dengan unit analisis Dinas Kehutanan Provinsi Lampung melalui UPTD Tahura WAR. Data diperoleh dari wawancara mendalam, observasi, dokumentasi dan materi audio visual. Hasil tesis menunjukkan bahwa implementasi yang dilakukan adalah menetapkan tata cara dan persyaratan untuk menjadi Tim Kolaborasi Pengelolaan Tahura WAR, menetapkan panitia seleksi dan jadual pelaksanaan seleksi calon anggota Tim Kolaborasi, sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat sekitar hutan, menyusun Rencana Pengelolaan dan melakukan upaya untuk mengkaji ulang isi Perda No. 3 Tahun 2012. Perbedaan pemahaman diantara para pihak baik mengenai konsep kolaborasi maupun isi kebijakan yang dianggap bertentangan, kurangnya komunikasi, ketiadaan anggaran dan fasilitas, biasnya kewenangan antara UPTD Tahura WAR dan Tim Kolaborasi menjadi faktor yang mempengaruhi implementasi Perda No. 3 Tahun 2012. Berdasarkan hasil tesis tersebut, diperlukan adanya klarifikasi terhadap isi Perda No. 3 Tahun 2012 dan penyamaan persepsi antar pihak yang terlibat dalam pengelolaan Tahura WAR.
KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PRABUMULIH DALAM PENCETAKAN KTP-EL DI KOTA PRABUMULIH, SUMATERA SELATAN Yolanda, Viona; Nengyanti, Nengyanti; Effendy, Sofyan; Izzudin, Muhammad
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 3 No 2 (2019): DEJOS Vol 3, No 2, Juli 2019
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakangi penelitian ini adalah masih lamanya waktu yang dibutuhkan dalam pencetakan KTP-el khusunya di Kota Prabumulih. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal seperti kurangnya kedisiplinan pegawai, terbatasnya persediaan blangko, serta kurangnya sumber daya manusia yang secara tidak langsung mempengaruhi durasi waktu yang diperlukan dalam pencetakan KTP-el. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan kinerja ASN Disdukcapil dalam pencetakan KTP-el di Kota Prabumulih. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori TR. Mitchell yang menilai kinerja ASN Disdukcapil berdasarkan 5 aspek, yaitu kualitas kerja, ketepatan waktu, inisiatif, kemampuan dan komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ASN Disdukcapil dalam pencetakan KTP-el di Kota Prabumulih cukup baik. Berdasarkan penelitian kinerja ASN dengan menggunakan teori Mitchell di Disdukcapil didapatkan hasil bahwa masih terdapat beberapa kendala yaitu dari segi ketepatan waktu seperti kurangnya blangko KTP dan keterlambatan jaringan dalam proses pencetakan KTPel dimana proses pencetakan tersebut harus menunggu hasil verifkasi data penduduk dari pusat.
ADVOKASI KEBIJAKAN KARTU IDENTITAS ANAK BAGI ANAK USIA DIBAWAH 17 TAHUN DI KABUPATEN BANYUASIN Nastipawa, Rio; Nengyanti, Nengyanti; Martina, Martina; Saraswati, Erlisa
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 3 No 2 (2019): DEJOS Vol 3, No 2, Juli 2019
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana advokasi program Kartu Identitas Anak oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Banyuasin. Desain yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, berdasarkan hasil dokumentasi, observasi dan wawancara mendalam dengan informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam langkah advokasi masih ada empat langkah advokasi yang belum dilakukan secara optimal, yaitu pada langkah strategi sistem penggiringan bola yang tidak dimaksimalkan, terkait kepastian yang jelas dari Kantor Disdukcapil Kabupaten Banyuasin. Pada tahap evaluasi Badan Penanggulangan Bencana Tingkat Kabupaten, Kabupaten Banyuasin belum dapat memenuhi semua kebutuhan sosialisasi Kartu Identitas Anak. Oleh karena itu, Instansi perlu melakukan sosialisasi maksimal dan penambahan Sumber Daya Manusia atau tenaga ahli yang secara khusus menangani kebijakan Kartu Identitas Anak. Selain itu, Kementerian Dalam Negeri dan khususnya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil perlu untuk meninjau kembali Peraturan Pemerintah nomor 2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak karena tidak adanya sanksi tertulis dalam kebijakan yang diduga menjadi alasan masyarakat tidak mematuhi kebijakan. Mengenai advokasi kebijakan Kartu Identitas Anak bagi anak usia dibawah 17 tahun di Kabupaten Banyuasin oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuasin, berdasarkan teori advokasi John Hopkins University langkah-langkah advokasi yang dilaksanakan Disdukcapil Banyuasin masih belum maksimal.
KUALITAS PELAYANAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL DALAM PEMBUATAN AKTA KELAHIRAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU Yugantara, Arnando; Nengyanti, Nengyanti; Hendarso, Yoyok; Andriani, Dian Sri
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 3 No 2 (2019): DEJOS Vol 3, No 2, Juli 2019
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan instansi pemerintah yang berwenang menyediakan layanan pencatatan administrasi kependudukan, khususnya pembuatan akta kelahiran. Layanan publik secara sederhana dapat diukur dengan menilai tingkat kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas pelayanan Disdukcapil melalui lima dimensi menurut Teori Passuraman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan Disdukcapil masih rendah. Terdapat banyak kesenjangan antara harapan dan persepsi masyarakat pada dimensi tangibles dan emphaty. Tidak tersedianya fasilitas pendukung, seperti kipas angin/AC dan air minum di ruang pelayanan dinilai sebagai penyebab rendahnya kualitas pelayanan untuk dimensi tangibles. Sementara itu, dimensi emphaty dinilai buruk karena sikap petugas tidak ramah dan tidak sigap dalam melayani pembuatan akta kelahiran. Oleh karena itu, direkomendasikan agar pemerintah dapat memperbaiki fasilitas pendukung serta meningkatkan dan melakukan pengawasan kinerja petugas.
KUALITAS PELAYANAN PENERBITAN KARTU TANDA PENDUDUK ELEKTRONIK DI KOTA PALEMBANG Melisa, Rani; Putra, Riniasa; Nurmasemil, Nurmasemil; Andriani, Dian Sri
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 3 No 2 (2019): DEJOS Vol 3, No 2, Juli 2019
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinas kependudukan dan pencatatan sipil merupakan perangkat daerah yang bertugas melayani penerbitan KTP-el sehingga diharapkan mampu untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Kualitas pelayanan tersebut dinilai berdasarkan delapan layanan pendukung konsep Flower of Service. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas pelayanan dengan menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan penerbitan KTP-el di Disdukcapil Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan model Sequential Explanatory terhadap 100 responden melalui perhitungan metode Purposive Sampling. Secara keseluruhan, kualitas layanan Disdukcapil Kota Palembang sudah baik. Hal ini dilihat dari rata-rata jawaban responden sebesar 372 yang berada pada tingkat memuaskan untuk enam faktor layanan pendukung kepuasan masyarakat, yaitu informasi, konsultasi, penerimaan permohonan, keamanan, penagihan, dan pembayaran. Sedangkan sarana pelayanan dan layanan prioritas termasuk dalam faktor layanan yang tidak terpenuhi sehingga dikategorikan menjadi faktor penghambat kepuasan masyarakat. Oleh karena itu, direkomendasikan agar Disdukcapil Kota Palembang melengkapi fasilitas layanan ruang tunggu, menerapkan sistem nomor antrian, mempercepat proses pencetakan dan distribusi KTP-el, serta meningkatkan kenyamanan toilet, ruang bermain anak, dan ruang laktasi.
KUALITAS PELAYANAN PEMBUATAN KARTU KUNING (AK-1) DI DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN OGAN ILIR Mandasari, Lisa; Thamrin, M; Hendarso, Yoyok; Saputra, Ardi
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 3 No 2 (2019): DEJOS Vol 3, No 2, Juli 2019
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini terkait kualitas pelayanan pembuatan kartu kuning di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ogan Ilir. Tujuan penelitian ini untuk mengukur kualitas pelayanan dalam 5 (lima) Dimensi Servqual yaitu bukti langsung, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati, serta mengidentifikasi indikator-indikator pelayanan yang perlu menjadi prioritas untuk dipertahankan dan diperbaiki. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan jenis accidental sampling yaitu teknik penentuan sampel secara incidental. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan model servqual dan model kano dengan jumlah 385 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dalam pembuatan kartu kuning termasuk dalam kategori cukup baik. Indikator yang dipersepsikan telah dilakukan dengan baik yakni layanan sesuai dengan harapan masyarakat, seperti indikator prosedur pendaftaran yang tidak berbelit-belit, kemampuan memberikan pelayanan dengan cepat, kemampuan menanggapi keluhan dengan cepat, penguasaan terhadap peraturan, akses informasi yang jelas, kemudahan berkonsultasi dengan pegawai dan sikap pegawai yang berlaku adil dalam memberikan pelayanan. Dari seluruh indikator yang ada bisa dikategorikan cukup baik. Dimensi yang dipersepsikan tinggi menurut penerima layanan adalah dimensi daya tanggap (responsiveness), diikuti yang kedua empati (Empathy), ketiga jaminan (assurance), keempat bukti langsung (Tangible), dan nilai yang paling rendah terdapat pada dimensi kehandalan (Reliability)
GAMBARAN WANITA USIA SUBUR (WUS) PENGGUNA IUD DAN IMPLANT DI PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2016 Harmarisa, Dewi; Tarmizi, Nurlina; Maryadi, Maryadi
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 2 No 1 (2014): Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan kontrasepsi merupakan salah satu upaya dalam Program Keluarga Berencana untuk pengendalian fertilitas atau menekan pertumbuhan penduduk yang paling efektif. Dalam pelaksanannya diupayakan agar semua metode atau alat kontrasepsi yang disediakan atau ditawarkan kepada masyarakat memberikan manfaat yang optimal. Dalam memilih suatu metode, wanita harus menimbang berbagai faktor, termasuk faktor kesehatan, efek samping potensial suatu metode, konsekuensi terhadap kehamilan yang tidak diinginkan. Namun pada pemakaian kontrasepsi wanita yang berumur lebih muda dan berumur lanjut (usia beresiko) penggunaannya jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan wanita yang berumur 20-39 tahun (usia tidak beresiko). Peserta Keluarga Berencana (KB) yaitu pasangan usia subur (PUS) dimana salah seorang menggunakan salah satu cara/alat kontrasepsi untuk tujuan pencegahan kehamilan atau lebih dikenal dengan sebutan akseptor.Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik dengan metode penelitian survei dimana penelitian survei ini bersifat deskriptif (menggambarkan). Desain penelitian dengan menggunakan data sekunder SDKI 2012 dengan sampel sebesar 71 responden terdiri dari 16 responden pengguna IUD dan 55 responden pengguna Implant dari wanita pasangan usia subur. Penelitian menggunakan analisis univariat dengan frekuensi. Hasil: Hasil penelitian menyatakan bahwa akseptor pengguna IUD pada variabel pendidikan menengah merupakan variabel yang paling dominan yang mempunyai hubungan pada Wanita Usia Subur (WUS) tertinggi sebesar 6 responden atau 37,5 persen. Sedangkan akseptor pengguna Implant pada umur kawin pertama beresiko sebesar 36 responden atau 64,4 persen, pendidikan dasar sebesar 28 responden atau 50,0 persen di Provinsi Sumatera Selatan. Kesimpulan: Rendahnya minat penggunaan alat kontrasepsi terutama pada pengguna IUD dan Implant di Indonesia pada umumnya dan di Provinsi Sumatera Selatan pada khususnya, mengakibatkan menurunnya wanita Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan alat kontrasepsi IUD dan Implant sehingga berdampak pada bertambahnya jumlah penduduk. Pada penelitian ini menyarankan kepada para pengelola program untuk lebih menggalakkan lagi program Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) serta pelayanan KB gratis untuk masyarakat miskin dan kurang mampu.